
Sabtu pagi mereka siap-siap untuk ke rumah besar.
"papa nda au pidi tantol?"tanya Arya yang melihat papanya memakai pakaian biasa.
"engga,hari ini kita mau kerumah kakek"
"lumah betal"
"iya sayang kerumah besar,"
"Ade Aya itut?"
"iya dong,Kelvin Gavin juga ikut"mencubit pipi gembul si kembar."
Arya yang melihat papanya mencubit pipi Kelvin juga ikut mencubit pipi Gavin,namun ia melakukannya cukup keras yang membuat Gavin menangis.
"anak bunda kenapa nangis,udah ganteng gini,mau jalan-jalan ya ke rumah kakek."
merasa melakukan kesalahan Arya langsung kabur.
"ini kenapa mas pipi Gavin merah gini?"
"di cubit Arya,"ucap Bram tertawa melihat putranya berlari keluar kamar.
"mas di jagain dong,kasihan kan pasti pipinya sakit."
"maafin kakak ya"menggendong baby Gavin yang masih menangis.
"ayo kita berangkat mas,keperluan anak-anak sudah siap."
Mereka menuruni tangga,Bram menggendong Gavin dan Mikaila menggendong baby Kelvin.
Arya sudah duduk manis di dalam mobil sambil memainkan stir mobil.
"Arya ga ada yang lupa di bawa kan?"
"nda ada papa,"
"ayo kita berangkat.
Arya duduk di pangkuan papanya sambil menyetir.Mikaila memangku Gavin yang masih sesegukan.Kelvin bersama mba Lala dan mba Siti di kursi belakang.
"mas nanti singgah di minimarket dulu ya,aku mau beli tisu basah,"
"ote unda"jawab Arya yang ikut memegang stir mobil.
Bram memarkirkan mobilnya di depan minimarket.
"mba tolong beli tisu basah ya mba,"
"iya Bu,ada yang lain lagi?"tanya Siti.
"mau es tlim"
"mau rasa apa sayang?"tanya Kaila.
"rasa coklat unda."
"mba beli eskrim rasa coklat 5 masa cemilan apa aja mba,"
"iya Bu."
Gavin sudah tertidur sambil menyusu di pangkuan bundanya.
"unda aafin tata,Adi ubit pipi ade,"menyembunyikan wajahnya di dada Bram.
"kakak ga sengaja kan?"tanya Bram
Arya mengangguk di balik dada papanya
__ADS_1
"iya,bunda maafin.Tapi jangan di ulangi lagi ya sayang,"
"iya unda,"
"Pinter anak papa,"
Bi Siti membawa pesanan mereka dan melanjutkan perjalanan.
"papa,tata au beti Itan,"
"beli ikan,"
"iya, biar itannya tatet ada temannya,"
"nanti di depan ada penjual ikan,kita singgah di sana aja ya,"
"ote papa"jawabnya bersemangat.
Lagi-lagi perjalanan mereka terhenti.
Bram dan Arya masuk ke toko ikan.
"wah itannya banak papa"
"kakak mau beli yang mana"
Arya mulai berbelanja ikan,ia menunjuk beberapa ikan hias yang di anggapnya cantik,Bram membeli apa saja yang di tunjuk oleh putranya.Bram membayar semua belanjaan Arya hingga mencapai puluhan juta.
Mikaila terkejut saat melihat Bram keluar toko dengan menenteng banyak kantong,belum lagi yang dibawah beberapa petugas di toko itu.
"mas ini ga kebanyakan?"
"biar aja sayang,"
"masalahnya ikannya mau di simpan di mana?
"kalau masalah itu biar ayah yang urus."
Mikaila hanya menggeleng melihat kelakuan putra dan suaminya.
Mereka tiba di rumah besar.
"tatet,Aya unya banak Itan,"heboh Arya memanggil kakeknya.
Beberapa pekerja di sana ikut membantu mengeluarkan ikan-ikan dari bagasi mobil.
Bram dengan santai masuk kerumah sambil menggendong ke dua putranya.
"ini di simpan di mana ya,"ayah Bram menggaruk kepalanya melihat begitu banyak ikan yang di bawah cucunya.
Saat melihat kakeknya hanya diam Arya membawa kantong plastik kecil yang berisi ikan ****** ke kolam renang dan menyuruh salah satu asisten rumah tangga membuka ikatan kantongnya.
