
Bram sedang bermain bersama anak-anak,ponselnya berdering.
"kalian main dulu ya,papa angkat telfon dulu.
Bram melihat panggilan dari Alex.
Bram masuk ke kamarnya,
"bagaiman,apa kalian sudah menemukannya?tanya Bram pada Alex dari balik telfon.
"iya bos,ia ada di negara A,dan disekap di sebuah gudang di tengah hutan."jawab Alex.
"aku akan ke sana,terus awasi situasi di sana."Bram mematikan telfonnya.
"sayang aku akan ke negara A,"ucap Bram melihat Mikaila masuk.
"kenapa buru-buru mas,"tanya Mikaila yang melihat Bram memasukkan beberapa barang ke ransel nya.
"mas menemukan lokasi Raina, mudah-mudahan dia baik-baik saja.
"hati-hati ya mas,"ucap Mikaila membantu Bram.
Bram langsung terbang ke negara A dengan pesawat jet pribadi nya.
Begitu sampai Bram meminta bantuan pihak kepolisian yang ada di sana,ia tak ingin tindakannya menimbulkan masalah dengan kepolisian.
Polisi dan beberapa orang suruhan Bram mengepung tempat itu.
Mereka bukan komplotan biasa,mereka memiliki banyak anak buah,mereka juga memiliki senjata api.
Polisi memberi peringatan dan meminta mereka menyerah, namun bukannya menyerah mereka justru menembaki polisi.
Saling baku tembak pun terjadi.
Jessica yang mendengar suara tembakan terbangun dan melihat keluar dari cela pintu,
ada banyak orang yang memegang senjata.
Semua terlihat sangat sibuk berlari ke sana kemari.
Dari luar pintu terdengar suara pintu di dobrak.Jessica menjauhi pintu.
"Braak"pintu berhasil terbuka.
"cepat lari dari tempat ini,keadaan sedang kacau.selamatkan diri kalian."ucap 2 orang wanita dan pergi,mereka kembali mendobrak pintu lainnya.
Jessica melihat kedua wanita itu,ternyata bukan hanya mereka yang di kurung di sana,masih banyak lagi orang yang terkurung di dalam kamar.
Jessica langsung membangunkan Raina dan Natali.
"ayo bangun,kita harus secepatnya pergi dari sini."
Raina langsung mengambil boneka dan tas kecilnya.
Jessica menarik tangan Raina dan Natali,dan berlari meninggalkan kamar itu.
Raina lupa ia tak membawa kotak musik dari Arya .
Raina melepas pegangan Jessica dan berlari kembali ke kamar,ia mencari kotak musik yang tertinggal di sana,,
Jessika mengejar Raina dan langsung menggendong Raina berlari meninggalkan kamar itu, Raina hanya bisa melihat kotak musik pemberian Arya.
Jessica mengikuti tawanan lain yang berlari lewat pintu belakang gedung.
__ADS_1
Salah satu dari mereka mengambil mobil box yang terparkir di sana,semua berlari naik ke mobil.
Jessika yang berlari sambil membawa dua anak kecil tak bisa mengejar mobil box dan terus berjalan meninggalkan mereka.
Jessika melihat ada mobil pickup yang melintas di jalan,ia berlari ke jalan dan meminta tumpangan.
Setelah supir pickup itu mau memberi mereka tumpangan Jessica memanggil Raina dan Natali agar mempercepat lari mereka.
Mereka naik di bak belakang mobil bersama hasil panen sang supir yang tertutupi kain terpal.
Mobil bergerak melewati halaman depan gudang tempat mereka di sekap.
Raina melihat Bram ada di sana,saat akan memanggil Bram Jessica membekap mulut Raina agar tak mengeluarkan suara.
Jessica baru melepasnya saat dirasa aman.
Raina kembali melihat ke arah luar tapi ia sudah tak melihat Bram lagi.
Mobil terus melaju menjauhi gudang itu menuju ke kota.
Raina dan Natali sudah tertidur karena kelelahan.
Di gudang.
Setelah para penjahat itu berhasil di lumpuhkan mereka memeriksa di setiap sudut gudang.
Masih ada beberapa tawanan di kamar yang tidak sempat di bebaskan.
Bram ikut memeriksa, berharap salah satu dari mereka adalah Raina.
Bram masuk ke salah satu kamar yang sudah kosong dan melihat beberapa mainan anak-anak disana.
Bram masuk dan melihat mainan itu,matanya tertuju pada kotak musik yang ia yakini itu adalah milik Raina.
