
Hari ini semua bersiap-siap ke pantai, jarak nya sangat dekat sehingga mereka hanya berjalan kaki dari vila ke pantai...
Sepanjang perjalanan Syana dan Dimas bergandengan tangan,Ayasa berjalan di belakang mereka sambil memegang tangan Gibran yang juga ikut dengannya.
Mereka memilih permainan jet ski,dan tentunya Syana bermain bersama Dimas.
semua bermain berpasangan,Dika yang baru belajar berpasangan dengan pelatih jet ski.
Ayasa memilih bermain pasir bersama anak-anak, mereka membuat istana pasir.
Ayasa hanya bisa melihat keseruan mereka dari kejauhan,,, terlihat sangat menyenangkan.
Ayasa hanya menghela nafasnya hatinya sudah terasa sesak.
Syana menghampiri Ayasa.
"kamu mau main sky juga ga?"Tanya Syana duduk di samping Ayasa.
"aku ga berani,"jawab Ayasa membantu Gibran membuat menara di istana pasir nya ..
"main sama kak Dimas aja biar Gibran aku yang nemenin."ucap Syana
"ga usah, kalian lanjutin aja mainnya,"jawab Ayasa masih tetap fokus.
Dimas hanya melihat Ayasa, sebenarnya ia sangat ingin bermain jet sky dengan Ayasa.
"udah ya sayang,aku capek."ucap Syana manja pada Dimas.
Dimas hanya mengangguk mengiyakan.
Mereka duduk ikut memperhatikan anak-anak bermain sesekali mereka mengambil foto berdua membuat Ayasa tak tahan melihat kemesraan mereka dan memilih pergi dari sana.
Mikaila yang sudah lelah memutuskan untuk bergabung dengan Ayasa,ia duduk di bangku yang tersedia di sana dan memesan minuman dingin untuk mereka berdua...
"kamu kenapa dek?"tanya Mikaila melihat wajah Ayasa yang murung.
"ga apa-apa Tante,"jawab Ayasa.
"kok murung sih?"tanya Mikaila lagi.
Ayasa tak menjawab,
Bram menghampiri mereka dan Mikaila memberikan minumnya kepada Bram.
"mau main jet ski?"tanya Bram pada Ayasa setalah menenggak habis minum nya.
"mau om,tapi ga berani kalau sendiri,"jawab Ayasa pelan.
"sama om mau?"tanya Bram.
"mau,"jawab Ayasa cepat.
Bram dan Ayasa bermain jet ski bergabung dengan yang lain.
Jabbar dan Isabela serta David dan Arabela.
__ADS_1
Syana dan Dimas memilih menghabiskan waktu di pantai.
Malam hari di villa.
Mikaila dan Arabela memilih makan di dapur bersama Gavin, Gibran dan Queen.
"Queen yang sangat aktif dan makannya masih harus di suapin sehingga Arabela memilih duduk di lantai.
Gavin dan Gibran ikut duduk di lantai melihat Queen.
Ayasa memilih ikut makan bersama mereka di dapur,hatinya terasa sesak melihat Syana yang melayani Dimas di meja makan.
Mereka makan dengan lahap di lantai.
Bram menghampiri Mikaila dan duduk di meja dapur,
"sayang buatin kopi ya,"ucap Bram.
"iya mas,"jawab Mikaila yang sudah selesai makan.
Dimas datang dan ikut bergabung dengan Bram.
Mikaila menyeduh dua cangkir kopi untuk Dimas dan Bram.
"Dimas lho hebat juga ya,ga dapat kakaknya adiknya lho incar."canda Arabela yang mencuci tangannya.
"iya dong,,,secara Syana juga cantik nya ga kalah dari kakaknya, "ucap Dimas membalas candaan Arabela.
"kamu jangan aneh-aneh ya pacaran dengan Syana."ucap Bram serius.
"tenang aja mas,kalau perlu aku lamar tuk jadi istri ku"canda Dimas.
"mengapa Ayasa selalu menghindari ku,"batin Dimas melihat Ayasa berjalan menjauh.
"lho nargetin Ayasa juga,"ucap Arabela menepuk pundak Dimas yang terus melihat Ayasa yang semakin menjauh.
"apaan sih,"ucap Dimas pelan.
Jika menyangkut Ayasa, sifat bercanda Dimas langsung hilang.
Pagi hari mereka kembali ke kota X,masih banyak pekerjaan yang menunggu mereka ...
Hari terus berlalu,Syana dan Dimas semakin dekat,,,
Siang ini Syana sengaja datang ke kantor untuk membawakan Dimas makan siang,saat di lift ia bertemu dengan Ayasa.
