Pilihan Ku

Pilihan Ku
Hari Bahagia


__ADS_3

Hari ini Dimas sangat bahagia ,Ia terus menatap dirinya di cermin ,terlihat sangat gagah dengan pakaian jas pernikahannya .


"Anak ibu tampan sekali,"ucap ibu memeluk Dimas.


"Bu, ko aku deg-degan ya ," Dimas menggosok-gosok tangannya yang terasa dingin.


"Santai saja nak, hari ini semua pasti baik-baik saja,ibu doakan hari ini semua berjalan dengan lancar."doa ibu buat putra bungsunya.


"Bu, makasih ya,"ucap Dimas,,,jika bukan karena ibunya mungkin Dimas dan Ayasa masih jauh dari kata menikah."


Mereka semua bersiap-siap menuju ke kediaman Wijaya, Acara ijab kabul akan diadakan di rumah besar secara sakral dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja.


Saat di jalan Dimas terus menghafal ijab Kabul yang akan ia ucapkan nanti di depan penghulu.Dimas bahkan sudah mengulang ulangnya sejak semalam,"Aku pasti bisa, aku pasti bisa." ucap Dimas terus menyemangati dirinya namun saat gerbang rumah besar terlihat tiba-tiba semua hafalannya hilang.


"Bu aku lupa ijab kabul nya ,"ucap Dimas panik.


"Kok bisa lupa, bukannya tadi sudah lancar ,"tanya ibu .


"Nggak tahu Bu, hilang...,Benar-benar hilang...Bu. ,"Dimas mencari secarik kertas di sakunya.


"Kertas aku mana lagi," ucap Dimas saat tak menemukan apa yang dicari.


Pihak keluarga Ayasa mendatangi Dimas yang tak kunjung keluar dari mobilnya, terpaksa Dimas keluar tanpa menemukan kertasnya. Saat melangkah masuk tubuh Dimas bergetar ia menyaksikan semua keluarga Wijaya tengah duduk dan melihat ke arahnya Dimas mengangguk dan tersenyum itulah jurus ampuh untuk menghilangkan kegugupannya .Ibu mengantar Dimas ke tempat prosesi ijab kabul akan berlangsung, di sana sudah duduk beberapa orang dan juga penghulu pun sudah menunggu mereka.


Syana masuk ke kamar Ayasa,"cantiknya" ucap Syana melihat Ayasa sudah memakai kebaya pengantinnya lengkap dengan riasannya.


"Bagaimana penampilan ku?"tanya Ayasa.


"Cantik,"jawab Syana.


Ayasa sangat berbeda, kali ini ia terlihat sangat dewasa dan sangat cantik Cantik.


Dimas masih meraba-raba sakunya "Dimana Ini catatan aku," batin Dimas tak menyerah mencari secarik kertas yang tadi dimasukkan ke sakunya.


"Kamu kenapa,?" tanya David yang duduk di belakang Dimas.


"Aku lupa ijab kabul nya,"ucap Dimas jujur. David menahan tawanya dan mengusap-usap punggung Dimas,"Aku bantu doa ya," ucap David.

__ADS_1


"Bagaimana bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada disini...! apa acaranya sudah bisa dimulai ?"Ucap pak penghulu.


"Iya Pak ,silakan,"jawab Yoga.


"Bisa panggilkan mempelai wanita," ucap pak penghulu lagi.


Arandita langsung berdiri dan menuju kamar anaknya, Dimas mengatur nafasnya.Detak jantungnya tak karuan,keringat dingin sudah mulai mengucur dari dahinya.Bram duduk di samping Dimas,"Jangan tegang,santai saja," ucap Bram.


Ayasa datang diapit oleh ibunya dan Syana, semua tersenyum melihat kearah mempelai wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun.


"Cantiknya calon menantu Ku," Ucap Ibu pelan namun Dimas dapat mendengarnya.


"Bu tolong anakmu ini," batin Dimas saat melihat Ayasa yang begitu cantik. Dimas masih setia mencari secarik kertas berharganya,ayasa duduk di samping Dimas.


Yoga duduk di hadapan mereka, Yoga sendiri yang akan menikahkan Putri tercintanya. Yoga dan Dimas saling berjabat tangan, Pak penghulu menerangkan tata cara ijab kabul yang akan mereka lakukan.


"Saudara Dimas,saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Ayasa binti Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," dan di sambut oleh Dimas,"Saya terima nikahnya Yoga binti Prasetya dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai,"ucap Dimas.


Semua tertawa ,Dimas melihat semua orang di sekelilingnya yang tertawa dan melihat ke arahnya Yoga yang melotot padanya, "Ada apa ini,"batin Dimas.


