Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Sikap Dewasa Arya.


__ADS_3

Kelvin dan Natali masuk ke studio musik tersebut, disana sudah ada beberapa teman Kelvin termasuk Gibran dan Queen.


"Gibran itu siapa?"tanya Queen pada Gibran.


"Pacarnya kali," jawab Gibran sengaja memanas-manasi Queen.


"Pacar ,,,enak aja, kak Kelvin itu pacar aku," ucap Queen tak terima.


Walau Gibran dan Queen masih SMP namun mereka bergabung dengan grup musik Kelvin.


Queen menghampiri mereka, ia berdiri di tengah-tengah antara Kelvin dan Natali,


"Ini siapa ?" tanya Queen menunjuk Natali dengan lirikan matanya.


"Kenalin ini Natali, Natali ini Queen," ucap Kelvin memperkenalkan mereka.


"Hay, aku Natali ,"ucap Natali mengeluarkan tangannya, namun Queen malah melipat tangannya ke dada. Natali menarik tangannya kembali dan melihat kearah Kelvin.


Queen memang orangnya gitu," Kelvin mengacak-acak rambut Queen.


Queen menatap tajam Natali. Dengar ya Kak, Kak Kelvin itu pacarnya Queen, jadi Kakak jangan deket-deket ya sama pacarku?!"


Natali hanya mengangguk, ia tak menyangka Kelvin mempunyai penggemar fanatik anak SMP.


Natali duduk di dekat Gibran.


"Jangan di dengerin omongan dia kak, dia itu emang gitu orangnya,? jelas Gibran.


"Iya nggak papa kok, aku ngerti!" ucap Natali .


"Kenal kan aku Natali," Natali memperkenalkan dirinya aku Gibran.


"Gibran,"


"Kamu sudah kenal lama dengan Kelvin?" tanya Natali,


"Sudah dari bayi Kak,"


"Maksudnya?"


"Iya Kak kelvin itu kakak sepupu aku, begitu juga dengan Queen," jelas Gibran.


"Oh... kalian semua itu sepupu ya,"


"Iya, emang kalau kami sepupu kenapa ?! nggak boleh gitu aku jadi pacarnya Kak Kelvin?!" sewot Queen.


"Bukan, bukan gitu maksud aku," ucap Natali


Kelvin memposisikan Natali sebagai vokalis, mereka memainkan sebuah lagu dan Natali langsung bisa menyesuaikan dengan musiknya.


Semua bertepuk tangan, suara merdu Natali langsung bisa diiringi oleh mereka, membuat Queen semakin cemberut karena biasanya dialah yang menyanyi.


Saat pulang Kelvin berjalan beriringan dengan Natali, Queen masuk di tengah-tengah mereka .


"Kak anterin Queen pulang ya," pinta Queen menggandeng tangan kelvin.


"Kamu sama Gibran aja ya, aku mau nganterin Natali,"


"Dia aja kak yang sama Gibran, Aku maunya diantar sama kakak," rengek Queen.


"Gibran mana tahu rumahnya Natali!"


"Kan bisa dikasih tahu Kak," protes Queen.


"Sudah kamu sama Gibran aja," tegas Kelvin.

__ADS_1


"Aku bisa pulang sendiri kok," ucapan Natali.


"Kamu datangnya sama aku, masa aku biarin kamu pulang sendiri," ucap Kelvin.


"Tapi..."


"Udah nggak ada tapi-tapian," kelvin memakaikan helm pada Natali .


Queen menghalangi motor mereka,


"Pindah nggak, mau kakak tabrak!" ancam Kelvin.


"tabrak aja, nanti aku bilangin mami," ucap Queen.


"Dasar anak mami," ledek Kelvin memajukan motornya membuat Queen mau tak mau menepi dari jalannya,


"Kak Kelvin jahat, aku bilangin mami," teriak Queen saat Kelvin sudah jauh meninggalkannya.


"Kelvin, apa nggak apa-apa tuh," ucap Natali terus melihat Queen.


"Ga apa-apa ko, dia emang gitu. Jika sudah kenal dia anaknya asyik."


"Tapi aku nggak enak kak, sudah terlalu banyak yang benci sama aku. Aku nggak mau nambah lagi," lirih Natali.


"Sudahlah, Pegangan aku antar kamu pulang, ini sudah sore,"


Kevin kembali melajukan motornya namun kali ini ia melajukan nya dengan pelan.


Di tempat lain,


Arya, Raina dan Gavin membagi-bagikan kue hasil buatan mereka, Gavin terus menelepon Natali namun ponselnya sudah tidak aktif.


"Kemana ya Natali, apa dia masih di kamar ya," gumam Gavin.


Di rumah Abraham Wijaya.


