
Zunaira baru pulang dari rumah temannya, saat memarkirkan motornya ia mendengar suara kakaknya Zaky berteriak.
"Ada apa dengan Kakak Zaky," gumam Zunaira, dengan cepat berjalan masuk ke rumah namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan mamanya.
"Enggak mungkin, jadi kak Zaky bukanlah anak Papa," batin Zunaira yang baru mengetahui Zaky bukanlah anak Papanya.
Hatinya semakin hancur saat mendengar penjelasan mamanya tentang bagaimana masa lalu mamanya itu,
Zunaira melihat penampilan kakaknya yang sangat kacau, saat berjalan ke arahnya
"Kakak,"lirih Zunaira.
Zaky tak menggubris adiknya, Iya hanya melihat lalu keluar mengambil motor dan menancap gas motornya menjauh keluar dari gerbang rumahnya.
Zunaira hanya bisa melihat kakaknya itu pergi, ia bisa melihat kesedihan di mata kakaknya itu saat berjalan melewatinya.
Zunaira melihat mamanya, ia menatap mamanya penuh kecewa.
Zunaira kecewa pada Mama karena merahasiakan ini semua darinya,. dan yang paling membuatnya kecewa yaitu ia tak menyangka jika sosok mama yang selalu menjadi panutannya pernah melakukan hal sekotor itu.
Zunaira memundurkan langkahnya saat Zahra mamanya menghampirinya.
"Zunaira mama bisa menjelaskan semuanya," ucap Zahra memegang tangan anaknya.
Zunaira menepis tangan mamanya,
"Aku kecewa sama mama, mama sudah membuat Kak Zaky bersedih," ucap Zunaira berkaca-kaca.
"Mama tidak bermaksud membuat kamu dan kakak mu sedih," ucap Zahra kembali memegang tangan putrinya itu.
"Jangan sentuh aku mah, Aku jijik sama mama. Aku tak menyangka mama bisa melakukan hal sehina itu," ucap Zunaira lalu berbalik pergi meninggalkan mamanya.
Zahra mengejar Zunaira,
"Zunaira dengarkan mama dulu, ini semua tak seperti yang kau bayangkan," ucap Zahra mencoba menghentikan Zunaira mengeluarkan kembali motornya.
"Lalu seperti apa mah, sebenarnya apa yang ingin Mama jelaskan. Semuanya sudah jelas, aku sudah mendengar semuanya sendiri, aku nggak tuli mah. Aku bukan anak kecil yang tak mengerti apa yang kalian bahas di dalam tadi,"
ucap Zunaira menyalakan motornya.
Randy berlari menghalangi motor Zunaira dan mengambil kuncinya.
"Kamu mau kemana, ayo masuk," tegas Randy.
"Enggak Papa, aku nggak mau tinggal sama mama," ucap Zunaira menatap mamanya dengan kesal.
"Papa bilang masuk, dengarkan dulu penjelasan mamamu," ucap Randy.
"Enggak Papa, Semua sudah jelas. Kakak Zaky bukan anak Papa" Ucap Zunaira,
"Itu semua sudah berlalu, Mama tak seperti yang kau bayangkan,"
"Zunaira ga mau tinggal sama mama, Aku benci sama mama, aku jijik Pah," ucap Zunaira tak mau melihat mamanya.
"Zunaira, kamu tak pantas berbicara seperti itu pada mama kandung mu," bentak Randy.
Zunaira mengambil kembali kunci motor yang dipegang Papanya menyalakan motor lalu menancap gas berlalu keluar dari gerbang.
Randy mencoba mengejar, tapi ia tak bisa menghalangi anaknya yaitu.
__ADS_1
Randy mengambil kunci mobil dan mengejar Zunaira dengan mobil.
Randy terus mengikuti motor Zunaira hingga ke rumah orang tua nya.
Randy merasa lega saat anaknya itu pergi ke rumah neneknya.
Randi kemudian membalik mobilnya untuk mencari keberadaan Zaky.
Zahra terkulai lemah ia terduduk di lantai, ia menangis, ia tak menyangka tindakannya bertahun-tahun lalu membuatnya kehilangan kepercayaan dari kedua anaknya hari ini.
Ibu Zahra menghampiri anaknya mencoba menguatkan nya,
"Ibu, anak-anakku," ucap Zahra menangis tersedu-sedu.
"Sabarlah, berikan mereka waktu. Ibu yakin mereka akan mengerti keadaanmu, biarkan mereka menenangkan diri dulu untuk saat ini," ucap ibu menasehati anaknya.
Ibu membawa Zahra masuk ke dalam rumah.
Randy terus mencari Zaky. Ia mengelilingi kota Batam namun tak juga menemukan jejak Zaky.
Randy mencari ke tempat-tempat yang sering Zaky kunjungi, namun Ia juga tak menemukan anaknya itu di sana.
