Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Tinggal Tunjuk .


__ADS_3

Pagi ini Arya bersiap-siap akan berangkat ke sekolah, iya turun dan ikut sarapan bersama yang lain,


"Kamu yakin sudah bisa ke sekolah?" tanya Bram.


"Yakin Pah, Arya sudah sehat kok.Arya akan berhati-hati di sekolah ," jawab Arya


"Kalau kamu ketemu sama Raina, kamu ajak dia pindah ke sekolah kalian. Agar kalian lebih bisa menjaganya," ucap Bram.


"Iya Pah, nanti Arya bilangin sama Raina," jawab Arya.


Arya mengendarai mobilnya menuju ke kos-kosan Raina, sesekali ia bersenandung menatap wajahnya di kaca mobilnya, membayangkan ia akan menghabiskan waktu hari ini dengan Raina membuat hatinya gembira.


Semalam ia sudah janjian dengan Raina, jika hari ini ia yang akan mengantar dan menjemput Raina kesekolah.


Di kos-kosan.


Natali dan Raina yang sudah baikan mereka bersiap-siap akan ke sekolah,


"Natali hari ini aku dijemput kak Arya, apa kamu mau bareng ke sekolah," ajak Raina.


"Enggak usah, aku naik motor aja. Aku ada keperluan di tempat lain, kalian pergi aja "tolak Natali mencari alasan.


Natali mengendarai motornya sendiri ke sekolah, sedangkan Raina menunggu Arya di luar kompleks kos-kosannya.


Tak butuh waktu lama Raina menunggu, Arya sudah datang dan mereka berangkat ke sekolah.


Arya mengantar Raina ke sekolahnya terlebih dahulu.


"Nanti Kakak jemput ya, kamu tunggu aja di sini," ucap Arya.


"Oh ya, tadi Papa memintamu untuk pindah ke sekolah kami ," lanjut Arya .


"Aku selesaikan semester ini dulu ya Kak, selesai itu baru pindah ke sana," ucap Raina.


"Ya udah, kamu hati-hati ya!" ucap Arya.


"Iya kak," jawab Raina turun dari mobil Arya, ia melambaikan tangan saat mobil Arya melaju meninggalkan gerbang sekolahnya.


Saat Raina berbalik, semua murid di sekolah itu memperhatikan Raina termasuk Fani dan Dinda, mereka langsung menghampiri Raina.


"Itu tadi mobil kak Arya kan?!" tanya Fani.


"Iya itu mobil kak Arya," jawab Raina.


"Kamu kok kenal sih sama kak Arya ?! kalian kenal di mana ?! kenalin juga dong ,"sosor Fani.


Ceritanya panjang, yuk kita masuk nanti kita telat," ucap Raina meninggalkan kedua temannya yang masih penasaran bagaimana Iya dan Arya bisa saling mengenal.


"Raina ceritain dong!, gimana sih kamu bisa kenal sama Kak Arya," Dinda yang biasanya pendiam kini ikut memberondong Raina dengan beberapa pertanyaan seputaran Arya.

__ADS_1


Sambil berjalan ke kelas, Raina pun menceritakan jika Arya itu adalah teman masa kecilnya.


"Beruntung banget sih kamu, bisa kenal sama keluarga Wijaya," ucap Fani.


"Keluarga Wijaya itu kayak gimana sih ?!, mereka kan orang kaya banget ?" sambung Dinda yang sering mendengar nama Abraham Wijaya.


"Walaupun mereka kaya raya, tapi mereka itu orangnya baik-baik, ramah. Apalagi Bunda, orangnya sangat baik dan lembut," ucap Raina. Raina mengingat betapa baiknya Bunda Mikaila padanya.


"Kenalin dong dengan kak Arya, kita kan juga mau kenal," mohon Fani mengayun-ayunkan tangan Raina layaknya anak kecil yang meminta permen kepada ibunya.


"Iya, nanti aku kenalin sama kalian, kak Arya itu orangnya baik banget ," ucap Raina.


Keduanya berjingkrak kegirangan, siapa yang tak bangga jika berkenalan dengan seorang Arya Wiguna Putra dari pengusaha terkenal Abraham Wijaya, Kapten tim basket Wijaya school.


