
Saat jam istirahat Natali berjalan menuju kantin sekolah, namun tiba-tiba seseorang menarik dan menyekap mulut nya.
Natali berontak tapi kekuatannya tidak sebanding dengan dua orang yang memegang dan menyeretnya.
Natali dibawa ke sebuah gudang, Natali terkejut saat melihat Anes dan teman-temannya sudah ada di gudang itu menunggu dirinya.
Gudang itu jarang dikunjungi orang, Anes benar-benar memastikan jika kali ini tak akan ada yang akan menolong Natali dari cengkraman nya.
Begitu Natali sampai di gudang, semua bertepuk tangan,
"Lihat, inilah bintang panggung kita," ucap Anes menyambut kedatangan Natali.
Kedua orang tersebut langsung melempar Natali ke depan Anes, Natali jatuh tersungkur ke lantai.
Natali mundur saat Anes berjalan mendekat padanya,
"Anes Kamu mau ngapain ?" tanya Natali mulai ketakutan.
"Aku hanya ingin memberikanmu ucapan selamat atas penampilan terbaikmu kemarin,"ucap Anes.
Anes langsung menarik hijab Natali hingga membuat rambut Natali terurai,
"Anes," pekik Natali tak terima Anes membuka hijabnya.
Anes langsung menarik rambut Natali, mau tak mau Natali berdiri mengikuti tarikan rambutnya,
"Anes lepasin, sakit ," ucap Natali memukul-mukul tangan Anes, ia merasa sakit di kepalanya.
"Plak," satu tamparan mendarat di pipi Natali, Natali memegang pipinya yang terasa panas.
Anes kembali mencengkram dagu Natali, "Dengar ya anak baru, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mendekati Arya, Arya Itu milikku hanya milikku, tapi sepertinya peringatan ku itu tak kau indahkan," bentak Anes mendorong Natali hingga tubuhnya menabrak tembok.
"Plak," satu tamparan lagi diberikan Anes pada Natali, kali ini Anes mencengkram kerah baju Natali.
"Sepertinya ucapan saja tidak cukup untuk mu, aku ingin tahu sebesar apa nyali gadis kecil sepertimu," bisik Anes.
Anes mendudukkan Natali di sebuah kursi, kedua tangannya diikat,
"Anes lepasin, Kamu mau ngapain?!" berontak Natali menangis ketakutan.
"Aku hanya ingin bermain-main sebentar dengan mu," ucap Anes mengambil tongkat dari salah satu temannya,
"Maaf ya, kemarin aku tidak sempat memberimu ucapan selamat. Anggap saja ini ucapan selamat dariku," ucap Anes memukul kaca di samping Natali, Natali menjerit ketakutan.
"Aku ingin tahu mengapa Arya terus aja mendekatimu, Apa yang kau lakukan ha...?!" bentak Anes, menunjuk dagu Natali dengan tongkat baseball. Membuat Natali mendongak menatap mata Anes yang menatapnya tajam, terlihat begitu menakutkan.
"Aku tak berbuat apa-apa, aku benar-benar tak berbuat apa-apa," ucap Natali semakin ketakutan, kedua pipinya terasa panas karena tamparan Anes tadi.
"Bagaimana kalau aku merusak wajah cantikmu ini, apakah Arya masih mau mendekatimu ," Anes tertawa begitu juga dengan teman-teman yang lainnya.
"Jangan-jangan, lepaskan aku," ucap Natali memohon dengan berurai air mata.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah memperingatkan untuk tidak mendekati Arya, lalu kenapa kau masih saja mendekatinya. Bahkan kau mendekati keluarganya, Kau terlalu berani Natali. Sepertinya kita harus berkenalan terlebih dahulu agar kau tahu siapa sebenarnya aku," ucap Anas tersenyum licik pada Natali yang terus menangis.
"Apa sih kelebihan dari mu, cantik nggak. Kaya juga enggak, aku heran mengapa Arya sepertinya terus mendatangimu," sinis Anes.
"Anes kamu salah paham, kak Arya mendatangiku bukan karena menyukaiku, dia mendatangiku karena ingin bertanya masalah Raina, ya Raina temanku," ucap Natali.
"Raina ?! Siapa Raina,? tanya Anes.
"Raina adalah teman masa kecil kak Arya, selama ini kak Arya menemui ku hanya ingin bertanya masalah Raina, kak arya hanya ingin memastikan apakah Raina temanku adalah teman masa kecilnya," Natali mengangguk saat Anes menatap selidiki padanya, "Anas kamu salah paham dengan ku," lanjut Natali.
"Benarkah, jangan coba membohongiku hanya ingin terbebas dari ku," tegas Anes.
"Tidak, aku tidak berbohong. Kak arya benar-benar mencari Raina bukan mendekatiku," ucap Natali.
