Pilihan Ku

Pilihan Ku
"Maafkan papa,"


__ADS_3

Mikaila memainkan ponselnya sambil menunggu Bram datang, anak-anak bermain di belakang ....


Mikaila terkejut saat melihat truk yang melaju kencang ke arah mobil mereka,,,bunyi klakson dan teriakan sang sopir membuat Mikaila sadar jika mereka dalam bahaya...


Dengan sigap ia berpindah ke tempat kemudi,,,,


Supir truk yang sudah tak bisa mengendalikan mobilnya langsung membanting stir nya saat akan menabrak mobil yang di tumpangi Mikaila dan anak-anaknya....


Mobil terguling dan menghantam pembatas jalan.


Mikaila yang melihat truk berguling ke arahnya langsung memundurkan mobilnya..


Mobil truk berguling cepat,Walau Mikaila sudah mundur namun bagian belakang mobil tetap membentur bagian depan mobilnya Mikaila.


Kaca depan mobil pecah, Mikaila dan anak-anaknya refleks menutup mata dan wajah dengan kedua tangan mereka.


Untuk anak-anak masih mengenakan sabuk pengaman...


Gavin yang berada di tengah mendapat banyak luka sayatan pecahan kaca begitu juga dengan Mikaila yang berada di kursi kemudi.


Arya dan Gavin hanya terkena serpihan kecil saja ...


"bundaaaa,"teriak Arya menangis histeris saat melihat kepada bundanya berdarah, Mikaila sudah tak sempat memasang sabuk pengaman nya sehingga kepalanya terbentur di stir mobil.


Kevin ikut menangis saat melihat kondisi Gavin, cairan merah mulai menetes dari luka-lukanya.


Ketiganya anaknya menangis begitu juga dengan Mikaila saat melihat kondisi anak-anaknya,,,


"Gavin,"ucap Mikaila,ia tak bisa berbuat apa-apa, seluruh tubuh nya lemah dan gemetaran...


Mikaila melihat Bram yang berdiri melihat mereka dari kejauhan,,,


"mas Bram, tolong,"ucap Mikaila pelan.


Tak lama kemudian Mikaila semakin menangis melihat Bram terlihat kesakitan dan terjatuh....


Dimas yang melihat Bram tergeletak langsung menolong nya dan meminta beberapa karyawan mengangkatnya ke mobilnya ...


Dimas langsung melarikan Bram ke rumah sakit saat melihat Yoga dan David berlari ke arah mobil Bram....


Yoga berlari cepat saat melihat kondisi mobil yang di tumpangi Mikaila dan anak-anaknya,,,ia mempercayakan Bram yang pingsan pada Dimas ...


David langsung menghubungi pihak kantor untuk menyiapkan mobil ambulance,,, Kantor mereka menyiapkan beberapa ambulance yang selalu siaga jika ada yang sakit...


"kalian tak apa-apa,"tanya Bram membuka pintu mobil .


"aku ga papa mas,,,tapi Gavin kayanya terluka,"ucap Mikaila tak sadarkan jika dirinya juga terluka...


"kita kerumah sakit ya Sekarang,"ucap David menenangkan ketiga ponakannya yang menangis.


Satu persatu David mengangkat mereka ke ambulance yang sudah ada di sana,dan Yoga mengangkat Mikaila,,


Ambulance melaju menuju rumah sakit, Yoga ikut bersama mereka di ambulance sedangkan David mengikuti mereka dengan mobil nya....


Dirumah besar sudah heboh saat Arabela mendapat telfon dari suaminya,,,ibu Bram sudah menagis, trauma kecelakaan Inanti membuat mereka semua panik,David dan Yoga menelfon mereka tanpa memberitahu kondisi sebenarnya dengan jelas,,ia hanya mengatakan kalau Mikaila dan anak-anaknya kecelakaan.


Dirumah sakit...


Dimas meminta bantuan staf rumah sakit untuk membantunya membawa Bram masuk ke dalam rumah sakit.


Dimas yang sudah akrab dengan keluarga Syana, langsung menelfon Anindita dan pak Surya...

__ADS_1


"Dimas,kenapa Bram bisa seperti ini?,"tanya Anindita begitu melihat Bram yang tak sadarkan diri.


"Ga tau juga Bu,tadi waktu kami keluar Bram sudah pingsan di jalan.Mungkin karena melihat mobilnya di tabrak truk,"jawab Dimas mengira-ngira.


"ditabrak truk bagaimana?tanya Anin mulai panik ..


"iya Bu,di tabrakan truk, kecelakaan dan sepertinya Istri dan anak nya ada di dalam mobil itu,"ucap Dimas bingung harus menjelaskan seperti apa,ia hanya tau dari cerita orang kantor saat membantunya.


Anindita menelfon Yoga dan mencari tau kebenarannya,,,


"Mikaila kecelakaan dimana?"tanya Anin saat Yoga mengangkat telfon nya.


"di tempat yang sama dengan almarhum Inanti,sebentar lagi kita sampai."jawab Yoga .


Anindita langsung berlari saat suaminya sudah datang,ia berlari sambil mengusap air matanya, mendengar kata kecelakaan dan nama Inanti membuat Anin panik.Ia menunggu ambulance yang membawa ipar dan para ponakannya.