"Dimana kamu nak," gumam Randy mengambil ponsel lalu menghubungi semua teman-teman Randy yang ada di ponselnya.
"Jika kau menemukan Zaky atau melihatnya tolong hubungi Om ya," ucap Randy pada teman-teman Zaky.
Zunaira masuk ke rumah neneknya sambil menangis, tentu saja itu membuat neneknya itu panik.
"Ada apa Sayang, kenapa kamu menangis?" tanya neneknya memeluk cucunya itu, mengusap rambutnya agar lebih tenang.
"Nenek, apa nenek tahu jika kak Zaky bukanlah anak Papa?" tanya Zunairah pada neneknya.
"Apa yang kau bicarakan, kenapa kau mengatakan Jika Zaky bukanlah anak papamu?Tanya nenek.
"Kamu jangan mengada-ngada, mana mungkin Zaky itu bukan anak Papamu, Kamu mungkin salah dengar nak,"
"Tidak nek, Aku dengar dengan sangat jelas, bahkan,..."Zunaira menjeda kata-katanya.
"Bahkan apa," tanya nenek,
Zunaira ingin mengatakan bagaimana kelakuan Mamanya di masa lalu namun ia menahan nya. Ia tak mau mamanya di pandang hina oleh neneknya itu.
Mama Randy langsung mengambil ponselnya dan menelpon Randy namun nomor Randy terus saja sibuk.
"Kamu ikut nenek,"
"Mau ke mana nek?" tanya Zunairah,
"Tentu saja nenek ingin mengetahui kebenaran dari apa yang kau katakan, nenek sama sekali tak percaya dengan yang kau katakan itu,"
Mama Randy kemudian menelepon suaminya dan memintanya agar menemui mereka di rumah Randy. Ia tak mengatakan tentang apa yang ingin mereka lakukan di sana.
Randy kembali dan melihat Zahra masih menangis,
Zahra yang melihat Randy datang langsung menghampiri suaminya itu.
"Bagaimana, apakah kamu menemukan anak-anak?" tanya Zahra,
Zunairah pergi ke rumah mama, namun aku tak tahu Zaky pergi kemana, aku sudah mencoba mencarinya namun tak menemukannya. Semoga saja setelah ia tenang ia akan kembali dengan sendirinya," ucap Randy mengusap wajahnya, memijat kepalanya yang mulai terasa pusing.
__ADS_1
Randy mendengar suara mobil memasuki pekarangannya.
"Seperti itu mobil Papa," ucap Randy melihat mobil Papa nya terparkir di depan rumahnya.
Papa masuk ke dalam rumah dan menghampiri Randy , Zahra dan besannya.
"Ada apa kenapa Mama menyuruh Papa ke sini katanya ada hal yang penting?" ucap Papa.
Randy dan Zahra saling menatap,
"Apa Zunaira sudah cerita kepada Mama," batin Zahra.
"Semoga saja Zunaira tak menceritakan apa yang didengarnya kepada Mama," batin Randy.
"Ada apa, kenapa kalian hanya diam?" tanya Papa melihat Randy dan Zahra hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
Tak lama kemudian mobil kembali terdengar itu adalah suara mobil mamanya Rendy.
"Randy, Zahra," teriak Mama saat baru memasuki pintu rumah.
Mereka semua langsung berdiri dan melihat raut wajah mama yang terlihat sangat marah.
"Ada apa Ma" tanya Randy,
"Apa benar Zaky bukanlah anakmu?" tanya Mama begitu sudah sampai di dekat mereka.
Randy terdiam,
"Apa maksud Mama, Zaky itu kan cucu kita," ucap Papa.
Tak mendapati jawaban dari pertanyaannya Mama mendekati Zahra,
"Zahra jawab Mama dengan jujur, apa Zaky adalah anak Randy atau bukan ," bentak Mama menatap tajam pada menantunya itu.
Ibu Zahra hanya diam mendengar itu semua.
Zahra juga tak menjawab pertanyaan dari mertuanya itu.
"Kenapa kalian berdua hanya diam saja, apakah yang dikatakan Zunaira itu benar, kalau Zaky bukanlah anak kandungmu Randy," tanya mama beralih pada Randy.
"Mah maafkan Zahra, Zahra tidak bermaksud membohongi mama dan papa."ucap Zahra,
Mama Randy beralih menatap Zahra,
"plak, plak."
Dua tamparan keras mendarat di kedua pipi Zahra.
Nafas Mama Randy memburu menatap tajam kepada Zahra,
"Jadi benar, Zaky bukan cucu kandung kami?????"
😳😳😳😳😳😳😳😳🙏😳😳😳😳😳😳
Terima kasih Kak sudah membaca 🙏
Terus memberi dukungan kalian ya🙏
LIKE, VOTE KOMENNYA 🙏🙏
__ADS_1
Salam dariku Author m anha 💖
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