
Bram menelepon Ibu Dimas mengabarkan jika Dimas sedang sakit.
Pagi hari seseorang mengetuk pintu Apartemen Dimas, Dimas berjalan cepat menuju pintu, dalam pikirannya orang tersebut pasti Ayasa dan Syana,
"selamat pa..."perkataan Dimas menggantung saat melihat yang datang ternyata adalah ibunya.
"Selamat pagi, anak ibu... gimana keadaan kamu?"tanya ibu.
"Ibu kok bisa ada disini?"tanya Dimas.
"Emangnya kenapa.. ? kamu gak senang lihat ibu?" tanya ibu Dimas menatap tajam anaknya.
"Senang kok Bu ,"ucap Dimas menyusul ibunya yang sudah masuk lebih dulu.
"Kenapa kamu bisa begini sih..?" ibu memeriksa semua luka Dimas,"mana yang sakit nak?" tanya ibu.
"Dimas udah enggak sakit kok Bu!" ucap Dimas.
Dimas merasa kecewa tamunya bukankah Ayasa melainkan ibunya.
Tak lama kemudian datang Syana dan Ayasa dengan membawa buah dan bubur ayam, ibu yang melihat siapa tamu yang datang, langsung menghampirinya dan memeluk Syana.
"Aduh calon menantunya ibu..makin cantik aja," ucap Ibu Dimas memeluk Syana.
"Tapi ibu dia..."Dinas ingin menjelaskan kalau mereka sudah bukan sepasang kekasih lagi namun Ibu tak memberi kesempatan untuk Dimas berbicara.
Dimas dan Ayasa hanya duduk diam dan sesekali saling pandang,lama mereka mendengarkan ocehan ibu tentang keinginannya agar Dimas segera menikah tahun ini.
Ponsel Ayasa berdering, panggilan dari ibunya Arandita .
"iya Bu," jawab Ayasa mengangkat panggilan dari ibu.
"Sayang,ibu lagi sibuk di butik,kamu bisa nggak jemput adik kamu," ucap Arandita.
"Bisa kok Bu,nanti Ayasa yang jemput Gibran," ucap Ayasa.
"Tante kak Dimas, Ayasa pulang dulu ya, mau jemput ade di sekolah." ucap Ayasa pamit.
"Tante kalau gitu Syana juga ikut Ayasa pamit ya, ucap Syana.
"Nanti main lagi ya ke sini,"ucap Ibu Dimas kepada Syana dan Ayasa.
" Iya Bu ,"jawab mereka bersamaan.
Dimas hanya memandang Ayasa berjalan keluar dari Apartemennya.
"Bu, Ibu salah orang,"ucap Dimas kesal.
"Salah orang gimana?"tanya ibu.
"Yang hijab tadi itu calon menantu Ibu," ucap Dimas.
"Yang cantik itu? tanya ibu lagi.
"Udah ah Bu,aku mau beristirahat." Dimas berlalu ke kamarnya.
"Maksud kamu gimana sih Dimas, ibu tidak mengerti,"ucap Ibu mengikuti Dimas masuk ke kamar.
__ADS_1
"Aku dan Syana udah putus sekarang,Dimas serius dengan Ayasa gadis berjilbab tadi,Dimas benar-benar ingin menikahinya Bu,"Dimas duduk di kasurnya.
Ibu Dimas merasa senang mendengar ucapan anaknya.
Entah darimana Ibu mendapat alamat Ayasa, pagi hari Ibu bertamu ke kediaman Yoga dan kebetulan Ayasa yang membuka pintu untuknya.
"Ini kan Ibu Dimas,"batin Ayasa.
"Selamat pagi nak,saya ibunya Dimas,"ucap Ibu Dimas memperkenalkan diri.
"Iya Bu, silakan masuk ,"ucap Ayasa mempersilahkan Ibu Dimas masuk.
Ibu Dimas dipersilahkan duduk dan Ayasa menemui mamanya yang sedang sibuk di dapur.
"Mah... mah,di luar ada ibunya Dimas." ucap Ayasa.
"Ibunya Dimas..? untuk apa?"Tanya Arandita ibu Ayasa.
"Aku juga nggak tau Bu," ucap Ayasa ikut berjalan di belakang ibunya menuju ke ruang tamu.
Yoga yang baru turun juga ikut berjalan mengikuti mereka.
"Selamat pagi Bu, Pak," ucap Ibu Dimas .
"Iya Bu,selamat pagi Bu silakan duduk,"Aran mempersilahkan ibu Dimas duduk.
"Perkenalkan Bu, saya ibunya Dimas," ucap Ibu Dimas memperkenalkan diri kepada mereka,
"Iya Ibu,ada yang bisa kami bantu,?"ucap Arandita .
"Begini bu, maksud tujuan saya kesini untuk melamar anak ibu untuk anak saya,"Ucap Ibu Dimas langsung pada tujuan kedatangannya.
Ayasa hanya mengangguk,Aran kemudian menatap Yoga,Yoga hanya mengangkat bahunya.
