Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kemping.


__ADS_3

Mikaila sibuk menyiapkan persiapan kemping anak dan suaminya.


Ia berjalan kesana-kemari ,memasukkan barang-barang yang kiranya mereka butuhkan..


Pihak sekolah mengadakan acara kemping untuk mempererat hubungan antara ayah dan anak..


Pihak sekolah sudah memberitahukan sejak 2 minggu lalu namun Mikaila baru ingat malam hari sebelum keberangkatan.


Mikaila sangat sibuk,masih banyak yang harus ia siapkan, namun Bram sejak tadi mengganggunya.


Bram terus saja mengikuti kemanapun Mikaila pergi,memeluk dari belakang, mencium punggung nya,menghisap leher jenjang nya,sesekali Bram memasukkan tangannya ke dalam pakaian Mikaila.


"mas aku siapin ini dulu ya,"ucap Mikaila melepas pelukan Bram.


"sebentar saja sayang,"ucap Bram terus memainkan benda kenyal kesukaannya.


"mas,"ucap Mikaila mencoba membujuk suaminya itu.


"teruskan saja sayang pekerjaan mu,aku tak akan melarangnya."ucap Bram tak menghentikan aktivitasnya.


Mikaila kembali memasukkan pakaian Arya dan Bram ke dalam tas ransel besar.


Bram tak menghiraukan apa yang tengah Mikaila lakukan,ia terus melakukan hal yang diinginkan nya.


Mikaila yang merasa gemes dengan tingkah suaminya itu menghentikan kegiatan berkemas-kemas nya,ia berbalik dan menarik tengkuk Bram mendominasi permainan bibir mereka yang membuat tangan Bram semakin tak terkendali,menikmati setiap inci tubuh mulus istrinya.


Mikaila selalu merawat tubuh dan daerah sensitif nya dengan sangat baik,walau memakan biaya yang tak sedikit,ia ingin suaminya merasa puas dengan tubuhnya.


Bram tertidur pulas setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.


Mikaila kembali mengemas barang-barang mereka,ini pertama kalinya Arya ikut kegiatan kemping.Mikaila mengecek kembali agar tak ada yang kelupaan.


Pagi hari mereka mengantar Bram dan Arya ke sekolah,kali ini Bram akan mengurus semua keperluan Arya,tanpa bantuan Beby sister.


Walau Arya sudah besar ia masih di bantu oleh bundanya atau mba Siti dalam segala hal.


"bunda,"teriak salah satu teman Arya yang akan ikut kemping.


"Hay Syakila,"Mikaila melambaikan tangan pada Syakila yang berlari menghampirinya.


"siapa?,"tanya Bram.


"teman sekelas Arya,"


"oww."Bram hanya ber oww saja.


Syakila adalah teman sekelas Arya,ibunya meninggal saat melahirkannya.Ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu,sehingga saat Mikaila selalu mengantar Arya ia merasakan perhatian dari Mikaila dan memanggilnya bunda sama seperti Arya memanggil Mikaila.


"Syakila ikut kemping juga?"tanya Kaila.


"iya bunda,aku kemping sama ayah."ucap Syakila menunjuk ayahnya yang berjalan menghampiri mereka.


"ayah kenalin ini bunda,"ucap Syakila memperkenalkan Mikaila pada ayahnya.

__ADS_1


"Raihan "ucap ayah Syakila mengulurkan tangannya.


"Bram "ucap Bram yang menyambut uluran tangan Raihan,ia tak rela Mikaila bersalaman dengan pria lain.


Raihan,pria tampan mapan dan relijius.


Ia sama dengan Bram dulu menyandang status duda karena istrinya meninggal.


Semenjak istrinya meninggal Raihan fokus membesarkan Syakila seorang diri bahkan tanpa bantuan Beby sister.


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu keberangkatan bus yang akan membawa mereka ke tempat kemping .


Raihan melihat interaksi antara Syakila dan Mikaila,anaknya itu sangat sulit dekat dengan sembarang orang, Raihan bisa melihat anaknya itu sangat menyukai Mikaila bahkan ia terus memanggilnya dengan sebutan bunda.


Sedari tadi Gavin memegang tangan bundanya dengan posesif,ia tak senang saat anak lain dekat dan memanggil bundanya dengan sebutan bunda.


Bagi Gavin Bundanya hanya Milik mereka berempat.


Bram bisa melihat tatapan ketertarikan Raihan pada Istrinya,dan itu membuatnya tak nyaman.


Bram berpindah ke dekat Mikaila,menutupi pandangan Raihan pada Istrinya.


Bus akan segera berangkat,semua segara naik,ada dua bus yang akan mengantarkan mereka.Bram dan Raihan di bus yang sama.


