Pilihan Ku

Pilihan Ku
kebaikan menyertai yang berhati baik.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Zahra terus memikirkan janin yang ada di rahimnya.


Begitu tiba di kota x Zahra langsung ke butik menemui Humaira adiknya.


Humaira sangat senang melihat perubahan kakaknya itu.


Mereka berbincang-bincang, Zahra menanyakan soal Bram dan Mikaila,


"Bagaimana kabar Mikaila?"tanya Zahra.


"Mikaila sekarang sudah punya 3 putra,dia sangat bahagia semenjak menikah dengan pak Bram."jawab Humaira memberi kakaknya itu Minuman.


"Oya,,,apa dia pernah kesini?"tanya Zahra lagi.


"iya, Mikaila masih Sering datang kesini.Bahkan besok mereka akan kesini mengambil baju mereka.,"jawab Humaira.


"baju?"


"iya, Mikaila sering pesan baju di sini,kali ini untuk acara akikahan ponakannya."


"owww,".


Zahra yang masih kelelahan memutuskan untuk pergi ke rumah Humaira..


Keesokan harinya Zahra yang sudah merasa tenang dan menerima kehamilannya bermaksud menemui Bram di kantornya.


Zahra memarkirkan mobilnya di depan kantor Bram,saat akan turun Zahra melihat Bram keluar dari kantornya bersama Yoga.


Zahra menggenggam erat stir mobilnya,nyalinya menciut hanya dangan melihat Bram.


Zahra hanya melihat Bram hingga Bram meninggalkan kantor dengan mobilnya.


ia tak berani menemui Bram,ia masih ingat bagaimana Bram menatapnya dengan tatapan seakan ingin membunuhnya saat di kamar hotel waktu itu.


Zahra mengendarai mobilnya ke butik humaira.ia melihat-lihat koleksi baju di butik tersebut.Zahra akui semenjak Humaira menjalankan butik ini penghasilannya meningkat tajam, mungkin Karena keluarga Bram adalah langganan tetap nya.


Saat sedang melihat-lihat pakaian, Mikaila datang bersama anak-anak nya,Zahra langsung masuk ke kantor Humaira.


Mikaila dan anak-anaknya mencoba baju yang telah mereka pesan.


Humaira sendiri yang melayani sahabat sekaligus langganannya itu.


Zahra melihat anak-anak Mikaila yang begitu menggemaskan,dan terlihat sangat bahagia.


"akan kah kamu juga akan bahagia,"memegang perutnya yang sudah sedikit membesar.


Beberapa saat kemudian Bram datang.


"maaf ya sayang, mas terlambat."ucap Bram menghampiri Mikaila.


"aku juga baru datang ko mas,"jawab Mikaila.


"wah anak papa ganteng banget,"ucap Bram melihat anak-anak mengenakan kemeja berwarna biru muda.


"mas,coba punya kamu juga,"ucap Mikaila memberi kemeja berwarna senada dengan anak-anaknya.


Bram keruang ganti, Mikaila merapikan pakaian nya.


Bram keluar sambil merapikan kemejanya, Mikaila membantu merapikan lengan kemeja Bram.


"cup,"Bram mencium bibir Mikaila,


"mas ih,, nanti ada yang lihat."Mikaila mendorong dada Bram yang ingin menciumnya lagi.


"emang kenapa,aku ini suami kamu.jadi kenapa harus malu,"

__ADS_1


"cup,"Bram kembali mencium Mikaila.


Mikaila langsung mendaratkan cubitannya di pinggang Bram.


Bram terus menggoda Mikaila,Membuat pipi Mikaila memerah karena malu,para pegawai mulai memperhatikan mereka..


Mikaila juga membuat untuk Raina dan keluarganya.


Sambil menunggu pakaian mereka di siapkan Bram bermain dengan anak-anak nya.


Zahra bisa melihat kebahagiaan mereka,


dan tersenyum sambil mengelus perutnya.


"mama akan buat kamu bahagia walau tanpa papa kamu."


Zahra membatalkan niatnya untuk memberitahu Bram tentang kehamilannya.


Ia tak ingin menyakiti hati Mikaila,ia mengenal Mikaila semenjak kecil,ia sangat tau bagaimana baik dan lugunya sahabat adiknya itu.


Zahra kembali kerumah Humaira bertekad untuk menjadi mama sekaligus papa buat bayinya.Hatinya kembali tenang saat melihat kehangatan keluarga Bram.


"Mikaila wanita yang baik,ia pantas mendapatkan kebahagian"batin Zahra.


Mikaila kembali berkunjung ke panti asuhan,ia bermaksud membawa Raina kerumah, untuk acara akikahan Baby Queen.


Raina sangat senang saat mendapat izin dari ibu panti dan langsung berlari ke kamarnya mengambil tasnya.


Arya yang menunggu di mobil langsung membukakan pintu saat Raina berlari ke arahnya.


"Hai Gavin,hai Kelvin,"sapa Raina pada si kembar.


