
Mereka semua keluar dan duduk di ruang tengah, mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Tak lama kemudian Arandita datang, "Bagaimana keadaan Ayah?" tanya Aran panik.
"Ayah sudah baik-baik saja, aku sudah memberinya obat," Ucap Pak Surya.
"Bagaimana ayah bisa tahu tentang hal ini, apa Bram yang mengatakannya ?" tanya Arandita.
"Itu tak mungkin, Bram tak akan mengatakan hal itu di saat seperti ini, beberapa hari lagi acara pernikahan Arya. Bram tak akan mengambil resiko mengatakan hal itu. Karena itu akan membatalkan pernikahan putranya sendiri," ucap Yoga.
"Lalu mengapa ayah bisa tahu, selama ini kita sudah merahasiakan semua ini dengan sangat baik," ucap Arandita.
"Mengapa kebenaran itu terkuak di saat seperti ini. Disaat kondisi Ayah sedang turun dan kita sedang disibukkan dengan pernikahan Arya." gumam Anin.
"Jika Bram ingin mengungkap kebenaran Zaky ia tak mungkin mengungkapnya di waktu sekarang," tambah Anin.
"Apa sebenarnya yang terjadi di sini Kak, Kenapa ayah bilang jika mas Bram punya anak dari wanita lain, apa semua itu benar ?" tanya Arabela yang tak tahu menahu masalah itu.
Anindita dan Arandita saling melihat, mereka tidak bisa merahasiakan hal itu lagi.
"Iya, Bram punya anak dari wanita lain, tapi semua itu bukanlah kesalahan Bram. Itu hanya sebuah ketidaksengajaan," jelas Anindita yang sudah tahu seperti apa permasalahan sebenarnya.
Syana yang baru datang melihat mobil tantenya Arandita sudah terparkir di sana.
Syana tak ingin bertemu dengan tantenya itu mengingat kejadian tadi siang, Ia mengendap-endap dan memanggil Ayasa untuk ke teras rumah.
"Ada apa sih sebenarnya? Bagaimana keadaan kakek?" tanya Syana.
Kakek sedang istirahat, kondisinya sudah baik-baik saja. Katanya Om Bram punya anak dari wanita lain. Itu yang membuat kakek syok," ucap Ayasa.
"Apa,... om Bram punya anak dari wanita lain? yang benar saja kamu! kamu jangan ngada-ngada deh," ucap Syana tak percaya jika melihat kepribadian Om yang satunya itu.
"Aku nggak ngada-ngada, aku dengar sendiri dari pembicaraan mamaku dan mamamu di dalam," ucap Ayasa meyakinkan Syana.
"Terus anaknya om bram dimana?"tanya Syana.
"Enggak tahu, mereka hanya membahas jika om Bram punya anak lain," ucap Ayasa.
Saat mereka sedang berbincang-bincang di teras rumah, Mereka melihat mobil Arya datang dan melihat Bram, Bunda Mikaila dan Arya juga turun dari mobil itu.
"Mama Kalian di mana ?" tanya Bram saat menghampiri mereka.
"Ada di dalam Om" jawab keduanya.
Bram dan Mikaila langsung masuk kedalam, namun mereka berdua langsung menghadang Arya.
"Apa benar Kamu punya saudara lain?" tanya Syana.
"Iya," jawab Arya.
"Cewek, cowok," tanya Syana.
"Cowok," jawab Arya malas dan ingin masuk namun Syana kembali menariknya.
__ADS_1
"Sekarang dia dimana?" tanya Syana Semakin kepo.
"Ada di Batam, tinggal dengan mamanya."
"Dia lebih muda dari Arsy?" kali ini Ayasa yang bertanya.
"Tidak, dia hanya beda 2 tahun dengan Gavin ," ucap Arya.
"Hhhhah... "kaget mereka berdua.
"Berarti udah besar dong? tanya Ayasa.
"Berarti Papa kamu selingkuhnya udah lama dong?. tanya Syana.
"Kalian salah dan benar," ucap Arya kembali ingin masuk.
Namun kali ini Ayasa dan Syana yang menarik kedua tangannya.
"Kakak apa lagi sih, aku mau masuk." keluh Arya.
