
Isabella sudah merasa lebih baik dan kembali ke kampung halaman suaminya,,,
Mikaila sangat merindukan suasana kampung ia merengek ingin ikut bersama mereka..
Walau sedang sibuk dan anak-anak sedang sekolah Bram tetap menuruti keinginan istri yang lagi hamil nya itu.
Bawaan bayi alasan Mikaila.
kedatangan mereka semua disambut gembira oleh ibu Mikaila ,2 ibu hamil yang terlihat sangat cantik..
Pagi hari di kampung.
"Bu aku ingin makan mangga muda dong"ucap Mikaila manja kepada ibunya.
"iya Tante, kayaknya mangga muda enak juga"ucap Isabela.
"ya udah,nanti Ibu cariin ya"ucap ibu kepada ibu-ibu hamil itu.
Ibu mengitari Kampung mencari mangga muda namun tak ada, salah satu tetangga ibu mengatakan jika di Kampung sebelah banyak mangga muda.
Dengan segera Ibu berangkat ke sana, sesuai alamat yang diberikan .
Dan benar saja begitu sampai disana Ibu bisa melihat pohon mangga yang ada di halaman rumah tersebut berbuah lebat.
"Assalamualaikum "sapa ibu.
"Waalaikumsalam,ada yang bisa saya bantu bu,"jawab pemilik pohon mangga.
"Begini pak,anak dan menantu saya sedang mengidam ingin makan mangga muda.kalau boleh saya ingin meminta beberapa mangga bapak,"ucap ibu Mikaila.
"Oh tentu saja boleh bu, sebentar ya saya ambilkan dulu"ucap sang pemilik pohon mangga yang tak lain adalah paman Roy.
"terima kasih banyak ya pak mangganya"ucap Ibu Mikaila.
"sama-sama Bu"ucap paman Roy.
Raina yang sedang tertidur di kamarnya berlari keluar saat merasa ia mendengar suara nenek Arya.
"Raina cari apa ?"tanya Paman Roy.
"gak ada kakek,"ucap Raina,ia menyangka jika ia hanya sedang bermimpi mendengar suara nenek Arya.
Mikaila begitu senang saat melihat ibunya datang membawa sekantong mangga muda.
Ibu mengupas mangga tersebut dan memberikan kepada anak dan menantu nya.
Bram ikut duduk dan ikut memakan mangga tersebut.
"Sayang besok kita pulang ya,mas ada rapat penting,"ucap Bram.
"iya Mas, anak-anak juga sekolah"jawab Mikaila.
Malam hari Mikaila dan ibu duduk di teras rumah, Mikaila memandang ke arah rumah Zahra.
"Bu bagaimana keadaan Zaky" tanya Mikaila.
"Ibu juga nggak tahu nak,, Zahra sudah tak pernah lagi datang ke sini"jawab ibu yang ikut memandang ke arah rumah Zahra.
"walau bagaimanapun Zaky tetap anak Mas Bram"ucap Mikaila pelan.
"kamu nggak usah mikirin itu, kamu pikirin aja anak dan suamimu. Ibu yakin Zahra bisa merawatnya dengan baik tanpa mengganggu kebahagiaan kalian, Ibu bisa melihat penyesalan di matanya."ucap Ibu bersandar di sandaran kursi.
"Aku hanya takut Bu itu berpengaruh di masa depan anak-anak,"ucap Mikaila lagi.
"Bram pasti sudah memikirkan semua itu, serahkan semua padanya, iya jauh lebih tahu apa yang harus dilakukan," ucap Ibu mengelus punggung anaknya.
,
__ADS_1
,
Pagi hari mereka semua kembali ke kotanya.
,
,
Tak ada Bram berarti pekerjaan berkurang,kesempatan Dimas untuk mengajak Syana jalan-jalan.
Dimas dan syana berjalan-jalan di mall.
Setelah lelah berbelanja mereka duduk di sebuah cafe,
"hai Syana, boleh gabung,"ucap Reza.
"boleh dong Kak ayo gabung,"ucap Syana mempersilahkan Reza duduk.
"Kenalkan Kak ini pacar Syana Dimas ,"ucap sana memperkenalkan Dimas pada Reza .
"Reza," ucap Reza memperkenalkan dirinya kepada Dimas, ia sedikit terkejut mendengar Syana menyebut Dimas sebagai pacarnya.
"Dimas,"ucap Dimas menyambut uluran tangan Reza.
Mereka akhirnya duduk dan mengobrol bersama, Reza sedikit canggung dengan situasi saat itu,berbeda dengan kedua pasangan kekasih itu yang terlihat santai.
Tak ada sedikitpun rasa cemburu di hati Dimas saat Syana mengobrol akrab dengan Reza.
"Mereka terlihat seperti saudara daripada pacaran"batin Reza.
Sejak saat itu Reza sedikit menjaga jarak pada Syana,selama ini ia mendekati Syana karena Ia berpikir sana menyukainya dan belum memiliki kekasih.
,
,
Setelah mendapat informasi dan sesuai dengan harapannya El Barack mulai mendekati Ayasa walau hanya sekedar bertegur sapa.
El Barack tidak ingin mendekati wanita sembarangan, mengingat status keluarganya yang sangat dihormati di Negaranya..