"kita makan di ruangan Dimas aja yuk,"ajak Syana pada Ayasa.
"enggak ah,aku mau ke kantin aja,"jawab Ayasa.
"aku bawa banyak kok,sengaja aku buatin untuk kita bertiga,"tambah Syana.
"aku udah ada janji di kantin,lain kali aja ya,"alasan Ayasa.
"ya udah deh,nanti aku keruangan kamu ya,"ucap Syana saat pintu lift terbuka.
'iya,"jawab Ayasa keluar dari lift.
__ADS_1
Syana menyiapkan makan siang untuk Dimas,mereka makan berdua di ruangan Dimas .
"kok banyak banget bawa makanannya?"tanya Dimas yang melihat banyak makanan.
"tadinya aku mau ajak Ayasa,tapi katanya dia sudah ada janji.Salah aku juga sih,seharusnya sedari tadi aku ngajak dia lewat chat.jadi dia terlanjur buat janji deh,"terang Syana...
"mengapa aku merasa Ayasa menghindari aku ya,,,apa aku sudah buat salah sama dia,"batin Dimas...
Setelah makan Syana menghampiri Ayasa di ruang kerjanya,Ayasa satu ruangan dengan Dika dan papanya.
"Sa, kayaknya aku kali ini aku benar-benar jatuh cinta sama Dimas,"ucap Syana duduk di depan Ayasa yang sedang bekerja.
"kalian itu pacaran,ya pastinya lah kalian saling jatuh cinta."ucap Ayasa fokus pada pekerjaannya.
"tapi kayaknya kak Dimas suka dengan cewek lain deh,"ucap Syana pelan.
"maksudnya,?"tanya Ayasa melihat Syana.
"iya,,terkadang kalau jalan sama aku dia kaya ga fokus."ucap Syana mengingat beberapa kali Dimas tak fokus saat dengan nya .
"terus,?"tanya Ayasa.
"aku harus bisa membuat ia cinta padaku,,,"ucap Syana menguatkan dirinya.
Ayasa bisa melihat kalau Syana memang menyukai Dimas,berbeda saat ia berpacaran dengan para mantan nya,,Syana tak pernah memakai perasaan...
Setiap hari Ayasa akan datang ke kantor hanya untuk menemui Dimas,,,hati Ayasa semakin perih melihat nya,ia sudah berusaha melupakan perasaannya kepada Dimas namun perasaannya semakin besar.
Selalu bertemu adalah salah satu penyebabnya,Dimas juga tanpa di sadari nya selalu memberikan perhatian kecil kepada Ayasa membuat nya semakin sulit melupakan nya ...
Ayasa memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke luar negeri,ia ingin mendalami tentang bisnis, izinnya.Namun alasan utamanya adalah untuk menghindari Dimas ...
Berbeda dengan Isabela yang memilih kedokteran, Syana lebih tertarik pada fashion dan mulai belajar berbisnis di bidang fashion dengan Arandita...
Dimas yang mengetahui kalau Ayasa pergi ke luar negeri, berusaha melupakan perasaannya pada Ayasa dan memutuskan untuk lebih serius menjalani hubungannya dengan Syana....
Dimas bahkan sudah mengantongi restu dari keluarga pak Surya ayah Syana.
Hari berganti hari ,waktu terus berputar,Ayasa menjadi lebih nyaman di sana dan mulai kuliah sambil mengurus bisnis Bram yang ada di sana.
Isabela sudah pindah ke kampung suaminya dan membuka klinik di sana bersebelahan dengan usaha Jabbar, kehidupan mereka sangat bahagia walau Sekarang Isabela harus beradaptasi dengan kehidupan di kampung halaman suaminya.
Di luar negri,
"Ayasa memandang kelap-kelip lampu dari jendela gedung kantor nya,hati dan pikiran melayang jauh di negerinya.
Walau sudah jauh,namun Ayasa masih bisa melihat kemesraan Syana dan Dimas,,,mereka selalu pamer di medsos.
Ayasa melihat postingan Syana dan setetes air matanya jatuh membasahi layar ponselnya.
Ayasa menghapus semua media sosial nya,ia bertekad fokus pada pekerjaan dan kuliah nya..
"aku harus bisa melupakan nya,,"ucap Ayasa terduduk di lantai,menyembunyikan wajahnya di balik lututnya.Ayasa menangis,meluapkan sesak yang selama ini di pendam nya.
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗
Semoga menghibur 😉😉🙏
__ADS_1
Mana like vote dan komennya 🙏🙏🤭✌️🤗🤗🤗