
Bram terbangun di pagi hari merasakan ada sesuatu yang basah di pipinya,saat membuka mata ia tersenyum saat melihat baby Arsy mencium pipinya berulang-ulang bahkan sesekali ingin menggigit hidung papanya .
"Selamat pagi sayang,putri cantik nya papa," ucap Bram mencium pipi Putri kecilnya.
"Papa..."kata pertama yang keluar dari mulut bayi kecil menggemaskan itu.
"Iya sayang ini Papa," jawab Bram.
"Papa,"ucap Arsy sekali lagi.
Mikaila yang mendengar bayi kecilnya menyebut "Papa," pada Bram ikut mendekat,
"Bilang apa sayang?" tanya Mikaila pada Putri kecilnya .
"Papa..." jawab bayi Arsy lagi tertawa kecil.
"Coba bilang Bunda,"ucap Mikaila mengajari anaknya memanggilnya bunda,
"Papa ,"ucap Arsy .
"Papa...,Sayang panggilnya bunda bukan papa,ayo bilang bunda nak."
"Papa, papa,papa,"ucap bayi Arsy begitu fasih memanggil Bram dengan sebutan papa. "Sayang kok enggak bisa sih, manggil aku,"keluh Mikaila pada Bram yang hanya tersenyum melihat anak dan istrinya.
"Nanti juga bisa sayang,"jawab Bram.
Ketiga anaknya sebelumnya kata pertama yang mereka ucapkan adalah dada yang artinya Bunda . Mikaila selalu mengajarkan ketiga putranya memanggilnya Bunda sejak kecil begitu juga dengan Arsy.Mikaila selalu mengajarkan sedari kecil memanggilnya Bunda.
"Papa,papa,papa,"Bayi Arsy terus mengulang kata Papa.
Anak-anak yang baru bangun mendengar adiknya berbicara,menyebut kata papa, mereka semua mendekat naik ke tempat tidur bergabung bersama Papa, Bunda dan adiknya.
"Papa,"ucap Arsy lagi saat ketiga kakaknya datang.
"Ade sudah bisa bicara ya bunda?"tanya Kelvin mencium pipi adiknya dengan gemas, membuat Arsy tertawa kegelian.
"Ayo panggil Kelvin,"ucap Kelvin mengajarkan adiknya itu memanggil namanya .
"Papa ,"lagi-lagi Arsy hanya bisa menyebut kata "Papa".
"Ini kakak ,bukan Papa."ucap Kelvin pada bayi kecil itu.
"Tata ,"kata kedua yang diucapkan Arsy.
"Iya,ini Kakak."ucap Kelvin merasa senang adiknya sudah bisa memanggilnya.
"Ih itu bisa.Coba bilang Bunda, dada," ucap Mikaila merasa tak terima Arsy sudah bisa memanggil Papa dan kakaknya.
"Papa,papa"Ucap Arsy.
__ADS_1
"Bilang Papa dan kakak bisa ,ko panggil bunda ga bisa sayang."Mikaila menggelitik perut Arsy hingga bayi kecil itu tertawa menjatuhkan dirinya di kasur.
"Bunda jangan,adik kegelian," ucap Kelvin menjauhkan tangan Bundanya dari adiknya dan membantu adik kecilnya itu untuk duduk kembali.
"ayo panggil kakak Arya,"Arya juga ingin mendengar adiknya memanggilnya.
"Tata,tata Yaya,"ucap Arsy.
"Kok jadi Yaya sih,"ucap Arya tertawa mendengar namanya di ganti menjadi Yaya. Arya sangat senang mendengar ucapan adiknya itu.
"Gavin,"tak mau kalah Gavin juga meminta adiknya memanggilnya.
"Tata,tata,tata,"ucap Arsy berulang ulang.
"Sudah bisa panggil Papa dan Kakak ko bilang Bunda ga bisa,,ayo nak,bilang dada ,bunda,"ucap Mikaila tak mau menyerah
ingin ia di panggil juga..
"Papa,papa,tata,"ucap Arsy menatap bundanya dengan tatapan yang serius."Apakah seperti itu bunda,"mungkin itu yang Arsy ingin katakan dangan tatapannya itu..
"Bukan sayang,,bukan Papa dan kakak,Bu nn dda,"ucap Mikaila mengucapkannya dengan penuh penekanan.
"Papa,papa,papa,papa,"ucap Arsy berbalik memeluk wajah papanya yang masih berbaring memperhatikan apa yang anak dan istrinya lakukan .
