
flashback
Niken menghancurkan semua yang ada di dekatnya,saat mengetahui apa yang telah di rencanakan secara matang kembali gagal.
"tidak berguna,aku sudah membayar kalian semua dengan sangat mahal."teriak Niken yang terus memaki orang-orang suruhannya,yang jauh di luaran sana.
Bram menyuruh orang-orangnya untuk terus mengawasi orang-orang yang berhubungan dengan Niken.
Apalagi saat dia mengetahui Bram telah di karunia tiga orang anak dari Mikaila,ia benar-benar murka di buatnya.
"Bram,kau hanya milik ku,hanya milikku,"ucap Niken terus tertawa membayangkan sosok Bram.
Niken berjalan keluar selnya,di pagi hari biasa mereka akan ada banyak kegiatan.
Niken melihat keributan di salah satu sel,dia bisa melihat dengan jelas seorang wanita memukuli lawannya bahkan saat lawannya sudah tak sadarkan diri.
Niken tersenyum sinis melihatnya tindakan wanita itu.
Dua hari kemudian Niken lagi-lagi melihat kejadian yang sama,kali ini wanita itu berulah hanya karena makanan.
"menarik,"batin Niken
Niken mulai mencari informasi tentang wanita itu.
Namanya Sonia, ia berasal dari keluarga miskin,suaminya menceraikannya dan menikahi wanita kaya,ia sangat mencintai suaminya dan demi menjadi kaya ia rela melakukan segala cara.
Niken juga mendapat informasi kalau ia masuk penjara karena mencuri sejumlah uang,dan lima bulan lagi dia akan di bebaskan,sebenarnya masa hukumannya sudah berakhir, namun ia terus menambah hukumannya karena selalu berbuat onar di dalam penjara.
"baiklah kita mulai permainannya,"gumam nya.
Niken mulai melancarkan rencananya,ia mulai mendekati Sonia,mengarang berbagai cerita agar Sonia simpati padanya.
Akhirnya mereka menjadi akrab.
"aku dengar suamimu menikahi wanita kaya dan meninggalkanmu?"tanya Niken.
"ya,aku akan buktikan padanya kalau aku bisa lebih kaya daripada mereka."jawab Sonia memainkan sendok di jarinya.
"aku bisa membuatmu menjadi kaya setelah keluar dari sini."ucap Niken memancing Sonia.
Sonia hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Niken.
"Tapi syaratnya lumayan sulit,,,,"Niken mengambil sendok dari tangan Sonia.
"benarkan?"tanya Sonia mulai terpancing ucapan Niken
"aku akan memberikan sebanyak yang kau inginkan."ucap Niken memasukkan makanan ke mulutnya.
"apa yang harus aku lakukan,"tanya Sonia mendekat.
Niken tersenyum jahat.
__ADS_1
"aku tak yakin kamu mampu melakukannya,"
Sonia tertawa mendengar ucapan Niken.
"apa sangat sulit?,aku bahkan mampu melakukan hal yang tak pernah kau bayangkan,"mengedipkan matanya.
Mereka berjabat tangan dan memulai kerja samanya.
Niken dan Sonia mulai mengatur rencana.
Niken menceritakan secara detail menyangkut Bram dan Mikaila,menceritakan bagaimana cara Bram memasukkannya ke dalam penjara dengan merenggut semua darinya.
"kamu harus sangat hati-hati,di punya banyak mata dan telinga apalagi jika menyangkut orang-orang yang di sayangnya,terutama Mikaila."
"Mikaila bukan masalah bagiku."
"jangan terlalu percaya diri, Mikaila adalah sasaran utama kita,"
"apa kau ingan aku melenyapkannya?"tanya Sonia,
"aku tak sekejam itu,cukup buat ia menderita.Bahkan lebih sakit dari kematian."meremas jari-jarinya.
"itu bukan masalah bagiku,tak ada yang paling menderita bagi seorang istri saat melihat suaminya dengan wanita lain."
"Bram bukan pria seperti itu,dia tak akan mengkhianati kepercayaan istrinya."ucap Niken mengingat bagaimana ia selalu gagal menggoda Bram saat masih menjadi suami Inanti.
"kita lihat saja nanti,"ucap Sonia dengan percaya diri.
