
Semalam Raina tak bisa tidur, bukan karena mual, tapi Raina terus ingin bercerita pada Arya. Matanya tak bisa tertidur, ia sudah berusaha memejamkan matanya.Namun, ia masih saja terjaga. Raina bercerita tentang pengalamannya dengan Natali saat mereka memanen buah mangga di kebun kakeknya, ia juga bercerita jika dulu ia bahkan pernah memanjat pohon mangga.
"Kak, Raina pingin deh makan mangga dari kebun kakek," ucap Raina bersandar di dada Arya yang duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
"Kak, kalau kita izin ke rumah nenek di kampung apa boleh ya? rumah nenek kan dekat dengan rumah kakek ku," ucap Raina membayangkan ia sedang berada di rumah kakek.
"Kak, apa kakak sibuk? kita ke kampung boleh ga kak?" tanya Raina.
Raina sedari tadi menanyakan banyak hal kepada Arya.Namun, tak satu pun pertanyaannya dijawab. Raina kemudian mendongak melihat wajah Arya, ternyata suaminya itu tengah tertidur sambil duduk.
"Kak, bangun Kak! aku masih mau cerita sama kakak. Udah ga sayang ya sama aku, sama bayi kita," ucap Raina cemberut.
"Kakak nggak tidur kok, cuma menjamin mata saja," gumam Arya berusaha membuka matanya.
"Kakak jangan tidur ya!"pintar Raina.
"Iya Kakak dengerin kok, kamu cerita aja lagi," ucap Arya kembali menarik Raina ke pelukannya.
Arya yang sudah sangat mengantuk, ia hanya bergumam saja sebagai respon saat Raina menanyakan sesuatu. Raina melarangnya untuk tidur, Ia ingin jika Arya mendengar apa yang ia ceritakan.
Mereka baru tidur saat menjelang subuh.
Arya yang sudah tak mendengar ocehan Raina mencoba melihatnya dan ternyata benar ia sudah tertidur pulas, dengan perlahan Arya membaringkan Raina dan menyelimutinya. Barulah Arya bisa ikut tertidur dengan tenang.
Baru satu jam ia tertidur suara ketukan pintu kembali mengganggu tidurnya, "Siapa sih pagi-pagi begini menggangu," batin Arya nelangsa.
Arya berusaha membuka matanya yang terasa berat. Ingin rasanya ia tertidur kembali. Namun, takut jika suara ketukan itu dapat membangunkan Raina yang juga baru saja tertidur.
Arya dengan gontai berjalan menuju ke arah pintu sambil meregangkan otot-ototnya, mencoba untuk tetap membuka matanya.
Arya membuka pintu dan melihat bundanya di sana.
"Bunda, ada apa Bunda?" tanya Arya dengan suara seraknya saat melihat orang yang mengganggu tidurnya adalah Bundanya.
"Apa Raina masih tidur?" tanya Bunda.
"Iya bunda, kami baru saya tidur. Semalam Raina nggak bisa tidur lagi," ucap Arya membuka lebar pintunya agar bunda bisa masuk membawa sarapan untuk mereka.
Mikaila membawa bubur dan rujak mangga muda yang baru di petik pak Wahyu di taman belakang.
"Apa semalam Raina kembali mual lagi?" tanya bunda.
"Enggak Bunda, semalam Raina nggak mual, tapi dia terus saja bercerita ini dan itu, ia juga tak mengizinkan Arya untuk tidur," keluh Arya kembali merebahkan tubuhnya.
"Kamu yang sabar ya, namanya juga Ibu hamil.
Ini sudah jam berapa?! sebaiknya kalian sarapan dulu kemudian tidur kembali. Ini Bunda sudah buatkan bubur dan rujak buat Raina. Jangan lupa susunya juga di habiskan." kata bunda.
"Iya, Bunda," jawab Arya dengan matanya masih terpejam.
"Ingat jangan tidur lagi, kasihan bayimu dia belum sarapan," ucap Mikaila sebelum keluar dari kamar Arya.
__ADS_1
Mendengar kata bayi Arya langsung membuka matanya.
Arya mencoba membangunkan Raina dan mengecup pipinya berulang-ulang.
"Sayang bangun dulu, kita sarapan dulu ya. Bayi kita kayaknya lapar," ucap Arya mengelus perut Raina.
Raina menggeliat dan berbalik menatap wajah tampan Arya, bukannya bangun Raina justru masuk ke pelukan Arya dan mencoba untuk kembali tertidur. Matanya masih sangat berat.
Arya kembali mencium pipi Raina, "Bangun, sarapan dulu ya, setelah itu kamu boleh tidur lagi," ucap Arya.
Raina mencoba membuka matanya dan kembali menetap pada Arya.
"Makan ya! Kakak suapin," ucap Arya.
Raina pun mencoba duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur. Arya menyuapi Raina sesendok demi sesendok bubur buatan Bunda.
"Sudah ya kak, Raina mual lagi," ucap Raina saat Arya kembali ingin menyuapinya.