Semua tertawa melihat tingkah Arsy, seolah ingin meminta perlindungan dari papanya.
Bram menciumi seluruh wajah anaknya,
"Ade nggak sayang bunda ya..? entar Bunda enggak kasih ***** lho kalau nggak mau panggil Bunda ,"ancam Mikaila,
" Bunda jangan dong nanti adek lapar," protes Arya.
"Makanya ajarin dong ade nya panggil bunda,"ucap Mikaila melihat ekspresi wajah ketiga jagoan nya.
Ketiga Kakak tersebut terus mengajar adiknya menyebut kata Bunda, dadah, mama namun Arsy hanya bisa menyebut kata Papa dan tata serta sesekali ia mengatakan kata ya ya..
Mikaila tertawa melihat candaannya dianggap serius oleh ketiga putranya. Tak mungkin ia tak memberikan ASI kepada bayi kecilnya itu.
"Sayang kamu kok ngerjain anak-anak sih" tegur Bram mengusap pipi Mikaila yang duduk di dekatnya.
Mikaila mengecup bibir Bram sekilas , takut anak-anak melihat mereka.
"Mas anak-anak kita lucu ya,"ucap Mikaila melihat penuh sayang ke 4 anaknya,"coba Aisy bisa gabung dengan mereka,"ucap Mikaila berkaca-kaca.
"ikhlaskan ya,mungkin Allah SWT hanya mempercayakan kita 4 anak saja."ucap Bram duduk dan memeluk erat istrinya.
"Iya mas,"ucap Mikaila mengusap air matanya yang sempat kembali menetas..
Melihat istrinya sudah lebih tenang,Bram kembali menjatuhkan tubuh kekarnya ke kasur empuknya.
__ADS_1
"Sudah-sudah,kalian mandi sana, ade juga mau mandi.
Nene sudah nungguin kita di bawah untuk sarapan."ucap Mikaila membubarkan mereka .
"Mas,mandiin anak-anak ya,Aku Mau mandiin Arsy ,"ucap Mikaila menarik tangan Bram yang masih betah tiduran...
Selesai bersiap-siap di kamar,mereka turun ke bawah ikut bergabung dengan yang lainnya.
Di sana sudah terlihat Dimas yang terus memijat kepalanya.
Bram menghampiri Dimas.
"Ada apa Dimas?"tanya Bram menahan tawanya.
"Nggak enak ya nahan, bikin pusing." ucap Dimas.
Bram tertawa terbahak-bahak Ia juga pernah merasakan hal itu yang membuat kepalanya pusing seharian.
Pagi ini semua kembali ke rumah masing-masing,berbeda dengan Bram, ia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya. Bram membawa mereka ke taman tempat biasa mereka bermain.
Bram dan Mikaila duduk di bangku taman melihat anak-anaknya bermain, Arsy duduk di troli nya ikut berlarian dengan Arya yang mendorongnya. Suara tawa anak-anaknya membuat hati Bram sungguh sangat bahagia.
Mikaila bersandar di dada suaminya," sayang makasih ya sudah memberikan aku kebahagiaan yang begitu besar," ucap Mikaila.
"Mas yang seharusnya berterima kasih sayang, kau telah memberikan 4 anak kepada Mas.Memberikan banyak kebahagiaan dalam kehidupan mas.Mas sangat bersyukur bisa bertemu kamu dan menikahi mu. Mas janji akan selalu menjaga kalian,"ucap Bram mengecup pucuk kepala dan punggung tangan istrinya itu .
Bunda kita beli es krim yuk ,"ucap Gavin menghampiri Bundanya.
"Boleh, sudah sana main lagi. Bunda beli es krim dulu," ucap Mikaila berdiri dan pergi membeli es krim.
Bram masih duduk di bangku taman untuk mengawasi mereka.
"Mas mau es krim?" tanya Mikaila kembali duduk di samping Bram setelah membeli es krim dan memberikannya kepada anak-anak.
"Hemm,"Bram membuka mulutnya dan dengan sikap Mikaila memasukkan Sesendok eskrim ke dalam mulutnya suaminya.
Mereka makan eskrim sambil mengawasi anak-anak nya bermain....
Bram melihat eskrim di bibir Mikaila,dan membersihkannya dengan Bibir nya.
END.
🙏💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖🙏
Terima kasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya tetap favoritkan ya.
Salam dariku author m anha.💖.
Jangan lupa mampir ke My Papa My bos. ditunggu ya.
__ADS_1
Season 2 OTW😊😊