Pilihan Ku

Pilihan Ku
Merindukan


__ADS_3

Hari-hari meraka jalani dengan bahagia dengan aktifitas masing-masing.


Begitu pun dengan Mikaila,ia semakin terampil dalam bekerja dan sedikit-sedikit sudah bisa membuat beberapa pakaian dan di pajang di butik ka Zahra.


"permisi mba, apa Zahra nya ada?" tanya seorang pelanggan,


Namun yang tak mendapat respon dari yang di tanya,hingga beberapa kali pelanggan tersebut memanggil manggil Mikaila sampai akhirnya Zahra datang dan menepuk pundak Mikaila.


"kamu kenapa dek? kamu ga lagi sakit kan ?" tanya Zahra mengagetkan Makaila.


"hm kenapa mba, ada yang bisa kei bantu,"jawabnya gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bukan mba yang butuh bantuan tapi pelanggan kita," tunjuk ya pa pelanggan yang menatapnya sambil tersenyum.


"lagi mikirin pacarnya ya mba," ledek sang pelanggan yang di tanggapi senyuman olehnya.


"kenapa aku jadi mikirin dia,sadar kaila itu suami orang"batin Mikaila .


"kamu kenapa si ngelamun terus,"


"ga papa ko Ra ,aku cuma kangen ibu,"


"yakin ga papa,kalau kamu kurang sehat pulang aja nanti aku yang gantiin kamu di sini,"


"engga ko, aku ya papa.?


Mereka pun melanjutkan perkejaan mereka masing-masing.


Di kantor Abraham Wijaya.


"Bram cabang yang ada di Batam kayanya ada masalah lagi, rencananya besok aku akan ke Batam,"


Mendengar kata Batam entah mengapa yang ada di pikiran Bram saat ini hanya gadis cantik dengan senyum yang menggetar kan hatinya.


"ya udah besok kita ke Batam,"


"ga usah Bram aku sendiri aja,"


"aku ikut,"


"ini hanya masalah kecil aku sendiri bisa menanganinya,"


"kita akan berangkat sore ini."


Dengan memberi kode dengan tangannya Bram menyuruh asisten sekaligus kakak iparnya itu keluar dari ruangan nya.


Dengan kata lain keinginan nya untuk ke Batam tak terbantahkan.


Yoga hanya menghembuskan nafasnya tanda mengalah dangan atasannya itu dan keluar diri ruangan Bram.


Batam gumamnya sambil tertawa kecil.


kring kring kring bunyi ponsel Arandita .


"halo mas ada apa,"

__ADS_1


"aku mau ke Batam sore ini,"


"ko buru buru si,emang ada apa?"


"hanya urusan bisnis,kamu mau ikut ga?"


"ikut,engga ah aku banyak kerjaan,"


"aku perginya bareng Bram lho,"


"terus,"


"kamu ga mau cari tau siapa yang lagi dekat dengan adik kesayangan kamu itu,?"


"ya udah mas aku ikut,"


"nanti aku jemput di butik ya, kakak di titipin ke kak Anin aja,"


"ok."


Sore harinya mereka berangkat ke Batam dengan ke bahagiakan masing-masing, Bram bahagia karena berharap bertemu gadis yang ia rindukan,Arandita bahagia karena merasa akan bertemu dengan calon adiknya sementara Yoga bahagia karena ke Batam bersama istrinya.


Sesampainya di Batam Bram dan Yoga langsung menyelesaikan pekerjaannya, sementara Arandita berjalan-jalan tentu saja melihat lihat butik yang ada di sana.


Arandita tanpa sengaja memilih butik Zahra sebagai tempat pertama ia kunjungi.ia kagum dengan beberapa baju yang di tawarkan di butik ini.


"permisi,,"tanyanya pada salah satu karyawan butik.


"iya mba ada yang bisa saya bantu,"jawab Mikaila dengan sopan tak lupa ia tersenyum ramah.


"saya mau melihat baju yang paling banyak di kagumi pelanggan di sini yang mana ya,"


Mikaila pun dengan senang hati melayani pelanggannya.


Zahra yang mengenali pelanggan tersebut sangat senang akan kedatangan pelanggan yang ia idolakan,pemilik butik Wijaya grup.Hampir semua pemilik butik di negara ini mengenalinya.Mereka pun berbincang-bincang sambil melihat-lihat karya dari butik Zahra itu.Arandita membeli beberapa pakaian sebagai oleh oleh untuk keluarganya.


Di kamar hotel.


