
Hari ini Mikaila, Isabela dan Arabela berbelanja, dengan menggunakan kartu Bram seperti biasa.
Arabela menarik Mikaila ke salah satu toko pakaian dalam.
"ngapain kita kesini,"tanya Mikaila merasa tak ingin berbelanja pakaian dalam.
"iya,,kita beli tas aja,"tambah Isabela.
"Kita kerjain mas Bram"ucap Arabela masuk ke toko tersebut.
Mikaila dan Isabela saling pandang dan mengikuti Arabela masuk ke dalam toko.
Arabela memilih beberapa lingerie seksi.
"mba pilihan yang mana?"tanya bela pada Mikaila.
Mikaila memilih 3 lingerie paling seksi, sekarang ia mengerti untuk apa lingerie itu.
"wah wah wah,,om Bram pasti menggila ini..."ucap Isabela melihat lingerie yang di pilih Mikaila.
Mereka melanjutkan membeli beberapa tas, sepatu, pakaian dan beberapa alat makeup, begitulah wanita,yang awalnya hanya ingin membeli satu malah keterusan membeli yang ke dua dan seterusnya.
Setelah lelah mereka masuk ke sebuah restoran ala Korea.
Sedari tadi Isabela sibuk dengan ponselnya.
"kamu lagi chat sama kak Jabbar ya?"tanya Mikaila.
"enggak,aku lagi chat sama Dimas,"jawab Isabela masih membalas chat dari Dimas.
"Dimas selingkuhannya mas Bram,"ucap Arabela bercanda.
"apaan sih,"ucap Mikaila tak suka mendengarkan ucapan Arabela.
"Oya mba yang semalam gimana, berhasil?"tanya Arabela.
"entah lah."jawab Mikaila sambil memakan makanannya.Mikaila kembali mengingat bagaimana ekspresi wajah Bram tadi pagi,ia bahkan bisa melihat dengan jelas milik suaminya bereaksi..
Di kantor.
Bram tak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya, pikirannya terus berkelana pada Mikaila.
"apa kalau aku memintanya, Mikaila akan memberikan nya,"batin Bram.
Ia masih ragu meminta haknya,ia tak ingin jika Mikaila menolaknya dengan alasan karena dirinya belum mengingat masa lalunya.
Bram berkutat pada pikirannya sendiri.
panggilan Jabbar mengejutkannya.
Jabbar akan ke kota X,ia berencana memberi kejutan kepada Isabela saat ulang tahunnya Minggu depan.
Jabbar meminta tolong kepada Bram membatu menyiapkan semuanya secara diam-diam bahkan ia tak ingin memberi tahu Mikaila,ia yakin adiknya itu akan membocorkan kejutannya.
Bram menyanggupi nya.
Malam hari perut Gavin sakit,entah apa yang ia makan saat di sekolahnya.
Mikaila menemani Gavin hingga ia tertidur.
__ADS_1
Bram di kamar menunggu Mikaila,ia memikirkan kalimat apa yang akan ia katakan untuk meminta haknya malam ini...
Mikaila masuk ke kamar,
"anak-anak sudah tidur?"tanya Bram basa-basi,ia sangat gugup.
"iya mas,aku mandi dulu ya,"ucap Mikaila.
Badannya sangat gerah,ia melewatkan mandi sore karena sibuk mengurus Gavin.
Bram mondar-mandir,ia masih belum menemukan kalimat yang pas,yang apabila Mikaila menolaknya tak begitu memalukan buatnya.
Di kamar mandi Mikaila melihat pantulan dirinya di cermin,ia memakai lingerie yang tadi di belinya.
Mikaila keluar,ia memakai lingerie seksi dan ada dua lagi lingerie di tangannya.
"Mas,mas suka yang mana,?"tanya Mikaila memperlihatkan lingerie yang di pakainya dan yang ada di tangannya.
Bram tak menjawab,matanya terpaku pada tubuh Mikaila yang terbungkus lingerie seksi berwarna maroon yang kontras dengan kulitnya yang putih bersih.
"Semuanya bagus."jawab Bram menelan Saliva.
"baiklah,aku pakai yang ini saja,"ucap Mikaila menyimpan yang lainnya.
Bram duduk di pinggiran kasur,ia mengusap wajahnya kasar.kata yang sudah disusunnya hilang sudah, kini tubuhnya mulai memanas.
Mikaila berjalan menuju Bram,Bram tak bisa berkata apa-apa nafasnya sudah sangat berat.
