Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Rumah Besar.


__ADS_3

Semua sudah berkumpul di rumah besar, kecuali Dimas dan Ayasa, mereka belum datang.


"Aran, kenapa Ayasa belum datang ?" tanya Anindita pada adiknya.


"Kayaknya Dimas belum datang deh dari luar kota," jawab Aran mama Ayasa.


"Sepertinya kali ini mereka tidak bisa kumpul bersama kita lagi," ucapkan Aran.


Arsy tersenyum mendengar ucapan tantenya itu, dia sangat tidak suka dengan Dias yang selalu merayunya, bahkan di sekolah dia terang-terangan terus mengikutinya dan mengatakan kepada teman-temannya kalau Arsy adalah kekasihnya. Membuat Arsy semakin tak suka dengan Dias, walau Dias masih adik kelas Arsy namun Dias terus berada dikelas Arsy.


Arsy sering mengadu kepada Papanya jika ia tak suka dengan kelakuan Dias yang sering mengikutinya, Bram hanya tertawa setiap mendengar curhatan anak yaitu.


Kelvin memilih bermain di teras rumah bersama Gibran, mereka bermain game online di ponselnya.


Queen yang Sejak pagi mencari Kelvin sangat senang saat melihatnya ada bersama Gibran.


Ia pun langsung ikut bergabung dengan mereka, awalnya Queen hanya duduk di samping Kelvin, melihat permainan mereka namun lama-kelamaan Queen menyandarkan kepalanya di bahu Kelvin membuat Kelvin risih,


"Bisa nggak sih kamu jauh dikit!" protes Kelvin.


"Kenapa sih kalo aku dekat-dekat kakak, aku udah mandi kok, udah wangi," jawab Queen.


"Kakak nggak bilang kamu bau, kakak cuman nggak suka kamu dekat-dekat terus, gerah tahu," ucap Kelvin.


"Kok gerah sih, dingin gini ," kekeh Queen tak mau mengalah, Ia terus saja menempel pada Kelvin.


Kelvin berpindah duduk namun Queen tetap ikut berpindah, Gibran hanya melirik dan menahan tawanya lihat kelakuan mereka.


"Queen bisa enggak sih kau jangan ikut-ikut Kakak," bentak Kelvin.


Queen hanya diam, ia sudah terbiasa di bentak oleh Kelvin.


Kevin kembali fokus pada permainan nya, namun Queen lagi-lagi menghampirinya .


Kelvin yang geram langsung mengangkat Queen dan meletakkan adik sepupunya itu di dekat maminya.


"Ada apa sih Kelvin ?!" tegur Arabella mami Queen.


"Ini mah kak kelvin, masa aku dekat-dekat aja nggak boleh," lapor Queen.


"Bukan dekat-dekat , dia nempel terus Tante" jawab Kelvin.


"Biarin aja lah, dia kan adik kamu ," ucap Arabella membela anaknya.


Queen mengangguk mengiyakan ucapan maminya.


"Aku kan gerah tante di nempel terus," keluh Kelvin memilih duduk di samping bundanya.


Mikaila mengusap rambut Kelvin yang bersandar di dekatnya.


"Anak tante ini cantik, ngapain kamu merasa gerah. kamu tuh harusnya senang." ucap Arabella.

__ADS_1


"Cantik dari mana coba," gumam Kelvin.


Gavin berusaha menahan tawanya, sejak dulu Kelvin memang tak pernah akur dengan Tante dan adik sepupunya itu.


"Ya cantik dari turunan tante lah," ucap Arabella tak mau kalah.


"Udah lah, cantikan juga Raina," celetuk Arya yang membuat Raina menjadi salah tingkah.


"Ih mana ada kak, cantik kan juga Arsy, " ucap Arsy tak mau kalah dari mereka.


"Udah, semuanya jelek . Cantikan nenek," ucap ibu mencari suasana.


Tak lama kemudian Dimas datang bersama keluarga kecilnya, Arsy yang melihat Dias datang langsung melompat ke pangkuan Arya.


"Kamu kenapa ?" tanya Raina yang duduk di dekat Arya.


"Itu Kak, Dias si jelek datang, Arsy enggak suka sama dia," ucap Arsy pada Raina.


Kelvin kembali asik dengan ponselnya, lagi-lagi Queen datang mendekat.


"Kelvin yang sudah tidak tahan menggigit tangan Queen yang merangkul lengannya.


