
Di sebuah restoran Zahra duduk di salah satu meja yang berbeda di sudut ruangan,ia terus memperhatikan Bram.Zahra bisa melihat perubahan Bram sesaat setelah ia meminum minuman nya,ia memegang kepalanya dan memikat tengkuknya.
"sepertinya Sonia berhasil memasukkan obatnya,"batin Zahra.
Ting,,,, satu pesan masuk di ponsel Zahra.
Benar saja itu dari nomor tak di kenal,dan memberi tahu kalau tugasnya sudah selesai.
Zahra meremas jari-jarinya ia bingung harus berbuat apa,
ponselnya berdering,,,
"Halo,"Zahra mengangkat telfon ya.
"sayang kamu dimana?"tanya seseorang dari balik telfon.
"aku ada kerjaan di luar negri,"jawabnya.
"kamu kenapa ga bilang sih kalau mau keluar negri,kan bisa aku temenin,"ucap Randy.
"nggak usah sayang,ini urusannya udah kelar ko,aku udah mau pulang."
"hati-hati ya."ucap Randy mengakhiri panggilannya.
Zahra membulatkan tekad nya.
"ini ngga bener,aku ga boleh lakuin ini.aku akan jujur ke Randy soal penculikan itu,dia pasti bisa membantuku."pikir Zahra.
Zahra mengambil tasnya dan keluar dari restoran.
Ia bergegas menuju hotel tempatnya menginap,ia mengemasi barang-barang nya.
"aku harus pulang sekarang,"terburu-buru memasukkan pakaiannya.
Zahra keluar dari kamar menuju lift.
Saat akan masuk ke lift ia bertemu Bram yang di papah oleh sekuriti,Zahra dan Sonia sengaja menyewa kamar hotel dengan lantai yang sama dengan Bram.
Zahra tak sengaja melihat dompet Bram terjatuh saat akan masuk ke kamar nya.
Ia mengambilnya dan ikut masuk ke kamar Bram,
Bram ambruk di kasur empuknya,
"permisi mba,"ucap sekuriti meninggalkan mereka berdua.
Zahra berjalan mendekati Bram,ia menggoyang-goyangkan tubuh Bram,namun Bram tetap tertidur pulas.
Pikiran jahat mulai hinggap di otaknya.Pikiran Randy yang akan meninggalkannya saat tau kelakuannya di masa lalu pada Mikaila.
"aku hanya perlu mengambil beberapa foto saja,Bram tidak akan tau kalau itu aku."
Zahra berjalan menutup pintu dan kembali mendekati Bram.
"oke,hanya beberapa foto,"ucap Zahra meyakinkan dirinya.
Zahra mulai melancarkan aksinya,ia membuka pakaian Bram dan pakaiannya sendiri,ia menutupi bagian bawah mereka dengan selimut Karana ia hanya membuka atasan mereka saja.
Mengambil beberapa foto Bram dan dirinya yang seolah-oleh mereka sedang bermesraan.Zahra tak memperlihatkan wajahnya di foto tersebut.
__ADS_1
"oke selesai,ini cukup."melihat hasil fotonya.
Nafasnya memburu,dan entah mengapa tubuhnya terasa panas,ia melihat ke arah Bram.Tanpa sadar tangannya memegang perut sixpack Bram,,, tubuh Zahra semakin memanas dan ia benar-benar menginginkan Bram saat ini.
Matanya tertuju pada bibir Bram,ia mendekat dan menciumi nya dengan lembut.
Bram dengan sisa-sisa kesadarannya membuka mata, namun yang ia lihat adalah Mikaila istrinya.
Bram kembali menutup matanya membiarkan apa yang di lakukan wanita yang di anggap istrinya itu,,,
Zahra sudah di kuasai nafsunya dan terus melakukan apa yang di inginkan tubuhnya.
Sonia sudah berada di pesawat,ia tersenyum saat mengingat kembali ia memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Zahra,,
"semoga obat itu bekerja dengan baik,dan tepat pada waktunya."
Pagi hari Bram terbangun,ia mengeratkan pelukannya pada wanita yang tengah tertidur sambil memeluk..
Mata Bram terbelalak saat kesadarannya terkumpul,ia melihat sekitar nya,ini bukan kamarnya,dan ia sedang di luar negri.
Lalu mengapa ada wanita di sampingnya.
Bram perlahan melepas pelukannya,dengan ragu ia melihat wajah wanita yang masih tertidur lelap dalam dekapannya.
"Zahra,"ucap Bram mendorong tubuh Zahra.
Zahra yang baru bangun tersentak saat mendengar suara teriakan Bram.
Ia sangat terkejut,mengapa ia masih di kamar ini,ia tak kalah terkejut melihat keadaanya tak mengenakan pakaian.ingatan kejadian semalam terlintas di benak nya,membuat tubuhnya bergetar karena takut.