Ayasa yang memang tidak pernah menanggapi siapa pun yang mendekatinya bersikap sama pada El Barack hanya menjawab sapaannya saja kemudian kembali fokus pada pelajarannya.
Namun sikap itu justru semakin membuat El Barack penasaran kepada Ayasa...
El Barack mencari tahu tentang keluarga Ayasa dan nama Abraham Wijaya mencuri perhatiannya,
Siapa yang tak mengenal seseorang pengusaha sukses bahkan nama tersebut di segani di kalangan pebisnis di Negaranya.
El Barack mulai menawarkan kerjasama kepada perubahan Wijaya group dan ditanggapi oleh Bram.
Kerjasama terjalin dan Dimas dipercaya untuk menangani bekerjasama mereka dengan pengusaha asal Turki El Barack..
Di kediaman Abraham Wijaya.
Pagi hari Bram yang sudah sehat dan terbebas dari ngidamnya sibuk di dapur membuat nasi goreng bersama ketiga putranya.
Bi Yanti cuti ,iya kembali ke kampung halaman karena kangen dengan sanak saudaranya .
Sudah lama ia tak mengunjungi mereka.
Nasi goreng telah siap di meja makan dengan berbekal tutorial dari YouTube mereka berhasil membuat nasi goreng spesial untuk bunda...
Mikaila makan dengan lahap Ia tidak menyangka pagi ini akan makan nasi goreng yang enak,, bayangan rasa nasi goreng yang hancur terbayang saat Bram menawarkan diri menjadi koki pagi ini..
Bram berangkat ke kantor dan anak-anak berangkat ke sekolah.
Mikaila masuk ke dapur dan melihat dapurnya sudah tak berbentuk lagi...
__ADS_1
"ini dapur ku kenapa jadi berantakan begini"ucap Mikaila hanya bisa menghela nafas...
Perut yang semakin membesar membuat Mikaila kesusahan di kehamilan kali ini,.
Mikaila melihat Mba Lala yang baru datang.
"Aku nggak bisa bantu beresin dapur ya Mba,nggak papa kan mba diberesin sendiri."ucap Mikaila pada Mbak Lala.
"iya Bu ini kan sudah menjadi tugas saya,Ibu istirahat saja" jawab Mbak Lala.
"aku ke kamar dulu ya Mba,"ucap Mikaila.
"iya Bu" jawab Mba Lala.
Mikaila naik ke kamarnya dan Mba Lala masuk ke dapur.
"ya Allah ini dapur kenapa berantakan seperti ini ,"ucap mba Lala saat melihat kondisi dapur yang benar-benar sangat berantakan...
Dikamar.
"ini lucu," ucap Mikaila saat melihat baju couple hello Kitty di layar ponselnya.
Mikaila langsung memesannya.
Sore hari setelah semua mandi Mikaila menyiapkan piyama tidur mereka di atas tempat tidur .
"ini baju," apa ucap Kelvin mengangkat piyama hello Kitty yang berwarna pink yang disediakan bundanya.
"baju siapa ini ,"ucap Arya melihat 3 pasang baju hello Kitty tersebut.
"baju kalian pakai aja jangan banyak protes Bunda yang siapkan tadi," ucap Bram yang datang yang menggunakan baju piyama yang sama.
"hahahaha,"mereka menertawakan penampilan Papa mereka yang terlihat sangat lucu menggunakan piyama hello Kitty berwarna pink.
"jangan tertawa kalian juga harus pakai,ini perintah Bunda" ucap Bram mulai membantu Gavin memakai piyama nya.
Gavin dan Arya tak protes dan langsung memakai piyama tersebut berbeda dengan Kelvin yang tak mau memakainya.
"enggak ah pa, masa pakai piyama seperti ini hello Kitty pink lagi ,"ucap Kelvin protes...
"sudah pakai aja nanti Papa beliin game terbaru," Rayu Bram.
Mendengar kata game baru Kelvin akhirnya pasrah memakai piyama nya.
Saat Bram protes dengan piyama tersebut dan tak ingin memakainya, Mikaila bersikeras agar Bram memakai piyama tersebut dengan ancaman jika ia tidak memakainya malam ini ia tak boleh menyentuhnya.
"anak anak juga harus pakai,"ucap Mikaila lagi sebelum turun ke lantai bawah menyiapkan makan malam mereka...
Dika menahan tawanya saat melihat Bram ,Arya, Kelvin dan Gavin turun dengan mengenakan piyama hello Kitty.
"kalau mau tertawa tertawa aja ,"ucap Bram saat melihat Dika menahan tawanya.
Dika tertawa terbahak-bahak hingga perutnya sakit, Mba Siti dan Mba Lala yang masih ada di sana juga ikut tertawa bahkan kakek Dika juga ikut tertawa.
Arya dan Gavin juga ikutan tertawa melihat Dika dan yang lainnya tertawa,tapi tidak dengan Bram dan Kelvin.
"memalukan,"gumam Kelvin.
"hemmm sangat memalukan.,"Ucap Bram mendengar ucapan Kelvin...
Mereka berdua memilih ke ruang tv sambil menunggu makan malam siap, meninggalkan mereka semua yang masih tertawa terbahak-bahak karena penampilannya.
🙏🙏🙏💪🙏🙏🙏
Terimakasih sudah membaca 💗💗.
like , vote dan komennya selalu di nanti 😊😊😊
__ADS_1