Pilihan Ku

Pilihan Ku
Arya Wiguna Putra Wijaya.


__ADS_3

Di dalam ruang persalinan Bram menggenggam erat tangan Mikaila seolah memberi kekuatan melawan rasa sakit yang mendera istrinya,,ia melihat air mata yang menetes dari mata indah istrinya itu..salah satu pengorbanan seorang istri demi melahirkan penerus,buah hati Meraka.


Dokter memberi arahan untuk mendorong,menarik nafas dalam dan mendorong lagi.


Mikaila mengikuti semua arahan dokter yang tak lain adalah kakak ipar nya.


Bram mengusap air mata bercampur keringat yang membasahi wajah cantik istrinya,


"kamu pasti bisa sayang,"bisik Bram.


Mikaila kembali menarik nafas dalam-dalam saat merasakan sakit yang seakan memuncak di area bawah perut nya, memegang tangan Bram dan mendorong dengan sekuat tenaga,,,


"owe ,,owe,, owe suara tangisan bayi laki-laki memecah ruangan,tangis haru bahagia dirasakan semua orang yang dengan cemas menunggu kelahirannya.


"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah ya Allah"ucap syukur terus keluar dari mulut Mikaila.


Ia tak kuasa menahan tangisnya saat Anin meletakkan bayi mungilnya di dadanya.


"mas bayi kita,"ucapnya sesegukan.


"makasih sayang,"ucap Bram mengecup kening Mikaila.


"selamat ya dek,kamu sudah menjadi papa lagi sekarang,jaga anak dan istrimu ya,"ucap Anindita memeluk erat adik laki-lakinya itu.


Bram melantunkan azan di telinga anaknya dah memanjatkan beberapa doa-doa serta harapan kepada bayi laki-lakinya itu.


Setelah di bersihkan ibu dan anak dipindahkan ke ruang rawat,ibu Mikaila memeluk anaknya.Ia merasa sangat lega,melihat kondisi Mikaila baik-baik saja.


semua mengucapkan selamat.Keluarga lengkap Wijaya kini memenuhi ruangan Mikaila yang tentunya berada di ruangan khusus untuk keluarga Wijaya.Ruangan yang bak kamar hotel bintang lima.


Bram melakukan panggilan video kepada Jabbar, dan mengabarkan kalau Mikaila sudah melahirkan.


Isabela yang tau di balik telfon itu adalah Jabbar mengambil alih pembicaraan.


Namun mendapat tatapan dari Bram nyalinya menciut dan kembali duduk bersama Arabela dan Mikaila.


Setelah berbincang dengan Bram Jabbar memberikan ponselnya kepada ayahnya.


"wah,, gantengnya cucuku,"ucap ayah Mikaila saat Bram mengarahkan kamera ponselnya ke arah bayi nya yang tengah di gendong oleh ibunya.


Bram memberikan ponselnya kepada Mikaila,


"ayah kapan kesini, Kaila rindu ayah,"


"iya sayang,nanti kalau dekat acara akikahan nya ayah baru bisa datang."


"iya ayah,ayah sehat-sehat ya di sana,"


"iya sayang,kamu harus makan yang banyak biar ASI-nya lancar ya,jangan manja kamu sudah jadi ibu sekarang,"


"iya,ayahku sayang."


Setelah mengakhiri panggilannya Bram mengambil bayinya dan menciumi seluruh wajahnya.


"selamat datang baby boy"ucap Bram dan duduk di tempat tidur Mikaila.


Mikaila mengusap kepala bayinya dengan penuh sayang.

__ADS_1


"mas namanya siapa?"


"namanya Arya Wiguna Putra Wijaya"ucap Bram memberi nama putranya.


"namanya bagus aku suka mas,"


"baby Arya ya"ucap Arabela memainkan pipi ponakannya.


"Tante jangan di pegang-pegang terus pipinya nanti iritasi lho,jadi merah-merah.


"iya bawel banget si kamu,Bu dokter."


"Kamu mau makan apa nak"tanya ibu.


"apa aja Bu,Ade lapar,"


"ya udah ibu beli makan dulu ya,"


Kaila hanya mengangguk menjawab ibu.


"ga usah Bu,mba Lala sudah ada dibawah bawa makan dari rumah,"ucap Siti.


"Bela kapan kamu mau ngantor?"tanya Bram kepada Arabela.


"entar aja mas,aku masi mau istirahat dulu.capek kuliah,"


"kamu mau di bagian apa?"