Bram mengambil pakaian nya dan memakainya.ia kembali duduk di kasur mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Bram menendang meja yang ada di depannya,matanya memerah karena amarah,ia menatap Zahra yang meringkuk di kasur sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Zahra bisa melihat kemarahan di mata Bram,nyalinya menciut,ia hanya bisa minta maaf dan menangisi kebodohan,
Bram mendekat ke arahnya,
"aww,"Zahra menahan sakit di area sensitifnya saat akan turun dari ranjang menjauhi Bram.
Ini adalah pengalaman pertamanya dengan seorang pria.
"bisa kau jelaskan apa yang terjadi?"tanya Bram dengan suara meninggi.
Zahra mundur sambil terus mempertahankan selimutnya,
Bram mencengkram dagu Zahra,
"apa yang kamu lakukan?"tanya Bram mengeratkan cengkraman tangannya.
Zahra hanya bisa menangis,ia menahan tangan Bram yang mencengkram dagunya.
"apa rencanamu ha,"tanya Bram melepas cengkraman tangannya.
Zahra berlutut di hadapan Bram,ia sangat ketakutan,ia mulai menceritakan tentang Sonia dan rencananya,ia juga menceritakan apa yang terjadi beberapa tahun lalu tanpa menutupi sedikit pun.
Zahra juga menceritakan kalau ia sudah berniat membatalkan rencana nya,dan mengapa ia bisa melakukan semua itu.
Bram mengambil ponsel Zahra dan menghapus semua foto foto yang telah di ambil Zahra semalam.
__ADS_1
"apa kamu sudah mengirimkan foto ini,"tanya Bram,
Zahra menggeleng,ia tak berani menatap wajah Bram.
Bram menelfon seseorang untuk mencari Sonia.
Zahra yang masih terduduk di lantai dengan selimutnya terus saja menangis.
"pakai pakaianmu,"ucap Bram.
Zahra memunguti pakaiannya yang berserakan dan berjalan pelan ke kamar mandi.
Bram bingung harus berbuat apa sekarang.
Orang tua Zahra sangat baik padanya dan keluarga Mikaila,dan masalah ini sepenuhnya bukan salahnya.Bram mengerti situasi Zahra saat ini..Tapi ia tidak membenarkan perbuatan Zahra.
Zahra berjalan pelan mendekati Bram,
"dengar Zahra,aku sangat mencintai Mikaila,dan ini semua akan sangat menyakitinya."ucap Bram.
Zahra hanya bisa menunduk,ia meremas jari-jarinya yang gemetaran.
"aku akan memaafkan kesalahan,dan kita anggap ini semua tak pernah terjadi,kamu setuju?"tanya Bram menatap Zahra.
Zahra seakan mendapatkan nyawanya kembali saat mendengar kata maaf dari Bram setelah apa yang di perbuatanya kepada Mikaila dan dirinya.
Zahra menganggu,
"terimakasih Bram,aku nggak akan pernah muncul di hadapanmu lagi,aku janji."ucap Zahra kembali menagis.
"kamu sadarkan kejadian ini akan sangat merugikan kamu dan mungkin masa depanmu."ucap Bram masih mencoba menahan emosinya.
"ini adalah kesalahanku,aku akan menanggung semua akibatnya.
"kambali lah ke kamar mu,,"ucap Bram tanpa melihat Zahra.
Zahra berjalan keluar,ia mengambil kopernya yang ada di depan pintu kamar Bram.
Ia kembali ke kamarnya dan menangis sejadi-jadinya,bayangan Randy terus terlintas di benak nya.
Sekarang ia sudah tak suci lagi,ia tak pantas di sandingkan dengan Randy.
Ia sudah melakukan kesalahan yang akan di sesalinya seumur hidup.
Zahra menyesal,mengapa ia harus mengikuti hawa nafsunya,mengapa ia harus berbuat jahat demi kepentingannya,mengapa ia harus menyakiti seseorang untuk mendapatkan yang ia inginkan.
Andai waktu bisa di putar kembali,ia akan menerima apa yang memang menjadi miliknya,tanpa harus iri dengan kebahagiaan orang lain.
"Mengapa semua ini terjadi pada ku,mengapa di saat aku mencintai seseorang yang juga mencintai ku,mengapa di saat aku merasa bahagia.Apakah ini hukuman dari semua dosa -dosaku di masa lalu.,"
Zahra hanya bisa pasrah,ia terkulai lemah di lantai kamar hotel nya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Terima kasih ya sudah membaca karya pertamaku yang mungkin masih banyak kesalahan,baik kata dan penulisannya.
Selamat membaca,semoga bisa menghibur dan menemani hari kalian.💗💗😚
Di tunggu like, vote dan komennya 🙏💗💗
__ADS_1