Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Mencari Diandra part 2


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa mereka sarapan bersama, Raina ikut bergabung sambil membawa bayi kecilnya, menjadikan bayi itu menjadi pusat perhatian semua penghuni rumah.


Begitu Mikaila selesai makan dia langsung mengambil cucunya agar Raina bisa makan.


Bram menggendong bayi kecil itu, Bram yang memang belum pernah menggendong sekalipun ingin mencobanya. Bram menidurkan cucunya itu di dadanya. Bayi kecil itu mendongak dan tersenyum menatap Bram, ternyata kebahagiaan memiliki seorang cucu berbeda dengan kebahagiaan memiliki seorang anak.


Rasanya baru saja Bram menidurkan Arya  di dadanya, sekarang Anaknya lah yang kini tengah bermain di atas dadanya.


"Mas, gak kerasa ya. Arya sekarang arya sudah punya bayi, perasaan baru saja kita mengurusnya," ucap Mikaila mengelus lembut rambut tipis bayi mungil yang sedang menatap mereka.


"Rasanya baru kemarin, Mas menggendong Arya sekarang kita sudah menggendong bayinya."


"Iya, Mas. Waktu berlalu begitu cepat.


"Melihat bayi ini Kenapa Mas jadi pengen punya bayi juga ya," canda Bram.


Mikaila memutar matanya malas menatap suaminya, "Mas, kok kamu  jadi ikut-ikut Arsy, sih! Minta adik bayi juga dari aku," kesal Mikaila.


Bram tanpa sadar tertawa melihat ekspresi Mikaila membuat bayi kecil itu langsung menangis karena kaget.


Mikaila langsung refleks mengambil bayi itu ke gendongannya.


"Mas, kalau tertawa ditahan dong, kasihan Cucu kita," ucap Mikaila mengelus-elus punggung cucunya agar berhenti menangis.


"Iya, maaf. Mas nggak sengaja," ucap Bram mengecup pipi cucunya yang sudah mulai berhenti menangis.


Bram terus menggelitiki cucunya hingga mulai tersenyum kembali. Namun air mata dan cairan bening dari hidungnya masih terlihat menghiasi wajah cantiknya, wajahnya juga mamerah membuat ia semakin lucu, kulit putih bersih Raina turun ke putrinya.


Arsy menghampiri papa dan bundanya dan bermain bersama dedek bayinya.


"Arsy ayo siap-siap, kamu ikut ke Arya  saja ya, Papa nggak ke kantor," ucap Bram.


"Iya, Pah!"  Arsy kemudian bergegas ke kamarnya, di bantu Mbak Lala memakai seragamnya.


Semua kembali dengan kegiatan mereka, Arya, Gavin, dan Kelvin ke kantor, Arsy ke sekolah, ibu dan ayah Mikaila memilih ikut bergabung dengan bi Yanti dan pak slamat, mengurus kebun peninggalan kakek Dika.  


Bi Yanti usianya seumuran dengan ibu Mikaila,  membuat mereka lebih  nyaman berkumpul bersama. 


Raina yang sudah menyetok banyak ASI,  membuat Bram dan Mikaila dengan leluasa membawa bayi itu ke kamar mereka


, bahkan sepanjang hari bayi itu tidur di kamarnya Bram.


Begitu ketiga putra Abraham itu sampai di kantor, Natali langsung menghampiri Kelvin, meminta Kelvin mememaninya ke kantin. Natali tidak sempat sempat sarapan sebelum ke kantor.


Sebelum pergi ke kantin, Kelvin menatap Arya. Arya  mengangguk, semalam Kelvin mengatakan jika ia akan mengatakan pada Natali apa yang telah ia lakukan pada Diandra. Kelvin akan berusaha menerima apapun keputusan Natali. 


Sesampainya Di kantin, Natali memesan  makanan dan memesankan minuman buat Kelvin.


Natali yang memang periang terus mengajak Kelvin berbicara. Kelvin hanya mengangguk dan tersenyum sebagai respon pada cerita Natali.


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat siang," ajak Kelvin saat Natal telah menghabiskan makanannya


"Kemana?" tanya Natali.


Ke suatu tempat yang sangat indah," ucap Kelvin menatap serius pada mata Natali.


"Iya, boleh," Mereka pun kembali ke ruangan mereka.

__ADS_1


Kelvin tak langsung ke ruangannya ia berbelok ke ruangan Arya.


Gavin berdiri tak jauh dari ruangan Arya, semalam ia terus berfikir tentang masalah yang dihadapi Kelvin.


Kedua Kakaknya itu selalu membantunya setiap ada masalah dan tak pernah membebaninya dengan masalah mereka berdua.


Gavin bisa melihat jika kelvin sangat mencintai Natali begitupun sebaliknya, tapi Gavin mengakui jika kesalahan Kelvin memang sangatlah fatal.


"Aku akan mencoba membantu Kakak sebisaku," ucap Gavin kemudian kembali ke ruangannya.


Siang hari Kelvin mengajak Natali ke suatu danau, mereka menaiki sampan, Natali sangat bahagia bisa menghabiskan waktu berdua dengan Kelvin setelah lama mereka berpisah.


"Aku ingin mengakui sebuah kesalahan" ucap kelvin memegang tangan Natali, begitu perahu sampan yang mereka tumpangi telah berada di di tengah Pulau buatan.


"Ada apa?" tanya Natali dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Kelvin tak meneruskan perkataannya, ia hanya tetap diam dan menatap lekat pada Natali.


