Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Masalah Kelvin.


__ADS_3

Pagi hari semua sudah berkumpul di meja makan, hanya Kelvin yang belum datang.


"Kelvin kemana?" tanya Bram.


"Kayaknya belum bangun Pah," jawab Gavin.


"Bukannya hari ini dia mau berangkat ?" tanya Mikaila.


Arya melihat jamnya, "Iya, 1 jam lagi bunda penerbangannya,"


"Coba kamu lihat dia," ucap Bram minta Mikaila.


"Biar Bibi saja yang melihatnya," ucap Bi Yanti yang tahu kondisi Kelvin semalam.


Bi Yanti tak ingin Bundanya yang memeriksanya, pasti dia akan tahu jika Kelvin Semalam pulang dalam kondisi mabuk.


"Tolong ya Bi bangunin Kelvin," ucap Mikaila kembali duduk.


Bi Yanti segera naik ke lantai atas menuju ke kamar Kelvin. Ia mengetuk pintunya dan mencoba membuka, namun ternyata pintunya dikunci dari dalam.


Bi Yanti kembali turun untuk mengambil kunci cadangan.


"Ada apa Bi? Kelvin mana?!" tanya Mikaila saat melihat bi Yanti kembali turun tanpa Kelvin.


"Sepertinya Kelvin masih tidur dan pintunya dikunci, Bibi ingin ambil kunci cadangannya dulu di dapur," ucap Bi Yanti berjalan ke dapur.


"Kaya anak cewek saja pintunya pakai di kunci," gumam Gavin.


Bi Yanti kembali naik ke kamar Kelvin mencoba membuka kunci kamar menggunakan kunci cadangan.


Dan benar saja, saat pintu kamar dibuka bau alkohol masih tercium di sana. Dengan segera bi Yanti menutup kembali pintunya.


Sepertinya semalam Kelvin langsung tidur tanpa membuka jaket dan sepatunya.


Bi Yanti mencoba membukakan sepatu Kelvin.


"Kelvin bangun, ini sudah pagi. Sudah waktunya Aden berangkat ke luar negeri," ucap Bi Yanti terus mencoba membangunkan Kelvin namun ia tak bergeming sedikitpun.


"Bi Yanti kenapa lama sekali ya," ucap bunda Mikaila kembali berdiri untuk menyusul bi Yanti.


"Biar Gavin aja bunda," ucap Gavin kemudian berjalan cepat menaiki tangga menuju ke kamar Kelvin.


Begitu Gavin membuka kamar, Gavin dengan cepat masuk dan menutupnya.


"Kelvin mabuk Bi?" tanya Gavin menghampiri bi Yanti yang masih duduk di samping Kelvin mencoba membangunkannya.


"Semalam dia pulangnya mabuk, Bibi sudah membangunkannya, tapi sepertinya dia nggak mau bangun. Gimana ini?" tanya Bu Yanti.


"Kak, bangun Kak," ucap Gavin membangunkan Kelvin. Gavin memukul Wajah kelvin dengan bantal guling, bahkan sampai menarik tangan dan kakinya namun Kelvin hanya bergumam kemudian kembali tertidur.


"Kenapa kalian selama sekali, ini sudah jam berapa?" ucap Arya saat membuka pintu namun Ia menghentikan langkahnya saat mencium aroma alkohol di kamar itu.


Alkohol salah satu pantangan yang selalu dilarang oleh Bundanya agar mereka menjauhi Minuman itu. Namun sepertinya Kelvin melanggar peraturan bundanya.


"Ya ampun Ini anak, Kelvin kamu minum," ucap Arya yang juga mencoba membangunkan Kelvin.


Arya menarik Kelvin untuk duduk dan mencoba mengangkat wajahnya.


"Kelvin Kamu mabuk ya?" bentak Arya.


"Enggak kok, aku cuma minum dikit," gumam Kelvin masih menutup matanya.


Mereka tertegun saat mendengar suara Arsy yang memanggil Bundanya.


Dengan cepat Gavin mengintip keluar kamar,

__ADS_1


"Bunda sedang berjalan ke sini," ucap Gavin.


Mereka dengan cepat merapikan kamar itu, bi Yanti langsung mengambil parfum Kelvin dan menyemprotkannya ke semua ruangan.


Arya dan Gavin langsung mengangkat Kelvin masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower.


Begitu mereka keluar dan menutup pintu kamar mandi Bunda Mikaila juga membuka pintu kamar Kelvin.


Mikaila menutup hidungnya saat aroma parfum yang begitu menyengat menusuk hidungnya.


"Ini kenapa aroma parfum sangat menyengat begini?" tanya Bunda Mikaila masuk ke dalam kamar.


"Itu tadi bunda, parfum Kelvin tumpah," jawab Gavin mencari alasan.


"Kakak kamu mana?" tanya bunda pada Gavin.


"Lagi di dalam, lagi mandi," jawab Gavin menunjuk pintu kamar mandi.


"Bunda tunggu di bawah ya, suruh cepat. Tadi pilot nya sudah menelpon, katanya Pesawat nya sudah siap," ucap Mikaila menutup hidungnya, tak tahan dengan aroma parfum yang begitu menyengat.


"Iya Bunda," jawab kelvin.


"Kamu urus Kelvin," ucap Arya berjalan dan mengajak Bundanya keluar dari sana.


Setelah Arya dan Bunda Mikaila keluar, Gavin langsung membuka pintu kamar mandi melihat kondisi Kelvin.


Karena terburu-buru mereka langsung mendorong Kelvin yang masih tertidur masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower.


