Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Hadiah Kelulusan.


__ADS_3

Di kediaman Abraham Wijaya.


Pagi hari keluarga Wijaya dihebohkan dengan kedatangan mobil sport baru dan motor sport baru terparkir di garasi mereka.


Kelvin dan Gavin sangat senang ,mereka langsung menghampiri mobil dan motor mereka.


"Makasih ya pa,"ucap Gavin saat melihat mobil impian kini ada di depan matanya.


"Syukurlah kalau kalian suka,"ucap Bram melihat anak-anak terlihat Bahagia.


"Makasih Pah,Kelvin suka motornya," kata Kelvin menaiki motor barunya ,begitu juga dengan Gavin yang langsung masuk dan menyalakan mobilnya. Suara dari motor dan mobil mereka saling bersahut-sahutan .


Arya ikut senang melihat kedua adiknya senang. Bram menghadiahkan anak-anaknya mobil dan motor sebagai hadiah dari kelulusan mereka..


"Papa kok, kakak dapat hadiah, hadiah buat Arsy mana," ucap Arsy ngambek.


"Ade kan belum lulus,jadi ga dapat hadiah,yang lulus aja yang dapat hadiah," ucap Gavin menggoda adiknya.


Arsy sudah manyun dan menghentakkan kakinya, tangannya di silangkan ke dadanya,mengaktifkan mode marahnya .Matanya bahkan sudah berkaca-kaca mendengar godaan Gavin.


"Sayangnya kakak mau hadiah ya,,?"tanya Kelvin menarik tangan adiknya itu ke pelukannya."Emang adek mau hadiah apa ?"tanya Kelvin lagi mengacak-acak rambut adiknya itu.


Arsy mendapat kasih sayang yang berlimpah dari semua keluarga.Arsy anak bungsu dari Abraham itu menjadi sangat manja. ketiga kakaknya sangat memanjakannya begitu juga dengan Papa dan Bundanya.


"Ade mau ikut dengan kakak nggak, coba mobil baru kakak!" ajak Gavin.


"Enggak mau,ade ikut kak Kevin aja naik motor,"Arsy naik di belakang kakaknya.


"Ade pegangan ya ,kita jalan-jalan."Kelvin menyalakan motor dan membawa Arsy berjalan-jalan dengan motor barunya.


Arya juga naik ke mobil Gavin "Kita jalan-jalan cobain mobil baru kamu ,"ucap Arya masuk ke mobil baru Gavin.


"Oke Kak," jawab Gavin .


Mereka pun coba mobil baru dan motor baru mereka, Bram merangkul pundak Mikaila melihat keempat anaknya menjauh dari gerbang.


" Mas aku senang sekali,makasih ya memberi anak-anak hadiah yang mereka sukai,"ucap Mikaila bersandar di dada suaminya .


"Sama-sama sayang, mas akan melakukan apa pun agar bisa membuat anak-anak kita bahagia,"Bram mengecup pucuk kepala Istrinya.


"Enggak kerasa ya Mas anak-anak sudah pada besar itu berarti...!" ucap Mikaila menggantung,Bram menatap wajah istrinya yang menatapnya jahil .


"Itu berarti apa ha..?!" Bram menarik hidung Mikaila.


"Itu berarti Mas Bram sudah tua," ucap Mikaila berlari masuk kedalam istananya.


Bram ikut masuk menyusul istrinya dengan tawanya yang menggelegar.


"Kalau Mas sudah tua berarti kamu juga sudah tua sayang,"ucap Bram tak mau kalah.


Saat Gavin tengah menjajal mobil barunya, tiba-tiba ia mengerem mendadak.

__ADS_1


"Gavin pelan-pelan ,"ucap Arya saat mereka hampir saja menabrak 2 pejalan kaki yang membuat pejalan kaki itu sontak berteriak ketakutan.


Gavin memang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, Untung saja ia bisa mengerem mobilnya tepat waktu sehingga kecelakaan bisa terhindarkan.


Gavin ingin keluar memastikan kondisi mereka namun Arya menahan nya melihat ada beberapa warga yang terlihat mendatangi mereka dan sepertinya terlihat tak terima meraka hampir saja menabrak pejalan kaki tersebut .


"Ayo cepat kita pergi dari sini,"ucap Arya, Gavin mengikuti arahan kakaknya, iya langsung menancap gas meninggalkan tempat itu. Arya melihat mata gadis bercadar yang hampir ditabrak oleh nya entah mengapa jantungnya berdetak kencang.


Mereka hampir saja menabrak 2 pejalan kaki yang satunya memakai cadar dan yang satunya lagi memakai hijab biasa.


Hampir saja kita dikeroyok orang," ucap Gavin setelah berhasil menjauh dari tempat itu.


Arya hanya terdiam dan terus memikirkan mata gadis itu, mata itu seperti tak asing baginya .


"Kakak kenapa..! masih kaget..? tanya Gavin yang melihat kakaknya terus diam.


"Enggak, nggak apa-apa kita pulang saja sekarang,"ucap Arya.Gavin pun melajukan mobilnya kembali ke rumah.


Sementara kelvin dan Arsy berkeliling-keliling kompleks menikmati motor baru Kelvin.


