Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2]Penyesalan Di Masa Lalu.


__ADS_3

Kelvin masih terus merasa bersalah dan menyalahkan dirinya atas kematian adiknya itu,


Setiap ia melihat Arsy ia akan kembali teringat akan Aisy, adik kecilnya yang bahkan belum pernah Kelvin lihat.


Setelah mereka sampai di rumah,Kelvin kembali pamit,ia mengambil motornya dan keluar dari gerbang rumah mewah mereka.


Arya yang tahu ke mana adiknya itu akan pergi mengikutinya.


Kelvin kembali ke toko bunga Ibu Sari, saat masuk ia melihat Natali sedang merangkai bunga,terlihat sangat cantik di matanya.


"Permisi saya ingin membeli bunga tabur untuk dibawa ke pemakaman," ucap Kelvin.


"Sebentar...ya?" ucap Natali berbalik dan terkejut saat melihat pelanggannya adalah pria yang sudah membuat moodnya di sekolah menjadi buruk."Dia kan pria sombong itu," batin Natali berjalan ke tempat bunga khusus pemakaman.


"Rain kamu aja yang kasih sana, Aku males ketemu sama dia,"ucap Natali memberikan bunga kepada Raina.


"Siapa?"tanya Raina.


"Itu cowok nyebelin yang kau bilang tadi,"ucap Natali.


"Iya, biar aku aja,"ucap Raina, namun saat akan mengambil bunga itu ia tak sengaja menyenggol vas bunga dan vas bunga itu jatuh. Untung saja vas terbuat dari plastik sehingga tak pecah namun bunganya berhamburan di lantai.


"Kamu aja deh, aku mau beresin ini dulu." ucap Raina.Dan berjongkok memungut bunga tersebut.


Mau tak mau Natali pun yang memberikannya kepada Kelvin.


"ni bunganya," Ucap Natali memberikan bunga tersebut kepada Kelvin.


Kamu mau ke makam Aisy lagi ?"tanya Arya tiba-tiba datang menghampiri Kevin.


" Iya.." hanya itu yang terucap dari mulut Kelvin.


Natali melongo, pria idamannya juga ada dihadapannya.


"Ini uangnya," ucap Kelvin menyerahkan uang kepada Natali, namun Natali seperti tak mendengarnya. Dia terus menatap Arya tanpa bergeming.


Arya tersenyum kepada Natali,membuat dia semakin melayang hingga ke langit ketujuh.


Kelvin menggeleng dan menyimpan harga bunganya ke tangan Natali.


Arya mengedarkan pandangannya mencari wanita bercadar yang dibilang adiknya bernama Raina, namun ia tak melihat siapapun kecuali Natali disana.


"Aku pergi dulu ya, sampai jumpa di sekolah ucap Arya sambil memperlihatkan senyum terbaiknya.

__ADS_1


Saat Arya berbalik Raina baru selesai membereskan bunga yang tak sengaja dijatuhkannya .


Natali manggil-manggil Raina,


"Rain,sini cepat,"


"Ada apa"tanya Raina khawatir melihat Natali. "Kamu kenapa?"tanya Raina semakin penasaran.


"Itu, itu, itu," pria tampan kapten basket di sekolah Ku,"kata Natali menunjuk Arya yang berjalan mendekati pintu.


Raina melihat pria yang ditunjuk Natali ,


"Ooh itu orangnya yang sudah membuat kamu seperti ini !"ucap Raina menggeleng dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Raina hanya melihat bagian punggung area yang berjalan menjauh dari toko bunga.


Kelvin dan Arya kembali ke makam Aisy, Kelvin duduk dan menabur bunga di pusara adik bungsunya itu ,mengusap batu nisan kecil milik adiknya. Hatinya terasa perih rasa penyesalan terus menyesakkan dadanya,ia bahkan pernah mendatangi seorang ustadz dan menanyakan penyesalannya itu.


Walau sang ustadz sudah menjelaskan jika semua itu adalah kehendak Allah kematian adiknya bukanlah karena dirinya namun Kevin tetap merasa bersalah.


"Sudahlah Aisy sudah tenang, kamu nggak usah menyesali sesuatu yang tak sengaja engkau lakukan ,"ucap Arya menepuk pundak adiknya itu,"Kalau kau ingin menebus kesalahan itu, kesalahan yang tak sengaja engkau perbuat kamu bisa membuat Arsy dan Bunda bahagia .Aku rasa Aisy akan senang melihat Bunda dan kakaknya bahagia ,"ucap Arya mencoba menghibur adiknya.