"Maksudnya Kami salah dan benar itu bagaimana ?" tanya mereka berdua.
"Ya benar anak Papa sudah besar dan salah kalau papa selingkuh, oke puas," ucap Arya dengan cepat masuk kedalam ikut bergabung dengan para keluarga.
Ayasa dan Syana saling melihat tak mengerti apa yang dimaksud dengan Arya.
Ayasa ikut berjalan masuk namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Syana hanya berdiri di teras rumah.
"Enggak ah, aku takut sama mamamu," ucap Syana.
"Kenapa dengan mamaku ?" tanya Ayasa bingung.
"Mamamu tuh galak," ucap Syana kemudian memilih berjalan melewati pintu belakang.
Bram masuk dan menghampiri kakak nya,
"Bagaimana keadaan Ayah ? "tanya Bram.
"Kondisi ayah baik-baik saja sampai saat ini, Namun kita akan lihat perkembangannya besok" ucap pak Surya.
"Bram Kamu sudah tahu kondisi Ayah seperti ini, kenapa kau memberi tahu tentang Zaky padanya".geram Arandita.
"Aran benar, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan ayah? dan bagaimana dengan pesta pernikahan anakmu?" Anin ikut memarahi Bram.
"Ini semua bukan salah Ayah Tante, ini salah Arya ," ucap Arya.
Semua melihat ke arah Arya yang baru datang.
"Apa maksud kamu ini semua kesalahan kamu,?" tanya Aran.
"Arya yang membawa Zaky ke Apartemen Kelvin, dan disana ia bertemu dengan Gavin. Dan tadi saat berkumpul Gavin tak sengaja mengungkapkan identitas Zaky pada kakek," ucap Arya.
Queen melakukan panggilan video pada Gavin dan sejak tadi yang merekam semua apa yang terjadi disana.
__ADS_1
Gavin menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat namanya juga disebut-sebut di sana.
Gavin tidak bisa membayangkan apa yang akan tante-tante nya itu lakukan padanya saat mereka bertemu nanti.
"Sudahlah jangan saling menyalahkan ini bukan salah siapapun, semua sudah terjadi," ucap Bram.
"Dimana Ayah?" tanya Bram.
"Ayah ada di kamar," jawab Arabela.
Bram berdiri dari duduknya,
"Ayah nggak mau ketemu dengan siapapun untuk saat ini," ucap Arabela lagi menghentikan langkah Bram.
"Sebaiknya memang kita bertemu dengan ayah besok saja, biarkan dia istirahat dulu. Tadi aku sudah memberinya obat penenang.
Biarkan ayah istirahat agar kondisinya kembali pulih ," ucap Pak Surya.
Sementara itu,
Gavin langsung menelpon Kelvin dan menceritakan apa yang terjadi,
bukannya memberi saran agar ia bisa keluar dari masalah tersebut, Kelvin justru ikut memarahi Gavin adik kembarnya itu. Gavin sungguh sangat ceroboh, Kelvin sudah memperingatinya berkali-kali Namun sepertinya omongan Kelvin tak masuk di otaknya.
"Terus aku harus gimana Kak?"tanya Gavin frustasi.
Gavin bisa melihat raut kemarahan di wajah para tantenya saat Arya menyebutkan namanya tadi.
"Baiklah malam ini juga Kakak akan pulang, jangan membuat masalah baru kakak kan coba menyelesaikan masalahmu. Semoga saja Kakek mau mendengarkan Ku," Ucap Kelvin.
Jika Gavin dekat dengan neneknya, Kelvin justru dekat dengan kakeknya.
"Jadi bagaimana sekarang ?" tanya Arandita.
"Mau bagaimana lagi, kalian Pulanglah aku akan menunggu disini untuk berjaga-jaga. Serahkan urusan ayah saat ini padaku.
Semoga saja semua baik-baik saja." ucap Pak Surya kepada semua keluarganya.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan akan datang besok pagi.
Bram juga pulang, ia percayakan kondisi ayahnya pada kakak iparnya itu.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian dengan memberi
LIKE, VOTE, DAN KOMENNYA.
Salam dariku Author m anha.😉
💖🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💖
__ADS_1