Ayah yang melihat cucunya itu melepas ikan di kolam renang akhirnya memutuskan menyimpan semua ikan-ikan itu di kolam renang.
Arya sangat senang melihat ikan-ikan berenang di kolam yang tidak terlalu besar itu.
Mereka menghabiskan waktu di pinggir kolam renang.
"tatet itannya banak,"ucap Arya melihat ikan-ikan bersama kakeknya.
"Arya sini duduk,makan dulu ya."ucap ibu Bram membawa sepiring makanan dan mulai menyuapi cucunya.
Bram dan yang lainnya juga makan siang di ruang makan.
"papa sana makan dulu,biar ibu yang jaga Arya.
"kakek makan dulu ya,nanti kita lihat ikan lagi,"
"ote tatet.
__ADS_1
Arya makan dengan lahap.
"Siti kamu juga makan sana,"
"iya Bu,"
Siti yang memang di tugaskan menjaga Arya ikut masuk untuk makan dengan para pekerja lainnya.
Bram dan ayah duduk di ruang keluarga yang ada di dekat kolam itu.
"Arya lihat ikannya nanti aja lagi ya,kita masuk dulu."
Arya dengan patuh masuk dan duduk di dekat papanya.
"Bram jagain dulu ya,mama mau bawa masuk sisa makanannya, Siti lagi makan."
"iya Bu"jawab Bram memangku Arya.
Mikaila dan mba Lala memberi makan si kembar.
Tanpa sengaja Mikaila melihat Arya terjatuh di kolam,ia langsung berlari ke arah kolam dan melompat masuk ke dalam kolam.
Bram yang melihat Mikaila berlari ikut berlari keluar begitu juga dengan yang lainnya.
"Arya,"teriak ibu saat melihat Mikaila mengangkat Arya dari kolam dengan keadaan lemas.
Bram langsung mengangkat tubuh mungil Arya yang sudah lemas.
"Arya sayang,bangun nak."Bram melakukan pertolongan pertama kepada anaknya,,Bram seakan kehilangan nyawanya saat melihat kondisi putranya itu.
Arabela membantu Mikaila yang masih ada di dalam kolam renang.
Tubuhnya seakan tak memiliki tulang-belulang melihat Arya yang berbaring lemah.
Arya terbatuk-batuk dan menagis.
"Alhamdulillah ya Allah"ucap Bram bernafas lega dan memeluk putranya.
Mikaila tak kuasa menahan tangisnya saat mengetahui putanya baik baik saja.
"unda,"Arya ingin bersama bundanya.
"sini sayang"memeluk erat-erat tubuh kecil putranya.
Arya yang awalnya duduk di pangkuan papanya merasa bosan,ia kemudian berjalan sendiri ke kolam renang.
Karena sibuk membahas perusahaan dengan ayahnya Bram jadi melupakan Arya.
Arya melihat penyaring ikan yang biasa di gunakan kakeknya untuk menyaring ikan-ikannya saat akan membersihkan akuarium.
Arya mengambilnya dan kembali ke kolam,,ia menunduk saat melihat ikan berenang di tepi kolam, memasukkan tangannya yang memegang jaring berniat untuk menangkap ikan itu,namum karena tak bisa mengimbangi badan nya Arya tercebur masuk ke kolam.
Mikaila membawa Arya ke kamar,mengganti baju mereka sambil terus memarahi Bram yang dari tadi mengikutinya.
"mas kamu itu gimana sih,masa jagain Arya sebentar saja ga bisa,untung saja aku lihat dia jatuh ke kolam tadi.Gimana kalau ga ada yang lihat dia,"Mikaila bergidik ngeri saat membayangkannya.
"maaf sayang,aku ga akan ulangi lagi,"
"mas anak kamu ada 3,aku ga mau kejadian Arya terulang lagi ke Kelvin dan Gavin."
"iya sayang,maaf,"
"Malam ini aku mau tidur sama anak-anak,"ucap Mikaila mengakhiri ocehannya.
Mengerti maksud istrinya,Bram menghela nafas.Malam ini tak akan ada pelukan hangat untuknya.Bram sudah terbiasa tidur sambil memeluk tubuh polos istrinya.
Arya Wiguna Putra Wijaya.
__ADS_1
Makasih sudah membaca,semoga menghibur.
jangan lupa like dan votenya ya 🙏🙏🙏