Pilihan Ku

Pilihan Ku
Puncak.


__ADS_3

Humaira berjalan menghampiri Mikaila dan Bram.


siang pak Bram,sapa Maira.Bram hanya mengangguk.


"kamu ko ga ngajak aku sih,,"


"maaf tadi aku juga di ajak ibunya pak Bram,"


Bram memanggil pelayan restoran


"mau pesan apa" tanyanya pada Humaira,


"samain pesanan Kaila aja pak,"


Bram memesan sesuai yang di maksud Humaira.


"aku masih ada kerjaan ,aku duluan dulu ya,"


"iya pa ,makasih traktirannya".


"aku boleh pinjam ponsel kamu,"tanyanya pada Mikaila,".


Kaila memberikan ponselnya.bram mengetik nomornya dan menekan tombol panggil,ponselnya berdering.ia memberi nama kontaknya sendiri dengan nama my husband.


Bram pergi , kini tinggal mereka berdua.


"ko kamu bisa berduaan sama pak Bram sih kau,"


"kebetulan lewat katanya,"


selesai makan mereka kembali bekerja,,.


Bram sangat bahagia,ia menyimpan kontak Mikaila dengan nama my wife.


Ting 1 pesan masuk, Mikaila mengerutkan keningnya membaca nama yang tertera di layar ponselnya,my husband "selamat bekerja."


Melihat perubahan raut wajah Mikaila Maira bertanya,


"siapa kai,!?"


"my husband !!!"


"lho dah punya suami ,"sambil tertawa kecil.


Mikaila hanya mengangkat bahu dan menyimpan ponselnya kembali.


Malam harinya ia mendapat pesan kembali "lagi apa cantik".dari my husband.


Siapa sih,batin Mikaila dan kembali menyimpan ponselnya.beberapa hari ini ia terus mendapat pesan dari my husband namun Mikaila tetap tidak meresponnya.


Ponsel Mikaila berdering my husband call.


Mikaila hanya melihat dan menyimpannya kembali,karena menganggap itu hanya panggilan orang iseng.Namun ponselnya tak berhenti berdering dan mengganggu pelanggan yang sedang berbelanja di butik.


"ini siapa sih,jangan suka iseng ya ganggu tau ga sih,"omelnya.


"ini aku Bram!!!"


Mikaila menutup mulutnya terkejut siapa pemilik nama my husband.


refleks ia mematikan ponselnya.


ponselnya kembali berdering my husband call,Mikaila menarik nafas dan perlahan menghembuskan.


"halo assalamualaikum pak" jawab Mikaila hati-hati.


"waalaikumussalam,kamu pulangnya jam berapa?!"


"jam 4 sore pak,"


"nanti aku jemput ya,"


"ga ga ga usah pa,"jawabnya terbata-bata,

__ADS_1


Bram mematikan ponselnya,tak ingin mendengar penolakan.


Mikaila panik,gimana ini tanyanya pada diri sendiri.


"ada apa sih kai"


"Maira,pak Bram mau anterin aku pulang,gimana ini,"masih panik.


"ya kamu pulang sama dia aja, susah amat sih,"


" ihhh kamu tu ya,ngapain juga aku pulang sama dia."


"kei kayanya pak Bram suka deh sama kamu,dia itu ngeliatin Kamu terus tau,"


"masa sih,ga mungkin ahh,"


"kenapa ga mungkin? kamu tuh cantik sayang Randy aja suka sama kamu.lagian ya dia tu duren,tajir lagi.jadi kalau dia nembak kamu terima aja jangan di tolak lagi enter aku sembur lagi mau,"ledek Humaira,


"ga lucu tau,"


Tinggal beberapa bulan di kota A mereka sudah mulai mengenal daerah sekitaran mereka.pulang pergi tidak ikut Zahra lagi,karena Zahra semakin sibuk.


Sore hari saat mereka akan pulang,


tiiitiiit,klakson mobil Bram mengagetkan mereka,


"tu jemputan lho,"


Mikaila hanya mematung melihat mobil Bram.


"tiiitiii "Bram kembali menekan klakson mobil nya saat melihat Mikaila tak bergerak.


*sana pergi ,ingat kalau ditembak terima ya,"


"apaan sih,aku pergi dulu ya,,,"


"hati-hati ya,"


"hemm ,,dah."


Merasa jalur yang dilalui berbeda


"kita mau kemana pak ,"tanya Mikaila.