Kelvin memang suka mengendarai motor, dan ia sangat menginginkan membeli motor sport itu,Kelvin sudah sering memintanya tapi Papanya tak pernah memberikannya dengan alasan ia belum cukup umur untuk memiliki kendaraan sendiri .Namun setelah ia lulus dan mencapai nilai terbaik kedua setelah Gavin, Papanya membelikannya sebuah motor yang selama ini diidam-idamkan, tentu saja dengan beberapa peraturan yang harus disetujui.


Anak-anak tumbuh menjadi anak yang tampan dan cantik.


Arya tumbuh menjadi sosok yang bijaksana, cerdas,dan peramah. Sedangkan Kelvin tetap menjadi sosok yang cuek dan tidak terlalu mementingkan hal-hal di sekitarnya yang di anggap tak penting baginya,ia lebih fokus pada kehidupannya sendiri .


Gavin sendiri sangat ramah kepada siapa pun terutama kepada kaum wanita,Gavin gembul kini menjelma menjadi sosok pria yang tampan bahkan di antara mereka bertiga tubuh Gavin lah yang paling bagus waktu kecil yang selalu dibully karena terlalu gendut,membuat Iya terus berolahraga bersama papanya dan menghasilkan badan yang bagus.Tak ada lagi kata gendut yang tersemat di nama belakangnya.


Mereka sekarang sudah memiliki kamar masing-masing begitu juga dengan Arsy, Arsy mendekorasi kamarnya dengan nuansa kuda poni,film kartun kesukaannya the little pony.


Pernak-pernik di kamarnya semua serba kuda poni.


Mulai dari tempat tidur kuda poni, bantal kuda poni, meja belajar kuda poni dan masih banyak lagi.


Arya terus saja memikirkan mata itu, tatapan mata yang sangat ia kenal


" siapa gadis itu, kenapa aku tak bisa melupakan tatapan matanya,"batin Arya berusaha mengingat dimana ia pernah melihat tatapan mata itu.


Saat Gavin melajukan mobilnya melewati mereka Arya melihat tatapan mata gadis bercadar itu dari balik kaca mobil.


Tok tok tok,,


"Masuk ,"ucap Arya.


"Aku ganggu ga kak ?"tanya Gavin yang melihat kakaknya itu duduk di meja belajar .


"Enggak kok, masuk," Arya mempersilakan Gavin duduk ,


"Ada apa ?"tanya Arya pada adiknya itu.


"Kita keluar yuk,"Ajak Gavin.

__ADS_1


"Keluar kemana?" tanya Arya .


"Ya nonton lha,apa lha.Apa aja bosan di rumah ,"keluh Gavin.


"Ya sudah,kita nongkrong di kafe aja ."Arya mengambil jaket dan membereskan meja belajarnya .


Mereka berjalan keluar sambil memakai jaket,menghampiri bundanya untuk izin.


"Kakak mau ke mana?" tanya Arsy menghampiri kedua kakaknya itu,


"Kakak mau nongkrong di kafe, anak kecil nggak boleh ikut,"ucap Galvin.


"Bundaaaaa," Arsy berlari memanggil bundanya.


Arsy kembali dengan menarik Bundanya," Itu Bunda Kakak mau pergi nggak mau ngajak Arsy ,"menunjuk Arsy pada Gavin.


Gavin memang sangat suka menjahili adiknya itu,"Arsy mau ikut..? tanya Kelvin turun dari tangga,"Kakak mau nonton di bioskop," ajak Kelvin.


"Kita naik motor ya Kak,"pinta Arsy.


"Enggak boleh sayang, ini sudah malam nanti Arsy sakit kalau naik motor," ucap bundanya. "Oke lah kalian naik mobil saja,"ucap Arsy.


"Baiklah ,kita semua pergi nonton bioskop, pakai mobil," keputusan Arya mengambil kunci mobil papa nya .


"Kalian mau kemana?" tanya bram yang baru keluar dari ruang kerjanya .


"Papa..."ucap Arsy berlari memeluk papanya. "Anak kesayangannya Papa sudah besar rupanya,"Bram menggendong anaknya yang sudah sangat tinggi itu ,Arsy sudah duduk di bangku kelas 5 SD.


" Pah ,kita mau pergi nonton ke bioskop, Papa mau ikut ,"ajak Arsy.


"Nonton bioskop ya, boleh deh Papa sudah lama nggak nonton,"Bram menerima ajakan putri bungsunya itu.


"Kalau semuanya pergi ,Bunda ikut ah," ucap Mikaila


Memang sudah lama ia tak menonton film di bioskop.


Semua pergi ke bioskop ,Arya membawa mobil. Saat di jalan Arsy melihat pedagang jagung,


"Kita beli jagung dulu ,"petunjuk Arsy pada penjual jagung tersebut .


Arya memarkirkan mobilnya dan Kelvin turun membeli beberapa jagung .


Akhirnya mereka makan jagung di mobil dan tak jadi ke bioskop.


πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ™


Terima kasih sudah berkunjung,


jangan lupa berikan like dan komen kalian sebanyak-banyaknya ya agar novel ini bisa lebih baik lagiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ jangan lupa ya mampir ke karya keduaku


"My Papa My Boss" πŸ™ ditunggu ya love you all.

__ADS_1


Author m anha πŸ’–


__ADS_2