Pilihan Ku

Pilihan Ku
Akikahan baby Arya sang Pewarisan.


__ADS_3

Abraham menyiapkan acara akikahan putra pertamanya secara besar-besaran,ia akan mengundang seluruh karyawan dan para kerabat dan koleganya.


Bram juga membooking pesawat khusus untuk mendatangkan keluarga besar Mikaila dari kampung.


Bram tak tanggung-tanggung dalam menyiapkan acaranya kali ini.


Ia tak lupa mengundang anak-anak panti asuhan dan juga menyiapkan acara di beberapa tempat lainnya di khususkan anak jalanan dan orang-orang yang kurang mampu,membagi-bagikan amplop kepada Meraka sebagai tanda rasa syukurnya.


Mikaila dengan antusias ikut menyiapkan acara tersebut.


Sehari sebelum acara,keluarga Mikaila sudah datang dari kampung,Meraka menginap di salah satu hotel milik keluarga Wijaya.


Acara akan di gelar di kediaman Abraham,di halaman belakang rumah mereka.


Acara yang dinantikan pun datang,


Mikaila tampil cantik dengan balutan gaun berwarna putih senada dengan warna hijab nya.


Mikaila melihat tampilannya di cermin.


"bunda cantik banget sih"ucap Bram memeluk pinggang istinya.


"makasih papa,"membalikkan badan dan memeluk erat tubuh suaminya.


"makasih ya sayang sudah memberikan kebahagiaan yang begitu besar kepada mas,tetaplah selalu mendampingi mas ya sayang,"


"mas justru aku yang seharusnya berterima kasih kepada mas,mas sudah memberikan banyak cinta kepada aku.Aku sangat bahagia Allah SWT mengirim kan aku jodoh pria tampan,kaya,baik,dan sangat mencintaiku seperti mas,dan"Mikaila tak meneruskan kata-katanya saat Bram membungkamnya dengan bibirnya,ciuman itu menjadi lebih menuntut,Bram melepas ciumannya dan menatap dalam mata istrinya dan kembali ******* bibir mungil Istrinya dengan penuh gairah.


Mereka merapikan kembali pakainya yang berantakan,Bram mengecup kening Mikaila sebelum turun menemui para undangan yang mulai berdatangan.


"mas tunggu di bawah ya sayang,"


"iya mas,"merapikan kembali baju Bram.


Semua keluarga besar Mikaila dan Bram mengenakan pakaian putih di padukan warna biru.


Sedangkan Bram, Mikaila dan baby Arya Wiguna mengenakan pakaian serba putih.


keluarga Mikaila di jemput dengan bis,mereka semua kerkagum-kagum saat memasuki kediaman Abraham Wijaya.


Mereka di suguhkan pemandangan yang mewah dan megah.


Jabbar yang melihat rombongan dari keluarga nya datang langsung menghampiri.


"lewat sini om Tante."ucap Jabbar mengarahkan mereka ke tempat yang sudah di sediakan bersama dengan keluarga Bram.


"ibu kamu mana?"


"ada di dalam Tante,nanti juga ke sini."


"rumahnya besar banget ya,Ade kamu tinggal di sini?"


"iya Tante,ini rumah Kaila."


"wah beruntungnya Ade kamu itu,dapat konglomerat "


Jabbar hanya tersenyum menanggapi ucapan dari saudara perempuan ayahnya itu.


"Abang ibu kamu mana?"tanya ibu ayu,


"ada di kamar Ade tadi,"


"ayo anterin Tante ke sana,"


"iya Tante,"jawab Jabbar.


Isabela yang dari tadi menempel pada Jabbar langsung menawarkan diri.

__ADS_1


"biar saya aja Tante yang antar,"ucap Isabela memasang senyum terbaiknya.


"Tante di temenin dia aja ya,Jabbar temenin yang lain di sini,"


"ya udah ayo,"


"kamu tinggal di sini,"tanya ibu ayu kepada Isabela.


"enggak Tante,tapi saya tau ko kamar Tante Mikaila."jawab Isabela


"kamu ?"


"saya ponakannya om Bram,anak dari saudara sulung om Bram."


"oww,"


Isabela mengantuk kamar Mikaila,dan Arabela yang membukanya.


"masuk Tante,"Arabela mempersilahkan mereka masuk.


"wah gantengnya cucuku,"ucap nya saat melihat baby Arya mengenakan baju kokoh putih.


"yang lain sudah ada di bawah mba?"Tanya ibu Mikaila.


"iya,ada Jabbar ko yang nyambut mereka."


Ayah Mikaila masuk


"ayo turun acaranya akan segara di mulai."


