Pilihan Ku

Pilihan Ku
Titik Terang.


__ADS_3

Di kontrakan,,,


Bram terus memikirkan anak yang menggilanya papa,,,


"apa aku mengenalnya,"Gumam Bram.


Bram mengambil ponsel dan melihat nomor Mikaila tertera di sana,dengan nama kontak si Cantik.


Dengan ragu Bram menelfon tombol panggil.


Nada sambung terdengar.


"halo,"ucap Mikaila.


Bram tak berbicara hanya mendengar, jantung berdetak kencang walau hanya mendengar suaranya.


"halo ini siapa,"tanya Mikaila,


Bram tetap diam.


"saya matikan ya,"ucap Mikaila.


"halo,"jawab Bram.


Mikaila mematung,ia kenal suara itu,


"mas Bram."ucap Mikaila pelan.


Bram mematikan panggilan nya saat Dimas masuk sambil memainkan gitar nya,,, bernyanyi cukup keras,,walau suaranya bagus tetap saja itu sangat mengganggu buat Bram.


"halo, halo mas Bram,"ucap Mikaila saat panggil nya terputus.


Mikaila memanggil balik nomor tersebut namun tiba-tiba mba Siti mengagetkannya dan ponselnya jatuh ke kolam.


Mikaila sedang melihat anak-anak nya berenang bersama pak Wahyu.


Bram sangat fustasi,ia jatuh cinta kepada sosok ibu bos,namun ia juga takut melangkah.


Bagaimana kalau di sudah menikah dan punya keluarga yang ia lupakan.


"aku tak boleh seperti ini, tujuanku sekarang adalah mencari ingatan dan keluarga ku,"batin Bram bertekad melupakan Ibu bos yang sudah membuat harinya menjadi berantakan.


Bram menghapus nomor Mikaila dari kontak nya.


Bram lihat orderan di ponselnya , tempatnya cukup jauh dan memakan waktu karena harus kembali mengantar mereka pulang.


"ini akan lebih baik,"gumam Bram mengambil orderan tersebut.ia bertekad tak akan memikirkan ibu bos lagi.


Mikaila Mengambil ponselnya,sudah basah.


ia hanya bisa pasrah melihat nasib ponsel kesayangannya.


"maaf Bu,"ucap mba Siti yang merasa tak enak hati.


"ga apa-apa mba,,,ini salah saya kok yang ga hati-hati."ucap Mikaila.


"Suara tadi sangat Mirip dengan suara mas Bram,"gumam Mikaila.


Di kantor,


"Alex bagaimana apa kamu menemukan sesuatu."tanya Yoga saat Alex sudah ada di ruang kerjanya.


Alex memberikan sebuah amplop.


"lihatlah sendiri,mereka memang sangat mirip dan mungkin saja itu adalah Bram."ucap Alex ikut duduk di sofa.


Yoga melihat hasil foto yang di ambil dari rekaman Cctv,,


"ini memang sangat mirip."


Yoga kemudian menyalakan lepto nya dan mulai melihat rekaman Cctv di taman saat itu.


Terlihat Gavin memang bersama pria itu.

__ADS_1


Yoga juga melihat rekaman Cctv di sekolah dan di kantor,ia bisa melihat kalau mobil yang di pakai pria itu sering ada di sana dan terkadang mengikuti mobil Mikaila.


"perketat penjagaan kalian,,cepat hubungi aku saat kalian melihat orang ini."perintah Yoga.


Alex menambah dan memperluas pencarian mereka.


Gavin terus uring-uringan,ia selalu menanyakan kenapa ayahnya belum kembali kerumah,ia tak mau makan dan terus menangis.


Membuat ia menjadi sakit.


Mikaila menelfon orang tuanya di kampung,meminta mereka untuk membantu mengurus Gavin.


Anak itu biasanya sangat penurut pada ayah Mikaila.


Mendapat telfon dari anaknya,ayah dan ibu Mikaila langsung ke kota X dangan pesawat jet pribadi tentunya.


Dan benar saja Gavin sangat senang akan kedatangan kakeknya,ia sedikit melupakan kesedihannya.


Yoga menunggu dengan cemas,sudah seminggu mereka mengawasi tempat-tempat yang sering Bram datangi namun mereka tak melihatnya,Bram tak lagi menunggu dan mengikuti Mikaila..


Yoga merahasiakan apa yang ia ketahui dari semua,ia ingin memastikannya terlebih dahulu.


Sementara di sebuah Hotel.


Bram berbaring di ranjang,hatinya sangat merindukan ibu bos yang sudah beberapa hari ini tak di lihatnya.


Bram melihat foto Mikaila dan anak-anaknya yang ia ambil secara diam-diam.


"andai kalian adalah keluargaku,"ucap Bram mengusap layar ponselnya.


Bram teringat apa yang di katakan Gavin,ia tersenyum dan melihat wajahnya di cermin.


"Apa aku seburuk itu,Hantu monyet"Bram tertawa lepas.


Dua hari lagi ia akan kembali ke kota X,Bram benar-benar bosan saat ini,ia memutuskan untuk ke salon memotong rambut dan mencukur bulu di wajahnya.


Di kantor,


Yoga kembali melihat rekaman Cctv yang ada di kantornya,ia terus memperhatikan mobil yang dipakai Bram.


Tok tok tok, David masuk,,,


"maaf mas,ini berkas untuk rapat nanti.


Sekitar satu jam lagi mereka akan datang.,"


"terimakasih ya,,aku sudah banyak merepotkan mu."ucap Yoga.