"Iya Kak, bunda segalanya bagi aku, aku sangat menyayangi Bunda dan juga Ade Arsy,"ucap Kelvin,air matanya menetes mengingat air mata bundanya yang terus mengalir karena kesalahannya.


"Aku ingin ke kantor, apa kamu mau ikut?" aja Arya.


Mereka berdua akhirnya ke kantor,saat Arya kembali melewati toko bunga Ibu Sari,Arya memelankan laju mobilnya,berharap bisa melihat gadis bercadar itu.


Sejak masuk di bangku SMA ,Bram sudah memberikan kan tanggung jawab kepada Arya untuk belajar mengelola perusahaan mereka.


Sepulang sekolah Arya akan langsung ke kantor,Iya mengelola perusahaan dibantu oleh Dika .Dika selalu ada membantu Arya.


Bram memang menyiapkan Dika dalam hal ini.


Setelah kakek Dika meninggal, Ia memutuskan untuk pindah ke apartemennya sendiri.


Dika merasa sudah cukup untuk hidup terpisah dari keluarga Bram,walau Dika pindah ke tempat yang berbeda,Dika masih sering datang dan menginap di rumah Bram.


Kamarnya masih tetap terjaga di rumah itu, Iya boleh datang kapan pun ia mau.


Bram sudah menganggap Dika sebagai adiknya sendiri.begitu juga dengan anak-anaknya sudah merasa nyaman dengan kehadiran Dika di tengah-tengah mereka.


Saat di kantor .

__ADS_1


Bram sudah menyiapkan ruangan sendiri untuk putra sulungnya itu, Putra yang akan menggantikan dirinya suatu saat nanti.


Di ruangan Arya.


"Di mana kamu sekarang Raina," ucap Arya melihat kotak musik yang ada di meja kerjanya, kotak musik yang pernah ia berikan kepada Raina dan kini kembali kepadanya namun tidak dengan pemiliknya.


"Aku sangat berharap kita bisa bertemu lagi," ucap Arya mengingat wajah Raina saat kecil.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Arya "Masuk,"ucap Arya..


Anes melenggang masuk keruangan Arya. Melihat tamu yang datang adalah Anes, Arya menyimpan kotak musik itu di dalam laci meja kerja nya.


"Apa aku mengganggu," ucap Anes duduk di kursi depan Arya.


"Enggak,ada apa?" tanya Arya.


"Aku kebetulan lewat tadi ,aku ke sini sama ayahku," ucap Anes yang selalu berlindung di bawah nama besar ayahnya.


Ayah Anes bahkan pernah meminta kepada Bram agar menjodohkan mereka berdua, dengan alasan akan mempererat hubungan kerja sama mereka,namun Bram menolak tawaran dari ayah Anes itu.


"Katakan apa ada? sebentar lagi aku ada rapat," ucap Arya mencoba menghindar Anes .


"Aku cuman mampir aja.Kita jalan yuk malam ini ,aku lagi suntuk kita nonton ya!"ajak Anes. "Maaf ya, aku benar-benar sibuk.Pekerjaan kantor sudah menumpuk, belum lagi tugas dari sekolah, jadi aku enggak bisa bersantai," ucap Arya.


Sebenarnya ia bisa saja pergi namun tidak dengan Anes, entah mengapa melihat Anes yang terus menempel padanya membuatnya semakin tak nyaman saat bertemu dengan gadis itu.


"Kamu ajak Sony aja,"ucap Arya mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa kamu jadi bahas Sony,"protes Anes.


Ia tak senang saat Arya menyebut nama Sony dan menghubungkan dengannya.


"Sepertinya Sony sangat menyukaimu," ucap Arya memainkan pulpen di jarinya.


"Tapi aku menyukaimu," ucap Anes kesal. "Sudahlah Anes,aku benar-benar sibuk.


Bisakah kau keluar ,"ucap Arya mengusir Anes secara halus.


Anes akhirnya keluar dari ruangan Arya dengan kesal,ia berbalik dan menatap pintu ruang kerja Arya."Lihat saja nanti,kamu akan jadi milikku,"geram Anes.


🙏🙏🙏🙏💖💖💖🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca mohon beri dukungannya ya dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya. Dan jangan lupa ya mampir ke karya pertama ku judulnya "Pilihan Ku," sambil menunggu update selanjutnya.


Salam dariku Author m anha 💖


__ADS_2