Semua turun kebawah.


Bram menghampiri Mikaila dan mempersilahkannya duduk di tempat yang sudah di sediakan dengan berlatarkan foto Baby Arya Wiguna Putra Wijaya.


Acara pun berlangsung dengan hikmat dan lancar,


"ini adalah cucu laki-laki pertama dari keluarga Wijaya dan akan menjadi pewaris keluarga Wijaya,ayah ingin memperkenalkannya kepada semua rekanya."


Semua keluarga besar Bram dan Mikaila sangat gemas melihat ketampanan keluarga baru mereka.


Baby Arya walaupun masi bayi namun ketampanannya sudah terpancar,perpaduan antara wajah Bram dan Mikaila yang sangat sempurna.


Acara pun selesai,Bram membawa keluarga kecilnya itu kembali ke kamar.


"istirahat dulu sayang,kamu pasti capek kan!.


"iya mas,pinggang aku cepek banget."


Bram menyimpan baby Arya di boxnya yang ada di kamar mereka ,bayi itu tertidur pulas seakan dia juga meresa lelah.


Mikaila mengganti bajunya,


"sini mas bantu,"ucap Bram membantu membuka pakaian istrinya.


"Arya dah tidur mas,"


"iya,kayanya dia juga lelah sayang,


sayang dada kamu menggiurkan banget sih,"ucap Bram mengusap dada istri nya di balik bra.


"mas ih,ga boleh dulu,mas harus nunggu sebulan lagi."


"kalau ini boleh lah sayang,"


"mas ih ini punya Arya,"


"dikit aja sayang,"

__ADS_1


Tamu undangan sudah pulang,kini tinggal keluarga besar Mikaila dan Bram.


Meraka membuat acara kecil-kecilan di halaman samping.


Meraka saling mengakrabkan diri.


Isabela dengan telaten membantu Jabbar menyuguhkan berbagai cemilan kepada semua keluarga.


"duh yang lagi caper,"ledek Arabela yang sedari tadi melihat ponakannya yang seumuran dengannya itu sibuk mendekati Jabbar dengan berbagai cara.


"usaha Tante,"bisik Isabela sambil mengedipkan matanya.


suasana penuh kehangatan antar kedua keluarga,walaupun mereka berbeda status perekonomian.keluarga Bram yang berasal dari keluarga para pengusaha sukses sedangkan keluarga Mikaila dari keluarga sederhana ada yang berprofesi sebagai petani,nelayan,dan beberapa pemilik toko kecil kecilan.kebanyakan menengah ke bawah, Namun mereka sama sekali tak menganggap itu sebagai perbedaan.


Mikaila dan baby Arya tidur dengan pulas,Bram turun ke bawah dan ikut bergabung dengan yang lainnya.


"istri kamu mana Bram,"tanya salah satu dari mereka.


"mereka lagi tidur Tante."


Bram duduk di dekat Arabela yang tengah asyik membagikan foto-foto di sosmed nya.


"mas perhatikan dari tadi isya nempel terus ke Jabbar."ucap Bram pelan


"iya dia lagi pedekate,"jawabnya tak kalah pelan.


"kamu sendiri dah punya pacar?"


"nih, ganteng kan"menyodorkan foto David.


"biasa aja."jawab Bram singkat.


"enak aja,"


"emangnya di kerja apa?"


"ga tau,aku baru kenal,belum Sampat nanya kerjaan."


"kamu harus pintar-pintar milih pasangan,jangan karena modal tampang aja,"sambil memasukkan brownis ke mulutnya.


"iya mas ku,"


Mikaila terbangun saat mendengar suara tangis anaknya.


"aduh sayangnya bunda kenapa,,lapar ya,mau ***** ya."


Mikaila menyusui bayi,


"aduh tampannya kamu nak, makasih sudah lahir dari rahim bunda sayang,"


baby Arya kembali tidur di pangkuan bundanya.


"sudah bangun sayang,"Bram masuk membawa makanan.


"tadi Arya nangis, lapar mungkin.Sakarang sudah tidur lagi."


"simpan di boxnya sayang,kamu juga harus makan,"


Mikaila menarik dadanya namun baby Arya kembali meminum ASI-nya ,seolah tak mau kehilangan miliknya,ia menghisap dan memegangi dada Kaila dengan kuat.


"kayanya dia Masi mau nyusu sayang,"mengusap pipi putranya yang kembang kempis saking kuatnya menghisap.


"ya udah mas siapin aja ya."


Mikaila makan dari tangan Bram dan Baby Arya makan dari dada Mikaila.


Makasih sudah membaca jangan lupa like nya ya.,

__ADS_1


__ADS_2