"Benar kah ?!"
Natali kemudian menceritakan semua yang ia ketahui mengenai Arya dan Raina, bagaimana mereka saat kecil dan bagaimana cara mereka berpisah.
"Sepertinya aku memang pernah mendengar cerita itu, jadi Arya mendekatimu hanya ingin bertanya mengenai Raina,,?" tanya Anas.
"Iya benar, dia hanya ingin memastikan jika itu adalah Raina nya, aku mohon lepaskan aku. Aku tidak tahu apa-apa, Anes aku janji aku tidak akan mendekati kak Arya lagi, aku mohon," Natali memohon, ia benar-benar merasa ketakutan.
"Di mana Raina sekarang?" tanya Anes garam.
Natali tak menjawab,
"Kalau kau menjawab pertanyaanku aku akan melepaskan mu, dan tidak akan mengganggumu lagi. Namun jika kau tak menjawabnya aku tak yakin kau bisa keluar dari tempat ini," tegas Anes.
Natali kemudian memberitahukan di mana sekolah Raina. Natali juga memperlihatkan foto Raina di ponselnya.
Natali mengambil hijab dan memakainya kembali secara asal kemudian berlari keluar dari gedung itu.
Kelvin melihat penampilan Natali yang berlari dari gudang, sebelumnya ia juga melihat Anes keluar dari sana dan terlihat sangat marah.
"Kenapa dengan Natali, apa Anes kembali mengerjainya," gumam Kelvin.
****
Sepulang sekolah Arya bergegas menuju ke sekolahan Raina, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan teman masa kecilnya itu.
Raina menunggu di depan gerbang sekolahnya, sesekali Raina melihat jam di ponselnya dan melihat ke jalan berharap bisa melihat mobil Arya, Raina memegang jantungnya yang berdetak begitu kencang, pipinya sampai merah karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan Arya .
Arya bisa melihat Raina dari kejauhan. Namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang singgah dan menarik Raina masuk ke dalam mobil tersebut,
Arya yang melihat hal itu langsung menancap gas nya mengikuti mobil yang membawa Raina.
Saling kejar-kejaran pun terjadi, Namun sepertinya orang itu sudah merencanakan semuanya. Beberapa teman mobil tersebut berusaha menghalangi mobil Arya sehingga Arya kehilangan jejak mobil yang membawa Raina.
Arya yang sudah tak melihat mobil itu dengan cepat menelpon Papanya,
"Halo Pah, sepertinya ada seseorang yang menculik Raina," ucap Arya panik.
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Bram dari balik telepon.
"Iya Pah, tadi aku ke sekolah untuk menjemputnya, namun Raina dibawa sebuah mobil," ucap Arya kemudian menyebutkan ciri-ciri dan plat nomor mobil tersebut.
"Baik lah terus cari di sekitaran sana," ucap Bram.
Bram kemudian menelepon Alex dan meminta mencari mobil tersebut.
Alex langsung menerjunkan anak buahnya dan melacak plat mobil tersebut.
Arya terus mencari mobil itu, namun ia tak menemukannya.
Bram menghampiri Arya,
"Bagaimana bisa Raina di culik?" tanya Bram.
"Enggak tau pah, tadi aku janjian di depan sekolah namun sebelum aku sampai sepertinya ada seseorang yang yang menculiknya. Aku sudah mencoba mengejarnya Namun sepertinya ini sudah direncanakan," ucap Arya panik.
"Tenanglah kita akan menemukannya, Alex sudah menurunkan semua anak buahnya," ucap Bram memenangkan putranya.
Bram dan Arya tak tinggal diam, mereka ikut mencari Raina.
Hingga malam hari Bram dan Arya tak menemukan mobil tersebut, Mereka pun pulang kerumah.
Mikaila sangat khawatir mendengar berita penculikan Raina.
"Mengapa sangat sulit bertemu dengan anak itu, mengapa ada saja bahaya yang mendekatinya," ucap Mikaila.
"Apa ini ada hubungannya dengan Anes," ucap Kelvin.
"Anes?" tanya Arya .
"Iya sepertinya saat jam istirahat Anes menyekap Natali di gudang sekolah," ucap Kelvin.
πππππππππππππππ
Hayyyy semua Kakak Kakak terima kasih sudah membaca, mohon dukungannya ya dengan memberikan
π Like π
π Vote π
πKomenπ
π favorit kan π
Semua itu sungguh sangat berarti buat kami para author,,agar lebih semangat dan termotivasi untuk membuat karya menjadi lebih baik lagi.
ππππππππππβ€οΈ
Mampir ke karya terbaruku,"My Papa My Boss,"
__ADS_1
Ditunggu ya ππ
Salam dari ku Author m anha β€οΈ