Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2]Gadis Bercadar


__ADS_3

Sepulang sekolah mereka akan menggantikan Ibu Sari menjaga toko bunganya,sambil menunggu pelanggan dan mengemas pesanan,Natali bercerita pengalaman pertamanya disekolah,


"Raina, kamu tahu nggak!, tadi di sekolah ada cowok ganteng banget ," ucap Natali. membayangkan wajah Arya.


"Masa sih?" tanya Raina menanggapi curhatan Natali.


"Iya, kamu tahu enggak, ternyata dia itu ketua OSIS di sekolahku dan yang paling keren yang lagi dia itu kapten tim basket.Semua murid wanita di sana sangat menggemari nya termasuk aku,"ucap Natali malu mendengar ucapan nya sendiri.


"Kamu tuh ya, kamu kan mau belajar bukan mau lihatin cowok," tegur Raina yang melihat Natali senyum-senyum sendiri.


"Ya gak apa-apa kali Rain, sambil belajar sambil liat cowok. itung-itung cuci mata, rileks kan pikiran gitu," ucap Natali membela diri.


"Oh ya, ternyata orang-orang disana tidak seseram seperti yang ada di pikiran ku," ucap Natali mulai merangkai bunga.


"Emangnya kamu berpikir seperti apa?"tanya Raina.


"Iya,aku pikir orang-orang kaya akan sangat sombong dan tak mau berteman dengan orang seperti kita," ucap Natali.


"Apa kamu sudah punya teman?"tanya Raina yang sudah menyelesaikan satu pesanan rangkaian bunga.


"Sudah,namanya Gavin ,"ucap Natali.


"Gavin,"ucap Raina mengingat seseorang


Raina tertawa "kamu kenapa tertawa,"tanya Natali saat Raina tiba-tiba tertawa tanpa sebab.


"Aku hanya mengingat seseorang yang sangat lucu di waktu kecil,"Raina tertawa karena mengingat Kevin yang sangat gendut.


"Oh ya, kamu sendiri gimana dengan sekolah kamu ?"tanya Natali.


"Ya sama aja sih ,ga ada yang spesial.Aku juga sudah punya teman, namanya Dinda dan Fani .Orangnya sangat baik dan mereka berdua juga dari keluarga sederhana jadi kan bisa langsung nyambung,"ucap Raina menyusun bunga dalam sebuah vas,


"Selain bertemu dengan cowok tampan aku juga bertemu sama cowok yang nyebelin,"ucap Natali kesal sangat mengingat Kelvin.


Raina hanya tertawa saat melihat Natali dengan ekspresi wajah yang dibuatnya.


"Nyebelin kenapa?"tanya Raina.


"Iya, masa aku senyum ke dia,eh dia malah cuek aja,nggak tahu apa kalau aku ini orang cantik .Matanya bermasalah kayaknya," ucap Natali.


"Sudahlah enggak usah dipikirkan kan mungkin dia orangnya memang begitu."kata Raina."Sebaiknya kita selesaikan semua ini secepat mungkin."


Mereka memiliki banyak pesanan dan sebentar lagi orang tersebut akan mengambilnya.


Hari ini adalah hari ulang tahun Arsy yang berarti juga hari ulang tahun Aisy.


Mikaila tiap tahun mendatangi kuburan anaknya itu, menabur bunga dan sekedar mengirim doa.


Seperti tahun-tahun sebelumnya ia akan membeli bunga di toko Ibu Sari, tempat Raina sekarang bekerja.


Mikaila memasuki toko bunga itu,ia menyusuri tempat itu dengan pandangannya,mencari ibu Sari sang pemilik toko.


Begitu melihat ada pelanggan yang masuk Natali langsung menyapanya"Selamat siang Bu, Ada yang bisa saya bantu?" siapa Natali.


Mikaila tersenyum membalas sapaan Natali,"Iya saya ingin membeli bunga tabur untuk dibawa ke pemakaman,biasanya Ibu Sari sudah menyiapkannya.Saya sudah memesannya beberapa hari yang lalu.


"Sebentar ya,atas nama siap Bu?"tanya Natali.


"Atas nama Mikaila."jawab Mikaila.

__ADS_1


"Sepertinya memang ada, sebentar ya saya ambilkan dulu.Natali mengambilkan bunga yang dimaksud oleh Mikaila.


"Ibu Sari mana ?"tanya Mikaila yang tak melihat nya disan.


"Ibu Sari sudah pulang Bu,siang hari kami yang akan menjaga toko ini.


"Kamu ga sendiri" tanya Mikaila.


"Enggak,saya berdua dengan Rain,anaknya lagi ke kamar mandi.


Mikaila banyak berbincang-bincang dengan Natali.


Arsy berlari masuk ke kamar mandi, ia sudah tidak tahan lagi ingin buang air kecil dan saat di kamar mandi iya tak sengaja menabrak Raina yang baru keluar,


"Maaf, maaf Kak.Saya kebelet. Raina membantu Arsy masuk kamar mandi .


