Pilihan Ku

Pilihan Ku
Firasat Ayah.


__ADS_3

Hari pernikahan Humaira di gelar secara sederhana,


Mikaila kembali ke rumah dan melihat anak-anaknya sudah berpakaian rapi,


"papa mana sayang?"tanya Mikaila yang tak melihat Bram.


"ada di kamar bunda,"jawab Arya.


Mikaila masuk ke kamar dan melihat Bram bermalas-malasan di tempat tidur,


"mas, kenapa belum pakai baju?"tanya Mikaila menarik tangan Bram agar duduk menghadap nya .


"mas malas sayang, kalian pergi aja ya,"jawab Bram.


"ga mau,mas harus ikut, waktu kita nikah mereka datang semua lho mas."ucap Mikaila membantu membatu Bram melepas kaosnya.


"mas pake ya,aku mau siap-siap juga,"ucap Mikaila memberi pakaian yang akan Bram pakai ke pernikahan Humaira.


Bram sebenarnya malas pergi ke sana karena tak ingin bertemu Zahra,ia masih marah karena semua kelakuannya.


Mereka berangkat bersama, keluarga kecil Mikaila menjadi pusat perhatian di acara itu..


Bram yang begitu karismatik berjalan menggandeng Mikaila yang terlihat sangat cantik dan tiga pria tampan yang berjalan di depan mereka.


Acara di mulai,Zahra terus berada di dalam rumah,ia menghindari bram.ia masih takut bertemu langsung dengan sosok Bram.


Ibu Zahra menggendong baby Zaky,ia duduk di dekat mempelai wanita.Namun Karana gerah ia mulai rewel,ibu Mikaila mengambil baby Zaky dan membawanya keluar mencari udara segar.


Tenda terpasang di luar rumah,tempat para tamu duduk menantikan kedua mempelai keluar dari rumah,sebagian tamu hanya bisa mendengar dari luar karena rumah Humaira terbilang kecil termasuk Bram dan Mikaila duduk di kursi luar.


Mikaila yang melihat ibunya menggendong baby Zaky menghampiri dan mengambilnya dari gendongan ibu.


Mikaila membawa Zaky duduk di dekat Bram.


"mas ini anak kak Zahra dan kak Randy lucu ya,matanya kok mirip Kelvin"ucap Mikaila memperlihatkan Zaky pada Bram.


"hemm,"ucap Bram ia hanya melihat sepintas bayi yang ada di pangkuan istrinya,ia mengakui bahwa mata Zaky menang terlihat mirip dengan mata anak-anak nya.


Kelvin yang melihat bundanya memangku bayi menghampiri dan mengajaknya bermain bayi mungil itu,membuat Zaky tertawa-tawa girang.

__ADS_1


Bram tanpa sadar mengusap kepala Zaky yang tersenyum melihatnya.


Zahra yang sedari tadi memperhatikan mereka dari balik jendela mengusap air matanya,entah apa yang dirasakannya sekarang.Ia merasa bahagia Zaky bisa bertemu ayah kandungnya walau cuma sesaat.


Gavin menghampiri bundanya dan langsung mendorong Zaky menjauhi bundanya ia cemburu melihat bundanya terus menciumi pipi tembem bayi itu, membuat Zaky menangis.


Mikaila langsung memberikan Zaky pada Bram.Bram yang tak menyangka Mikaila akan memberikan Zaky padanya pasrah membawa Zaky ke pangkuannya,Zaky langsung diam saat berada di pangkuan Bram.


Humaira sudah sah menjadi seorang istri,ibu Humaira keluar dan mengambil Zaky dari Bram yang membuat Zaky kembali menangis seolah tak ingin berpisah dari Bram.


Randy yang melihat Zaky menangis mengambilnya dari mertuanya dan Zaky pun kembali tenang.


Randy menyapa mereka dengan senyuman,yang dibalas senyuman juga.


Acara telah usai,Bram membawa anak-anak nya kembali kerumah sedangkan Mikaila tetap berada di rumah Humaira.


keesokan harinya Arya ikut dengan Jabbar ke bengkel sedangkan Kelvin dan Gavin ikut kakek neneknya ke kebun memetik sayuran dan beberapa buah-buahan yang sudah matang.


Mikaila dan Bram memilih berjalan-jalan menggunakan motor Jabbar.Mereka berjalan-jalan mengelilingi kampung,membeli beberapa kue khas daerah itu yang di jajakan di pinggir jalan.


