
Malam berikutnya Mikaila lagi ingin makan sate,,,,
Untungnya masih jam 10 jadi masih banyak penjual yang buka...
Bram melajukan mobilnya,ia masih merasa kenyang jadi ia hanya membeli seporsi untuk istrinya saja...
Setelah kembali Bram memberikan bungkusannya kepada bi Yanti yang masih beres-beres di dapur...
Bram duduk di meja makan mengecek ponselnya.
"mas satenya ada?"tanya Mikaila menghampiri Bram di meja makan...
"lagi di siapin Bu Yanti,"jawab Bram...
Mikaila ikut duduk di samping Bram, melihat apa yang sedang di lihat suaminya.
"itu apa mas,,?"tanya Mikaila tak mengerti apa yang di lihat Bram.
"ini harga saham,,"jawab Bram.
"mas ,,,uang mas ada berapa sih?"tanya Mikaila kepo..
"emangnya kamu mau beli apa,,nanya jumlah uang aku."jawab Bram mengacak-acak rambut Mikaila,,,ia tak memakai hijabnya.
"mau tau aja,,uang mas kan uang aku juga.."jawab Mikaila pelan.
"iya,,iya cantik,,,"Bram tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Istrinya...tak biasanya istrinya itu menanyakan jumlah uangnya.
"ini non sate nya,,"ucap bi Yanti menaruh sate di depan Mikaila..
"makasih bi,"ucap Mikaila.
"bunda bantal guling aku mana?"teriak Gavin dari lantai atas,,,
"iya,,tunggu sayang,bunda lupa..,"jawab Mikaila balas meneriaki Gavin.
Bram hanya menggeleng mendengar mereka saling berteriak,,,kebiasaan yang tak pernah ada di keluarga Wijaya.... untung di sana tak ada nenek Bram,,, almarhum nenek Bram sangat tak suka berkomunikasi dengan cara saling meneriaki seperti yang baru di lakukan anak dan istrinya...
Mikaila ke belakang,,mba Lala mencuci guling Gavin karena sudah bau..
Mikaila tadinya ingin mengambil bantal itu namun ia lupa saat melihat Bram duduk di meja makan...
Mikaila membawakan bantal Gavin kekamarnya...
Bram dengan santai melihat layar ponselnya sambil terus memasukkan satu-persatu sate kedalam mulutnya...
"wah non Mikaila bisa ngambek lagi nih,"batin Bi Yanti yang melihat sate milik Mikaila tinggal sedikit...
Bi Yanti memeriksa kulkasnya dan melihat masih ada daging di sana.
Dengan cepat bi Yanti mulai membuat sate dan memanggangnya...
Dan benar saja,, Mikaila belum turun Bram sudah menghabiskan sate tanpa rasa bersalah sedikitpun...
Ia mencuci tangan dan pergi ke ruang kerjanya...
Gavin meminta Mikaila menemaninya sampai ia kembali tertidur...
"akhirnya tidur juga,"ucap Mikaila pelan dan beranjak dari tempat tidur secara pelan-pelan...
Mikaila berlari menuruni tangga,rasa sate sudah memenuhi rongga mulut nya...
"bibi,,,sate aku mana?"tanya Mikaila melihat piring satenya hanya tersisa tusuknya saja...
"sabar ya non,,bibi lagi buatin sate, sebentar lagi mateng ko non,"ucap bibi sibuk di dapur...
"ya udah bi,,"ucap Mikaila duduk menunggu satenya..sesekali ia mengambil tusuk sate dan mencicipi bumbunya dengan tusuk sate sisa Bram ..
"mas Bram tega banget sih,"gumam Mikaila.
Bumbu satenya masih banyak,,jadi bi Yanti tak usah membuatnya lagi...
"ini non satenya,,"ucap bi Yanti.
"kita makan sama-sama ya bi,"ucap Mikaila.
Mereka makan sate,,bi Yanti memperhatikan tubuh majikannya yang sedikit berisi dan keinginan aneh yang sering di mintanya...
"semoga saja akan ada penghuni baru lagi di rumah ini."batin Bi Yanti berharap Mikaila hamil lagi...
Sejak saat itu bi Yanti selalu membuat dua porsi setiap ada yang di inginkan Mikaila dan menyimpannya di dapur,,takut jika Bram kembali menghabiskan jatah istrinya...
Semakin hari sakit Bram semakin parah,,,,ia semakin pusing di pagi hari walau sudah tak muntah lagi.
Anindita yang mendengar kondisi adiknya mengunjungi Bram di rumahnya...
Sudah dua kali Bram mendatangi suaminya namun tak ada perubahan.
