Pilihan Ku

Pilihan Ku
Permintaan Maaf Isabela.


__ADS_3

Persiapan selesai tepat waktu.


Jabbar merasa puas dengan hasil kerjanya.


Kini tugas Bram mengajak keluarga besarnya menghadiri pesta tersebut...


Mendengar kata pesta yang paling semangat adalah tentu saja Gavin,ada pesta ada eskrim pikirnya....


Mereka semua datang ke tempat tersebut,Bram mengatakan jika pesta ini untuk Anak-anaknya...


Semua mulai berdatangan,Bram mengisi waktu dengan bernyanyi.


Satu keuntungan sekamar dengan Dimas hanyalah ia menjadi pandai bermain gitar...


Bram menyayikan lagu romantis buat Mikaila.


membuat hati Mikaila berbunga-bunga.


Tak lama kemudian Isabela datang bersama Dimas...


Bram sedikit terkejut melihatnya,ia tau kalau Dimas mengincar Isabela maka dari itu Bram tak mengundangnya namun seperti ia datang karena ajakan Isabela.


Bram menghampiri Dimas.


"kamu kenapa bisa datang dan Isabela?"tanya Bram.


"Juna sebentar lagi aku jamin aku akan jadi ponakan kamu,"jawab Dimas dengan pedenya..


Acara kembali berlangsung,Bram sudah mencoba memisahkan Dimas dari Isabela namun Dimas terus menempel dan sepertinya Isabela tak masalah dengan itu.


Isabela menikmati pesta bersama Dimas.


Rencana gagal, Jabbar yang seharusnya keluar memberikan kejutan justru terus memperhatikan tingkah kekasihnya itu.


Tak tahan lagi, Jabbar keluar dan menghampiri Dimas...


"maaf anda siapa ya?"tanya Jabbar tiba-tiba pada Dimas yang sedang duduk berduaan dengan Isabela.


"saya calon pacarnya Isabela,"jawab Dimas mengulurkan tangannya.


"Oya,"tanya Jabbar melihat Isabela.


Isabela tak bisa berkata apa-apa,ia seakan kepergok sedang selingkuh dengan pria lain dan tertangkap basah.


Isabela hanya bisa menggeleng dan berdiri merangkul tangan Jabbar yang langsung di tepis.


"Kak Dimas kenalin ini pacar aku."ucap Isabela terus berusaha merangkul tangan Jabbar namun terus di tepis.


Jabbar tak menyangka Pesta kejutannya menjadi berantakan.


Isabela sudah berkaca-kaca melihat amarah Jabbar.


Semua merasa terkejut,suasana pesta menjadi tegang.


Bram mengeluarkan kue ulang tahun yang begitu cantik,,,dan memberi kode kepada Anindita.


Semua menjadi paham,,mereka baru ingat jika Isabela hari ini sedang berulang tahun.


"wah ,selamat ulangtahun ya sayang,"ucap Anin mengalihkan perhatian.


Anindita menarik Isabela dan Jabbar mendekati kue ulang tahun.


Lagu dinyanyikan,mereka kompak memeriahkan suasana yang menjadi tegang.


Lilin sudah di tiup dan kue sudah di potong.


Isabela memberi potongan pertama kuenya kepada Jabbar namun di tolak.


"ibu,,"ucap Isabela menatap memelas ibunya meminta bantuan,,air matanya sudah menetes.

__ADS_1


Jabbar berbalik dan ingin meninggalkan pesta,,


Bram menghalanginya,


"bukannya masih belum selesai.,"tanya Bram.


"semua sudah selesai mas,"jawab Jabbar melewati Bram.


"bukannya masih ada lamaran."ucap Bram yang membuat Isabela tercengang.


"Apakan kak Jabbar akan melamar ku,"batin Isabela menangis.


Jabbar menghentikan langkahnya dan mengeluarkan cincin di sakunya.


"buat kamu aja dek,"Jabbar melempar kotak cincin nya pada Mikaila tanpa melihat Isabela.


Ayasa dan Syana langsung berlari ke arah pintu dan mengunci pintu.


"berikan kuncinya,"ucap Jabbar pada mereka.


Syana adik Isabela berlari membawa kunci dan menghampiri ayahnya.


Isabela sudah terduduk lemas,ia menyadari kesalahannya, terlalu nyaman dengan Dimas sehingga lupa jika ia sudah punya pacar..


Anin dan pak Surya menghampiri Jabbar dan mengajaknya bicara,,,


Semua yang hadir hanya diam termasuk ayah dan ibu Bram.


Mereka yang paling tua di keluarga Wijaya namun mereka tak mau ikut campur..


Bram sudah mengamankan Dimas di sudut pesta...


Dengan santainya ia makan eskrim bersama Gavin.


"itu beneran pacarnya Isabela ya?"tanya Dimas.


"hemmm,kakaknya istri ku,"jawab Bram.


Ia merasa tak enak hati sudah menjadi penyebab kekacauan di pesta ini..


"kamu juga sih ga ngomong kalau pesta ini untuk Isabela."ucap Dimas menyalahkan Bram


"mana saya tau kalau kamu datang dengan Isabela."jawab Bram membela diri.