"Terima kasih ya kak ,"ucap Arsy saat selesai buang air kecil .


"Iya sama-sama , nama kamu siapa cantik ?"tanya Raina.


"Nama saya Arsy, nama Kakak siapa?"


"Nama kakak Raina, kamu mau beli bunga? kamu sama siapa ke sini?"


"Arsy sama Bunda,papa dan kakak-kakak,mereka ada di mobil."tunjuk Arsy pada mobil yang terparkir di depan toko.


"Kakak juga mau beli bunga?"tanya Arsy.


"Enggak, Kakak kerja di sini,"Jawab Raina.Mereka berjalan ke depan sambil berbincang-bincang.


"Kakak kerja di toko bunga ini?" tanya Arsy memperjelas.


"Sudah ya kak,,Arsy mau ke mobil,"ucap Arsy saat sudah sampai di mobilnya.


Raina berjalan melawati mobil itu,,, dimana jaraknya dan Arya tak sampai 1 meter,namun terhalang pintu mobil,,Arya sejak tadi melihat Raina dari kaca spionnya,,, jantungnya berdetak kencang saat Raina berjalan tepat di samping nya.


Begitu Raina lewat Arya membuka kaca mobilnya,ia bahkan bisa mencium aroma parfum wanita bercadar ini.


"bukankah itu gadis yang sama saat di parkiran tadi."batin Arya terus melihat Raina hilang di balik pintu.


Raina masuk lewat pintu belakang, saat Raina masuk kedalam Mikaila justru berjalan keluar. Raina hanya melihat bagian belakang nya saja,"Mungkin itu bundanya Arsy ,batin Raina.


"Ada pelanggan ya?"tanya Raina memastikan.


"Iya, itu katanya langganan Bu Sari."jawab Natali.


Dia ngasih uang lebih,katanya buat kita," ucap Natalie memperlihatkan uang yang diberikan Mikaila padanya.


Saat di mobil sepanjang perjalanan Arsy terus bercerita kepada yang lainnya,


"Bunda tadi aku ketemu kakak yang matanya cantik ,"ucap Arsy duduk di samping papa dan bundanya,


Jika pergi bersama, Arya selalu mendapat tugas sebagai supir mereka.


"kok matanya aja dek yang cantik! wajahnya nggak ya ?"tanya Gavin menahan tawa mendengar celotehan adiknya itu.


"Ih kakak ,orang dia nutup wajahnya kayak gini ,"ucap Arsy menutup wajah Bundanya seperti memakai cadar.


"Oh kakaknya pakai cadar?" tanya Mikaila.

__ADS_1


"Iya Bunda, kakaknya pakai cadar," jawab Arsy.


"Kakaknya baik deh."


Arya teringat gadis bercadar yang masuk ke toko bunga .


"Namanya siapa dek?" tanya Arya.


"Namanya Kak Raina,"ucap Arsy.


Citttttt,


Arya mengerem mobilnya saat mendengar nama Raina di sebut.


"Arya,"pekik Mikaila.


"Maaf bunda,"ucap Arya menyadari kesalahannya.


Untuk semua memakai sabuk pengaman.


Arya kembali melajukan mobilnya, konsentrasi buyar mendengar nama Raina.


Arsy tak mau turun dari mobil,,ia ingin di gendong,


"Papa kaki Arsy sakit,"ucap Arsy memijat kakinya.


Bram mencium pipi putrinya gemas,,lalu menggendongnya.


Mikaila menabur bunga di pusara putrinya dan juga Tasya serta Inanti,semua duduk mengirim doa untuk mereka.


Mikaila masih merasa sedih saat mendatangi Putri kecilnya itu, Bram mendekati istrinya itu dan mencium punggung tangannya.


Jangan bersedih terus, kasihan anak-anak mereka ikut sedih melihat bundanya sedih,"bisik Bram.


Bram tau kalau sampai sekarang Kelvin belum bisa memaafkan kesalahannya dahulu.


Kelvin mengusap batu nisan adiknya itu.


"Maafkan kakak ya,"batin kelvin.


Mikaila tak bisa menahan air matanya,ia memeluk suaminya.


"Kita pulang ya,"bisik Bram .


Mikaila mengangguk.


Mereka pun pulang, Mikaila berjalan sambil menggandeng tangan Bram,


Kelvin berjalan di belakang mereka sambil memegang tangan Arsy.


Gavin dan Arya menyusul di belakangnya mereka.


Arya terus menghubungkan Tatapan mata yang selalu muncul di ingatan dan nama Raina yang di ucapkan Arsy.


🙏💖🙏💖🙏💖🙏💖


Terimakasih sudah berkunjung jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komennya nya agar novel ini bisa lebih baik lagi 🙏


Jangan lupa ya mampir ke karya terbaruku My Papa My Boss 💗

__ADS_1


Salam dari ku author m anha.


__ADS_2