Bram selalu mengawasi semua yang berhubungan dengan ku."Niken memperingatkan.
"akan aku usahakan,"
"aku hampir lupa,cari wanita bernama Zahra,dia pemilik butik di jalan B,kau bisa menjadikannya pion mu,gunakan dia sesukamu."
Sonia keluar dari penjara dan secara diam-diam menemui orang suruhan Niken,orang tersebut memberi kunci brangkas pada Sonia.
Mereka tak saling bicara orang itu hanya meletakkan sebuah kunci dan secarik kertas di atas meja lalu keluar,,,Sonia langsung mengambil kunci dan kertas tersebut lalu pergi dengan santainya.
Tak ingin buang waktu,Sonia langsung menuju tempat dimana dia akan menjadi kaya dalam sekejap.
Sonia membuka brangkas dan terkejut saat melihat isinya,baru kali ini ia melihat ada banyak uang dan beberapa emas batangan di hadapannya dan itu semua adalah miliknya,
Sonia menggila,jiwa melaratnya meronta-ronta,
Sonia menemukan secarik kertas di atas tepukan uang,
"ini baru permulaan,kamu akan mendapatkan lebih banyak lagi jika usahamu berhasil."tulisan pesan pada kertas.
"aaaaag"Sonia tak kuasa menahan kegembiraannya.
"Mikaila aku datang sayang,"ucapnya tertawa membayangkan ia akan memiliki uang yang lebih banyak lagi.
__ADS_1
Flashback off
Bram dan Arya sedang berenang,sementara Mikaila dan si kembar sedang bermain di pinggiran kolam.
Hari ini weekend,mereka menghabiskan waktu dengan bermain bersama anak-anak nya.
"Bunda kapan kita ke panti lagi?"tanya Arya menghampiri Bundanya,
"kakak mau ke panti lagi?kan baru aja kita ke sana sayang,"ucap Mikaila memberi handuk kepada putranya yang berjongkok kedinginan.
"aku mau main dengan Raina bunda,"rengek Arya.
"bagaimana kalau kita ajak Raina jalan jalan saja?"usul Mikaila.
"mau bunda,"Arya melompat-lompat kegirangan.
"awas jatuh,"Bram mengangkat Arya dan duduk memangku nya,menggosok rambutnya yang basah.
"papa,kita jalan-jalan ke taman yuk,ajak Raina juga,"bujuk Arya,
"bagaimana kalau kita jalan-jalan ke kebun stroberi?"
"mau-mau,,," Arya menciumi seluruh wajah papanya.
"yeeeee,tobeli,,,Apin cuka tobeli,"Gavin ikut memeluk papanya.
"ayo kita siap-siap dulu,"Mikaila menuntun si kembar masuk ke dalam rumah.
Arya melambaikan tangannya saat melihat Raina sudah ada di dapan panti menunggunya,
Mikaila sudah memberi tahu pihak panti kalau mereka ingin mengajak Raina jalan jalan...
Raina ikut duduk di kursi belakang dengan Arya,mereka terus berceloteh sepanjang perjalanan.
Pak slamat dan para babysisternya dengan setia mengikuti mereka dengan mobil lainnya.
Arya sangat antusias,ia langsung mengajak Raina ke kebun stroberi,mereka mengambil keranjang dan mulai mengisinya dengan buah stroberi yang mereka petik dengan bantuan mba Siti tentunya.
Mikaila menemani Gavin sedangkan Bram bersama Kevin,mereka saling adu cepat siapa yang paling banyak mengumpulkan buah stroberi.
Pak slamat,Bu Yanti dan bi Sumi hanya duduk di Gasebo menikmati beberapa olahan buah stroberi yang sudah di sajikan dan melihat keseruan keluarga kecil majikan mereka.
Sesekali mereka tertawa saat melihat Gavin berlari dengan tubuh montoknya membawa keranjang yang sudah penuh ke tempat pengumpulan.
Bram sangat bahagia melihat orang-orang yang di sayangnya bahagia.
Disaat mereka tertawa bahagia Sonia mulai mencari informasi tentang Zahra,ia mendatangi butik dan berpura-pura menjadi pelanggan.
terimakasih sudah mampir 💗
Jangan lupa like dan komennya ya 🙏💗
__ADS_1