
Pagi hari kediaman Abraham Wijaya dihebohkan dengan adanya kiriman paket.
Kelvin yang mendengar adanya paket langsung berlari ke bawah dan membuka paket tersebut dan benar saja paket itu berisi mainan video game baru yang dijanjikan oleh papanya.
"Bunda hari ini aku nggak ke sekolah dulu ya,"ucap kelvin memohon.
"kamu nggak mau ke sekolah karena game ini ,"tanya Mikaila.
"enggak kok bunda aku lagi sakit perut"jawab Kelvin memegangi perutnya...
"Mau Bunda bawa ke dokter,"ucap Mikaila mengusap rambut Kelvin.
"nggak usah Bunda, udah sembuh, aku mau ke sekolah aja ,"jawab Kelvin yang takut mendengar kata dokter.
Kelvin dengan malas naik ke kamar dan bersiap-siap berangkat ke sekolah.
"Mas ko anak-anak dibeliin video game?nanti mereka malas belajar," ucap Mikaila protes.
"Sesekali nggak apalah sayang mereka bermain video game ,"jawab Bram.
Seperti biasa sebelum berangkat ke kantor Bram mengantar anak-anak ke sekolah.
,
,
Di kantor El Barack menemui Yoga di ruangannya.
"Silahkan masuk pak El" ucap Yoga mempersilahkan El Barack masuk.
"Terima kasih Pak Yoga," ucap El Barack duduk di kursi yang dipersilahkan.
Awalnya mereka membahas masalah bisnis,Dimas juga ada duduk di sana bersama mereka.
Setelah pembahasan masalah pekerjaan selesai El Barack membahas masalah pribadi.
"Begini Pak Yoga ,saya dan Ayasa kebetulan kuliah di kampus yang sama,"ucap El Barack.
"maksud Anda," tanya Yoga tak mengerti apa maksud El Barack,
"saya tertarik dengan anak anda dan saya ingin menjalin hubungan yang serius dengannya," El Barack lagi.
Dimas yang sibuk dengan pekerjaannya saat mendengar nama Ayasa disebut langsung melihat ke arah El Barack.
Begitu juga dengan yoga yang terkejut mendengar apa yang aku ucapkan El Barack.
"saya sangat kagum dengan anak Anda dan saya sangat tertarik kepadanya namun saya sangat menghormati Anda, jadi sebelum mendekatinya saya ingin izin dari anda terlebih dahulu..."ucap El Barack dengan sopan.
Dimas yang tidak suka dengan percakapan itu memilih untuk keluar dari ruangan Yoga.
"Saya mengerti maksud anda tapi saya belum mengizinkan Ayasa sampai saat ini untuk berpacaran atau menjalin hubungan dengan pria,saya ingin Ia lebih fokus dengan kuliahnya dulu. Maaf sekali lagi, saya sangat menghormati sikap Anda," ucap Yoga.
"Saya mengerti Pak, saya akan menunggu hingga iya selesai kuliah," ucap El Barack berdiri menjabat tangan Yoga.
"Maaf Pak untuk hal yang satu ini saya tidak bisa menjanjikan apa-apa, semua keputusan tergantung dari Anak saya."ucap Yoga.
__ADS_1
El Barack pun meninggalkan kantor Wijaya group.
Yoga merasa bangga dengan sikap El Barack.
Di ruangan Dimas,
Dimas terus mondar-mandir, iya bingung dengan sikap dan perasaannya sendiri.
"ada apa denganku mengapa aku tak suka mendengar El Barack menyebut nama Ayasa,"gumam Dimas.
,
,
Waktu terus berlalu,, sesekali El Barack memberikan perhatian kepada Ayas sebagai taman, dan mereka semakin akrab....
Sementara Dimas masih terus menata hatinya untuk melupakan Ayasa dan menerima Syana.
Kediaman Abraham Wijaya.
Usia kandungan Mikaila sudah memasuki usia 7 bulan, semua bersiap-siap akan ke klinik Anindita.
Sudah beberapa kali Mikaila melakukan USG namun mereka belum tahu jenis kelamin bayi tersebut...
Mereka selalu menyembunyikan jenis kelaminnya saat dilakukan USG,seolah malu pada Papa bundanya.
"mudah-mudahan saja kali ini kita bisa tahu jenis kelaminnya,"ucap Mikaila semangat.