Mereka langsung bergerak mencari para tawanan itu....
Mereka berhasil menemukan mobil box yang berisi tawanan tadi,Bram langsung ketempat mereka saat ia mendengar orang suruhannya menemukan apa yang ia cari...
Namun saat sampai di sana dan melihat para tawanan itu,ia tak melihat Raina ada di sana.
"apa ada yang melihat gadis kecil berambut hitam panjang dan berkulit putih."tanya Bram pada mereka.(bahasa Inggris)
Mereka saling menatap satu sama lainnya dan menggeleng.
"memang tadi ada seorang wanita membawa dua anak kecil,aku tak terlalu melihat rambutnya,tapi salah satu dari mereka memang berambut hitam dan membawa boneka beruang."ucap salah satu tawanan yang membawa mobil box itu.Ia sempat melihat dari kaca spionnya.(bahasa Inggris)
"Dimana Meraka?tanya Bram.(bahasa Inggris)
"aku tidak tau,kami langsung pergi,mereka terlalu lambat jadi kami meninggalkan mereka."jawab sang supir(bahasa Inggris).
Bram mengepal tangannya,nafasnya berat.
"pasti itu Raina.Alex terus cari Raina."ucap Bram memberikan foto Raina kepada anak buahnya(bahasa Inggris).
"baik bos,"ucap mereka dan meninggalkan tempat itu(bahasa Inggris).
Bram melihat kotak musik yang ia ambil dari kamar gudang tadi.
"Semoga kalian baik-baik saja,"batin Bram.
Bram kembali ke kota x dan menyerahkan semuanya kepada Alex.
Di kota.
__ADS_1
Jessica membangunkan Raina dan Natali saat mobil sudah sampai di tujuannya.
Mereka berjalan kaki mengikuti kemana kaki mereka melangkah.
"kak kita mau kemana"tanya Natali pada kakaknya (bahasa Inggris).
"Kakak juga tidak tau dek,"ucap Jessica mengelus rambut adiknya(bahasa Inggris).
Raina menarik tangan Jessica dan memegang perutnya, memberitahu kalau ia lapar.
"kamu lapar,"ucap Jessica berjongkok dan memegang perut Raina (bahasa Inggris).
Raina mengangguk.
Begitulah cara mereka berkomunikasi,mereka tak mengerti bahasa satu dengan yang lainnya jadi mereka menggunakan gerakan.
"kakak aku juga lapar,"ucap Natali (bahasa Inggris).
Sebenarnya Jessica juga lapar,mereka melewati banyak penjual makanan tapi mereka tak punya uang.
Jessica menunjuk kalung yang melingkari di leher Raina.
Raina mengerti maksud Jessica,Raina menggeleng dan memegang kalungnya.
"kita butuh uang untuk makan,"Jessica kembali menunjuk kalung itu dan memegang perut Raina(bahasa Inggris).
Raina tetap menggeleng, Jessica tak ingin memaksanya,ia yakin Kalung itu pasti sangat berharga untuknya.
Mereka melanjutkan perjalanan dan hanya bisa melihat makanan yang mereka lewati.
Jessica mencoba meminta kepada para penjual itu,namun tak ada yang mau memberi.
Raina teringat kalau Bram pernah memasukkan kotak ke tas yang selalu di bawanya.
Raina mengambil dan membuka kotak itu,dan benar saja kotak itu berisi beberapa perhiasan.
Raina menghampiri Jessica dan memperlihatkan isi kotaknya.
Jessica langsung menutup nya dan memasukkannya kembali ke dalam tas Raina.
"kamu dapat dari mana kotak itu?"tanya Jessica(bahasa Inggris).
Raina menunjuk tasnya.
Jessica merapikan penampilannya ia melihat toko perhiasan tak jauh dari mereka berdiri.
"kalian tunggu di sini,"(bahasa Inggris).
Jessica mengambil satu perhiasan dan berjalan ke toko perhiasan.
Ia berhasil menjualnya dan mendapatkan uang yang lumayan banyak karena kualitas perhiasan itu.
Ia kemudian membeli beberapa makanan dan mencari tempat tinggal yang sederhana,mereka harus tetap berhati-hati.
Mereka mendapat tempat walaupun kecil tapi itu lebih nyaman dari kamar tempat mereka di sekap.
Rasa aman dan lapar membuat mereka makan dengan lahap.
Terima kasih sudah membaca 💗
Jangan bosan ya,, 🙏
terimah Kasih sudah memberi like pada karya ini.🤗😊
__ADS_1