
Kisah Bram.
Seorang nelayan tua bersama cucu laki-laki terjebak dilautan,mesin kapal mereka mati dan ombak terus menghantam kapal mereka.
Mereka saling membantu mempertahankan kapal agar tak terbalik.
Air laut dan hujan mulai memenuhi kapal mereka.
suara petir dan badai tak membuat mereka takut, lautan sudah menjadi rumah kedua mereka.
Kakek melihat ada yang aneh dekat kapalnya, sesuatu terombang-ambing diterpa ombak disana.kakek mendekat memastikan apa yang dilihatnya.
"astagfirullah ada mayat,"teriak sang kakek memangil cucunya.
Dika, remaja berusia 15 tahun itu mendekat dan melihat apa yang dilihat kakeknya.
"ayo naikkan ke kapal."ucap kakek mencoba menggapai sosok tersebut dengan alat pancingnya.
Mereka menaikkan ke kapal dengan susah payah, sosok tersebut tak lain adalah Bram.
Bram diselamatkan oleh mereka.
Jas Bram tersangkut kail pancing,Dika menarik paksa kail tersebut dan membuang jas Bram yang sudah robek di laut.
"Dika,dia masih hidup,"ucap kakek setelah mengecek nadi Bram.
Begitu mesin berhasil di nyalakan dan ombak mulai tenang mereka membawa Bram pulang ke pulau.
Sebuah pulau kecil yang hanya dihuni oleh sedikit orang,hanya ada beberapa kepala keluarga yang bertahan hidup di sana.
Kehidupan sederhana, tertinggal dan serba kekurangan membuat anak-anak mereka memilih merantau ke kota.
Sebulan sekali akan ada kapal pedagang yang ke pulau tersebut,,,mereka menjual barang-barang pokok dan membeli hasil tangkapan mereka yang telah di keringkan.
Bram mendapat perawatan seadanya,tak ada rumah sakit atau obat obatan hanya menggunakan beberapa ramuan herbal.
Setelah seminggu Bram baru sadarkan diri, beruntung peluru hanya menggores kepalanya,tubuhnya terasa sakit dan ia tak dapat mengingat apapun,siapa dirinya dan dari mana ia berasal.
Bram menyembuhkan luka-lukanya di bantu oleh Dika,kakek menceritakan di mana mereka menemukan Bram.
Bram tinggal di pulau itu,ia ikut melaut bersama Dika dan kakek sambil memulihkan tenaganya dan mencoba mengingat tentangnya, Bram menjadi nelayan.
Jika dulu Bram berangkat kekantor dengan penampilan bersih,wangi,rambut yang tertata rapi ,dibalut jas mahalnya,kini Bram menjadi nelayan,memakai baju kaos lusuh dan celana jeans sobek-sobek.Rambut yang di biarkan panjang dan diikat,kulit terbakar sinar matahari dan brewok mulai menghiasi wajahnya.
Bram membantu setiap pekerjaan kakek, mulai dari berlayar menangkap ikan dan menjemurnya hingga memikul di pundaknya membawa ke kapal yang akan membeli hasil jerih payah mereka.
"kenapa kamu tak ikut yang lainnya ke kota?"Tanya Bram yang mengetahui banyak dari mereka yang ke kota untuk belajar dan bekerja.
"aku sangat ingin ke sana,tapi kalau aku pergi siapa yang akan menemani kakek,"jawab Dika santai.
"kamu bisa membawa kakek ikut bersamamu"ucap Bram.
Orang memanggil Bram dengan sebutan,si tampan.
__ADS_1
"aku belum pernah keluar dari pulau ini,aku tak tau seperti apa kehidupan di sana,,aku tak ingin membuat kakek lebih menderita jika membawanya.Lagi pula kami sudah bahagia hidup di sini."jawab Dika berjalan pulang...
Bram memilih berjalan-jalan di pantai,,,
Menulis sebuah nama yang selama ini terus menggangu pikirannya.
Bram mengambil ranting dan berjongkok,
"Mikaila,"Bram menulis di atas pasir pantai dan berdiri memandang tulisannya.
"siapa Mikaila,apa nama ini spesial dalam hidup ku,mengapa aku terus mengingat nama ini,"gumam Bram .
"aku harus mencari tau siapa sebenarnya diriku,mungkin saja ada yang menunggu kepulangan ku."Bram menatap lurus ke tengah lautan,ia bertekad akan mencari jati dirinya.