"ibu"sambut anak-anak saat melihat Anin datang...
"Papa sama bunda mana sayang?"tanya Anin.
"papa lagi sakit,"jawab Kelvin.
__ADS_1
"papa sama bunda ada di kamar Bu,"jawab Arya.
"ibu ke atas dulu ya sayang,,"ucap Anin.
"iya Bu,"ucap Arya ..
Mereka bermain game di ruang tv,Arya menggunakan ponsel papanya sedangkan Kelvin menggunakan ponsel bundanya..
Gavin hanya tertarik melihat mereka bermain saja.
Anin menghampiri Mikaila yang tengah memijat kepala Bram.
"gimana keadaanya?"tanya Anin ikut duduk di samping Bram..memeriksa kening adiknya laki laki nya.
"masih pusing katanya mba,"jawab Mikaila.
Anindita memperhatikan bentuk badan Mikaila dan memeriksa nadinya...
"bulan ini kamu sudah menstruasi?"tanya Anin.
Mikaila mencoba mengingat kapan ia terakhir menstruasi.
Bram yang tadinya tertidur terbangun saat mendengar suara kakaknya...ia ikut mengingat kapan terakhir istrinya mendapatkan tamu bulanan.
"Ga tau mba,,aku lupa ."jawab Mikaila.
"kamu merasa ada yang aneh atau tak biasa yang kamu alami akhir-akhir ini,?"tanya Anin lagi.
"iya sih mba,,kalau aku pingin makan sesuatu harus ada,,,mas Bram sering pergi beliin aku apa aja tengah malam atau bahkan subuh."jawab Mikaila baru menyadari ulahnya ...
Bram ikut mengingat hal aneh yang dilakukannya belakangan ini..dan kembali teringat saat Mikaila meminta es cendol di tengah malam .
"hanya itu saja?,"tanya Anin lagi.
"itu mba,,,"Kaila ragu mengatakannya.
"itu apa?"tanya Anin menatap Mikaila penasaran.
"anu mba,"ucap Mikaila lagi.
"bilang aja dek,,kamu ga usah malu sama mba,"ucap Anin mengira-ngira apa yang ingin di katakan Mikaila...
Mikaila masih diam dan sedikit ragu...
"masalah ***,"tebak Anin, sebagai seorang Dokter kandungan Anin sering mendengar ngidam yang aneh dari pasien nya..
"iya mba,,,aku kalau lihat mas Bram buka baju jadi pingin,,,"ucap Mikaila .
Bram yang mendengar ucapan Mikaila tersenyum walau matanya terpejam...
"iya mba,,mas Bram kalau malam udah sehat biasanya."ucap Mikaila kembali memijat kepala Bram yang di pikirnya sedang tertidur pulas.
"mungkin saja sakit Bram karena kehamilan kamu,"ucap Anin.
"maksudnya?"tanya Mikaila..
"iya,,ada beberapa kasus yang justru para suami yang mengalami gejala ngidam,pusing dan muntah..."jelas Anin.
"owww gitu ya mba."ucap Mikaila mencoba mencerna apa yang terjadi pada mereka berdua.
"sepertinya anak kamu kali ini sangat menyukaimu nantinya,,,"batin Anindita menepuk pantat Bram yang kini tidur membelakanginya.Anin sempat melihat Bram tersenyum saat membahas ngidam *** Mikaila....
Di kantor,,,
Yoga dan David akan bertemu klien mereka di restoran,,,Yoga mengajak Dimas ikut bersama mereka...
Mereka membahas kerja sama baru mereka dengan perusahaan lain,Yoga melihat Dimas yang tak konsentrasi dengan apa yang di jelaskan klien mereka...
David yang penasaran apa yang sejak tadi di lihat Dimas berbalik,
David menahan tawanya saat melihat Syana bersama pria lain sedang makan dan terlihat layaknya sepasang kekasih....
Yoga ikut membalik badannya dan melihat apa yang dilihat David dan Dimas...
Yoga menepuk pundak Dimas,,,
David ikut mengelus tangan Dimas
"sabar,,,itu lah rasanya di selingkuhin"ucap David tertawa,,ia tak bisa lagi menahan tawanya melihat ekspresi wajah Dimas.
Dimas menelfon Syana.
"kamu dimana,?"tanya Dimas langsung.
"lagi di butik,"jawab Syana.
"owww,"jawab Dimas mematikan panggilan nya.
"Ckrek".
Dimas mengambil foto Syana dan pria itu.
