
Hari ini adalah hari Minggu, yang berarti mereka libur sekolah dan libur bekerja .
Raina dan Natalie berjalan-jalan ke sebuah mall terbesar di kota itu.
Ini pertama kalinya mereka kesana semenjak pindah ke kota, Natali dan Raina berpegangan tangan berjalan menyusuri beberapa toko yang ada disana,menawarkan banyak barang yang hanya bisa mereka lihat saja,Mereka harus menghemat keuangan mereka.
"Wah,,, besar sekali ya,beda dengan di kota kita,"kagum Natali melihat-lihat beberapa toko yang berada di sana.
"Kita kesana yuk,"tunjuk Raina pada toko sepatu.
Mereka baru saja gajian,Raina ingin membeli sepatu baru.Ia mencoba beberapa sepatu namun matanya tertuju pada sepatu putih yang berada di etalase, terlihat sangat menarik untuknya.
"Bisa lihat yang itu mba,"tunjuk Raina pada sepatu yang mencuri perhatian.Namun saat melihat harganya Raina dan Natali saling pandang, harga sepatu itu bahkan lebih mahal dari gaji mereka sebulan di toko bunga.
"Enggak jadi Mba, maaf ya," ucap Raina menyimpan kembali sepatu tersebut dan memilih sepatu yang harganya lebih murah .
"Kamu nggak beli sepatu?" tanya Raina pada Natalia,
"Sepatuku masih bagus, aku mau ganti tas saja ,"ucap Natali menunjuk toko tas di seberang toko sepatu.
Mereka pun melihat-lihat di sana,
"Harganya mahal-mahal semua," bisik Natali,
"Iya ya," jawab Raina fokus melihat deretan angka 0 pada tas tersebut.
"Kak ada untuk anak sekolah nggak?" tanya Natali pada pemilik toko berharap ada yang lebih murah.
"Ada, sebelah sini dek,"ucap pemilik toko mengarahkan mereka ke deretan tas khusus anak sekolah.
Natali dan Raina mengikuti pemilik toko itu.
"Disini, silahkan dilihat-lihat.Ini adalah keluaran terbaru," ucap pemilik toko tersebut.
Natali dan Raina melihat-lihat tas tersebut, bukannya mereka melihat model tas tapi mereka lebih melihat harga .
"Natali, kita pindah ke tempat lain aja yuk.Di sini harganya mahal-mahal," bisik Raina yang bisa didengar oleh pemilik toko.
"Maaf ya dek, kalau nggak punya uang nggak usah masuk di toko ini, Di sini barangnya berkualitas dan pastinya harganya mahal-mahal.Sebaiknya kalian keluar sana, nanti tas saya lecet lagi,"ucap pemilik toko sedikit mendorong mereka berdua keluar dari tokonya.
"Gimana sih, enggak punya uang sok-sokan masuk di toko ini, kalau nggak punya uang beli tas nya di pasar saja,"ucap pemilik toko tersebut saat Raina dan Natalia sudah di luar tokonya.
Raina dan Natali hanya saling tatap, Natali menarik Raina menjauh dari tokoh tersebut.
"Dia benar, sebaiknya kita cari di pasar saja ucapan Natali melihat isi dompetnya."Tapi nggak usah marah-marah juga kali, kita kan ga tau kalau itu toko tas mahal."gerutu Natali melipat kedua tangannya merasa kesal diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Raina berjalan menuju toko boneka,
"Rain kamu mau kemana !"panggil Natali berlari mengikuti Raina.
"Maaf ya, gara-gara aku kamu kehilangan boneka beruang mu,"sesal Natali,saat melihat Raina menatap boneka beruang besar yang sama persis dengan punyanya sewaktu kecil.
"Enggak apa-apa kok, aku hanya mengingatnya saja," ucap Raina,"Boneka itu sangat spesial untukku."
"Lihat, di sana ada gantungan kunci yang sama dengan boneka kamu,"ucap Natali menghampiri gantungan kunci yang ia maksud.
Raina melihat ke arah yang di petunjuk Natali.
Natali mengambil gantungan kunci boneka tersebut dan menanyakan harganya, Walau sedikit mahal Natali tetap membelinya untuk Raina sebagai permintaan maaf.
