
Di dalam gedung,
Acara akan dimulai,semua fokus pada MC.Tak ada yang sadar jika Gavin sudah tak ada di sana bersama mereka.
Yoga mendapat telepon dari Alex dan langsung ke luar menemui Alex di parkiran.
Gavin mulai mengadukan ke pada papanya siapa saja yang melarangnya dan tak memberinya eskrim.
Ia bercerita dengan ekspresi wajah cemberut membuat Bram sangat gemes.
Dimas yang sudah selesai dengan perutnya melihat Bram yang mengobrol akrab dengan Gavin.
"wah sepertinya aku kalah cepat dengan Juna,,,aku ko ga kepikiran untuk mengambil hati anaknya dulu ya,,Juna memang licik,"gerutu Dimas menghampiri mereka.
"hai Gavin"sapa Dimas yang memang sudah mengenal Gavin.
"hai om,"jawab Gavin.
"curang Lho Juna bukannya deketin bundanya malah deketin anaknya,"ucap Dimas memukul lengan Bram dengan sedikit keras.
Yoga yang sedari tadi memperhatikan mereka langsung melotot melihat tingkah Dimas.
Alex akan melangkah namun di tahan oleh Yoga,
"Kita awasi saja dulu."ucap Yoga.
Gavin memeluk leher Bram dan menatap tak suka pada Dimas yang memukul lengan papanya.
"wah,wah,,lho beneran curang ini Juna,"ucap Dimas lagi.
Bram hanya menggeleng melihat ekspresi wajah Dimas.
"Papa Gavin mau eskrim,,"ucap Gavin.
"papa,"ucap Dimas tak terima.
"iya ini papanya Gavin,,"ucap Gavin semakin mempererat pelukannya.
"Biar papa Dimas ya yang ngambilin eskrim ya"ucap Dimas berjalan lebih dulu.
Bram menggendong Gavin ikut masuk.
Di dalam gedung,acara penyambutan para tamu sedang berlangsung,,,Ayah Bram kini ada di atas panggung memberikan beberapa kata sambutan dan ucapan terimakasih untuk para kolega bisnis nya....
Ayah meminta Mikaila naik ke atas panggung,,,,
Suara tepuk tangan mengiringi langkah Mikaila naik ke atas panggung menghampiri sang mertua yang berdiri di sana menyambut...
Ayah Mikaila merasa bangga ke pada anaknya.
Ibu Mikaila bahkan sudah meneteskan air mata melihat putrinya berdiri di atas panggung di saksikan oleh orang-orang hebat.
Bram berjalan memasuki gedung sambil menggendong Gavin,,, Dimas berjalan cepat saat sudah melihat stand eskrim.
ia tak ingin Arjuna mendahului nya memberikan eskrim kepada Gavin.
Bram berjalan ke arah Yoga dan Alex.
__ADS_1
Ia sama sekali tak mengenali mereka.
Yoga dan Alex memberi hormat pada atasan mereka,Bram yang sedikit bingung hanya mengangguk membalas mereka.
Gavin tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Yoga.
Yoga hanya tersenyum menanggapi ulah ponakannya itu.
Bram ingin ke stand eskrim dimana Dimas sudah berdiri di sana menunggu mereka dengan memegang eskrim dan mengangkat tangannya pada Gavin dan Bram.
"lewat sini pak,"ucap Alex mempersilahkan Bram masuk ke gedung tempat berlangsungnya acara.
Bram melihat Alex dan Yoga bergantian,ia bingung mengapa kedua orang yang terlihat elegan ini sangat menghormati nya,
Yoga mengangguk dan mempersilahkan Bram masuk.
Bram melihat Gavin.
"apa karena aku menggendong anak ini,"batin Bram.
Iapun mengikuti arahan Yoga dan Alex.
"hemmm mau kemana mereka,,,"ucap Dimas heran yang melihat Bram berjalan menuju tempat lain.
Bram berjalan masuk,diikuti oleh Yoga dan Alex di belakangnya.
Aura kepemimpinan melekat pada dirinya.
Di atas panggung.
"Terimakasih kasih sudah bekerja sama dengan perusahaan kami,,,maaf jika saya banyak kekurangan....ucap Mikaila panjang lebar.
