
Acara kembali berlangsung,, selain merayakan kesuksesan perusahaan, acara di rangkaian dengan penyambutan kembalinya Bram di tengah-tengah mereka....
Mikaila terus menggandeng Bram,,tak sedikitpun di lepaskannya,,,senyum bahagia dan air mata bahagia terus menghiasi wajah cantik nya.
Bram di kawal oleh Mikaila dan Arya yang terus menempel padanya,,,,semua orang sangat bahagia melihatnya kecuali Raihan dan Dimas.
Mereka ikut senang sekaligus patah hati.
Jika Raihan memilih mengalihkan perhatiannya pada Rekan bisnisnya Dimas justru di sibukkan dengan permintaan Gavin....
Sepanjang pesta Dimas di pojokan bersama Gavin,,,Dimas terus memberi eskrim sebanyak yang Gavin minta....tentu saja bersama Siti yang selalu setia mengawasi Gavin....
"udah dandan dari subuh masa gue mojok Ama pembantu,"batin Dimas nelangsa.
Bram hanya mengikuti arahan dari mereka..
Acara itu menjadi acaranya.
Setelah acara selesai,,mereka berkumpul di ruang lain...
Ibu memeluk dan mencium kening Bram..
"terimakasih nak,, terimakasih sudah kembali untuk kami,"ucap ibu mulai menangis ..
Semua duduk menunggu Bram bercerita...
"Sebenarnya kemana saja kamu selama ini?"tanya ayah Mikaila mewakili semua.
"iya nak,,kenapa tak langsung pulang?"tambah ayah Bram.
Semua melihat Bram.
Arya juga mendongak,,ia berada di pangkuan papanya.
"Saya tinggal di sebuah pulau,,memulihkan diri di sana,kemudian ke kota dan tinggal di jalan.Setelah itu bertemu mereka dan tinggal bersama,"tunjuk Bram pada Bayu dan Dimas yang ikut nimbrung di ruangan itu.
Ia sedikit kaku,,,ia tak tau siapa mereka semua,,,yang ia tau saat ini Mikaila adalah istri nya dan ketiga bocah ini adalah anak nya....Dan Bram yakni wanita yang tadi menciumnya adalah ibunya...
"kalau kamu sudah sampai di kota ini ,kenapa tak langsung pulang ke rumah."tanya ibu menggenggam tangan Bram..
"Maaf tapi saya tak mengingat kalian semua,"ucap Bram
Semua saling pandang,,,tak ada yang sadar jika Bram sebenarnya kehilangan ingatannya termasuk Mikaila...
Mikaila memang sedari tadi merasa aneh,,,sikap Bram pada dirinya sangat kaku.
"Lalu bagaimana kamu bisa datang ke sini?"kali ini Anindita yang bertanya...
"Saya menjadi tamu undangan.,"jawab Bram.
Semua kembali saling pandang dengan ekspresi wajah bingung,,, Karena yang Bram pakai saat ini adalah pakaian nya sendiri..
Yoga yang sedari tadi diam angkat bicara dan menceritakan semua yang ia lakukan,,,dan semua menjadi mengerti dan faham bagaimana Bram bisa berkumpul dengan mereka.
Mereka pulang ke rumah masing-masing,,,saat di parkiran sempat-sempatnya Dimas mendekati Bram dan meminta kunci mobilnya....
Bram kembali bersama istri dan anak-anaknya serta mertuanya.
Bram membawa mobil dan Mikaila mengarahkan jalan.
__ADS_1
Kelvin dan Gavin sudah tidur,tapi tidak dengan Arya,,,ia terus bercerita tentang kejadian malam itu.Arya mengerti kalau ayahnya tak mengingat apapun saat ini....
Mereka sampai,,Bram dan Mikaila menggendong si kembar...
Bram tak menyangka ia tinggal di rumah yang sangat mewah....
Bi Yanti dan pak slamat ikut senang melihat Bram kembali...
Bram hanya mengikuti kemana Mikaila berjalan...
Mereka menidurkan Anak-anaknya.Bram menemani Arya sampai tertidur...
Arya berbaring sambil terus memegang tangan Bram...
Mikaila mengambil album foto pernikahan mereka,menjelaskan siapa saja anggota keluarga mereka...
"mas aku ganti baju dulu ya,"Ucap Mikaila.
"hemm,,,"ucap Bram mengiyakan...
Mikaila ke kamarnya dan mandi....
Arya sudah tertidur,Bram melepas genggaman tangan Arya dan melihat-lihat isi kamar anaknya...