Ambulance datang dan langsung berlari membuka pintu mobil,Anin bernafas lega saat melihat Mikaila dalam kondisi baik-baik saja,ia tak bisa membayangkan jika Bram harus kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya....


"Gavin,"pekik Anin yang melihat luka dan Gavin pingsan.


Anin langsung mengambil Gavin,,,ia fokus pada kondisi Mikaila sehingga tak sadar kalau ada Gavin yang lebih membutuhkan pertolongan...


Di perjalanan Gavin terus menangis merasakan perih di sekujur tubuhnya,darah semakin banyak membuat ia semakin takut dan akhirnya tak sadarkan diri di dekapan Yoga.


Mikaila hanya bisa melihat anak bungsunya sambil memeluk kedua anaknya yang lain,Ia masih syok dengan apa yang terjadi.


Mereka dibawa ke ruangan yang sama dengan Bram yang sudah lebih dulu di tangani oleh pak Surya...


Belum sampai di kamar Mikaila tiba-tiba pingsan.


Sedari tadi kepalanya terasa pusing dan berdenyut,,namun ditahannya.


David yang berjalan di belakang mereka langsung berlari menghampiri Mikaila dan mengangkatnya masuk keruang tersebut...


Di antara mereka Gavin lah yang mengalami luka yang cukup serius.


Anin dengan sigap mengobati luka Gavin.


Beberapa saat kemudian datanglah ibu dan yang lain,,, Arandita juga sudah datang.


"ko bisa seperti ini Yoga?"tanya ibu kepada Yoga,yang melihat keadaan mereka.


"aku juga ga tau pasti Bu kejadiannya,"jawab Yoga singkat.


"lalu bagaimana keadaan adik kamu?"tanya ibu pada Anindita.


"ibu ga usah terlalu khawatir, sepertinya Bram hanya syok.Mereka semua tidak dalam kondisi serius kok bu,"ucap Anin menenangkan ibunya yang sedari tadi menangis...


Beberapa saat kemudian Bram membuka matanya.


"Mikaila"ucap Bram mencoba bangun.


"beristirahat lah dulu,kamu juga sedang sakit nak,,"ucap ibu menahan Bram turun dari tempat tidur.


"Bu bagaimana anak dan istriku?"tanya Bram yang melihat Mikaila dan Gavin berbaring tak sadarkan diri...


"mereka baik-baik saja,tenanglah"ucap ibu.


"papa,"ucap Kelvin menghampiri papanya,lukanya hanya sedikit di bagian tangannya saja.


"sayang,"ucap Bram mencabut selang infus yang masih terpasang di tangannya dan berjongkok memeluk Kelvin.

__ADS_1


"papa,"ucap Arya berjalan tertatih karena lukanya ada di bagian kakinya.


"mana yang sakit sayang,"tanya Bram.


Arya menggeleng dan mereka berdua memeluk erat papanya.


"maafin papa ya sayang,yang tak bisa menjaga kalian dengan baik."ucap Bram merasa bersalah dan menyesali tindakannya meninggalkan mereka di bahu jalan.


Bram mencium seluruh wajah anak-anaknya,ingatannya sudah kembali dan ia sangat bersyukur masih di pertemuan kembali dengan mereka...


Bram menghampiri Gavin,


"Gavin bangun nak,ini papa,,"ucap Bram mengusap wajah anaknya yang diperban.


Gavin masih betah menutup matanya.


Bram beralih pada Mikaila.


"sayang,"ucap Bram mencium kepala Mikaila yang terlilit perban,,benturan keras pada stir membuat kepalanya terluka...


"mas,"ucap Mikaila membuka matanya.


"iya sayang,mas disini."jawab Bram mencium kedua tangan Mikaila.


"bagaimana dengan Anak-anak?"tanya Mikaila.


"mereka baik-baik saja,"jawab Bram ,


"Gavin?"tanya Mikaila mengingat Gavin yang tadi tak sadarkan diri tadi.


"Gavin pasti akan segara bangun."ucap Bram kembali mencium kedua tangan istrinya.


Bram menggendong Kelvin dan Arya naik ke kasur bundanya.


"bunda ga apa-apa?"tanya Arya memegang perban di kepada bundanya.


"bunda baik-baik saja sayang, kakak ga apa-apa juga kan?"tanya Mikaila


"kami baik-baik saja bunda,"jawab Arya.


Mikaila mengusap sayang kedua anaknya...


"bundaaa,"teriak Gavin yang baru sadar.


Bram dan Anin langsung menghampiri nya.


"Gavin sayang,anak papa,"ucap Bram.


"papa sakit,"tangis Gavin.


"iya sayang,maafin papa ya ,ga bisa jaga Gavin dengan baik,"ucap Bram mengusap air mata anaknya.


Gavin menagis di dekapan sang papa,ia sangat ketakutan dan merasa perih pada lukanya.


Bram membalas pelukan anaknya,ia bisa merasakan rasa sakit pada keluarga tercintanya.


Terimakasih sudah membaca 💗🙏


Jangan lupa like nya ya🙏


Komentar membangun,,💗🙏

__ADS_1


__ADS_2