"mas gimana kerjaannya udah kelar,,?"


"hemm,"


"tadi Bram ketemu cewek ga?"


"ga sempet sayang tadi kami langsung menyelesaikan pekerjaan."


Malam harinya mereka makan di Restoran yang Bram pilih yaitu Restoran Randy.


Bram mengedarkan pandangannya berharap bisa melihat gadis yang entah sejak kapan di rindukan di oleh hatinya. Sampai acara makan selesai ia tak melihat gadis tersebut.


"kamu lagi cari apa si dek ?kakak lihat dari tadi kamu kaya lagi nyari-nyari sesuatu?"


"ga lagi nyari siapa-siapa ko, cuma kagum aja tempat nya bagus,"


*kamu lagi nyari-nyari cewe itu ya?"tebakan Aran tepat sasaran.

__ADS_1


Bram ter batuk-batuk karena ucapan kakak,


Aran langsung memberikan air ke Bram,


"cewe mana ya mba maksud?"


"udah kamu ngaku aja deh kamu lagi dekat sama seseorang kan?hm ayo ngaku,"desak Aran,


"iya aku ngaku tapi kakak janji jangan marah kalau tau siapa yang lagi dekat dengan aku,"tanya Bram dengan wajah di buat seserius mungkin yang di jawab anggukkan antusias oleh Aran.


Bram menyuruh Aran mendekat dengan isyarat jarinya,dengan patuh Aran mendekat.Bram menoleh ke kanan dan ke kiri seolah-olah takut kalau ada yang mendengar perkataannya.tanpa sadar Yoga ikut mendekat.


Dengan di awali tarikan nafas Bram berkata dengan ekspresi menyesal.


"maaf kak sebenarnya aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang kakak sangat kenal,"


"siapa dek?"Aran semakin penasaran begitu pula dengan Yoga.


"hemmm sebenarnya orang yang tengah dekat dengan aku itu,"Bram menunjuk Yoga dengan matanya dengan tatapan penuh penyesalan.


Yoga yang mengerti candaan adik iparnya itu ikut tersipu malu dan bergaya kemayu memperagakan gerakan seolah-oleh sedang menyelipkan rambut di telinganya.


Aran melongo melihat tingkah kedua pria yang ada di hadapannya.kemudian menatap kesal dan menyilangkan tangan di dadanya yang di sambut gelak tawa dari pria yang sudah menjahilinya.


"aku ke belakang dulu ya ka,"


Aran memalingkan wajahnya dari Bram.


"sepertinya dia ga ada di sini"batin Abraham,ia pun pergi ke kamar mandi.


Yoga Masi menertawakan kelakuan adik iparnya itu.


"ga lucu mas,udah ah ketawanya,ngeselin tau ,"mesang wajah ngambeknya.


Mikaila dan teman temannya berjalan-jalan disekitar Restoran tanpa sengaja ia melihat Abraham keluar dari Restoran Randy menuju parkiran,,,jantungnya kembali berdebar tak karuan.


"kak Zahra itukan mba Arandita" tunjuk Humaira memberitahu kakaknya.Zahra menengoknya ke arah yang di tunjuk adiknya.


"eh iya,yuk kita samperin,"kata Zahra sambil berjalan cepat menuju sosok idolanya.


"malam mba "sapa Zahra.


"malam kalian mau makan disini,"


"enggak kok cuma lagi jalan-jalan aja,"


"oya kenalin ini suamiku dan ini adik ku,"Aran memperkenalkan mereka.


"mas ini Zahra pemilik butik tempat aku beli oleh-oleh yang kemarin,ini Mikaila dan Humaira adik-adiknya.


mereka saling berkenalan,Bram yang sedang sibuk dengan ponselnya sambil bersandar di pintu mobil mengabaikan ucapan kakaknya.


"kami pulang dulu ya,kapan kapan kita ngobrol lagi,mampir ya ke butik kakak kalau kalian ke kota x,"sambung Arandita.


"iya ka," jawab Zahra dan Humaira sedangkan Mikaila tengah sibuk menetralkan jantung nya.Bram yang selesai dengan ponselnya mangakat wajahnya dan terkejut gadis yang dari tadi ia cari berdiri tepat di depannya dan sangat dekat.Toga menyadari keterkejutan bos nya yang terus menatap Mikaila dan yang di tatap jangan tanya lagi keringat sudah bercucuran di balik hijabnya.

__ADS_1


Bersambung ☺️ jangan lupa like dan votenya ya πŸ™πŸ’—


__ADS_2