Sementara Jabbar hanya terus diam menanggapi masalah ini,ia tak mau mengambil keputusan dalam keadaan emosi.


Isabela mendekat,


"kak,maaf."ucap Isabela terisak menarik-narik lengan baju Jabbar.


Jabbar tak menjawab,ia hanya bersandar di pintu menatap kecawa pada Isabela.


"maaf om,saya ada urusan lain,"ucap Jabbar pada pak Surya yang memegang kunci...


Walau berat pak Surya memberikan kunci itu,dan Jabbar pergi dari sana.


Isabela hanya bisa menangis di pelukan ibunya,ia sudah membuat kesalahan yang menghancurkan hubungan nya.


Hubungan yang mereka jaga bertahun-tahun.


Malam itu juga Jabbar kembali ke kampung dengan perasaan kecewa di dadanya.


Keesokan harinya Isabela terus merengek kepada Mikaila agar menemaninya menemui Jabbar di kampung halamannya.


"Tante ayo dong,"rengek Isabela.


"tanya mas Bram ya,kalau mas Bram izinin aku si mau banget pulang kampung."jawab Mikaila.


"ayolah Tante,,, Tante aja yang ngomong.Kasih servis yang memuaskan pasti di izinkan,"ucap Isabela .

__ADS_1


"enak aja,emangnya rusak pake acara di servis."ucap Mikaila.


Isabela sedari tadi berusaha menghubungi Jabbar namun tak di angkat.


"kamu juga sih,, ngapain deket-deket sama Dimas."tanya Mikaila,sebenarnya ia juga kecewa pada Isabela dan kasihan pada kakaknya.


"ih enggak ko,,kita cuma jalan bareng aja,ga ada hubungan yang spesial,"ucap Isabela membela diri.


"Tetap saja kamu salah,sudah punya pacar masih jalan sama pria lain,"ucap Bram yang baru datang dan bergabung dengan mereka.


"iya ,aku ngaku salah om, bantuin ya ommm,"ucap Isabela memohon.


"besok kita ke kampung,tapi kamu selesaikan masalah kamu secepatnya.Saya ga bisa lama-lama meninggalkan kantor dan adik-adik kamu juga harus sekolah.."ucap Bram.


"iya om,"jawab Isabela.


Bram ingin mengunjungi Kampung mertuanya sekalian mencoba membantu memperbaiki hubungan ponakannya itu...


Bram juga berharap bisa mengingat sesuatu saat disana.


Mereka berangkat ke kampung halaman Mikaila.


Isabela di sambut hangat oleh ibu Jabbar.


Mikaila sudah menceritakan semua kejadian malam itu pada ibu nya,namun ibu menganggap itu hanya sebuah kesalahpahaman.


Ibu menghargai Isabela yang datang untuk memperbaiki hubungan mereka.


Jabbar terus mendiamkan Isabela.


"sudah lah nak, kalian bukan ABG lagi yang pacarannya putus nyambung.Kalian sudah dewasa,ga baik marahan kaya gini,"ucap ibu membela Isabela yang sejak tadi meminta bantuannya.


"aku hanya kecewa Bu,ga nyangka kalau kamu bisa segampang itu dekat dengan pria lain."ucap Jabbar menatap tajam pada Isabela.


"maaf kak,"ucap Isabela yang sudah terisak.


"sudah lah,lagi pula ia sudah menyadari kesalahannya."ucap ayah ikut membela.


"iya kak,Dimas itu emang gitu,Suka merayu wanita.Mas Bram aja pernah di rayunya.,"ucap Mikaila ikut berbicara.


"maksudnya,"tanya Bram tak mengerti apa maksud ucapan Mikaila.


"iya mas,, karena Dimas aku pernah menganggap mas penyuka sesama jenis."ucap Mikaila enteng.


Bram tertawa mendengar ucapan Mikaila.


"kamu ini,aku masih sangat normal."ucap Bram.


"Dari pada kalian bertengkar,lebih baik kalian membahas tentang pernikahan kalian,tak baik pacaran lama-lama."ucap ibu menasehati anaknya.


"ibumu benar nak,anggap saja ini cobaan dalam hubungan kalian,masih banyak cobaan yang lebih berat yang akan kalian hadapi.


Jika baru begini saja kalian sudah seperti ini bagaimana kalian bisa hidup berumahtangga "tambah ayah.


Hati Jabbar sedikit luluh,ayahnya sangat jarang mencampur urusan mereka,ia dan adiknya.


Jabbar juga kasihan melihat wanita yang di cintanya menangis seperti ini.


Jabbar menarik Isabela ke pelukannya, membuat Isabela merasa lega dan semakin terisak.


"halalin dulu anak orang baru di pelukan-peluk,"canda ibu.


Semua hanya tersenyum menanggapi nya dan ikut bahagia untuk mereka...


🙏🙏🙏💖💖💖💖💖💖💖💖🙏🙏🙏


Terimakasih sudah membaca karya receh ku,,,maaf jika masih banyak kesalahan.


Masih dalam tahap belajar,,semoga bisa semakin menambah kwalitas Alur ceritanya...

__ADS_1


Bab nya udah banyak ya,,semoga kalian ga bosan 🙏🙏🙏🙏😊😍


__ADS_2