"Kamu mau nikahin papanya,?" bisik ibu Dimas.


"Sudah, sudah kita ulangi sekali lagi," Ucap pak penghulu yang juga ikut tertawa.


Yoga kembali menjabat tangan Dimas


"Saudara Dimas,"ucap Yoga sedikit keras dan mengeraskan genggaman tangannya ke tangan Dimas,"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Ayasa binti Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai karena Allah," ucap Yoga memperjelas setiap katanya,bukannya menjawab mulut Dimas terasa kaku Ia tak bisa berkata apa-apa.


Lagi-lagi kesempatan kedua Dimas gagal semua keluarga Dimas panik,setahu mereka semalam Dimas sudah sangat lancar menghafalkan ijab kabulnya.


Pak penghulu sedikit melucu untuk menghibur para tamu khususnya mempelai pria "Tenang Pak Dimas tarik nafas."


Ayasa sudah cemberut dan tertunduk, Arandita mengusap tangan anaknya untuk menenangkannya "Dimas kalau salah lagi kamu nggak jadi saya nikahkan sama anak saya,"ancam Arandita dengan suara pelan.


Dimas menelan kasar saliva nya,baju Dimas bahkan sudah basah karena Dimas sejak tadi terus berkeringat.


Dimas terus menyeka keringatnya dengan sapu tangan yang diberikan ibunya.

__ADS_1


Bram menghampiri Dimas dan memberikan secarik kertas.


Yoga kembali menjabat tangan Dimas dengan tatapan tajam,"Saudara Dimas, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Ayasa binti Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai," langsung di sambut oleh Dimas "Saya terima nikah dan kawinnya Ayasa binti Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai karena Allah," dalam satu tarikan nafas .Dimas bahkan tidak membaca secarik kertas yang diberikan oleh Bram.


"Sahhh," semua yang ada disana berteriak bahkan teriakan mereka mengejutkan mereka sendiri.


Pak penghulu membacakan doa dan mereka pun resmi menjadi suami-istri Ayasa mencium tangan Dimas dan Dimas mencium kening Ayasa,"Akhirnya,"batin Dimas bernapas lega.


Acara resepsi akan diadakan malam nanti, di sebuah gedung.Bram sudah menyiapkannya dengan sangat matang,Bram membuat pesta pernikahan yang sangat megah sebagai wujud penghormatan nya untuk Yoga, yang selalu ada kapanpun ia membutuhkan.


Pesta yang termewah yang pernah digelar di keluarga Wijaya,bahkan lebih besar dari pesta Bram sendiri.Semua kagum melihat kemegahan pesta itu termasuk Dimas yang tak pernah membayangkan ia akan menjadi mempelai di pesta panggung termegah yang pernah ia lihat.


Begitu banyak kolega bisnis mereka yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri. Para tamu undangan mulai berdatangan, Dimas dan Ayasa berdiri di panggung dengan sangat elegan menyambut para tamu yang datang memberi selamat kepada mereka.


Mikaila masuk menggandeng tangan Bram dengan Bram yang menggendong Arsy.Arya Kelvin dan Gavin berjalan di depan mereka.


Disusul keluarga Surya, Anindita dan Syana yang memasuki gedung, Jabar dan Arabela juga masuk dengan Adam di gedongan Isabela.


David dan Arabela masuk dengan David menggendong putrinya.


Ayah dan ibu Mikaila juga datang,tak hanya itu banyak teman teman Ayasa yang datang dari luar negeri termasuk El Barack yang menggandeng seorang wanita cantik.


Raihan juga datang bersama seorang wanita sambil memegang tangan syakila.shakila menghampiri Mikaila dan memperkenalkan jika wanita tersebut adalah ibu barunya.


Bayu juga datang dengan istri dan anak-anaknya.


Semua berbahagia di pesta pernikahan Dimas dan Ayasa.


Saat prosesi lempar bunga semua para anak muda berkumpul untuk menangkap bunga yang akan dilempar oleh mempelai,saat bunga di melempar Syana melompat Namun sayang ia tak menangkap bunga itu,saat berbalik orang yang menangkap bunga itu adalah reza "Will you marry me," ucap Reza memberikan bunga itu kepada Syana.


"Ogah..."ucap Syana mengambil bunga dan berlalu pergi meninggalkan Reza yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


💖💖💖💖🙏💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca jangan, lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya terima kasih mohon dukungannya ya.


Mampir ke karya terbaruku 🙏💗💗💗

__ADS_1


"My Papa My boss" di tunggu ya kak 🙏


__ADS_2