
Mikaila sampai di rumahnya,ia langsung masuk begitu mobil berhenti.
"mas Bram ,Arya,"panggil Mikaila begitu membuka pintu.
Ia sangat khawatir tak ada kabar sama sekali tentang Bram dan Arya.
Mikaila menghentikan langkahnya saat melihat tatapan mata semua keluarga suaminya yang sudah berkumpul di sana,,,
Mikaila berjalan pelan mendekati mereka,,
Ibu Bram tak henti-hentinya menagis dalam dekapan Arandita dan ayah Bram terlihat terus memegang dadanya dengan Anindita yang berusaha menenangkannya.
"Ayah,ibu mas Bram mana?"tanya Mikaila melihat ke arah kamarnya.
"kakak, Arya mana,? tanya Mikaila lagi melihat semua yang ada di sana.
Anindita membawa Mikaila duduk dan menggenggam tangan nya,
"Yoga pasti akan menolong mereka,"ucap Anindita mencoba menjelaskan.
"maksudnya?"tanya Mikaila ragu,air matanya sudah menetes di pipinya.
Ayah Mikaila duduk di samping putri nya dan mengusap punggungnya,,,,
Jabbar sudah memberitahukan kondisi Bram dan Arya kepada ayah dan ibu nya saat sudah tiba di bandara.
"ayah, anak dan suamiku mana,?"tanya Mikaila mulai terisak,
"mereka pasti akan segara di temukan,"ucap ayah membawa Mikaila kepelukannya.
Ia tak tega melihat putri kecilnya bersedih.
David mendapat telepon dari Yoga dan memberi kode kepada Jabbar agar mengikuti nya.....
Yoga menancap gas mobilnya,jarak dari posisi mereka dan dermaga cukup jauh.
Yoga menelfon David agar meminta bantuan pihak kepolisian dan pergi ke dermaga secepat mungkin.
Di dermaga.
Bram melihat Arya berlari menjauhi nya,
"jaga putraku ya Allah,"batin Bram.
Bram merasa gagal melindungi anaknya,ia tak memiliki tenaga lagi.
Bram yang melihat anak buah Sonia yang semakin mendekat mengambil sebuah tongkat,,,ia sudah tak sanggup lagi melawan mereka dengan tangan kosong.
Dengan sisa tenaganya Bram berusaha melawan,agar Arya bisa menjauh dan mendapat pertolongan.
Arya terus berlari kencang sesuai perintah papanya tanpa menolah kebelakang.
Ia ingin segara sampai ke tempat ia bisa mendapat pertolongan dan menolong papanya.
Dor,,,
bunyi tembakan terdengar jelas di antara suara petir yang bergemuruh.
Yoga yang mendengar suara tembakan tersebut semakin menambah laju mobilnya.
Begitu juga dengan David dan Jabbar, David menginjak gas mobilnya..mobil mereka ada di depan mobil Yoga dan Alex serta beberapa mobil lain nya.
__ADS_1
Arya yang mendengar suara tembakan menghentikan langkahnya dan berbalik melihat papanya.
"papa aaaaaa,"teriak Arya saat melihat papanya lah yang terkena tembakan tadi.
Bram melihat Arya,
"lari,"ucap Bram dengan hanya gerakan bibir,suaranya sudah tak mampu ia keluarkan.
Arya yang masih bisa melihat gerakan bibir papanya menggeleng,,,
Arya melihat luka di kepala papanya yang mengeluarkan banyak cairan merah.
"papa aaaaaa,"teriak Arya semakin histeris saat melihat papanya terkulai lemah jatuh ke dalam larutan.
Bram di telan ganasnya ombak di malam itu,suara petir dan angin kencang membuat lautan seakan-akan ingin melahap habis siapa saja yang ada di sekitarnya,,,,
Melihat papanya jatuh Arya pun terjatuh tak sadarkan diri.
Sonia ingin mendekati Arya,namum ia melihat banyak mobil yang melaju kencang ke arahnya di tambah warga sepertinya mendengar suara tembakan tadi membuat mereka semakin mendekat ke dermaga.
"cepat nyalakan kapalnya,kita berangkat sekarang."ucap Sonia berlari masuk ke dalam kapal begitu juga dengan yang lainnya.
Mereka dengan sigap menyalakan mesin kapal dan menjalankan kapalnya meninggalkan dermaga itu.
David dan Jabbar sampai lebih dulu.
