Pilihan Ku

Pilihan Ku
Amarah Abraham Wijaya


__ADS_3

Bram dan Yoga memesan makan siang.


Setelah makan Yoga menyodorkan sebuah surat .


"apa ini,?"tanya Bram melihat surat tersebut.


"ini surat perintah yang Niken berikan kepada mucikari itu,"


"Niken?"tanya Bram heran.


"Niken adalah otak di balik penculikan Mikaila,"


Bram membaca surat itu.


"gadis ini milik mu,berikan aku Vidio panas yang di perankan gadis ini ,sisanya akan aku kirim setelah menerima Vidio itu,semakin menarik Vidio yang kau buat semakin banyak yang akan kamu dapatkan."isi surat itu .


Bram menggebrak meja cukup keras dan meremas surat itu.


"Niken,sepertinya aku terlalu baik padamu selama ini,"


"bukan hanya itu,"kata Yoga menyerahkan sebuah amplop kepada Bram.


"pembelian apartemen,,Niken tinggal di apartemen?.."


"dia membelinya untuk supir truk yang menabrak Inanti,*


"apa maksudmu?" tanyanya mulai emosi.


"iya,supir truk itu orang yang sama yang menculik Mikaila,dan dia disuruh oleh orang yang sama..."


Bram menarik rambutnya kemudian berteriak sambil membanting meja di restoran itu.semua pengunjung melihat ke arah mereka.


"kau ingin bermain-main denganku rupanya.."


kring kring kring ponsel Bram berdering dan itu dari salah satu anak buahnya.


"ya ada apa?"


"bos nona Mikaila sudah bangun dan mencari anda,"


"aku segera ke sana.jangan biarkan siapapun mendekatinya,"


"baik bos,"


"berikan aku semua informasi Niken,sekecil apapun itu,"


"baik,"ucap Yoga.


Bram kembali ke rumah sakit dan mendapat Mikaila yang masih menangis,

__ADS_1


"mas ,kamu dari mana?"memeluk Bram.


*mas dari kafe depan.kamu mau makan apa?"


Mikaila hanya menggeleng,


"mas,Kaila mau pulang,"


"ya udah ,kita ke rumah ibu ya,?!"


"Kaila Mau pulang ke kampung,aku kangen ibu,"rengeknya.


"baiklah,tapi besok aja ya.kamu ga mungkin pulang dalam keadaan kaya Sekang kan,apa kata ibu kamu nanti,"


"iya mas,,mas tubuh aku dah di lihat pria lain apa mas masih mau menikah dengan aku?"tanya mikaila menunduk,ia takut kalau Bram akan membatalkan niatnya untuk menikahinya.


"tentu saja ,mas sangat mencintai kamu,tak akan ada yang bisa memisahkan kita.Mas pastikan itu,"Bram membawa Mikaila ke pelukannya.


Yoga mencari semua informasi tentang Niken dan mengirimkannya kepada bram.termasuk tentang semua keluarganya.


Niken adalah anak dari seorang pengusaha yang cukup sukses,dia mempunyai 2 orang kakak laki-laki yang juga seorang pengusaha yang bisa di bilang cukup sukses walaupun tak melebihi seorang Abraham Wijaya. Niken sendiri juga memiliki beberapa usaha yang cukup besar.Namun ia tetap bekerja di kantor Bram hanya sebagai sekertaris yang gajinya tak seberapa di banding penghasilannya dari beberapa usahanya tersebut.


Di malam harinya bram terus membaca informasi itu,sementara Mikaila tertidur.


tiba tiba terdengar suara Mikaila.


"jangan,jangan,jangan sentuh saya,jangan ,jangan sentuh saya,"


Mikaila terbangun dan masi menangis terbawa mimpinya,tubuhnya kembali gemetaran, keringat bercucuran membasahi wajah cantik nya.


"mas aku takut,aku ga bisa bayangin kalau ke 2 pria itu berhasil melecehkan ku,"


"jangan di ingat lagi ya,mas ga akan biarin itu terjadi.kamu tidur lagi,besok mas antar kamu ke kampung sekalian mas mau meminta restu dari keluarga kamu,"


Bram membaringkan tubuh Mikaila dan duduk di samping tempat tidur sambil memegang tangan Mikaila.


Pagi hari sebelum Bram berangkat ke kampung Mikaila ,Bram pergi ke rumah ibunya dulu untuk meminta izin.