"Kakak nggak apa-apa?" tanya Gavin saat melihat Kelvin sudah mulai membuka pakaiannya dan mulai mandi.


Kelvin tak menjawab dan hanya meneruskan mandinya.


Gavin yang tak mendapat jawaban kembali menutup pintu kamar mandi dan mencoba menyiapkan barang-barang kakaknya dibantu oleh Bu Yanti.


Setelah mandi Kelvin keluar dari kamar mandi sambil mengusap keningnya.


"Maaf Kak, nggak sengaja. Soalnya tadi Bunda datang Kakak masih bau alkohol," ucap Gavin.


"Iya nggak apa-apa, tapi Bunda nggak tahu kan kalau semalam aku minum?" tanya Kelvin.


"Kayaknya enggak sih Kak," jawab Gavin.


Kelvin kemudian memakai baju yang sudah disiapkan bi Yanti untuknya.


"Kok kamu bisa minum alkohol sih Den, sampai mabuk begitu. Itu enggak baik untuk kesehatan Aden," ucap bi Yanti menasehati Kelvin.


"Iya Bi, aku minumnya dikit kok. Semalam gak enak ngumpul sama teman-teman," ucap Kelvin.


"Emang di luar negeri Kakak juga suka minum?" tanya Gavin.


"Kadang, kalau lagi kumpul sama teman bisnis aja," jawab Kelvin.


"Hati-hati aja kak, Kalau Bunda tahu bunda pasti marah." kata Gavin.


"Makanya kamu jangan kasih tahu bunda, mulutnya dijaga. Awas aja kalau Bunda sampai tahu kalau aku sering minum," ancam Kelvin.


"Iya, enggak akan dikasih tahu kok, tapi sebaiknya Kakak menghindari teman-teman yang suka ngajak Kakak minum gitu deh. takutnya nanti kakak kecanduan," ucap Gavin.


"Iya, Kakak minumnya sekali kali aja kok nggak sampai yang rutin gitu," Ucap Kelvin.


Merekapun keluar dari kamar dan bergabung dengan yang lainnya yang masih duduk di meja makan.


"Kamu kok bisa kesiangan sih?" tanya Mikaila memberikan sarapan di depan Kelvin.


"Kamu pulang jam berapa semalam?" tanya Bram.

__ADS_1


"Sekitar jam 2 Pah," jawab Kelvin.


"Makanlah, Gavin antar kakakmu setelah sarapan, mereka sudah menunggunya. Tak enak membuat mereka menunggu mu," ucap Bram.


"Iya Pah," jawab Gavin.


"Biar kakak aja yang mengantarnya," ucap Arya.


Gavin hanya mengangguk, Iya mengerti jika kakaknya itu bukan hanya sekedar mengantar Kelvin saja.


Setelah sarapan, Arya yang mengantar Kelvin ke bandara.


Saat di perjalanan Kelvin hanya diam, kepalanya masih terasa sakit. Sesekali ia memijit keningnya, menghilangkan rasa pusingnya pengaruh alkohol yang diminumnya semalam.


"Sejak kapan kamu mengenal alkohol?" tanya Arya masih fokus mengemudi.


"Aku hanya sesekali Kak," jawab Kelvin.


"Kamu jangan bohong sama kakak, kalau kamu hanya sesekali kamu nggak akan mampu pulang sendiri membawa mobil saat kondisi kamu seperti itu," ucap Arya.


"Kelvin, bukannya kakak melarang kau bergaul dengan teman-temanmu di sana, tapi pandai-pandailah dalam memilih teman.


Alkohol itu dapat merusak masa depanmu.Kau tak tau apa yang terjadi saat kau dalam kondisi mabuk.Kakak harap kau tidak pernah menyentuh Minuman itu lagi." Nasehat Arya.


Kelvin hanya diam mendengar ucapan kakaknya.


Mereka tiba di bandara, di sana sudah ada Natali yang menunggu mereka.


Sebelum berangkat Kelvin menemui Natali terlebih dahulu.


Karena Kelvin sudah tak banyak waktu, mereka pun hanya berbicara sebentar.


Saat akan pergi, Queen berlari menghampiri Kelvin.


"Kok Kakak nggak bilang sih mau pergi hari ini," ucap Queen yang ngos-ngosan.


"Iya, maaf kakak lupa," ucap Kelvin ngacak-ngacak rambut Queen.


Queen mengambil sesuatu di dalam tasnya.


dan memberikannya kepada Kelvin.


"Ini apa ?" tanya Kelvin.


"Itu cake, aku buat sendiri loh Kak, coba ya. Itu spesial Queen buat kakak," ucap Queen masih berusaha mengatur nafasnya.


Tadinya Queen mendatangi Kelvin kerumah, namun Gavin mengatakan jika Kelvin sudah ke bandara.


Dengan cepat Gavin mengantarkan adik sepupunya itu, dan Untung saja Kelvin belum berangkat.


"Makasih ya," ucap Kelvin memeluk dengan erat gadis yang sudah di anggap nya seperti adik kandung sendiri.


Kelvin pun berjalan menaiki pesawat dan melambaikan tangan kepada mereka Semua.


Queen sudah memikirkan secara baik-baik dan memutuskan untuk menganggap Kelvin hanya sebatas kakak dan meyakini jika perasaannya itu hanyalah perasaan seorang adik kepada kakaknya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membacaπŸ™


jangan lupa like, vote dan komennya.πŸ™


salam darikuπŸ€—


Author m anha ❀️

__ADS_1


love you all πŸ’•πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2