"jangan panggil pak panggil Bram aja"


"aku ga enak manggil nama,"


"kalau gitu panggil mas aja,bisa kan?!!"


"iya pak,eh maksud aku mas,"


Bram tersenyum mendengar panggilan itu dari mulut Mikaila.


"kita jalan-jalan dulu ya?"


"kemana?!!"


"gimana kalau kita nonton aja?!!


"terserah mas aja."


Kaila mengirim pesan kepada Humaira kalau dia akan pulang terlambat.


Mereka menghabiskan waktu dengan sangat bahagia tak terkecuali dengan Bram sudah cukup lama ia tidak menghabiskan waktu dengan wanita.


Ibu berencana mengajak Mikaila ke vila nya di puncak.


"Aran kamu dekat dengan Zahra,"tanya ibu


"lumayan,emang kenapa Bu,"


"kamu ajak dia kepuncak Minggu ini,kita kumpul keluarganya di sana aja,"

__ADS_1


"boleh tu Bu,kalau kita ajak Zahra pasti Mikaila juga ikut.yaudah nanti Aran telfon Zahra",


Mereka mengatur rencana mendekatkan Bram dengan Mikaila di puncak nanti.


Aran menelfon Zahra mengajaknya berlibur ke vila keluarganya,tentu saja ia setuju.


"aku harus mendekati Bram ,"batin Zahra.


Hari Sabtu sesuai rencana mereka semua pergi ke puncak,Mikaila ,Humaira dan Zahra ke puncak dengan mobil Bram, Zahra duduk di depan dan terus mencari perhatian.


"pak Bram apa tempatnya masih jauh?"tanya Sahara basa-basi.


"udah dekat ko,"


"Anda suka liburan ke sini,"


"ga juga,kalau lagi ada waktu aja."


Zahra terus mengajak Bram mengobrol sedangkan Mikaila dan Humaira sudah tertidur pulas di bagian belakang.sesekali Bram melihat Mikaila dari kaca spionnya..


mereka sudah sampai di vila,Mikaila terbangun merasakan mobil berhenti dan suara pintu mobil tertutup.begitu sampai Zahra langsung turun dari mobil ia sangat takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini,vila yang sangat besar layaknya sebuah istana.


"sudah sampai mas?!!"


"tanya Mikaila,"


"hemm,gimana tidurnya nyenyak.!!!"


Mikaila tersenyum dan menggaruk garuk pipinya.


Bram turun dari mobil dan membuka pintu untuk Mikaila,sebelum turun Mikaila membangunkan Humaira.


Bram mengeluarkan tas-tas mereka, pekerja di vila datang menyambut mereka,rencananya mereka adakan di vila selama 3 hari.


"mang siapkan 3 kamar lagi,"


"2 kamar aja mas,aku tidur nya bareng Maira aja,"Humaira mengangguk.


"ya udah 2 aja mang,"


Zahra merasa aneh dengan kedekatan Bram dan Mikaila,serta sebutan mas yang Mikaila tujukan kepada Bram.


"mari saya antar ke kamar non,kata mang Kasman penjaga kebun vila itu,suami dari mba Sumi yang bertugas mengurus vila itu.


mereka mengikuti mang Kasman ke kamar masing-masing sedangkan Bram ke kamar nya sendiri.karna perjalanan yang cukup jauh membuatnya lelah.


Mikaila dan Humaira sangat senang mereka mendapatkan kamar yang sangat luas dengan fasilitas hotel bintang 5.


Sementara keluarga yang lain Masih di perjalanan.


"kai pak Bram kaya banget ya,vila nya aja kaya istana gini,"


"iya,kamu tau ga rumahnya lebih besar dari ini,"


"emang kamu pernah ke rumahnya,"


"hemm ,,waktu itu aku nganterin pesanan,"


"kai kalau kamu jadi nyonya Bram ,hammm kamu pasti ikutan kaya,tinggal tunjuk aja maka akan ada,"godanya pada Mikaila.


"ga mungkinlah mas Bram suka sama aku,aku mah apa atuh cuma gadis miskin.ijasah aku aja cuma SMA.memasanh wajah yang di buat sesedih mungkin.


Humairah melempar bantal ke Kaila.


"emang kalau mau nikah harus pake ijasah?!!!"


"ihh kamu tu ya,,,"


Mereka saling kejar-kejaran di kamar yang sangat luas itu .


bersambung ☺️☺️☺️


jangan lupa like and votenya ya, makasih 🙏👍😘

__ADS_1


.


__ADS_2