
Natali yang periang bertemu dengan Gavin yang juga periang, mereka langsung akrab. Selain sama-sama mampu memeriahkan suasana mereka juga sangat kompak dalam pelajaran.Gavin seakan menemukan pesaingnya dan seharian ini mereka terus bersama.
Semua murid perempuan berlarian,
"Mereka mau kemana?" tanya Natali pada Gavin,
"Entahlah," jawab Gavin ,
Gavin menghentikan salah satu dari mereka, "Kalian mau kemana?"tanya Gavin pada salah satu anak perempuan yang berlarian.
"Kak Arya mau tanding basket,"ucapnya kemudian lanjut berlari.
"Arya,,,!Siap Arya?"tanya Natali,
"Arya adalah ketos sekaligus kapten basket sekolah ini," ucap Gavin ikut berjalan menuju ke lapangan basket. Natali juga ikut berjalan di belakang Gavin.
"Kenapa semua berlari untuk melihatnya?" tanya Natali.
"Lihat aja nanti ,"jawab Gavin,"aku yakin pertandingan kak Arya berikutnya kamu juga akan berlari seperti mereka,"batin Gavin mengakui kepopuleran kakaknya itu.
Mereka sudah sampai di lapangan basket, lapangan basket sudah penuh dengan parah murid wanita.
Arya dan timnya sudah berada di tengah lapangan basket bersama dengan tim Sony.
Tidak terima dengan kekalahan yang terakhir Sony kembali menantang Arya, tentu iya sudah melatih kemampuannya beserta timnya.
"Kita buat pertandingan ini menjadi lebih seru," kata Sony .
"terserah kamu saja,"jawab Arya memainkan bola basket di tengahnya.
"Bagaimana kalau pemenangnya akan mendapat ciuman dari Anes,"ucap Sony menunjuk Anes yang berdiri di sudut lapangan.
"Anes sedikit tersentak saat namanya disebut dan mendapat teriakan tak rela dari semua murid yang ada di sana,mereka tak rela idola mereka di cium Anes,namun Anas mengacungkan jempolnya tanda setuju,ia juga senang karena ia yakin Arya yang akan mendapat ciumannya.
Penggemar Arya semakin meneriaki Anes.
Arya tak menjawab hanya tersenyum meremehkan yang ia berikan.
Arya mengangkat tangannya meminta dukungan membuat semua bersorak gembira.
Permainan dimulai,pertandingan berlangsung sengit,permainan Sony Arya akui memang jauh lebih baik dari terakhir mereka bermain.Namun tetap saja babak awal dimenangkan oleh tim Arya .
Natali tersenyum melihat kapten basket yang digemari di sekolahnya itu.
__ADS_1
"Pantas saja semua berlari,kalau kaptennya seperti ini sih,aku juga mau,"batin Natali mengagumi sosok Arya.
Natali menyaksikan pertandingan itu di pinggir lapangan bersama Gavin, sedangkan Kelvin melihat pertandingan itu dari lantai 2 sekolahnya Kelvin juga mengakui kalau kakaknya itu memang pantas untuk dikagumi.
Tak hanya di sekolah Kevin juga mengagumi kakak-kakaknya saat di rumah, ia menjadi sosok yang menjadi panutan nya selain Papanya.
Semua bersorak kegirangan saat memasuki babak kedua,permainan kembali berlangsung seimbang namun saat terakhir Arya dan timnya sengaja mengalah dan pertandingan tersebut di menangkan oleh tim Sony..
Tim Sony hanya unggul 1 poin dari tim Arya. Arya sengaja mengalah,membayangkan mendapat ciuman dari Anes membuatnya lebih memilih kalah di pertandingan kali ini.
Anes melongo saat melihat skor akhir pertandingan, tim Sony lah yang menang dan itu berarti ciumannya untuk Sony.
Anes melihat Sony yang mengedipkan mata kepadanya,mau tak mau Anes mendekati Sony yang berdiri di tengah lapangan dan memberi ciuman di pipinya ,setelah itu ia langsung berlari meninggalkan lapangan basket itu.
Suara teriakan mengiring kepergiannya,Gita berlari menyusul Anes.
"Sial ,"umpat Anes mencuci mulutnya di wastafel,"Arya,,, aku yakin dia pasti sengaja mengalah, apa segitu tidak sukanya dia sama aku,"Anes mengepal tangannya."Lihat saja nanti aku akan buktikan kalau aku memang pantas buat kamu,aku akan membuatmu mencintaiku," batin Anes menatap wajahnya di cermin.
Anes berasal dari keluarga yang sederajat dengan keluarga Wijaya, Ia juga anak tunggal membuatnya menjadi anak kesayangan kedua orang tuanya. Papa Anes adalah rekan bisnis turun temurun Wijaya grup.