Wijaya School


Natali langsung masuk ke ke kelasnya, berita akan Anes sudah menyebar di sekolah. Bahkan beberapa anak menyebut nama Natali, membuat ia merasa dikucilkan bahkan beberapa anak menatap dirinya dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Saat jam istirahat, Natali memilih naik ke atap sekolah, untuk menghindari pertanyaan dari beberapa temannya, mengenai apakah dia juga terlibat dalam penculikan yang dilakukan oleh Anes.


Saat di atap Natali memasang earphone di telinganya, memutar lagu favoritnya dan ikut bersenandung mengikuti lirik lagu, suaranya sangatlah merdu. Tanpa ia sadari Kelvin yang juga suka berada di atap sekolah memperhatikannya sejak tadi.


Natali melihat jam di tangannya, jam sudah menunjukkan jam pelajaran berikutnya, ia pun turun kebawah. Kelvin mengikutinya dari belakang tanpa diketahui oleh Natali.


Natali bahkan berpindah duduk, ia yang awalnya duduk bersebelahan dengan Gavin di depan, Sekarang ia memilih pindah duduk di bangku paling Belakang.


Gavin mengerti kalau Natali menghindarinya . Ia pun tak memaksa agar Natali tetap duduk di dekatnya.


Arya berdiri di luar gerbang di dekat mobil sport yang sungguh mencolok. Menjadikan dirinya pusat perhatian anak-anak yang baru keluar dari sekolah.


Raina menghampiri Arya,


"Udah lama kak," tanya Raina,


"Baru kok," jawab Arya.


"Kita mau kemana?" tanya Arya sambil terus fokus mengemudi,


"Kita ke mall aja yuk Kak, Kakak punya banyak uang kan?" tanya Raina.


"Punya dong?" jawab Arya.


"Aku ingin membeli sesuatu di mall. Kakak traktir ya ?!" pinta Raina.


"Iya boleh, asal kamu nggak minta dibeliin mall nya aja," canda Arya.


"Emang Kakak nggak sanggup beliin Raina mall," tentang Raina.


"Sanggup dong, hanya mall nya aja kan?," ucap Arya, "Tapi pakai uang Papa,"

__ADS_1


Mereka berdua tertawa. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol banyak hal, bahkan hal yang tak penting.


Seminggu bersama membuat mereka tak ada kecanggungan lagi. Walau baru saja bertemu kembali namun mereka merasa sudah lama bertemu.


Raina mengajak Arya ke toko sepatu yang pernah ia datangi, Raina senang sepatu yang diinginkan masih terpajang di etalase mall itu.


Raina menarik tangan Arya,


"Kak beliin itu ya ," tunjuk Raina pada sepatu putih yang sedari dulu diinginkannya.


"Tentu saja," Jawab Arya kemudian meminta pemilik toko pembungkus untuk nya dan hanya dengan sekali gesekan sepatu itu sudah berpindah ke tangan pada Raina.


"Kamu mau beli apa lagi?" tanya Arya.


Raina kembali menarik Arya menuju ke toko tas dan ia kembali melihat tas yang sangat di inginkan oleh Natali waktu itu.


Raina kembali menunjuk tas tersebut, tanpa melihat harga Arya langsung membelikannya untuk Raina.


Raina menunjuk dua tas.Arya langsung membayarnya lagi.


"Kamu kok beli dua, buat siapa?" tanya Arya,


"Ini buat Natali Kak, Natali sangat ingin membeli tas ini ," jawab Raina seakan ia tak pernah ada masalah dengan Natali.


Arya makin kagum kepada teman masa kecilnya itu, Natali yang sudah berbuat jahat padanya namun Ia tetap mengingatnya.


Raina membeli beberapa barang keperluan nya, ia menunjuk apa saja yang selama ini di inginkan nya, membuat tangan Arya menjadi penuh dengan barang-barang Raina.


"Raina sudah ya, aku capek. Kita nonton aja ya !?" ajak Arya.


"Boleh Kak, tapi filmnya jangan film horor ya," pinta Raina,


Raina masih mengingat terakhir kali ia dan Natali menonton di bioskop, membuat dia terus memimpikan film itu selama berhari-hari, ia bahkan takut ke kamar mandi sendiri begitu juga dengan Natali.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Terima kasih Kak sudah membaca karya pertamaku semoga menghibur mohon ya Kak beri


👉 Like,


👉 Vote,


👉 komennya,


👉 Favorit kan ya.


Makasih.


mampir juga " My Papa My Boss" ditunggu ya 🙏

__ADS_1


Salam dari Author m anha 💖


__ADS_2