Pilihan Ku

Pilihan Ku
Sonia dan Zahra.


__ADS_3

Sonia mencari tau tentang wanita yang bernama Zahra,ia mendatangi butik yang di maksud Niken.


"Permisi"ucap Sonia pada resepsionis.


"iya mba,ada yang bisa di bantu,"jawab sang resepsionis.


"ini yang punya namanya Zahra ya mba,"tanya Sonia.


"bukan mba, pemilik butik namanya Humaira."


"oww,,maaf saya kira namanya Zahra sesuai dengan namanya,"


"saya baru bekerja di sini.Mingkin pemilik lamanya yang namanya Zahra."jawab resepsionis dengan ramah.


"saya mau cari baju untuk ke acara pernikahan teman saya,"ucap Sonia mengalikan pembicaraannya.


"silahkan masuk mba,,,kami punya banyak pilihan."ucap sang resepsionis mengarahkan Sonia masuk.Sonia di temani pegawai lain untuk berkeliling mencari baju yang sesuai dengan pilihannya.


"Mba sudah berapa lama bekerja di sini."tanya Sonia.


"sudah lama mba,"jawab pegawai tersebut.


"kenapa nama butik ini Zahra? bukannya pemiliknya namanya Humaira ya?"


"oww,Zahra memang nama pemilik butik, Humaira adalah adiknya."jawab pegawai butik memperlihatkan berbagai pilihan model.


"Zahra sudah punya butik lainnya?"tanya Sonia sambil memilih pakaian.


"ibu Zahra sekarang ada di Batam,di juga punya butik di sana,"


"Oya,,?.Saya juga dari Batam.Alamatnya di mana ya?"bohong Sonia.


Sonia keluar dari butik dengan membawa paper bag dan secarik kertas alamat butik Zahra yang ada di Batam.


Sonia yang merasa kesulitan mendekati Bram dan Mikaila karena terlalu banyak penjagaan mengubah rencananya,ia terbang ke Batam mencari Zahra.


Sesampainya di Batam ia langsung ke alamat yang ada di tangannya.


Mencari butik Zahra bukanlah hal yang sulit bagi Sonia.


Sonia langsung menemui Zahra di kantor.


Sonia yang berpakaian mahal dan modis dengan mudah bisa bertemu Zahra di kantornya.


"Silahkan duduk,"ucap Zahra menyambut Sonia di kantornya.


"terima kasih,apa anda pemilik butik ini?"tanya Sonia penuh elegan.


"ia saya pemilik butik ini,perkenalkan nama saya Zahra,"ucap Zahra memperkenalkan diri.


"engga usah basa-basi lagi,aku membutuhkan bantuan mu,"ucap Sonia membuka kacamatanya.

__ADS_1


"bantuan apa ya?"tanya Zahra bingung.


"saya ingin kamu membantu saya menghancurkan rumah tangga Bram dan Mikaila."ucap Sonia.


"maksudnya,?"Zahra kaget mendengar nama Bram dan Mikaila di ucapkan oleh wanita di hadapannya.


"saya ga tau apa hubungan anda dengan Niken,tapi dia hanya bilang anda bisa membantu saya.Bagaimana?"tanya Sonia memainkan kuku kuku lentiknya.


Zahra membeku mendengar ucapan Sonia,ia tau betul orang seperti apa Bram,ia sudah pernah di maafkan Karena memukul Mikaila saat masih menjadi pegawainya.


Ia sudah tak ingin berhubungan dengan Bram dan Mikaila lagi.


Zahra juga sudah bahagia,ia menjalin hubungan dengan Randy,sahabat yang menjadi kekasihnya.


Zahra juga sudah di sambut dengan sangat baik di keluarga Randy.


Mereka sudah menjalin hubungan yang serius,hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Zahra merasa frustasi,kalau Niken sampai membocorkan rahasia kalau ia juga ikut merencanakan penculikan Mikaila waktu itu yang hampir saja merenggut kehormatannya.


Entah apa yang akan Bram lakukan,dan bisa di pastikan Randy tidak akan memaafkannya.


Sonia yang melihat Zahra kebingungan,melanjutkan rencananya.


"Tenang saja,sama seperti saat itu,kamu juga tidak akan terlibat langsung kali ini.Bram tidak akan tau kamu yang melakukannya."ucap Sonia.


"apa kamu yakin?"tanya Zahra menatap Sonia.


"baiklah,apa yang harus aku lakukan?"