Bram sengaja mengecup bibir Mikaila saat Raihan kembali mencuri pandang pada Mikaila dan mereka naik ke bus,semua melambaikan tangan saat bus melaju perlahan.


Sepanjang perjalanan Syakila terus bercerita tentang Mikaila,ia bahkan meminta ayahnya menjadikan Mikaila bundanya.


Dua pria yang duduk di belakang mereka melipat kedua tangannya di dada menatap tajam pada Raihan yang terus menanggapi cerita putrinya.umpatan demi umpatan mereka layangkan dalam diam,mata mereka seakan mengeluarkan cahaya laser yang membidik dan siap menembak kepala Raihan.


Meraka pun sampai di tempat tujuan,mulai mendirikan tenda masing-masing.



Bram dan Arya berbaring di dalam tenda mereka.


"aku nggak suka sama papanya Syakila,"ucap Arya memecah keheningan.


"papa juga,"jawab Bram.


"aku nggak suka Syakila memanggil bunda sama bundaku,"ucap Arya lagi dengan emosi.


"papa juga,"jawab Bram lagi.


Mereka saling pandang dan tertawa.


Guru pembimbing memanggil semua peserta kemping.


Mereka akan mengadakan lomba secara berkelompok,dan sialnya Bram satu kelompok dengan Raihan.


Perlombaan mengumpulkan berbagai macam jenis dedaunan.,siapa yang paling banyak dia akan jadi pemenangnya.


Mereka bersama-sama memetik dedaunan yang ada di sekitaran mereka,berjalan menyusuri pepohonan.

__ADS_1


Raihan dan Syakila dengan antusias mengumpulkan satu demi satu dedaunan yang mereka lewati,sedangkan Bram dan Arya hanya mengikuti mereka sambil memasukkan tangan mereka kedalam saku.Berjalan santai menikmati pemandangan.


Raihan hanya menggeleng melihat tingkah rekan timnya.


"Arya mana daun yang kamu temukan?"tanya Syakila menyodorkan kotak tempat mengumpulkan daun mereka.


Dengan santai Arya berjalan mendekati kotak dan mengeluarkan dua daun berukuran kecil dari kedua sakunya.


"ini "ucapnya menyimpan daun itu dengan kedua tangannya.


Syakila hanya bengong melihat apa yang di keluarkan Arya..


"ini daun?"tanya Syakila mengangkat daun kecil yang tadi di simpan Arya.


"bukan ini roti,"jawab Arya cuek.


Bram keceplosan tertawa,namun ia menghentikan tawanya saat melihat tatapan tak bersahabat dari Raihan.


Bram kembali bersikap cuek dan kembali berjalan di ikuti oleh Arya.


Raihan membawa anaknya ke tempat lain meninggalkan Bram dan Arya,mereka berdua akan mengumpulkan dedaunan tanpa Bram dan Arya.


Waktu pengumpulan hasil dedaunan yang mereka dapatkan pun dimulai,,,,


Syakila cemberut melihat kotaknya lah yang paling sedikit di banding kelompok lain.


Raihan mengelus kepala putrinya yang tertutup hijab..


Saat giliran penghitungan kotaknya, Syakila maju kedepan bersama Arya,dengan lesu ia memberikan kotaknya pada guru pembimbing.


Arya mengeluarkan berbagai jenis daun dari dalam sakunya membuat kotak itu di penuhi banyak jenis dedaunan, membuat tim merekalah yang jadi pemenang.


Syakila melompat-lompat kegirangan sambil memperlihatkan hadiah kepada ayahnya.


Raihan memberi dua jempol pada putri kecilnya itu.


Saat Arya dan Bram sedang beristirahat di dalam tenda, Syakila menghampiri mereka membawa makanan.


"ini,ayahku membagi bekal makanan untuk kalian, terimakasih ya sudah mengumpulkan banyak daun."ucap Syakila memberikan berbagai macam makanan yang terlihat sangat enak,,,


Arya yang ingin menolak goyah saat melihat makanan yang di bawa Syakila,ia melihat bekal mereka, menghela nafas dan mengambil apa yang Syakila berikan.


"terima kasih,"ucap Arya.


Syakila tersenyum dan kembali ke tendanya.


Pagi tadi Mikaila yang awalnya ingin menyiapkan sendiri bekal untuk mereka justru bangun kesiangan,ia sangat kelelahan mengimbangi permainan suaminya,sehingga tak ada waktu lagi untuk membuatnya bekal.


Makanan instan pun menjadi pilihan terbaik untuk bekal mereka.


Bram melakukan VC berharap bisa melihat wajah cantik istri yang selalu di rindukannya,namun harapannya pupus sudah wajah Gavin memenuhi layar ponselnya hingga panggilan berakhir.


Terimakasih sudah membaca 💗💗💗

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya 💗🙏😘


__ADS_2