"emangnya kenapa sih sayang, laki-laki atau perempuan bagi Mas sama aja" ucap Bram.
"beli aja yang banyak untuk perempuan dan laki-laki,"ucap Bram.
"itu namanya pemborosan Mas,"jawab Mikaila...
Mereka sampai di rumah sakit dan langsung menghampiri ruangan Anindita yang sudah menunggunya .
Bram dan ketiga anaknya berdiri di samping Mikaila yang sedang berbaring.
Anindita tersenyum , USG kali ini para ponakannya memperlihatkan jenis kelaminnya dengan sangat jelas.
"Selamat ya keduanya perempuan" ucap Anindita.
Mikaila sangat senang mendengar ucapan kakak iparnya, Ia memang sangat menginginkan bayi perempuan hadir di keluarga mereka...
Bram mengusap perut Mikaila, dia juga merasa senang dengan kehadiran putri-putrinya..
,
,
Keesokan harinya Mikaila mengajak Bram dan anak-anaknya untuk berbelanja kebutuhan calon keluarga baru mereka.
Dengan semangat anak-anak memilih baju, sepatu dan beberapa keperluan lainnya dan semuanya berwarna pink sesuai keinginan Mikaila..
"Mas ini bagus nggak ?"tanya Mikaila menunjukkan dua pasang sepatu.
__ADS_1
"dua-duanya bagus," jawab Bram.
"pilih satu dong Mas"ucap Mikaila masih menunjukkannya sepatu bayi itu...
"yang ini kayaknya bagus," tunjuk Bram pada salah satu sepatu tersebut.
"masa sih mas ,Tapi kayaknya ini lebih bagus deh," ucap mikayla menaruh kembali sepatu yang dipilih Bram ke rak sepatu...
Bram hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah istrinya yang menanyakan namun tak memilih pilihannya.
Bram hanya melihat Mikaila dan anak-anak memilih keperluan bayi...
Tiba-tiba matanya tertuju pada boneka beruang berwarna pink.
"boneka beruang dimana Aku pernah melihatnya," gumam Bram terus menatap boneka tersebut iya seperti mengingat sesuatu dan mencoba mengingatnya.
"Raina,"ucap Bram saat ingatannya tertuju pada boneka anak kecil yang tertinggal di taksinya waktu itu.
"sayang aku keluar dulu ya,, kalian terus aja milih-milih nya."ucap Bram keluar dari toko khusus keperluan bayi.
Bram keluar dan menelepon Alex, ia meminta Alex mendatangi sebuah pesantren dan mencari tahu keberadaan Raina di sana.
Setelah membeli beberapa keperluan bayi Mereka pun pulang Mikaila juga membeli beberapa keperluan bayi laki-laki untuk bayi Isabela.. kandungan Isabela lebih tua sebulan dibanding dirinya.
Malam hari Arya dan Kelvin terus bermain game bahkan mereka melewatkan makan malam.
Mikaila menghampiri mereka dengan membawa sepiring makanan..
"Bunda nggak ngelarang kalian bermain game tapi harus tetap makan dan belajar," ucap Mikaila menyuapi anak-anaknya yang masih bermain game..
"iya Bunda kali ini aja"ucap Arya masih fokus pada permainan nya .
Gavin hanya melihat kakak-kakaknya bermain.
Mikaila menghampiri Bram yang masih sibuk di ruang kerjanya.
"Mas coba lihat anak-anak mereka bermain game sampai lupa untuk makan malam,"ucap Mikaila.
"iya nanti mas tegur mereka"ucapkan menghentikan pekerjaannya.
"Mas aku ngantuk aku tidur dulu ya,Mas jagain anak-anak jangan terlalu larut malam main gamenya,"ucap Mikaila.
"Iya," jawab Bram mengantar Mikaila ke tempat tidur.
Bram mengusap perut Mikaila hingga Mikaila tertidur pulas.
"Papa sayang kalian jangan buat bunda kesakitan ya saat melahirkan kalian,"ucap Bram mencium perut Mikaila.
Bram menghampiri anak-anaknya di kamar yang sedang asyik bermain video game, bukannya melarang Bram justru ikut bermain bersama mereka hingga larut malam....
🙏🙏🙏💗🙏🙏🙏
Terimakasih sudah membaca karya pertamaku,,
Semoga menghibur, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya 💖💖💖
__ADS_1