Mikaila duduk di pangkuan Bram.
ia bertekad membuang rasa gengsinya,jika Bram tak memintanya ia yang akan memulainya, Mikaila yakin suaminya masih sangat normal setelah melihatnya pagi tadi.
Bram tak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia membalas ciuman Mikaila,semakin lama ciuman mereka semakin tak terkendali,Bram semakin memperdalam ciumannya, tangan sudah berkeliaran di dalam lingerie Mikaila.
Bram melepas ciumannya dan mengekspos bagian lainnya,,, Mikaila mendesah saat Bram menyentuh sesuatu yang membuatnya menggila.
"bunda,"teriak Gavin.
Mereka langsung menghentikan kegiatannya,saat mendengar suara Gavin.
"mas aku lihat Gavin dulu ya.,"ucap Mikaila berdiri dari pangkuan Bram.
Bram hanya mengangguk,tak mungkin ia melarang Mikaila.
Mikaila mengganti pakaian nya.
Gavin terbangun,perutnya kembali sakit.
"bunda sakit,"keluh Gavin.
Mikaila membaluri seluruh tubuh Gavin dengan minyak kayu putih,Gavin memeluk bundanya menahan rasa sakit yang semakin berkurang.
Bram gelisah di dalam kamarnya, Mikaila sudah lama di kamar anak-anaknya.
Mikaila yang seharian berkeliling mall merasa lelah,ia tertidur saat menunggu Gavin tidur kembali ..
Bram menghela nafas saat melihat istri yang di tunggu nya ternyata tertidur.
Tak ingin menggangu dan kasihan melihat Gavin yang lebih membutuhkan bundanya Bram mengalah dan ikut tidur di samping Mikaila.
__ADS_1
Bram tak bisa tidur,ia awalnya hanya memeluk perut Mikaila,lama kelamaan tangannya masuk kedalam baju dan terus keatas.
Gavin juga memasukkan tangannya ke baju bundanya,ia meraba tangan Bram yang juga ada di dalam sana.
Gavin duduk dan menyikap baju bundanya dan melihat tangan papanya ada di sana.
Gavin melihat Bram yang juga melihatnya.
Mereka saling pandang dan tertawa.
"husss nanti bunda bangun,"ucap Bram.
Mereka saling mengerti,
Gavin kembali berbaring,ia memegang tali bra bundanya sedangkan tangan papanya berada di dalam bra bundanya...
Mereka akhirnya tertidur pulas.
Mikaila terbangun dan mendapati keduanya tangan pria kesayangannya berada di dalam bajunya.
Perlahan ia mengeluarkannya dan dan turun dari tempat tidur,,,
Mikaila sudah terbiasa melaksanakan shalat tahajjud,ia selalu bersyukur atas nikmat yang luar biasa yang di beri Allah SWT untuk nya.
Bram terbangun di pagi hari dan tak melihat Mikaila,ia kembali ke kamar dan melihat kamar mereka sudah rapi dan pakaian kantor Bram sudah di siapkan di atas tempat tidur.
Bram kekamar mandi dan bersiap -siap.
Hari ini Gavin tak kesekolah,ia masih tertidur pulas saat Bram dan yang lainnya berangkat.
Di kontrakan,
Dimas terus menggoda Isabela,ia mengirim banyak chat,dan dibalas oleh Isabela.
"ibu bos ga dapat ibu dokter juga ga apa-apa,"gumam Dimas memandang foto profil Isabela.
Sejak saat itu Dimas terus mendekati Isabela,tak jarang ia menemui dan mengajak Isabela jalan.
Isabela merasa nyaman dan menganggap Dimas orang yang baik yang telah menolong Bram.
Lagian Jabbar selalu sibuk ,ia jarang menjawab telfonnya dan membalas chatnya belakangan ini.
Isabela merasa sedih, sebentar lagi hari ulang tahunnya namun Jabbar justru seperti menghindarinya.
Jabbar sampai di kota X,ia menginap di apartemen yang sudah di sediakan oleh Bram,
Jabbar menyiapkan kejutannya di lantai atas apartemen itu.
Bram sengaja menempatkan Jabbar di sana agar mereka lebih mudah menyimpan semua.
Lantai atas apartemen itu memang sering di gunakan untuk acara pernikahan atau ulangtahun.
Jabbar juga berencana akan melamar Isabela dimalam itu.
Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍💗
Jangan bosan-bosan ya kak tetap semangat beri like vote dan komennya 🙏💗🙏.
Jika ada yang kurang bisa di kritik tapi yang membangun ya🤗🤗😍💖
__ADS_1