"Ini, bunda juga buat rujak mangga buat kamu,"
Mendengar kata mangga Raina membuka mata dan melihat mangkuk yang di pegang Arya.
Raina mencicipi nya dan rasanya sangat segar.
iapun mengabiskan rujak itu. Mikaila sengaja memberikannya dengan porsi yang sedikit mengingat sekarang masih pagi.
Setelah menghabiskan rujak nya, Arya kembali menyuapi Raina dengan bubur hingga buburnya habis, kemudian memberikan susu khusus ibu hamil.
Raina kembali tertidur pulas. Sejak mengetahui jika dirinya sedang hamil, entah mengapa Raina sangat sulit untuk bangun saat pagi hari. Matanya terasa berat dan baru bangun saat menjelang siang.
Setelah memastikan Raina sudah tertidur pulas, Arya pun ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia masih sangat mengantuk. Namun, Arya masih banyak pekerjaan kantor yang harus dikerjakannya. Walau tak ke kantor, Ia tetap mengerjakan beberapa email yang dikirim oleh Dika.
Arya mengerjakan semua pekerjaannya di kamar, takut kalau-kalau Raina membutuhkannya.
******
Begitulah kegiatan Arya selama Raina hamil, mereka tak tidur saat malam hari dan baru tidur saat menjelang subuh.Disaat Raina tertidur nyenyak di pagi hari, Arya akan mulai mengerjakan pekerjaannya. Iya akan beristirahat saat siang hari. Arya tak pernah lagi ke kantor dan selalu mengerjakan pekerjaannya di rumah, beruntung ia memiliki asisten seperti Dika yang bisa di andalkan dalam berbagi hal. Yoga mendidik Dika memang untuk itu. Mampu menghendel semua pekerjaan Arya.
****
Usia kandungan Raina sudah memasuki 4 bulan dan perutnya sudah sedikit membuncit. Raina juga sudah lepas dari masa ngidamnya. Justru sekarang Iya selalu ingin makan dan beruntung ia bersama orang-orang yang menyayanginya.
"Kak, aku mau makan soto," ucap Raina saat mereka semua tengah duduk bersantai menemani Arsy yang sedang nonton film kartun kesukaannya.
"Biar aku aja Kak, yang beliin," ucap Gavin menawarkan diri.
"Aku juga mau ikut dong Kak," ucap Arsy langsung berdiri ingin ikut bersama Gavin..
"Aku juga ikut ya, kayaknya makan di tempatnya lebih enak," ucap Raina menatap memohon pada Arya.
"Baiklah, kita makan di sana saja sekalian," ucap Arya mencubit pipi Raina yang semakin menggembung.
__ADS_1
"Papa sama Bunda mau ikut juga ga?" tanya Arya.
"Apa kau ingin makan soto" tanya Bram pada Mikaila.
"Enggak, Ah! aku masih kenyang," jawab Mikaila mengusap perutnya.
"Kalian pergilah, hati-hati di jalan. Jaga kandungan istrimu," Ucapnya pada Arya.
"Iya, Pah! kami pergi dulu ya," ucap Arya pamit.
Mereka semua pun pergi dan hanya tinggal lah Bram dan Mikaila.
Mereka masih menonton acara kartun yang tadi ditonton Arsy, Mikaila mendekati Bram.
"Mas, kita jalan-jalan, yuk!" ajak Mikaila.
"Mau kemana?" tanya Bram.
"Kita jalan-jalan pakai motor Kelvin aja gimana? sudah lama kita nggak keluar pakai motor," saran Mikaila.
"Boleh deh, kita muter-muter komplek saja," ucap Bram, kemudian mereka pun kembali ke kamar dan mengambil jaket.
"Bi Yanti, kami keluar dulu ya, anak-anak juga keluar," pamit Mikaila pada bi Yanti yang masih sibuk membersihkan di dapur.
"Iya, hati-hati ya di jalan," ucap bi Yanti.
"Iya, Bi. kami pergi dulu ya," ucap Mikaila kemudian menyusul Bram yang sudah di luar memanaskan mesin motor Kelvin yang sudah lama tak dipakai.
"Bagaimana Mas? apa motornya bisa dipakai ?" tanya Mikaila menghampiri Bram sambil memakai helm.
"Bisa kok," jawab Bram.
Mikaila pun naik ke motor, "Oke Mas, aku siap," ucap Mikaila memeluk erat pinggang Bram.
Bram mulai menjalankan motornya, mereka berkendara tanpa tujuan, hanya mengelilingi kompleks. Bram mengendarai motornya dengan sangat pelan, mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama .
ππππππππππππ
Terima kasih sudah membacaπ
Jangan lupa ya beri dukungan kalian dengan memberi like dan komennyaπ
Salam darikuπ€
Author m anhaβ€οΈ
I love you allππππ
Bisa mampir juga ya Kak di karya My Papa My Boss
Ditunggu ya.
__ADS_1
ππππππππππππ