Mata Bram tertuju pada boneka beruang yang ada di salah satu rak disana...
"aku pikir di buang,,"gumam Bram yang mengira Mikaila yang menyimpan boneka itu....
Bram berjalan ke ruang sebelah,, ternyata di sana sebuah kamar,,
"apa ini kamar ku,"batin Bram melihat-lihat kamar tidur nya..
Selama ini Bram hanya melihat ia dengan gamis dan hijab panjangnya...
Bram dengan susah menelan Saliva nya...
Matanya disuguhkan dengan pemandangan yang begitu menggiurkan...
Walau mencoba menutupinya Namum Mikaila tau jika suaminya tengah mengaguminya...
Mikaila berjalan ke arah Bram dan memeluknya...
Ia bisa merasakan detak jantung Bram yang berdetak kencang.
"mas mau mandi juga?"tanya Mikaila yang masih memeluk Bram.
"iya,,"jawab Bram singkat.
"ya udah,,mas mandi dulu aku siapkan pakaian ganti mas,,"ucap Mikaila melepas pelukannya.
Ada rasa tak rela di hati Bram saat Mikaila melepas pelukannya.
Bram berjalan ke kamar mandi,,,ia mandi di bawah guyuran shower..
Entah mengapa pikiran liar hinggap di kepalanya,,,
Berteman dengan Dimas membuat Bram menjadi ikut mesum,saat di kamar kontrakan Dimas selalu mengisi otak Bram dengan kemesumannya.
Bram kembali mengingat wajah cantik Mikaila dan membuat sesuatu sulit di kontrakannya di bawah sana....
__ADS_1
Lama Bram di kamar mandi,,bukan hanya mandi Bram juga menenangkan sesuatu.
Mikaila memeriksa anak-anak dan turun membuatkan kopi buat Bram,setelah menyimpan pakaian Bram di atas tempat tidur...
Mikaila kembali dan melihat Bram berdiri di balkon kamarnya sudah memakai pakaian yang disiapkan nya tadi..
Mikaila menyimpan kopi dan menghampiri Bram...
"mas aku sangat merindukanmu,"ucap Mikaila memeluk Bram dari belakang...
"maaf sudah melupakan mu,"ucap Bram mengusap tangan Mikaila yang melingkar di perutnya.
Bram membawa Mikaila ke pelukannya,, mencium kening istrinya..
Inikah Mikaila yang sudah ku lupakan....
Saat Mikaila turun,Bram melihat artikel di ponselnya,,,,Mencari identitas CEO perusahaan Wijaya grup....
Dan muncullah foto dirinya dan Mikaila...
"Mikaila putri istri dari almarhum Abraham Wijaya.."Semua mengira Bram sudah meninggal.
Bram menggeleng,bagaimana ia tak berpikir mencari informasi tentang ibu bos yang sudah membuat nya jatuh cinta.
Bram mempererat pelukannya,ia jatuh cinta pada Istrinya sendiri.
Mikaila tidur dalam dekapan Bram,,,ia terlalu lelah hari ini,,,acara tadi dan terlalu banyak menagis membuat nya tertidur dengan pulas.
Berbeda dengan Bram,,ia tak bisa tidur,, sesuatu kembali terbangun dan membuat nya terus tersadar.
Mikaila menjadikan Bram bantal guling nya,,sesekali ia menggesekkan kaki nya di area bawah Bram, membuat Bram semakin frustasi.
Bram menatap Wajah cantik istri nya,menyingkirkan anak rambut yang menghalangi kecantikan wanita nya...
Bram tak tahan melihat bibir Mikaila yang begitu menggoda birahinya.
Perlahan Bram mendekatkan bibirnya ke bibir Mikaila,,,
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu membangunkan Mikaila.
Bram kembali ke posisinya dan menutup matanya, pura-pura tidur.
Mikaila membuka pintu dan melihat Arya berdiri di balik pintu..
"bunda papa mana?"tanya Arya dengan mata berkaca-kaca.Ia mengira dirinya hanya bermimpi bertemu dengan papanya.
"papa lagi tidur sayang,,mau tidur sama papa,?"tanya Mikaila.
"iya"Arya mengangguk.
Mereka tidur bersama dan kali ini Arya yang di tengah.
Bersambung,, βΊοΈπ€ semoga menghibur ππ
terimakasih sudah membaca π
Jangan lupa like vote dan tinggalkan komentar positif.πππ
__ADS_1