"apa ya,"tanyanya pada diri sendiri.


"enggak ah,aku mau di bagian lain.aku mau belajar mandiri ,aku mau punya jabatan karena pekerjaanku bukan di kasih mas Bram.,"


"gaya lu dek mandiri,kita lihat aja nanti kamu bisa ga kerja tanpa bantuan mas mu ini."


"lihat aja nanti,"tantang Arabela.


Bi Yanti masuk membawa makanan,ibu mengambilkan makanan untuk Mikaila.


"Kaila udah tidur Bu,"ucap Bram melihat Mikaila sudah tidur dengan nyenyak.


"ko tidur si,dia kan belum makan."


"nanti aja Bu,dia mungkin kelelahan."


Bram meletakkan bayinya di box bayi agar tidurnya lebih nyenyak...


Menjelang malam semua keluarga pulang,hanya ibu Mikaila dan Bram yang menginap di rumah sakit.


Bram menyuapi Mikaila dengan penuh cinta sedangkan ibu menggendong baby Arya.


"dek, ASI kamu udah keluar?"tanya ibu.


"ga tau bu,"


"coba di pencet punting nya,"


Mikaila mengangkat bajunya dan melakukan apa yang di dikatakan ibunya.

__ADS_1


"gini bu caranya?"


"iya dadanya di urut-urut dulu lalu pencet pelan punting nya,"


"mau mas bantu ga?"tawar Bram.


"ga usah mas,entar mas pingin lagi."ucap Mikaila pelan dan mereka tertawa bersama.


"ihhh ada Bu, ASI nya keluar Bu,"ucap Mikaila senang saat melihat cairan putih kekuningan di punting nya."


"coba di susuin,"


Bram membantu Mikaila meletakkan baby Arya di pangkuannya dan menuntun mulut kecil baby Arya Wiguna menuju sumber ASI nya.


Baby Arya langsung menghisap dan meminum ASI-nya dengan lahap setelah berhasil mendapatkan yang sedari tadi dicarinya.


Mikaila terharu melihat bayinya menyusu pada nya,ini pengalaman pertamanya menyusui bayi.


Ia mendekatkan wajahnya saat baby Arya mencoba menggapainya dan tersenyum setelah berhasil memegang wajah bundanya.


Mikaila memegang tangan baby Arya dan mengecupnya.


Bram mengecup kening Mikaila dan baby Arya bergantian.


Ibu sangat bahagia melihat pemandangan di hadapannya,keluarga kecil bahagia putri bungsunya.Tak terasa air matanya menetes.


Bi Yanti dan semua yang ada di rumah Bram sibuk menyiapkan kamar bayi,Bram memang sudah menyiapkan semuanya,namun karena menurut perkiraan dokter masi 2 Minggu lagi jadi mereka belum merapikannya.


Hari ini Mikaila pulang dari rumah sakit,ibu menunggu di rumah dan menyiapkan banyak makanan.


Sedangkan ibu Bram ikut menjemput Mikaila di rumah sakit.


Bram mendorong Mikaila di kursi roda dan ibunya menggendong baby Arya.


Anin tidak ikut ke rumah Bram karena masi banyak pasien yang harus di periksa ya.


Isabela sudah mulai bekerja di rumah sakit keluarganya sambil kembali kuliah mengambil jurusan Dokter spesialis anak.


Arabela yang mengemudi mobil dan ibu duduk di depan memangku cucu laki-laki nya,Bram dengan setia menemani Mikaila.


Sesampainya di rumah baby Arya langsung di bawah ke kamarnya,


"mas,kita tidur nya bertiga ma Dede bayinya ya,kasian kalau bayi kita tidur sendiri."protes Mikaila yang melihat bayi yang baru dilahirkannya tidur di kamar terpisah.


"lebih kasihan lagi kalau bayinya di tindih sama kamu," ucap ibunya.


"tenang aja sayang,nanti kita bisa pasang kamera di setiap sudut ruangan ini.Jadi kita masi bisa mengawasinya walau beda kamar,"ucap Bram.


"kamu itu baru melahirkan sebaiknya banyak istirahat dulu, bayinya biar ibu yang urus,kamu siapkan aja banyak ASI kamu,biar ibu ga usah bangunin kamu kalau Arya lapar.


"iya Bu makasih ya."


"iya sayang".


bersambung,


Makasih sudah membaca jangan lupa like ya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2