"Aww sakit kak," pekik Queen.


"Jauh dikit Queen," bentak Kelvin menatap tajam Queen.


Queen yang tak terima dibentak dan digigit balas menggigit tangan Kelvin, membuat Kelvin juga berteriak kesakitan.


"Kalian ini apa-apaan sih saling gigit begitu," geram Anin yang sudah tadi diam dan memperhatikan mereka.


"Hay cantik ,"ucap Dias menyapa Arsy.


"Jangan panggil-panggil," bentak Arsy memalingkan wajahnya melipat kedua tangannya di dada.


"Kamu makin cantik deh kalau lagi marah," goda Dias...


"Ctek," Gavin menyentil kening Dias. Dias mengusap keningnya yang terkena sentilan.


"Kecil-kecil sudah pintar merayu, ntar kalau sudah besar.," sahut Gavin.


"Iya tuh kak disekolah dia sering ngikutin Arsy, aku nggak suka," lapor Arsy pada kakaknya.


Kelvin bersiul dan menatap tajam Dias, menaik turun kan kedua alisnya, niatnya ingin menakut-nakuti Dias, memasang wajah jeleknya.


Queen yang tak suka melihat wajah yang di buat Kelvin, tanpa sadar langsung memukul wajah Kelvin dengan bantal sofa yang ada di pangkuannya.


Kelvin yang merasa sakit di wajahnya menatap Queen yang sudah berlari menjauhi nya, Kelvin yang tak terima terus mengejar Queen.


Queen menjerit-jerit sambil terus berlari dari kejaran Kelvin.


Arsy melihat ke arah Dias, dan Dias mengedipkan matanya dan melampar ciuman pada Arsy.

__ADS_1


"Papa...!" teriak Arsy menjerit-jerit berlari mencari papanya, ia tak suka mendapat itu dari Dias.


Suara jeritan Queen dan Arsy memenuhi kediaman Wijaya.


Raina sangat senang bisa merasakan kehangatan keluarga yang selama ini tak pernah ia rasakan, selama berada di rumah besar semua sangat menyayangi dan memperhatikannya.


Satu pesan masuk di ponsel Raina, ia mengerutkan keningnya memastikan pengiriman pesan tersebut, ia membuka pesan tersebut dan pesan itu ternyata dari Arya yang duduk disampingnya, " Malam cantik," pesan Arya.


"Apaan sih kak Arya," balas Raina.


"Jalan-jalan di luar yuk," balas Arya.


"Ayuk," jawab Gavin yang membaca pesan mereka berdua, keduanya langsung menatap pada Gavin yang tersenyum kepada mereka.


"Di depan sana ada penjual jagung bakar, kita ke sana yuk," usul Gavin.


"Boleh juga," ucap Arya.


Mereka pun pergi kedepan untuk membeli jagung bakar, Kevin yang lelah mengejar Queen, mengikuti mereka.


Queen yang melihat semuanya keluar juga ikut bersama mereka.


Mereka memilih membeli dan membawanya pulang jagung bakar tersebut, mereka semua ka halaman belakang tempat favorit mereka saat berkumpul disini.


Mereka bercanda gurau sambil memakan jagung bakar lengkap dengan sambal hijau nya.🀀🀀.


Di kos-kosan.


Natali memainkan saklar lampu tidur nya, menekan tombol on off secara bergantian.


Malam ini ia baru menyadari jika Raina sangat berarti dalam hidupnya.


Natali melihat pesan masuk di ponsel nya,


pesan dari Gavin.


Gavin mengirim beberapa video lucu ke Natali, membuat Natali melupakan sejenak kesedihannya.


Natali terus memutar beberapa video yang di kirim Gavin dan Vidio yang terakhir adalah video Gavin yang bermain tok tok membuat Natali tertawa terbahak-bahak melihat Vidio parodi Gavin.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


πŸ‘‰LIKE,LIKE,LIKE,LIKE, LIKE.


πŸ‘‰ VOTE, VOTE, VOTE, VOTE, VOTE,


πŸ‘‰ KOMEN, KOMEN, KOMENTAR NYA.


πŸ‘‰ FAVORIT KAN.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


by m anha.


Jangan lupa mampir juga ya Kakak, ke karya terbaru Ku" My Papa My Boss" ditunggu ya mohon dukungannya juga di sana terima kasih.


__ADS_2