Natali mengelus kedua tangan Kelvin yang menggenggam erat tangannya. Katakan ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Natali mulai merasa khawatir saat melihat raut wajah Kelvin.


"Aku minta maaf," ucap Kelvin menunduk.


"Maaf?" tanya Natali tak mengerti apa maksud dari perkataan Kelvin.


"Aku sudah membuat kesalahan yang mungkin tak bisa kau maafkan,"


Natali mengerutkan keningnya menatap Kelvin, tak mengerti apa yang dikatakan oleh pria yang ada di depannya itu.


Lama Kelvin terdiam, Natali terus menunggu apa yang inginkan kelvin katakan.


"Kelvin, sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Kau membuatku cemas dengan bersikap seperti ini!" ucap Natali.


"Emangnya apa yang kamu lakukan?" tanya Natali semakin cemas.


"Natali Kamu tahu 'kan kalau aku sangat mencintaimu, aku ingin kita hidup bahagia, aku ingin menikah denganmu dan menghabiskan waktu bersamamu, membesarkan anak-anak kita," ucap Kelvin menjeda kalimatnya.


"Lalu?"


"Apa kau masih ingat dengan Diandra?"


"Tentu saja! Diandra yang bekerja di rumahmu 'kan? emangnya ada apa dengan Diandra?"


"Aku tanpa sengaja melecehkannya," ucap Kelvin mencoba untuk terus terang pada Natali.


Hening...


Natali mematung dan menatap dengan tatapan tak percaya.


Natali tertawa, "Ini nggak lucu," ucapnya  di salah tawanya.


"Tapi aku nggak bercanda, aku serius," tegas kelvin membuat Natali berhenti tertawa.


"Aku benar-benar melecehkannya,  malam itu aku sedang mabuk. Malam itu saat Diandra mendatangiku, aku melihat jika itu adalah dirimu. Aku benar-benar dikuasai oleh alkohol sehingga rasa rinduku kepadamu membuat aku melihat Diandra itu dirimu," Kelvin mencoba menjelaskan.


Natali melepas genggaman Kelvin, dia mengeraskan rahangnya, menggenggam tali tas yang menggantung di pundaknya, membuang wajahnya tak ingin melihat ke arah Kelvin.


"Natali kumohon maafkan aku, aku sangat mencintaimu."

__ADS_1


Natali membiarkan air mata terus jatuh di pipinya tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya.


Kelvin juga tak bisa berkata apa-apa, mereka hanya terdiam di atas perahu sampan itu.


"Aku ingin pulang," ucap Natali setelah lama terdiam.


"Natali dengarkan aku," Kelvin mencoba memegang tangan Natali. Namun, langsung ditepis oleh Natali.


"Aku ingin pulang sekarang," ucapnya mulai terisak.


Kelvin menghela nafas panjang, dadannya juga terasa sesak melihat gadis yang dicintainya kini menangis terisak hingga ia sesegukan.


Dengan pelan Kelvin mengayuh kembali sampannya mereka ke tepian. Begitu sampai Natali langsung turun dan berlari meninggalkan Kelvin.


Kelvin mengejar Natali dan memaksanya untuk naik ke mobilnya.


Natali tetap memberontak dan terus memukul tangan Kelvin yang menggenggam erat tangannya.


Natali terus memberontak sambil menagis membuat beberapa orang yang juga mengunjungi tempat itu memperhatikan mereka.


Suara tangisan Natali semakin terdengar, Kelvin langsung menarik Natali ke pelukannya, "Maaf, maafkan aku, aku sama sekali tak sengaja melakukannya, aku sama sekali tak bermaksud menyakiti perasaan mu. Aku sangat mencintaimu," ucap Kelvin memeluk erat tubuh Natali yang bergetar karena tangisnya.


Natali tak bisa lagi membendung air matanya.


Lama mereka di posisi itu hingga Natali benar-benar tenang di pelukannya.


Kelvin menatap wajah Natali yang sembab, coba membersihkan air mata yang berada di pipi Natali.


"Aku akan mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini, aku mohon tetap berada disisiku," pinta Kelvin.


"Apa yang akan kau lakukan? Kau sudah melecehkan seorang wanita, kau sudah merebut harta yang paling berharga darinya! Apa ada jalan lain untuk memperbaiki semua ini?" tanya Natali salah-salah isakannya.


"Aku juga belum tahu,"


"Dimana Diandra?"


"Entahlah, dia menghilang. Aku tak pernah bertemu lagi dengannya semenjak malam itu, Om Alex juga sudah mencari, tapi tetap saja Diandra belum di temukan.


Natali tak tau harus berkata apa, ia sangat kecewa pada Kelvin, Kelvin kembali memeluk Natali yang masih menangis.


Mereka kembali pulang, setelah Natali merasa lebih tenang, sepanjang perjalanan Natali hanya terdiam, suasana sangat canggung mendera meraka.


Hari berganti Hari. Namun, Diandra tak juga ditemukan, bahkan Kelvin turun langsung  mencari Diandra. Hasilnya tetap sama, tak ada satupun jejak di mana gadis itu pergi.


Sudah 7 bulan sudah pencarian Diandra, gadis itu tak juga ditemukan. Alex bahkan sudah menyerah untuk mencarinya begitu juga dengan Kelvin.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Kira-kira Diandra kemana, ya??🤔🤔


Mohon dukungannya ya dengan memberi like, vote dan komennya 🙏


Salam dariku 🤗


Author m Anha ❤️

__ADS_1


Love you all 💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2