
Mengenal sosok ustaz Ilham seolah menghilangkan segala pikiran buruk yang selama ini tercatat dalam otak Syana, Jika pernikahan itu adalah hal yang menakutkan. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut calon suaminya membuat Syana merasa jika dialah sosok yang akan membahagiakannya.
Namun, sepertinya nasib buruk masih membayanginya memiliki adik sepupu seperti Gavin, membuat ia berharap memiliki kekuatan untuk menghilangkan sesuatu dan jika ia memiliki kekuatan itu, hal pertama yang akan dilakukan adalah menghilangkan Gavin dari hadapannya.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Gavin seolah Itu bukan sebuah kata-kata belaka, melainkan sebuah gunting yang bersisi tajam yang siap memotong tali penghubung antara dirinya dan calon suaminya. Membuat Syana Ingin rasanya membawa calon suaminya itu menghilang dari tempat itu sekarang juga, menghapus semua memori di otaknya agar kata-kata Gavin yang tak berakhlak itu tak pernah terdengar oleh ustadz Ilham..
Syana tak bisa berkata-kata saat ustaz Ilham mempertanyakan arti dari kata Mereka padanya.
"Tante Aran saja mengejar ku dengan sapu saat mendengar penjelasan ku tentang arti kata mereka, apakah ustadz Ilham juga akan mengejar ku dengan sapu?! semoga ia mengajar ku dengan cintanya," batin Syana berharap.
Syana sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ingin rasanya Iya menghilang dari dunia ini, menghilang seperti buih karena ulah Gavin.
"Apa kau baik-baik saja ?" tanya Ilham yang melihat Syana hanya terdiam dan wajahnya sudah memerah dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Ayasa yang juga bisa melihat perubahan di raut wajah Syana. Ia bisa melihat jika sepupunya itu sudah ingin menangis, dengan cepat ia membawa Gavin dan Dimas pergi dari sana.
Gavin masih ingin bicara. Namun, Ayasa langsung membekap mulutnya dan membawanya pergi dari sana.
Begitu mereka semua menjauh, Syana Tak tahan lagi. Ia kemudian menangis seperti anak kecil, membuat ustadz Ilham menjadi panik dan berusaha menenangkannya.
"Tenanglah, kecilkan suaramu! nanti orang-orang akan mendengar mu dan menyalahkan ku,"pinta Ilham.
Syana masih menangis. Namun, dia mendengarkan kata Ilham dan mengecilkan suaranya.
Ilham memberikan saputangannya kepada Syana.
"Iya, aku ngaku aku memang suka pacaran lebih dari satu.Tapi, aku tau batasan yang dalam pacaran. Aku berpacaran hanya untuk hiburan, aku tak pernah makai perasaan," jelas Syana sambil mengusap air matanya dengan saputangan yang diberikan Ilham.
Syana terus menjelaskan panjang lebar disela-sela tangisnya.
Ilham tak fokus mendengar apa yang diucapkan Syana, ia justru fokus melihat Syana yang sedang berbicara sambil menangis. Menurutnya calon istrinya itu sangat menggemaskan.
Awalnya, saat kedua orang tua Ilham mengatakan jika keluarga Wijaya ingin menjalin hubungan dengan mereka, dengan menjodohkannya dengan cucunya. Ilham menolak dengan alasan yang sama, ia ingin lebih fokus berdakwah. Menurutnya Jika ia sudah memiliki seorang istri itu akan mengganggu aktivitasnya. Namun, setelah ibunya memberikan foto Syana Ilham sedikit mengingat wajah Syana.
Ia terakhir bertemu Syana saat anak itu masih kecil. Ilham tak percaya dan mengira jika mamanya salah mengambil foto, usianya dengan Syana terbilang cukup jauh 10 tahun.
Setelah memastikannya sendiri ternyata memang benar keluarga Wijaya menawarkan Perjodohan dirinya dengan Syana gadis yang ada di foto itu.
Ilham kemudian mencari informasi tentang Syana dan memang gadis itu cocok untuknya.
Ia pun menyetujui Perjodohan itu dan meminta mereka untuk segera melanjutkan ke jenjang pernikahan.
"Baiklah, aku tanya sekali lagi apa kau ingin menikah dan hidup bersama ku? apakah kau siap menjadi istri seorang Ustadz sepertiku?" tanya ustadz Ilham.
Syana mengangguk dan masih berusaha menghentikan tangisnya.
Itu saja sudah cukup, Aku akan berusaha membahagiakan. Aku yakin apapun dirimu yang dulu jika kamu mau berubah jadi lebih baik lagi aku akan berusaha membantumu," ucap ustaz Ilham.
__ADS_1
Aku akan berusaha menjadi istri yang baik, memang selama ini aku selalu memiliki dua pacar, tapi aku janji enggak akan memiliki dua suami," ucap Syana membuat ustaz Ilham langsung berbalik menatapnya. Ia tak menyangka mendengar kata itu dari Syana.
Ustadz Ilham ingin tertawa namun ia menahan nya, baru sekali saja bertemu dengan Syana dan berbicara langsung padanya ia yakin Syana gadis yang baik dan sangat polos terlepas apapun masa lalunya.
"Tapi kamu masih ... ?" ustaz Ilham menghentikan ucapannya, ia ingin mengatakan apakah ia masih memiliki hubungan dengan kedua pacarnya.
