
Kelvin yang mendengar percakapan Arya dan Yoga tak bisa tidur, ia terus saja memikirkan ucapan kakaknya itu.
Kelvin terus mendengar percakapan mereka hingga selesai, Kelvin sangat marah saat mengetahui jika Zaky adalah anak dari Papanya , itu berarti Papanya mempunyai hubungan dengan wanita lain selain bundanya .
Membayangkan bagian perasaan Bundanya saja sudah membuat nya gelisah.
"Apa bunda sudah tau tentang Zaky," lirih Kelvin memandang keluar jendela dari kamar hotel nya. Memandang kota Batam yang dipenuhi kerlap kerlip cahaya lampu.
"Kalau Papa memang mempunyai anak dari wanita lain, kenapa Papa selama ini merahasiakannya dari kami, apa Papa menghianati Bunda, apa Papa masih memiliki hubungan dengan nya hingga saat ini," Gumam Kelvin.
Iya tak bisa tidur, kelvin tak menyangka jika Papanya melakukan ini semua, Papa yang selama ini ia dibanggakan telah menghianati bundanya.
Pagi hari semua sarapan di restoran yang ada di hotel tersebut, keluarga Abraham mendapatkan perlakuan khusus dari petugas hotel.
"Bunda Arya ingin mengajak Raina untuk berjalan-jalan," ucap Arya berpamitan kepada semua keluarga dengan alasan ingin mengajak Raina mengelilingi kota Batam dan semuanya percaya namun tidak dengan Kelvin.
Setelah Arya pergi, Kelvin pun mengikutinya.
"Aku yakin mereka akan menemui anak yang bernama Zaky itu," batin kelvin terus melihat taksi yang di kendarai oleh Arya dan Raina.
Kelvin terus mengikuti mereka dengan motor, ia sudah menyiapkan motor dan beberapa hal lain yang ia butuhkan seperti jaket hoodie dan topi serta masker untuk menyembunyikan identitas nya.
Lokasi nya tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Arya dan Raina tiba di sebuah kafe. Kelvin sengaja memakai jaket hoodie dan topi serta masker tersebut agar Arya dan Raina tak mengenalinya.
Begitu Randy melihat mereka masuk, Randy langsung menyambut mereka.
"Selamat datang di Batam dan selamat datang di kafe kami," ucap Randy menjabat tangan Arya dan Raina, begitu juga dengan Zahra.
Zahra yang mengetahui jika Arya akan bertemu dengan Zaky hari ini Juga ikut menyambut kedatangan putra Abraham Wijaya itu.
Arya melihat hanya mereka berdua,
"Dimana Zaky,?" tanya Arya yang tak melihat Zaky bersama mereka
"Zaky sudah menunggu di sana ," ucap Randy menunjuk ke sebuah meja di sudut ruangan.
__ADS_1
Kelvin yang mendengar percakapan mereka langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Randy,
"Apa itu dia anaknya, anak Papa dari wanita lain.," batin kelvin.
Dia sangat geram saat melihat jika usia Zaky ternyata lebih mudah darinya dan diatas Arsy. Itu berarti Papanya memiliki hubungan gelap dengan wanita lain, yaitu Mama Zaky.
Kelvin melihat ke arah Zahra,
"Apa itu wanita yang membuat Papa menghianati Bunda," batin Kelvin mengepal tinju nya.
Randy dan Zahra mempersilakan Raina dan Arya untuk menghampiri Zaky.
Awalnya mereka duduk bersama sambil berbincang-bincang, kelvin bisa melihat raut tak suka Zaky memandang Kakak itu.
"Apa aku bisa bicara berdua dengan Zaky," ucap Arya pada mereka semua.
"Tentu saja, kami akan menunggu di meja lain," ucap Zahra.
Zahra, Randy dan Raina meninggalkan Arya dan Zaky berdua.
"Ada apa kau ingin bertemu denganku?" Tanya Zaky bersandar di sandaran kursi, terlihat tak senang pada Arya.
"Apa aku tak boleh menemui mu, Aku hanya ingin berbincang denganmu," jawab Arya.
"Kau tak usah basa-basi, katakan saja apa sebenarnya tujuanmu ingin menemui ku, kau langsung saja bicarakan padaku. Aku tak punya banyak waktu," ucap Zaky.
"Baiklah aku akan langsung pada intinya, aku hanya ingin kau menerima pemberian Papa," ucap Arya.
"Maksudmu Papamu?" tanya Zaky.
Arya sedikit tertawa mendengar apa yang diucapkan Zaky.
"Aku rasa kau juga sudah tahu jika Papa ku juga adalah Papamu," ucap Arya meminum minuman yang telah di siapkan oleh Randy.
"Ia kau benar, Papa mu adalah Papaku juga, Papa yang selama ini tidak pernah menjengukku, tidak pernah melihatku dan tidak pernah ingin tahu tentang diriku. Apa pria seperti itu pantas dipanggil sebagai Papa, ia hanya menebar benih dan tak mau mengakui nya,"ucap Zaky dengan nada sombong, meremehkan sosok Abraham Wijaya yang dibanggakan oleh kedua orang yang mendengarkannya.
Kelvin sangat marah mendengar Papanya dihina oleh anak itu, namun Ia tetap menahan diri. Ia ingin tahu Apa tujuan kakaknya menemui anak dari papahnya itu.
__ADS_1
"Baiklah terserah kamu saja, yang pasti aku tak akan mengganggu kehidupanmu. Papa..., maksudku Papaku sudah menyediakan mu sebuah perusahaan dan beberapa tabungan. Aku harap kau mau menerimanya, terserah kamu memakainya atau memberikannya kepada orang lain aku hanya tak ingin Papaku terbebani karena kau terus menolak pemberian nya," ucap Arya menyodor kan sebuah map ke hadapan Zaky.
Zaky tertawa,
"Aku tak butuh bantuan atau uang dari pria tak bertanggung jawab.", ucap Zaky mendorong kembali map itu ke hadapan Arya.
Arya menahan emosi, tujuan nya bertemu dengan Zaky untuk membujuknya mengambil apa yang papanya berikan.
"Sudahlah aku sudah bilang, aku tak membutuhkan harta kalian. Aku bisa hidup selama ini tanpa memakai uang Papamu itu sepeserpun," ucap Zaky menekankan kata Papamu.
Kelvin yang sudah tak tahan mendengar omongan Zaky langsung menghampiri mereka.
"Kalau kau tidak menginginkan nya tak usah, tapi jangan menghina Papa ku." ucap kelvin menggebrak meja dan menatap tajam pada Zaky.
"Aku tak menghina Papamu itu, memang itulah kenyataannya nya.," tentang Zaky.
"Bukk,"
Kelvin yang sedari tadi menahan emosi nya langsung memberikan Bogeman pada wajah Zaky.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
hai semua
Terima kasih ya sudah membaca
jangan lupa tinggalkan jejak kalian
dengan memberi
👉 Like, Vote dan komennya 🙏
Salam dariku
Author m anha ❤️
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1