Jabbar yang melihat Arya langsung menggendongnya.
"Arya nak,ini om.Buka mata kamu,"Jabbar menggoyang goyangkan tubuh Arya.
"langsung bawa ke rumah sakit,biar kami yang urus sisanya."ucap Yoga yang baru sampai dan menghampiri mereka.
"aku sedang menuju ke rumah sakit membawa Arya,"ucap Jabbar menelfon Isabela.
"Kak Jabbar sudah menemukan Arya dan sekarang sedang menuju rumah sakit."ucap Isabela kepada semua.
Meraka langsung bergegas menuju rumah sakit.
Mikaila seakan tak bernyawa lagi,,tubuhnya lemah,Ibu membantu Mikaila berjalan menuju mobil.
Sepanjang perjalanan Mikaila terus menagis di dekapan sang ayah.
Di dermaga.
Sonia sudah jauh meninggalkan dermaga,,,
Yoga langsung mengejar Sonia dengan kapal nelayan yang ada di sana.
Para nelayan yang berdatangan dengan sigap meminjamkan kapal mereka untuk mengejar kapal Sonia.
Polisi datang dan mereka langsung menyisir dermaga,dan meminta keterangan warga sekitar.
David ikut membantu polisi di dermaga.
Siapa tau saja masih ada di antara mereka yang masih ada di sana.
Yoga dan Alex berhasil mengepung kapal Sonia,ia tak buang waktu dan langsung menyerang masuk ke dalam kapal.
Yoga tak memberi ampun,ia melumpuhkan semua yang berusaha menghadangnya.....
"cari di setiap sudut,"perintah Yoga yang mengira Bram masih ada di kapal itu.
__ADS_1
Sonia dan beberapa anak buahnya berhasil di kalahkan,mereka di hadapkan pada Yoga.
Setelah mencari ke setiap sudut kapal mereka tak menemukan Bram.
"di mana Bram?"tanya Yoga menatap tajam Sonia.
"dia sudah aku kirim ke neraka," jawab Sonia dengan senyum puas.
Plak,,,, Alex memukul Sonia dengan gagang senjatanya.
"kalian tak akan pernah menemukannya."teriak Sonia sambil tertawa.
Dor ,,,
Yoga tak tahan lagi, wanita itu sudah terlalu banyak menyusahkan ya.
Alex dan anak buahnya memukul anak buah Sonia yang tersisa agar mereka mau bicara,,,
Mereka baru menghentikan pukulannya setelah salah satu dari mereka menyerah dan membuka suara.
"Bram jatuh ke laut saat di dermaga.,"ucap orang tersebut.
Yoga mengepal tangannya menahan emosinya.
Alex langsung mengabari orangnya untuk melakukan pencarian di lautan.
Yoga menelfon David menyuruh segara meminta bantuan tim SAR mencari Bram .
Yoga dan Alex kembali ke kapal yang mereka tumpangi sebelumnya,
Beberapa saat setelah mereka pergi kapal Sonia meledak.
Alex sengaja meledakkan kapal agar tak seorangpun dari mereka yang lolos dan menghindari berurusan dengan pihak kepolisian.
Sesampainya di dermaga, Yoga dan Alex serta beberapa dari mereka ikut langsung mencari Bram,buruknya cuaca tak menyurutkan tekat meraka menemukan Bram.
Pencarian berlangsung hingga pagi hari namun Bram tak di temukan.
Yoga menambah tim pencarian dan memperluas wilayah pencarian mereka,,,,Cuaca sudah kembali membaik sehingga mempermudah mereka menyelam di kedalaman laut....
Di rumah sakit.
Arya langsung di tangani oleh dokter,ia sadar setelah beberapa saat sampai di rumah sakit...
Arya tak berbicara sepatah kata pun dan hanya menatap lurus ke depan.
Arya baru menangis saat mendengar dan melihat bundanya...
Arya terus menangis hingga suaranya parau,,, Mikaila mencoba menenangkan putranya,mendekap, mencium dan mengelus punggung serta rambutnya.
Mikaila berusaha menahan tangisnya sendiri demi menenangkan putranya...
Gavin dan Kelvin yang tak tau apa-apa,mereka tertidur saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Isabela membawa mereka ke ruangannya.
ππππππ₯Ίπ₯Ίππππππ₯π
Terimakasih sudah membaca ππ
Like, vote dan komennya ππππ
__ADS_1