Mikaila membeli berbagai jenis kue yang berbeda yang ia yakini Bram belum pernah mencobanya.


Arya sampai lebih dulu di rumah,ia dan Jabbar duduk di teras sambil menikmati martabak keju kesukaan Mikaila.


Jabbar sengaja singgah membeli martabak buat adiknya.


Tak lama kemudian Mikaila dan Bram datang dan langsung bergabung dengan mereka,Bram melihat Mikaila makan dengan lahap martabak bersama Arya,ia hanya melihat saja,perutnya terlalu kenyang.


Bram tertawa melihat anak kembarnya yang baru tiba dari kebun,mereka membawa bakul nasi yang di isi sayuran memakai topi jerami khas petani di sana.Kakek sengaja membelikan mereka topi saat di jalan tadi.


Baju yang penuh lumpur layaknya seorang petani yang habis membajak sawah.


"bunda,lihat aku bawa apa,"ucap Gavin memperlihatkan bakul yang di bawanya.


"wah anak bunda jadi petani cilik ya,banyak banget sayurnya,"ucap Mikaila mengambil bakul Gavin.


"ini untuk bunda,"ucap Kelvin memberi Mikaila buah pisang dari bakulnya juga.


"makasih sayang,"ucap Mikaila mengambil buah pisang dari Kelvin.

__ADS_1


Mikaila mengendus ketiak kedua anak kembarnya itu dan menutup hidungnya,


"bau asem,ayo mandi dulu."ucap Mikaila membawa anak-anak nya ke halaman lalu menyemprot nya layaknya sedang menyiram tanaman,Bram hanya bisa menggeleng melihat kelakuan anak dan istrinya,bukannya membawa mereka ke kamar mandi ia malah membawa mereka ke halaman depan.


Gavin dan Kelvin tertawa gembira dan malah bermain air bersama bundanya,mereka masing-masing mengambil selang dan saling semprot.


Mikaila kini ikut basah.


"Kaila kamu mandi di dalam ,sudah magrib,"ucap Bram berjalan menghampiri mereka dan membawa tiga handuk.


Mikaila yang sudah basah akhirnya mandi di kamar mandi dapur rumahnya.


Bram memandikan anak-anaknya dengan telaten..


Ini adalah malam terakhir mereka di kampung, Mikaila dan yang lainya menggelar karpet di ruang TV,mereka semua tidur di sana.Bram awalnya ikut bergabung dengan mereka namun ia tak bisa tidur dan memutuskan tidur di kamarnya.


Jabbar sudah tertidur pulas di sofa, Mikaila tidur sambil memeluk ibunya,sedangkan ayah tidak bisa tidur karena sibuk membenarkan posisi tidur para cucunya,terkadang Arya sudah tidur di lantai meninggalkan karpet, Kelvin dan Gavin yang saling tendang.Namun itu semua menjadi kebahagiaan tersendiri bagi ayah Mikaila....


Pagi hari mereka harus kembali ke kota x,Bram memiliki banyak pekerjaan yang sudah menunggunya.


Mereka mengantar ke bandara.


Entah mengapa hati ayah kali ini sangat berat melepaskan anaknya.Ayah menyembunyikan kesedihannya dengan terus tersenyum.


Mikaila kembali memeluk ayahnya saat melihat air mata ayahnya menetes mengantar kepergian.


"ayah jangan nangis,ayah kan bisa jenguk Ade kapan saja."ucap Mikaila mulai terisak.


"iya nak,entah kenapa ayah jadi cengeng begini.Sana pergi,suami dan anak-anak mu lebih membutuhkanmu,"tunjuk ayah pada Bram dan ketiga cucunya yang berdiri menunggu Mikaila yang berlari kembali ke ayahnya.


Mikaila berjalan menuju Bram sambil terus berbalik dan melambaikan tangan ke keluarganya,Bram merangkul Mikaila dan merekapun masuk ke pesawat.


Ayah mengelus dadanya yang terasa sesak,baru kali ini ia merasakan perasaan yang aneh saat berpisah dengan putrinya.


"jaga Putri Ku ya Allah,jaga selalu bahagianya,"batin ayah.


Semoga hari kalian menyenangkan, πŸ’—


Terimakasih sudah tetap membaca karya iniπŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennya ya πŸ™πŸ’—πŸ™


__ADS_2