"aku akan menghubungimu lagi nanti,"


Sonia meninggalkan ruangan Zahra dengan senyum jahat menghiasi wajah.


Sonia sekarang memiliki banyak uang,ia membeli barang-barang yang mewah,mempercantik dirinya dan hidup berfoya-foya sambil menunggu Bram keluar dari zona amannya.


Sonia mendatangi mantan suaminya dan memamerkan kehidupannya yang sekarang.


Sonia terus memantau sendiri aktifitas Bram dan keluarganya,mencari cela sekecil apapun.


agar ia bisa melancarkan rencananya.


Di kantor Bram,Yoga dan David sedang rapat,salah satu dari mereka harus ada yang ke luar negeri.


"maaf pak,sepertinya saya tidak bisa keluar Negeri kali ini, Arabela tidak mengizinkannya."ucap David ragu.


"sepertinya kamu sendiri yang harus berangkat kali ini,aku juga tidak bisa pergi,Gibran dan Ayasa sedang sakit."ucap Yoga kepada Bram.


"baiklah,siapkan semuanya aku yang akan berangkat "ucap Bram.


Bram akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar negeri,

__ADS_1


"sayang,tolong siapkan beberapa pakaian mas,mas akan keluar negeri dua atau tiga hari."ucap Bram mengusap kepala Mikaila yang bersandar di dadanya.


"kapan?"tanya Mikaila mengeratkan pelukannya.


"besok siang,kalian menginap aja rumah ibu, biar mas lebih tenang ninggalin kalian,"


"iya mas,"jawab Mikaila menutup matanya dan tertidur di pelukan Bram.


Pagi hari Bram menemani anak-anak nya bermain di kamar mereka, Mikaila memasukkan beberapa pakaian Bram ke dalam koper.


"kenapa perasaan aku jadi tidak enak seperti ini,"Mikaila mengelus dadanya.


"ada apa sayang,"tanya Bram memeluk pinggang istinya.


"mas apa ga bisa di wakili aja ya?"


"bisa,mas yoga atau David bisa mewakili mas,tapi mereka tidak bisa karena ada urusan pribadi."mengecup bibir mungil yang sudah menjadi candunya.


Perasaan Mikaila menjadi lebih gelisah lagi saat mengantar Bram hingga di teras rumah,ia dan anak-anaknya melambaikan tangan saat mobil Bram melaju ke luar gerbang.


Mikaila kembali mengelus dadanya saat rasa itu semakin memuncak,ia berusaha menghilangkan pikiran negatifnya dengan mengajak anak-anak nya bermain.


Mengetahui Bram keluar Negeri,Sonia langsung menghubungi Zahra dan memberitahu secara rinci rencana yang akan mereka lakukan..


Sonia dan Zahra langsung mengambil penerbangan menuju negara yang di tunjuk oleh Bram, mereka mengikuti Bram keluar negeri dan menginap di hotel yang sama.


Saat di lobi hotel Zahra menegur Bram,ia berpura-pura Seolah-olah mereka kebetulan bertemu.


"mas Bram,lagi liburan ya? Mikaila nama?"tanya Zahra berpura-pura menanyakan keberadaan Mikaila.


"Mikaila enggak ikut,aku kesini karena ada urusan bisnis,"jawab Bram seadanya dan berlalu meninggalkan Zahra..


Sonia hanya melihat mereka dari kejauhan,ia tak ingin di kenali oleh Bram,masih banyak rencana yang telah ia susun untuk mendapatkan uang dari Niken.


Mereka terus memantau kegiatan Bram.


Bram sudah menyelesaikan pekerjaannya,dan mencapai kesepakatan bersama kliennya.


Untuk merayakannya mereka mengadakan makam malam di sebuah restoran mewah.


Sonia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia dengan segala cara berusaha memasukkan obat tidur ke dalam minuman Bram,dan usahanya berhasil.


"aku sudah mengerjakan tugasku,kamu urus sisanya."ucap Sonia dari balik telpon kepada Zahra.


Zahra benar-benar dilema antara melanjutkan rencananya atau berhenti sampai di sini.


Jika rencana mereka gagal,ia akan berhadapan dengan Bram yang sudah di pastikan ia akan berakhir seperti Niken bahkan mungkin lebih parah lagi.Jika ia berhenti sama saja ia menyerahkan diri kepada Bram.


Terimakasih sudah mampir 💗🙏💗


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏💗

__ADS_1


__ADS_2