"Aku masih perawan kok,"jawab Syana cepat.
Ustadz Ilham tak bisa lagi menahan tawanya saat mendengar jawaban Syana.
"Bukan itu maksudku, Aku hanya ingin tanya kamu masih menjalin hubungan dengan mereka atau tidak, aku tak menanyakan masalah ...," ia kembali menghentikan ucapannya ia merasa tak enak mengucapkan kata perawan.
"Oh masalah pacarku ya?!" ucap Syana tertawa bodoh, ternyata ia salah mengira pertanyaan dari calon suaminya tadinya. Ia berpikir jika ustaz Ilham mempertanyakan keperawanannya.
"Sebulan lagi kita akan menikah, apa tak masalah jika kau mengakhiri hubunganmu dengan mereka secara tiba-tiba?" tanya Ustadz Ilham.
"Bisa pinjam ponselmu!" ucap Syana mengulurkan kan tangannya.
Ilham mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Syana, sebelumnya Ia membuka kata sandi sebelum memberikannya kepada Syana.
Syana menekan sebuah nomor, nada sambung terhubung suara pria terdengar dari balik telepon,
"Ini aku Syana," ucap Syana saat panggilan nya tersambung.
"Halo Sayang! ada apa?" jawab Pria tersebut.
"Oke selamat menempuh hidup baru ya," ucap pria tersebut dengan santainya.
Syana mematikan panggilan nya kemudian menekan nomor lain.
Nada sambung kembali terhubung dan juga terdengar suara pria di seberang sana,
"Ini aku Syana," ucap Syana saat panggilan nya kembali tersambung,
"Iya ada apa?" tanya orang tersebut.
"Bulan depan aku mau nikah kamu datang ya!karena aku mau nikah kita putus," ucap Syana.
"Wah Selamat ya, selamat menempuh hidup baru, menjadi seorang istri yang baik dan memiliki keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ucap seseorang dari balik telepon, "Oke kita putus," jawabnya sebelum mengakhiri panggilannya.
Syana mengembalikan ponsel Ilham.
"Aku sudah memutuskan keduanya, nggak ada masalah." Syana tersenyum semanis mungkin seolah tak terjadi apa-apa.
Ustadz Ilham mengambil ponselnya, ia mendengar percakapan mereka. Syana sengaja mengaktifkan pengeras suara. Ia hanya mengangguk kemudian menggeleng.
"Seperti apa sebenarnya calon istriku ini," batin Ilham.
__ADS_1
Ilham sedikit khawatir saat mendengar Syana sudah memiliki pacar, takutnya pacarnya tak mau memutuskan Syana atau Syana menolak untuk menikah dengannya karena mencintai kekasihnya.Namun, setelah mendengar Syana memutuskan mereka berdua seperti itu, ia yakin kalau ucapan Syana benar, mereka berpacaran namun hanya seperti teman.
***
Ayasa, Gavin dan Dimas terus melihat mereka dari kejauhan.
Mereka bisa melihat Syana yang tadinya tertunduk dan menangis kini terlihat tersenyum bahagia.
"Sepertinya mereka sudah kembali bahagia," ucap Dimas.
"Semoga saja mereka cocok dan rencana pernikahannya tetap berlangsung," ucap Ayasa.
"Kakak sih, Aku kan tadi baru permulaan udah main tarik aja," gerutu Gavin.
Ayasa menjewer telinga adik sepupunya itu, "Awas ya kamu, kalau sampai bertingkah dan bisa membatalkan pernikahan Syana. Kakak sendiri yang akan membuat perhitungan padamu," ancam Ayasa.
"Kak, siapa juga yang mau membatalkan pernikahan mereka, aku senang kak Syana menikah dengan ustadz Ilham, tapi kan kita harus menguji cinta mereka dulu," ucap Gavin mengusap telinganya yang terasa panas karena ulah Ayasa.
"Kamu enggak usah menguji-uji mereka, nanti jika mereka sudah menikah mereka akan menghadapi ujian pernikahan, kamu nggak usah ikut campur nanti malah buat masalah tambah kacau, kamu kan pengacau," cerca Ayasa.
"Siapa juga yang pengacau, Kakak aja tuh yang baper," ucap Gavin tak mau kalah.
"Emang kamu pembuat masalah," kekeh Ayasa.
"Tuh anak Kakak yang pembuat masalah, suka godain anak orang, nurun dari Papanya sih," ucap Gavin sebelum pergi dari sana.
Ayasa melihat ke arah yang di tunjuk Gavin, ia bisa melihat Dias terus mengikuti Arsy kemanapun dia pergi.
"Kamu sih suka godain cewek! tuh lihat anak kamu menurunkan sama kamu suka godain cewek!" kesal Ayasa.
Dimas hanya melongo, saat mendapat Omelan dari istrinya, ia tak berkata apa-apa Kenapa jadi dia yang disalahkan.
ππππππππππππ
Terima kasih sudah membacaπ
Semoga pernikahan Syana lancar tanpa ada gangguan dari Gavin lagi.π€
Tetap beri dukungannya ya dengan memberi like, vote dan komennya.π
Salam darikuπ€
Author m anha β€οΈ
love you all πππ
πππππππππππππ
__ADS_1