"Permisi ya Bu, saya buat minum dulu." pamit Ayasa masuk kedalam.
Saat di dalam Ayasa langsung menelpon Syana menceritakan apa yang sedang terjadi di rumahnya,setelah mendapat telepon dari Ayasa Syana langsung menelpon Dimas.
Dimas tak tahu jika ibunya pergi ke rumah Ayasa,Dimas berpikir jika ibunya keluar membeli makanan untuk mereka.
"Apa ...,Ibu di rumah Ayasa?Tanya Dimas.
"Iya,Ibu kamu ada di rumah Ayasa, katanya mau ngelamar,sekarang aku mau ke sana ,Ayasa bingung harus berbuat apa,"Syana dari balik telfon.
"Ya sudah,aku juga pengen ke sana." ucap Dimas bergegas turun dari Apartemennya dan menuju rumah Ayasa.
Dimas dan Syana datang bersamaan,mereka sedikit berlari masuk kedalam rumah.
"Ibu..." ucap Dimas saat melihat ibunya,
"Ini Bu, anak saya Dimas."ucap Ibu Dimas berdiri menyambut kedatangan anaknya.
"Iya Bu, kami sudah kenal,"ucap Aran tersenyum kaku.
"Dimas sebenarnya ada apa ini ,"tanya Arandita.
Dimas duduk dan mulai berbicara ,
__ADS_1
"Maaf Bu, Pak atas kelancangan Ibu saya, saya benar-benar tidak tahu kalau beliau datang ke sini," ucap Dimas.
"Iya nggak apa-apa Dimas,tante ngerti tapi tanta masih bingung apa yang dimaksud dengan ibu kamu,? tanya Arandita .
Dimas menarik nafas dan mulai berbicara,
"Begini Bu,sebenarnya saya mencintai Ayasa,"ucap Dimas melihat Ayasa yang tertunduk mendengar ucapannya,"dan jika diperbolehkan saya ingin melamar Ayasa menjadi istri saya,"ucap Dimas memberanikan diri.
Yoga tersenyum melihat keberanian Dimas.
Arandita menatapi Yoga,"Mas bagaimana ini?" tanya Arandita.
"Datanglah lagi nanti malam," ucap Yoga." Kalau sudah tidak ada urusan saya permisi dulu ke kantor, hari ini ada meeting penting." Yoga berdiri dan berpamitan kepada semuanya.
Arandita dan Ayasa saling bertatapan seolah saling bertanya "Bagaimana ini,"
Dimas pamit dan langsung menarik ibunya keluar ,"Ibu apa apaan sih ,"ucap Dimas saat sudah di mobil "malu-malu in tahu Bu"ucap Dimas.
"Dimas,Ibu hanya ingin kamu segera menikah tidak bermain-main dengan banyak wanita lagi, usia kamu sudah cukup."ucap ibu tak merasa bersalah dengan tindakannya.
Sore hari keluarga Wijaya berkumpul di rumah Yoga,mereka membahas tentang lamaran Dimas .
Anindita sedikit terkejut mendengar Dimas melamar Ayasa.
"Tunggu bukannya Syana berpacaran dengan Dimas?" tanya nya pada semua yang ada di sana, setahunya yang berpacaran dengan Dimas adalah Syana bukan Ayasa.
Semua diam,tak tahu harus menjawab apa.
" kami udah putus Bu," ucap sana yang tiba-tiba datang dan duduk di tengah-tengah mereka.
"Putus bagaimana maksud kamu?" tanya mama-nya.
"Iya putus ,aku dan Dimas udah nggak pacaran lagi .Sekarang Kak Dimas dekatnya sama Ayasa dan aku udah jalan sama Reza."jelas sana panjang lebar.
"Aku setuju jika Ayasa menikah dengan Dimas,tapi bagaimana dengan keluarga El Barack ?"tanya ayah Bram.
"Kami sudah bicara dengannya keluarga mereka,dan mereka memaklumi dan menerima keputusan Ayasa...
Jadi keputusannya bagaimana," tanya ibu Bram .
"Aku terserah Mas Yoga saja,"ucap Arandita.
Ayasa hanya menunduk,sambil merangkul tangan Mikaila yang duduk sambil memangku baby Arsy.
"Papa tanya sama kamu, Apa kamu mau menikah dengan Dimas...? Yoga bertanya pada Ayasa,"Papa ingin jawaban dari hati kamu," tanya juga pada putrinya.
"Ayasa mau menikah dengan kak Dimas,Ayasa juga mencintai kak Dimas," ucap Ayasa pelan, tapi mereka semua bisa mendengar ucapannya...
"Baiklah keputusannya Malam ini kita akan menerima lamaran Dimas," ucap ayah Bram mengakhiri rapat keluarga mereka.
ππππππππππ
Terima kasih ya sudah tetap setia, ini sudah masuk bab-bab terakhir ya semoga kalian semua terhibur .
kakak-kakak mampir juga ya ke karya terbaruku judulnya My papa My boss.
Sambil nunggu season kedua dari Pilihan Ku,
__ADS_1
Salam dariku author m anhaπ.