*Bu sebaiknya kita temani Bram ke kampung,"kata ayah.


"ya udah ibu siap-siap dulu,"


"tak usah yah Bu ,Bram sendiri aja.Jaraknya kan lumayan jauh,nanti ayah kelelahan.


Bram sudah memberi tahu orang tua Mikaila sebelumnya kalau hanya bram yang akan datang.Mereka tak mempermasalahkannya.


Ayah sama ibu bisa ke sana saat akad nikah aja nanti,"


"kalau itu maunya kamu ibu nurut aja,kamu bukan remaja lagi sekarang.

__ADS_1


Hati-hati dijalan ya."


Ibu Bram memberikan sesuatu kepada Mikaila,


"ini untuk ibu kamu ,sampaikan salam dan permohonan maaf ibu ya,karena tidak bisa mengantar kalian,"


"iya Bu ga apa-apa , makasih ya Bu udah mau menerima Kaila dan keluarga Kaila,"


"ibu yang berterima kasih sayang kamu mau menerima Bram."


Mereka semua mengantar Bram dan Mikaila ke Bandara.Ayah,ibu ,Nene, Isabela dan Humaira.


Zahra tidak lagi berani muncul di hadapan Mikaila,,


Sementara Yoga dan beberapa orang kepercayaan Bram sudah mulai menghancurkan semua usaha Niken,,mereka menggunakan cara-cara halus agar Niken tidak mengetahuinya.Niken yang tidak tau kalau kebusukannya sudah di ketahui Bram tetap bekerja di perusahaan Bram seperti biasanya..


Yanto mengatakan kepada Niken kalau ia tidak menyebutkan namanya kepada mereka,ia berkata kalau tindakannya menculik Mikaila itu suruhan sang mucikari dan Niken dengan bodohnya mempercayainya.


Yanto kini berada di penjara bersama pelaku lainnya termasuk sang mucikari itu.


Mikaila sampai di kampung halaman nya,,ayah Mikaila membawa Bram ke rumah Pak lurah,Bram akan tinggal di sana selama berada di kampung Mikaila.


Malam harinya Bram di ajak makan malam di rumah Mikaila,di meja makan ada ayah ,ibu,kakak Mikaila,serta Bram dan Mikaila.


Dengan hidangan sederhana mereka makan dengan lahap sesekali ayah bertanya kepada Bram dari urusan pekerjaan sampai ke urusan pribadi Bram,sementara Bram hanya menjawab apa yang di tanyakan oleh ayah Mikaila..Suasana makan malam yang penuh kekeluargaan.


Selesai makan ibu mengajak Mikaila ke kamar,ibu menanyakan soal luka yang ada ditangan putrinya itu.Mereka duduk berhadapan di atas ranjang.


"Kaila tangan kamu kenapa,,?"tanya ibu penuh sayang.


Bukannya menjawab Mikaila malah menangis memeluk erat ibunya,,,kakak Mikaila yang mendengarkannya ikut masuk ke kamar.


"ada apa, kenapa kamu menagis ha??"Jabar menangkup wajah adiknya itu dan menghapus air matanya,


"ada apa cerita sama kakak,"Kaila yang selama ini selalu menceritakan Apapun kepada keluarganya pun menceritakan semua yang di alaminya.


Ayah pun ikut masuk ke kamar mendengar anak kesayangannya itu menangis.bram juga ingin masuk tapi ia tidak enak jadi dia hanya berdiri di depan pintu kamar itu.


Kaila menghapus air matanya dan mulai menceritakan semuanya mulai dari ia terjatuh di air terjun sampai penculikan yang hampir merenggut kehormatannya.namun ia melewatkan perlakuan Zahra kepadanya,ia tidak menceritakannya,ia takut akan menimbulkan masalah terhadap kedua orang tua mereka yang selama ini sangat dekat.


Bram yang ikut mendengarkannya kembali merasakan emosi di dadanya.ia mengirim pesan kepada Yoga.


"ambil alih semua usaha Niken tanpa menyisakan satupun,jika ada keluarga nya yang ikut campur hancurkan juga,,,buat ia tidak memiliki sepeser pun."


"baik Bram"Yoga membalas pesan Bram dan mulai melakukan perintah Bram.


"ini baru permulaan,"batin Bram menahan emosinya.


bersambung.

__ADS_1


like dan votenya donkkk๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2