"hai kakak,"jawab Gavin dengan senyum lebarnya.


Bram menggeleng melihat sifat dingin putranya.kelvin dan Gavin memang kembar,namun sifat dan karakter mereka sangat berbeda.


Untuk kali ini keluarga Mikaila semua hadir,termasuk Jabbar.


Isabela menjemput Jabbar di bandara,mereka telah janjian untuk jalan bareng.


Bram menjemput mertua.


"kalian jangan terlalu malam keluyuran nya."ucap Bram melihat Isabela dan Jabbar.


"iya om,"jawab Isabela pelan.


Mereka berpisah di bandara,Jabbar bersama Isabela dan Bram langsung pulang bersama mertuanya.


perjalanan mereka sangat menyenangkan,apalagi mereka di jemput jet pribadi yang super mewah.


Ibu dan Mikaila menyiapkan makan malam bersama,ibu memperhatikan Raina yang sedang bermain bersama Arya dan Gavin.


Mikaila menceritakan kehidupan Raina.


"kasihan sekali ya,anak seusia itu pasti sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya."ucap ibu.


"iya Bu, dia juga sangat cantik dan pintar.Mudah-mudah ada keluarga yang segera mengadopsinya."sambung Mikaila.


Mereka makan bersama,Raina sangat senang,ia merasa memiliki keluarga yang utuh.


Ibu Mikaila mengusap rambut panjang Raina,yang terlihat sedih.


"makan yang banyak ya biar cepat besar,"


"terimakasih Bu,"ucap Raina.

__ADS_1


"panggil nenek dong sayang,"ucap ibu Kaila memberi makanan ke piring Raina.


"Makasih nek,"ucap Raina gembira.


Ibu Mikaila mencium pipi Raina.


Ibu Mikaila mengajak Raina tidur bersamanya,dan langsung di iyakan olehnya.


Mikaila ikut ke kamar tempat ibunya setelah menidurkan Anak-anaknya.


Mereka berbincang-bincang,Raina tidur sambil memeluk ibu Mikaila...


Sementara ayah Mikaila yang sudah akrab dengan pak slamat memilih mengobral di luar bersama pak slamat dan pak Wahyu sambil meminum kopi.


Jabbar dan Bram berbincang-bincang di ruang keluarga,


"kalian sudah pacaran?"tanya Bram.


"belum sampai ke sana mas,"jawab Jabbar yang mengerti arah pembahasan Bram.


"saya berharap kamu tidak menyakiti perasaan Isabela."lanjut Bram.


"Isabela gadis yang baik,"jawab Jabbar.


"kalau kamu memang merasa cocok dengan Isabela sebaiknya kalian meresmikan hubungan kalian,"ucap Bram.


"saya memang berniat ke sana mas,tapi belum untuk saat ini, masih banyak yang harus saya persiapkan."


Mikaila yang tak sengaja mendengar obrolan mereka langsung merekam pembicaraan suami dan kakaknya itu.


Dengan kejahilannya Mikaila mengirim rekaman itu ke Isabela namun memotong jawaban Jabbar mengenai pertanyaan Bram tentang meresmikan hubungan mereka.


Setelah mengirim pada Isabela, Mikaila langsung mematikan ponselnya dan naik ke kamarnya.


Isabela histeris saat dengan serius ingin mendengar jawaban Jabbar rekamannya berhenti dan Ponsel Mikaila tidak bisa di hubungi.


"awas ya,,,,aku akan belas besok,"gumam Isabela menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Pagi hari semua sudah siap,mereka mengenakan baju dengan warna yang senada sesuai permintaan yang punya hajat.


Mereka membawa 2 mobil seperti biasa,pak slamat dan rombongannya,Bram dan keluarganya.


Begitu sampai anak-anak langsung berlarian masuk ke rumah besar,begitu juga dengan Arya.


Raina yang terlihat sangat cantik memegang tangan Mikaila,ia merasa asing dengan rumah ini.


Mikaila membawa Raina duduk di dekatnya,karena akan acara segara dimulai.


Raina duduk manis di samping Mikaila.Anindita yang juga duduk di sampingnya terus mengajaknya mengobrol,ia memang sangatlah menyukai anak-anak.


Mikaila merangkul lengan Bram yang juga duduk di sampingnya saat melihat Isabela berjalan menghampiri mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


Mikaila tersenyum dan mengedip matanya.


Acara berlangsung lancar,Arya mengajak Raina bermain bersama anak-anak yang lain,mereka memakan eskrim dan berbagai macam jenis kue yang lucu-lucu.


Raina merasa sedih saat Mikaila mengantarnya kembali ke panti asuhan.


ia seperti merasakan kehilangan keluarga untuk yang kedua kalinya.


Raina melambaikan tangan saat mobil Arya menghilang dari gerbang panti.,berlari ke kamarnya sambil mengusap air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Makasih sudah membaca,semoga menghibur.🙏💗


jangan lupa like vote dan komennya 💗🙏💗

__ADS_1


__ADS_2