"Ini untuk kamu," ucap Natali memberikan gantungan tersebut pada Raina.
"Biar aku yang bayar sendiri," ucap Raina mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Enggak usah, dengan begini aku nggak akan merasa bersalah lagi,"tolak Natali,"Anggap sebagai ganti boneka yang aku hilangkan dulu," ucap Natali tulus.
"Terima kasih ya," ucap Raina merasa senang bisa memiliki boneka beruang yang sama walau ukurannya jauh berbeda.
Raina langsung memasang gantungan kunci tersebut di tasnya.
Mereka sama sekali tak tahu film apa yang mereka tonton dan ini pertama kalinya mereka menonton di bioskop.
Lampu dimatikan saat film mulai diputar Raina dan Natali sedikit tersentak mendengar suara pembuka film tersebut, ternyata mereka memilih film horor .
Sepanjang film mereka terus menjerit ketakutan membuat penonton lain ada yang tertawa dan ada juga yang kesal mendengar jeritan mereka.
Di kursi paling belakang Kelvin terus tertawa melihat kedua gadis itu ketakutan, ia mengenali Natali..Film horor itu menjadi film komedi Karena ulah Raina dan Natali.
Film selesai, Raina dan Natali keluar bioskop.
"Kamu kok milihnya film horor sih!"Protes Raina.
"Mana aku tahu itu film horor, aku hanya melihat pemainnya tampan jadi aku memilihnya," ucap Natali membela diri.
Mereka terus berjalan sambil berdebat, tanpa mereka sadari Kelvin mengikuti mereka di belakang, menahan tawa mendengar perdebatan konyol mereka.
****
Di kediaman Abraham Wijaya.
Kelvin pulang ke rumah dengan membawa pesanan adiknya, Arsy sangat suka memakan pizza.
__ADS_1
"Terima kasih kakak, ucap Arsy saat menerima pizza dari kakaknya.
Semua duduk di ruang keluarga, ikut menikmati pizza yang dibeli Kelvin.
Tadinya Kelvin ke mall tersebut hanya ingin membeli pizza untuk adiknya, namun ia melihat Natali dan temannya memilih film horor, Kelvin yang juga suka nonton film horor ikut membeli tiket dan menonton film tersebut.
Malam ini Kevin betul-betul terhibur melihat Natali dan temannya itu membuat kegaduhan di dalam bioskop.
"Kamu kenapa?" tanya Arya melihat Kelvin sedari tadi senyum-senyum sendiri.
"Kak,kamu ingat Natali teman Gavin?" tanya Kelvin pada Arya.
"Natali,"ucap Arya mencoba mengingat siapa yang di maksud Kelvin.
"Iya,anak yang sama yang bekerja di toko bunga Bu Sari,"ucap Kelvin.
"Oh ingat,,ada apa dengan anak itu?"tanya Arya.
Mendengar Kelvin menyabut toko bunga ibu Sari ingatan Arya tertuju pada gadis bercadar itu.
"Tadi ia dan temannya membuat kegaduhan di bioskop."ucap Kelvin.
"Maksud mu temannya yang bercadar?"tanya Arya memastikan.
"Iya,sepertinya mereka salah memilih film."Kelvin kembali tertawa.
"Maksudnya kakak yang matanya cantik?"tanya Arsy yang sedari tadi mendengar percakapan mereka.
"Iya sayang,si kakak bermata cantik,"ucap Kelvin memberikan sepotong pizza lagi ke piring Arsy.
"Natali orang nya asyik,selain lucu ia juga sangat pintar."ucap Gavin dengan mulut penuhnya.
"Kakak, jangan di habiskan,"ucap Arsy saat melihat Gavin mengambil potongan terakhir.
"Iya tuan putri,, potongan terakhir ini untukmu,"ucap Kelvin menyimpan pizza yang sudah di giginya ke piring adiknya.
Bram mengusap rambut putrinya yang makan dengan lahap..
ππππππππππ
Terima kasih sudah membaca jangan lupa beri like dan komen sebanyak-banyaknya ya agar novel ini lebih baik lagiππ
Dan jangan lupa mampir ke novel terbaru ku judul My Papa My Boss π
Salam dari ku ,,, Author m anha π
__ADS_1