"Terimakasih untuk,,,"ucapan Mikaila terhenti,,tubuhnya melemah, mikrofonnya terlepas dari tangannya,matanya berkaca-kaca memandang siapa yang baru saja masuk,,,
Semua melihat apa yang membuat Mikaila mematung.
Semua berdiri saat melihat sosok Abraham Wijaya sang Pemimpi perusahaan berdiri di sana.
Bram menghentikan langkahnya saat merasa dirinya menjadi pusat perhatian.
Semua terpaku melihat kehadiran Bram ditengah-tengah mereka.
Bayu merasa bangga pernah tinggal bersama seorang yang sangat di segani di kalangan para pebisnis.
Dimas yang menyusul Bram juga menghentikan langkahnya saat semua orang berdiri dan menatap ke arah mereka.
"bundaaaa papa pulang,"teriak Gavin memecah keheningan di ruangan tersebut.
Mikaila langsung berlari turun panggung, air matanya sudah mengalir di pipinya,,,ia terus berlari membiarkan air matanya menghalangi pandangan.
Yoga mengambil Gavin dari gendongan Bram.
Bram semakin bingung,,,mengapa sepertinya ibu bos terpaku melihat kehadirannya,,,apa karena perubahan penampilannya,,,berjuta pertanyaan hinggap di benak Bram.
Mikaila menghentikan langkahnya,,ia menatap wajah suaminya,,suami yang sangat di rindukannya.
Tangis Mikaila pecah saat memeluk Bram.
__ADS_1
Bram yang mendapat pelukakan tiba-tiba dari Mikaila semakin bingung,namun hatinya juga menginginkan pelukan itu,perlahan ia membalas pelukan Mikaila.
Mikaila semakin menangis,saat merasa Bram membalas pelukan nya.
Perasaan senang,haru bahagia bercampur menjadi satu.ia terus meluapkan kebahagiaannya dengan air mata.
Tanpa sadar Bram mengelus kepala Mikaila dan mempererat pelukannya.Bram bisa merasakan apa yang saat ini dirasakan wanita yang tengah memeluknya itu.
Semua yang hadir di sana ikut merasakan kebahagian dan kesedihan yang dirasakan oleh Mikaila..
Termasuk keluarga Bram dan Mikaila.
Semua tersenyum namun air mata mereka tak henti hentinya menetas.
"Papa"ucap Arya yang sudah ada di belakang bundanya.
Bram melepas pelukannya dan berjongkok menatap Arya.
Arya memegang bekas luka goresan peluru di kepada Bram air matanya juga menetes.
Bram menghapus air mata Arya.
"papa apa ini sakit,"tanya Arya dengan suara bergetar.
Bram menggeleng dan mencium tangan anaknya,,,Walau tak mengingat apapun,ia hanya mengikuti nalurinya.
Arya memeluk papanya sambil menagis,semua orang yang mendengar nya ikut menagis,,,tangis yang begitu memilukan.
Kelvin yang baru datang dengan mba Siti mendengar suara tangis kakaknya,,, tangan nya kotor habis makan eskrim jadi mba Siti membawanya ke kamar mandi untuk di bersihkan.
Ia mencari Sumbar suara dan melihat papanya ada di sana.
"papa"teriak Kelvin berlari dan ikut bergabung memeluk papanya.
Mikaila juga ikut memeluk mereka.
Dimas yang menyaksikan itu semua menjadi tak bertenaga,,,hancur lebur sudah hati dan perasaannya,,,cintanya kini hanya tinggal cerita,,,tak ada lagi kesempatan yang tersisa.
Eskrim yang di pegangnya jatuh ke lantai.
Dimas bahkan tak bisa menahan berat nya kap eskrim di tangan nya.
Gavin yang melihat eskrim nya kembali jauh menangis histeris,,,suaranya mengalahkan suara tangis bahagia bunda dan kedua kakaknya.
Semua perhatian beralih pada Gavin,,,,
"eskrim Gavin,,,"ucap Gavin menunjuk eskrim nya di lantai.
Yoga yang menggendong Gavin tersentak saat Gavin histeris.Dan menatap tajam pada Dimas.
"nanti di gantikan,,,papa eh om Dimas ambilkan lagi,,"ucap Dimas berlari menuju stand eskrim.
Gavin turun dari gendongan Yoga dan berlari mengejar Dimas.
Suasana haru menjadi meriah bahagia karena ulah Gavin dan Dimas.
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗🙏
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komennya 💗🙏👍...