Bram bekerja lebih keras,walau ia hilang ingatan tapi kemampuannya dalam mengumpulkan uang melekat dalam dirinya.
Bram mengumpul kan sedikit demi sedikit agar menjadi pegangannya saat di luar sana.
Kakek dan Dika sangat berat melepas kepergian Bram.
"jika ada waktu,berkunjunglah."ucap kakek menepuk pundak Bram.
Bram tersenyum dan mengangguk.
"aku akan ke kota suatu saat nanti"ucap Dika saat bersalaman dengan Bram.
Bram mengacak-acak rambut Dika.
Bram berlayar bersama para pedagang menuju ke kota.
Bram berpindah dari satu kota ke kota lain nya,ia bekerja apa saja untuk bertahan di kota bahkan ia jadi buruk kasar harian.
Nasib baik menghampiri Bram,ia bertemu dengan seorang pengusaha yang hampir bangkrut,dengan kemampuan bisnisnya Bram berhasil membantu pengusaha tersebut keluar dari kesulitannya dan pengusaha tersebut mendapat banyak infestor.
Pengusaha itu menawarkan pekerjaan kepada Bram, tapi Bram menolak.
"baiklah,aku tak akan memaksa anda.Tapi tolong mintalah sesuatu barang,aku akan memberinya jika bisa sebagai tanda terima kasih ku."ucap pengusaha tersebut.
"apa anda bisa memberikan aku sebuah mobil,"ucap Bram.
"tentu saja,"ucap pengusaha tersebut menyanggupi permintaan Bram.
Transportasi online,,Bram terus berpindah tempat,ia berharap ada yang mengenali dirinya.Menawarkan jasa sebagai supir taksi online maupun offline.
Bram mengetik Mana Mikaila pada pencarian di ponselnya sambil menunggu pelanggan yang telah menyewa jasa nya.
Banyak foto wanita tertera disana dengan nama Mikaila.Bram terus menaikkannya melihat apa ada yang ia kenali disana.
"permisi pak,maaf lama ya nunggunya,"ucap seseorang membuka pintu mobil Bram.
Foto pernikahan muncul di layar ponselnya.
"Abraham Wijaya dan Mikaila putri."
__ADS_1
Bram melihat kebelakang saat penumpangnya masuk,,
"engga apa-apa Bu,"jawab Bram.
"kita berangkat sekarang,saya sudah terlambat,"
"iya Bu,"jawab Bram menekan tombol kembali di ponselnya tanpa melihat layar yang menampilkan fotonya dan. Mikaila.
Bram tidur di mobil saat merasa lelah,ia tak punya rumah untuk pulang dan beristirahat.
Mobil tersebut sudah menjadi rumah dan mata pencaharian nya.
Bram terus melajukan mobilnya,ia mengikuti kemana orderan membawanya,menerima setiap orderan yang masuk kemanapun tujuan mereka.
Bram membantu membukakan pintu pada penumbang yang menggendong anak kecil yang tengah tertidur.
Salah satu dari mereka duduk di depan bersama Bram membawa boneka beruang.
"Ke pesantren Nurul Huda pak,"ucap sang ustasa.
Bram melajukan mobilnya ke alamat yang dituju dengan bantuan google map.
"terima kasih,"ucap mereka saat turun dan membayar ongkos.
"sama-sama Bu,"jawab Bram kembali membuka pintu mobil.
Bram melihat gadis kecil yang tengah tertidur pulas itu,ia seperti mengenali wajah itu.
Bram kembali melajukan mobilnya ke alamat orderan lain yang baru masuk di ponselnya.
Setelah seharian berkeliling Bram memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah hotel,malam ini ia akan tidur di sana.
Bram melihat boneka beruang di sampingnya,ia baru sadar kalau gadis kecil tadi melupakan bonekanya.Namun jaraknya sudah sangat jauh dari pesantren itu.
Ting,, notifikasi pesan masuk di ponsel...
Bisa antar ke kota X.
Bram berfikir sejenak apakah ia mengambil orderan itu atau menolaknya,,
Kota X jaraknya cukup jauh, butuh waktu dua hari melakukan perjalanan hingga sampai di kota tersebut.
Awalnya Bram ingin menolak,namun entah mengapa hatinya juga ingin ke sana setelah mendengar nama kota itu.
"baiklah,ayo kita ke kota X."
🚕🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚕🚖🌉
Terimakasih sudah membaca 💗💗💗💗
Like like like like like like like 🙏🙏🙏
""Ada yang mau di anterin Bram.🤗🤗🤭😂""""
__ADS_1