Gavin menghampiri mereka.


"Tadi kakak sama Natali ya,?" tanya Gavin ,


"Iya kami dari studio," jawab Kelvin


"Oowww."


"Emangnya kenapa? kamu tahu dari mana ?" tanya kelvin.


"Tadi Queen nelfon, nanyain tentang Natali," jawab Gavin ikut bergabung.


Kelvin hanya mengangguk mendengar ucapan Gavin.


"Gavin kamu nggak mau ikut kerja di kantor papa?" tanya Arya,


"Enggak dulu ya Kak, aku mau fokus belajar dulu," jawab Gavin.


"Kamu mau belajar atau fokus pacaran," ledek Kelvin.


"Setelah di pikiran dua-duanya deh Kak," jawab Gavin tertawa begitu juga dengan Kelvin.


Arya hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah kedua adiknya.


"Kakak hanya ingin kalian ikut membantu papa di Perusahaan, Kakak perhatikan belakangan ini kesehatan Papa sedang tidak baik," lirih Arya.


"Papa lagi sakit Kak?" tanya Kelvin khawatir.


"Kakak juga nggak tahu, tapi belakangan ini di kantor papa lebih banyak istirahat di kamarnya, nggak seperti biasanya," jelas Arya mengingat papanya selalu berbaring di kamar yang ada di ruang kerjanya, tak jarang Arya menunggu papanya bangun saat membutuhkan tandatangan papanya.

__ADS_1


Di sekolah.


Gavin menghampiri Natali di kelas,


"Kamu aku telepon kemarin nggak diangkat sih, padahal kata Raina kamu ada di dalam kamar?"


"Maaf ya," jawab Natali.


"Kamu kenapa sih, kemarin nggak gabung sama kami. Malah pergi sama Kelvin?" tanya Gavin.


"Aku masih enggak enak sama Kak Arya," lirih Natali.


"Kak Arya udah nggak marah sama kamu, sampai kapan kamu akan menghindari kak Arya, kedepannya kali akan sering bertemu, kak Arya akan sering mengunjungi kalian. Apa kamu akan terus mengurung diri di kamarmu ," Ucap Gavin.


"Entahlah,"


Kelvin mendengar pembicaraan mereka, saat jam istirahat Kelvin menemui Arya, memintanya untuk menemui Natali.


Arya dan Kelvin berjalan naik ke atas atap gedung sekolah.


"Memangnya Natali diatas?" tanya Arya.


"Iya Kak, selama kejadian itu Natali sering di-bully sama anak-anak. Di saat jam istirahat Natali sering ke atas ," jelas kelvin.


"Benarkah?"


"Hhmmm"


"Apa sekarang anak-anak masih mem bully nya?


"Sepertinya sekarang sudah tidak lagi, aku sudah memperingatkan mereka," jawab Kelvin.


"Syukurlah,"


"Aku harap setelah bicara dengan kakak ia menjadi lebih tenang dan tak merasa bersalah lagi," ucap kelvin.


Arya menemui Natali di atap, seperti biasanya ia mendengarkan musik sambil memakan bekalnya.


Arya menghampirinya, saat melihat Arya Natali langsung berdiri, makanan yang ada di pangkuannya bahkan terjatuh, Natali menunduk ia tak berani menatap Arya.


Arya memungut makanan itu dan merapikannya di kotak makannya.


Arya duduk dan meminta Natali untuk duduk di sampingnya, Kelvin berdiri tak jauh dari mereka.


"Kamu nggak usah merasa bersalah lagi, aku sudah memaafkan kamu. Aku justru ingin berterima kasih karena Sudah menemani Raina selama ini, aku dengar dari Raina kau selalu menjaganya," ucap Arya.


Natali hanya terdiam dan menunduk.


"Aku harap persahabatan kalian tetap seperti dulu. Jika kau dalam masalah kau bisa meminta bantuan padaku," ucap Arya.


"Maaf ya Kak, gara-gara aku Kakak jadi dapat masalah. Karena aku kakak...." Natali tak bisa melanjutkan perkataannya,


"Sudahlah jangan dibahas lagi, aku sudah memaafkan mu,"


"Makasih ya Kak," ucap Natali


"Sebentar lagi jam pelajaran, sebaiknya kita masuk ke kelas," ucap Arya.


Natali merasa jauh lebih baik setelah mendengar kata maaf dari Arya..


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Terima kasih sudah membaca 🙏Jangan pernah bosan ya 😍


Mohon dukungannya,🙏 kritik dan sarannya sangat dibutuhkan agar karya ini lebih baik lagi

__ADS_1


jangan lupa beri like vote dan komennya.💖


Salam dariku Author m anha.


__ADS_2