Natali dan Gavin pergi ke kantin, mereka memesan cemilan dan jus.
" kak Arya tampan ya ,"ucap Natali tersenyum membayangkan senyuman Arya saat ia berhasil memasukkan bola basket.
Kelvin yang melihat Gavin duduk tak jauh dari tempatnya berdiri menghampiri nya dan bergabung bersama mereka.
Natali tersenyum saat kelvin melihatnya namun tak di balas oleh Kelvin.
"ih,, ganteng-ganteng serigala eh salah ganteng-ganteng sombong,, ganteng juga kak Arya,"batin Natali.
Mereka menghabiskan makanannya lalu kembali ke kelas.
,
,
Sementara di sekolahan lain, Raina mulai akrab dengan sesama teman wanitanya. Iya disambut hangat oleh mereka semua, khusus dua orang teman baru nya..
Mereka saling tukar nomor ponsel dan saling memfollow. Raina sudah mendapat 2 teman baru yaitu Dinda dan Fani.
Dinda juga memakai cadar sedangkan Fani hanya memakai jilbab biasa, sikap Fani tak jauh berbeda dari Natali, sangat periang dan blak-blakan.
Tak lama kemudian Danu menghampiri mereka ,"Assalamualaikum, Apa aku boleh gabung?" tanya Danu membawa beberapa botol air minum dan cemilan .
__ADS_1
"Waalaikumussalam,"ucap mereka serempak,"tentu saja boleh Kak," jawab Fani.
Danu memberikan mereka satu persatu botol air dan meletakkan cemilan di tengah-tengah.Kenalkan namaku Danu, aku ketua OSIS disini ,"ucap Danu memperkenalkan diri .
"Hai kak Danu, perkenalkan aku Fani ini Dinda dan Raina," ucap Fani memperkenalkan kedua temannya yang sedari tadi hanya diam .
"Senang berkenalan dangan kalian,"ucap Danu."Rina suara kamu sangat bagus," ucap Danu lagi memuji suara Reina.
"Terima kasih Kak," ucap Raina."Maaf ya kak, tadi aku nggak sengaja nabrak kakak,"sambung Raina.
"Enggak apa-apa kok,Kakak suka kok ditabrak sama kamu," canda Danu membuat Fani tertawa namun tidak dengan Rina dan Dinda mereka hanya saling lirik.
"Maaf ya Kak, teman-teman aku memang gitu orangnya. maklum,"ucap Fani.
" Aku ngerti kok ,"ucap Danu,"Aku ke kelas dulu ya semoga kalian suka sekolah di sini,"ucap Danu pamit .
"Iya Kak ,terima kasih minumannya ucapannya Fani pada Danu,
Danu berjalan namun ia menghentikan langkahnya,"Raina boleh minta nomor ponselnya," Danu menyodorkan ponselnya. Raina menatap Fani dan Dinda, keduanya mengangguk .
Raina pun mengambil ponsel Danu dan memberikan nomornya," Terima kasih ya ,"ucap Danu .
Danu memberi nama nomor Raina di kontaknya Raina gadis bercadar.
Sepulang sekolah Raina menjemput Natali di sekolahnya, ia menunggu di depan gerbang duduk di atas motor."Sorry ya Rain udah lama ya nunggunya ?"tanya Natali berlari menghampiri Raina.
Sejak kecil Natali memanggil Raina dengan sebutan Rain, karena Raina selalu melamun saat menatap hujan.
"Enggak kok Natali aku baru sampai.Kita langsung ke toko ?"tanya Raina.
"Iya, kita mau ke mana lagi ,kamu bawa pakaian ganti kan?" tanya Natali memastikan. "Bahwa dong,"jawab Raina.
Mereka pun melaju kan motornya ke toko bunga milik ibu kostnya.
Arya kembali memperhatikan gadis bercadar yang berbicara dengan anak dari sekolahannya itu, Ia baru menyadari jika mereka adalah orang yang sama yang hampir ditabrak Gavin .Arya kembali tak sengaja melihat tatapan Raina ,saat Raina melihat ke arah mobilnya.
Arya yang tadinya ingin pulang kembali mematikan mobilnya dan menatap gadis itu dari dalam mobil.
Entah mengapa ia mengingat seseorang namun ia tak tahu siapakah orang tersebut.
"siapa kau sebenarnya". batin Arya
πππππππππππ
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya pertamaku semoga menghibur ya jangan pernah bosan memberi like dan komennya πππmampir juga ya di karya keduaku judulnya My Papa My Boss,ditunggu ya kakak-kakak semua terimakasih ya sekali lagiππ Salam dariku author m anha, love you all