,
__ADS_1
,
Syana yang mulai kesal dengan janji-janji Dimas yang terus di batalkan dengan alasan sibuk memilih menonton di bioskop sendirian.
Tanpa sengaja ia bertemu dengan Reza,,
pria tampan yang seumuran dengannya.
Reza memergoki pacarnya sedang berkencan dengan pria lain di bioskop.
Syana menyaksikan pertengkaran mereka dan mereka akhirnya putus...
Mereka duduk berdampingan di dalam bioskop,,ruangan yang gelap membuat Resa salah mengambil minuman...
Mereka mengobrol dan mendapat teguran dari yang lainnya,,mereka terlalu berisik.
Syana dan Reza keluar dari ruangan tersebut dan melanjutkan pembicaraan mereka di kafe...
Tukaran nomor dan sering chat membuat mereka akrab dan saling menghibur.
sering jalan bareng tanpa status pasti,,hanya berteman pikiran Syana.
,
,
,
Dimas mengirimkan foto yang di ambilnya saat di restoran tadi ke ponsel Syana saat ia sudah sampai di kantor.
"mampus gue,"ucap Syana saat melihat kirim Dimas...
Syana terus menelfon Dimas namun tak di angkat...
Syana memutuskan untuk menemui Dimas di kantornya.
Di kantor.
Yoga , David dan Dimas kembali membahas hasil pertemuan mereka tadi..
Syana tiba-tiba masuk di ditengah rapat mereka...
"kak,dengarin dulu penjelasan aku,"ucap Syana duduk di samping Dimas,,mengabaikan kedua suami tantenya yang juga ada di sana...
David berpura-pura membaca berkas begitu juga dengan Yoga.
Mereka ingin menyaksikan tontonan gratis yang akan terjadi sebentar lagi..Pikir mereka berdua.
"ayo jelasin,kamu mau jelasin apa,,"ucap Dimas menatap tajam pada Syana...
"jadi gini,,,"Syana mulai menjelaskan dari awal ia bertemu Resa sampai mereka di restoran tadi,,,Syana benar-benar Menjelaskan tanpa jeda sedikitpun..
David sampai melongo mendengar Syana berbicara...
"benar-benar pasangan somplak,"batin David...
"jadi kalian pacaran sekarang,"tanya Dimas setelah mendengar penjelasan Syana.
"ya enggak lah kak,,aku kan dah punya pacar yang tampannya sejagad,."rayu Syana..
"terus hubungan kalian apa kalau bukan pacaran?"tanya Dimas lagi.
"Cuma teman nongkrong,abis kakak sih kalau di ajak jalan sibuk terus,"ucap Syana balik marah...
"kok jadi kamu yang marah sih,,kan kamu yang ketahuan bohong.Lagian aku tu benar sibuk bukan kaya kamu,bilangnya di butik taunya lagi asyik di restoran."protes Dimas...
"iya maaf,,ga lagi-lagi,tapi kakak juga ga boleh cuekin aku."ucap Syana membela diri.
"ya itu masalahnya si Juna kampret itu ngasih kerjaan nggak nanggung-nanggung, pantes aja dia kaya raya.kerjanya ga pake jadwal."keluh Dimas menyandarkan punggungnya.
"kamu yang kampret,"protes David melempar Dimas dengan pulpen yang di pegangnya..
"gini aja,,kamu jalan aja sama Resa tapi ga boleh pacaran,kamu tetap pacar aku."ide konyol muncul di otak Dimas...
"setuju,"ucap Syana cepat .
"jangan mau di sentuh sedikit pun oleh Resa,hanya aku yang boleh nyentuh kamu,"ucapnya lagi..
"jangan macam-macam ya kamu Dimas."ucap Yoga dengan nada serius.
"enggak ko pak,bercanda."Jawab Dimas cepat , tak ingin Yoga salah paham.
"iya,,aku tau batasan om,"ucap Syana...
"aku serius Lo pacaran sama kamu,mau sampai nikah jadi jangan macam-macam ya,,tunggu Abang mu ini kaya raya."ucap Dimas serius.
"sampai lebaran monyet juga ga bakalan di lamar kamu dek,"ucap David pelan sambil membuka berkas rapat mereka....
"intinya kamu boleh jalan bareng Resa,tapi cuma teman ga boleh lebih,aku pacar kamu.."ucap Dimas,ia pusing sendiri dengan ide konyolnya..
"benar-benar playboy cap katak,"batin Yoga memilih keluar dari ruangan itu..di ikuti David...
Berharap melihat mereka saling bertengkar namun malah mendengar ide konyol dari Dimas.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏
Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, vote dan komennya ya 🙏💗🙏👍💗