"Ga apa-apa mas,mas bisa bilang kalau masih ada yang perlu di bantu.


"hemm,"


David kembali keruang kerjanya.


Yoga memeriksa berkas-berkas,hari ini ia akan kembali bertemu dengan Bayu dan Dimas.


"aku pernah melihat mereka masuk ke mobil ini.,"ucap Yoga mengingat saat Bayu dan Dimas ke kantor mereka.


Yoga langsung meminta rekaman Cctv di parkiran kantor hari itu dan hanya beberapa menit rekaman tersebut sudah terkirim ke leptop.


Yoga perhatikan dengan seksama,saat Dimas dan Bayu keluar kantor,Dimas mengarah ke mobil Mikaila sedangkan Bayu ke arah mobil lain.


Bram memperbesar mobil yang di datangi Bayu, dan benar saja itu mobil yang sama yang selalu mengintai Mikaila dan anak-anaknya.


Satu jam kemudian Bayu datang bersama bos di perusahaan nya,Dimas tak diizinkan ikut dalam pertemuan kali ini dengan perusahaan Wijaya grup.


Mereka membahas pekerjaan seperti selayaknya, setelah mencapai kesepakatan Bayu dan bosnya berpamitan.


"permisi pak Bayu,aku ada sedikit urusan dengan anda,bisa bicara berdua?"tanya Yoga saat Bayu sudah berdiri dari duduknya.


"Tentu saja pak,"jawab Bayu duduk kembali.


"Kalau begitu saya permisi dulu,"ucap bos Bayu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Apa anda mengenal orang ini,"tanya Yoga menyodorkan foto Bram yang tadi di bawa Alex.


"Iya pak,saya kenal ini Arjuna teman saya.Ada apa ya pak?"tanya Bayu ragu-ragu ia mengira Arjuna membuat kesalah.Ia tau kalau Arjuna dan Dimas sedang mendekati bos nya.


"Apa anda tau dimana ia tinggal?"tanya Yoga.


"iya pak,kami satu kontrakan."jawab Bayu lagi.


"Apa saya bisa menemuinya,"


"tentu saja bisa pak,tapi ia belum pulang.Arjuna sedang mengantar seseorang, sudah seminggu ini ia tidak pulang."


"apa anda tau kemana dia pergi,"tanya Yoga mulai tak sabar.


"tidak pak,"


"telfon dia,tanya alamat nya sekarang,"


"maaf pak,saya tak punya nomor telepon nya,"ucap Bayu.


"apa,kok bisa.kalian baru bertemu?tanya Yoga sedikit meninggikan suaranya.


"tidak pak, kami sudah tinggal bersama sudah lama,tapi saya tidak menyimpan nomor nya pak,"jawab baru pelan.


"oh iya,,,biar saya tanya Dimas,pasti ia punya nomor nya mereka tidur sekamar.Ucap Bayu mengeluarkan ponselnya dan menelfon Dimas.


"halo mas,ada apa,"tanya Dimas cuek karena Bayu sengaja meninggalkannya.


"kamu punya nomor Juna?"tanya Bayu langsung.


"punya,"jawab Dimas.


"kiriman sekarang ya."ucap Bayu cepat.


"oh astaga,,aku lupa sudah ku hapus,"ucap Dimas .


"ko di hapus?"tanya Bayu mengecilkan suara nya.


"Sekarang kami saingan mas,"jawab Dimas.


"ya sudah,matikan telfonnya."Bayu mematikan panggilan nya.


"maaf pak,kami tak punya,nanti kalau ia sudah kembali aku minta nomornya.Maaf lagi pak,ada apa ya?"tanya Bayu penasaran.


Yoga menunjukkan foto Bram,


"ini pemimpin perusahaan ini,setahun yang lalu beliau menghilang."ucap Yoga.


Bayu mengambil dan melihat foto tersebut,ia menelan kasar ludahnya.


"Hilangnya di laut pak,?"tanya Bayu setelah melihat foto Bram yang sangat Mirip dengan Arjuna yang mereka kenal.


"iya,apa anda tau sesuatu?"tanya Yoga,kini ia sedikit mendekat ke Bayu,ia berpindah ke sofa yang sama yang Bayu duduki.


Bayu menceritakan bagaimana ia bertemu Bram atau Arjuna,ia juga mengatakan kalau Arjuna tak mengingat apapun masalah lalunya.


"Semoga saja Arjuna memang Bram, tolong jangan beritahu siapapun apa yang anda ketahui tentang foto ini.."ucap Yoga.


"iya pak,"jawab Bayu.


"Tunggu disini sebentar."ucap Yoga meninggalkan Bayu di ruangannya.


Bayu kembali membandingkan foto Bram dan Arjuna.


"wahh gawat ini kalau Arjuna benar pak Abraham Wijaya."batin Bayu mengingat bagaimana ia meminta Arjuna mencuci piring kotor dan menyapu lantai.


Ia bahkan sering menitipkan pakaian kotornya saat Arjuna sedang mencuci pakaian nya...


Yoga datang dan membawa kartu undangan dan paper bag.


"ini kartu undangan ulangtahun perusahaan dua hari lagi,kalau Bram maksud saya Arjuna datang tolong ajak dia ke pesta ini dan ini jas untuknya."ucap yoga memberikan 2 kartu undangan dan jas Bram yang di ambilnya dari lemari yang ada di ruang kerja Bram.


Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍💗

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennya 💗💗🙏


__ADS_2