Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kecemasan


__ADS_3

Usia pernikahan mereka sudah memasuki bulan 6.


"mas ko aku belum hamil ya mas,?"


"mungkin memang belum saatnya sayang,lagian kita menikah baru beberapa bulan,"


"tapi Kaila takut,bagaimana kalau aku ga bisa punya anak?"


"jangan terlalu di pikirin sayang,kita jalanin aja dulu,kita serahin masalah anak sama Allah SWT dia tau mana yang baik buat kita,kita berdoa semoga kita punya banyak anak,"


"emang mas maunya berapa?"


"sedikasihnya aja sayang,"


Mikaila menyusupkan wajahnya ke dada Bram mencari posisi tidur yang nyaman.


"mas,mba Anin Dokter kandungan kan?"


"iya,memangnya kenapa kamu nanya-nanya mba Anin,"mempererat pelukannya.


"kita periksa ke mba Anin yuk mas,"


Bram menggigit kecil bahu istrinya.


"nanti aja sayang ke mba Anin,kita usaha dulu buat baby nya,"


Mereka melalui malam yang panjang,mereka melakukannya lebih lama dari malam malam sebelumnya.


Mikaila hanya menurut apa yang Bram lakukan agar ia cepat hamil,sedangkan Bram sangat senang karena ia mendapat lebih banyak jatah malam ini.


Seperti biasa Mikaila membantu bi yanti membuat sarapan,


"bi,Siti mana ya,"?


"dia lagi ada kerjaan di luar non,"


"kerjaan apa bi,"


"bibi juga ga tau ,nanti sore juga dia sudah balik,"bohong bi Yanti,Siti sebenarnya kerumah lama Bram untuk bersih-bersih.


"oww gitu ya bi."


Bram menuruni anak tangga menuju meja makan di sana sudah ada Mikaila sedang menyiapkan sarapan.


Bram menghampiri istri dan memberi kecupan di pipinya.


"sarapan dulu mas,mas mau roti atau nasi goreng?"


"kayanya nasi gorengnya enak tu,boleh deh,"


"mas ga kekantor?"tanya Kaila yang melihat Bram tak memakai pakaian kerja nya.


"mas kekantor nya agak siangan,"


"mas,aku boleh ga jalan-jalan ke panti asuhan dekat sini?"


"boleh dong sayang,dulu mas juga sering ke panti asuhan, sekarang mas sangat sibuk jadi ga pernah kunjungan mereka lagi,pakai aja kartu yang mas kasi untuk beli keperluan mereka, jangan pakai uang kamu."


"iya mas, makasih ya".


"minta antara pak slamat aja, nanti mas bawa mobil sendiri,"


"iya mas".


Bram berangkat ke kantor dan mikaila meminta pak slamat mengantar nya ke supermarket untuk membeli beberapa barang yang akan di bawanya ke panti asuhan.Bu Yanti juga di ajaknya.


Mikaila membeli sembako dan beberapa keperluan anak-anak seperti bedak, sabun dan popok.

__ADS_1


"bi enak ya kalau banyak uang,tinggal ambil aja ga usah mikirin cara bayarnya,"ucapnya ke Bu Yanti sambil memasukkan barang ke keranjang.


"iya non, apalagi kalau untuk kebaikan,jauh lebih baik,".


"bi,dulu almarhum istrinya mas Bram seperti apa sih orangnya?"tanyanya,sebenarnya ia sangat ingin tahu seperti apa sosok Inanti namun ia tak tau harus bertanya pada siapa.


"nyonya Inanti itu orangnya baik non,dia juga dulu sering ke panti asuhan,sering membantu orang lain."


"Rumah mas Bram dulu di mana bi,?"


"Rumahnya hanya sekitar 2 kilometer dari rumah nyonya besar,"


"oww"


"tuan Bram sengaja membeli rumah disana agar mereka lebih mudah ke rumah besar.Dulu non Tasya sangat dekat dengan eyangnya jadi hampir setiap hari mereka berkunjung ke sana.


Meraka banyak mengobrol tenteng kehidupan lama Bram,Bu Yanti menjawab semua pertanyaan yang di tanyakan Mikaila,ia tidak menceritakan kalau sampai sekarang semua kenangan itu masih tersimpan rapi di tempatnya.


Mereka mengunjungi salah satu panti asuhan yang ada di sekitaran tempat tinggalnya.


Dan disinilah Mikaila,ia membagi-bagikan hadiah kepada anak anak panti,semua sangat senang.Selain membeli keperluan panti Mikaila juga membeli beberapa mainan.


Ting,,,, satu pesan masuk di ponsel Bram.


Mikaila mengirim foto anak-anak panti asuhan yang sedang memainkan permainan yang baru mereka dapatkan.


Ting satu pesan balasan dari Bram.


"I love you"


Mikaila tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya.


Mereka kembali kerumah,


saat di perjalanan Mikaila mendapat pesan kalau Bram akan pulang malam.


"iya boleh"


"sore aku dah pulang,"


"ok, hati-hati di jalan,".


Mikaila menyuruh pak slamat mengantar nya ke rumah besar(sebutan untuk rumah keluarga Wijaya)


Saat di jalan ia seperti melihat Siti sedang menutup gerbang sebuah rumah.


"bi Yanti rumah lama mas Bram di sekitar sini?"


"iya non,baru aja lewat,"jawab bibi.


Mikaila menerka-nerka dalam hati.


"apa mungkin rumah yang tadi ya,"batinnya.


Mereka sampai di rumah orang tua Bram.


"Assalamualaikum," ucapnya.


"waalaikumussalam sayang,"jawab ibu mertua nya.


"ya ampun sayang,kamu mau datang ko ga hubungi ibu dulu,kamu sendiri?"


"iya Bu,mas Bram malam baru pulang, katanya ada kerjaan.


Mereka berbincang-bincang di taman buang,itu salah satu kesamaan mereka sama-sama menyukai bunga..nenek juga bergabung bersama mereka.


"nak , nenek sangat senang Bram memilih kamu.Nenek harap rumah tangga kalian selalu bahagia,Bram itu orangnya ga peka jadi kalau kamu ada keinginan bilang aja,apalagi kalau sibuk bekerja dia akan lupa waktu."kata nenek.

__ADS_1


"dia sudah bekerja di perusahaan sajak duduk di bangku SMP,jadi maklum saja dia bukan pria yang romantis masa remajanya di habiskan di meja kerjanya,"kata ibu menambahkan.


"iya Bu,aku akan berusaha untuk menjadi istri yang terbaik buat mas Bram,".


"Bagaimana kalau Minggu depan kita kumpul keluarganya, nenek dah kangen cucu dan cici nenek,"


"iya boleh tu bu,mereka kalau ga di suruh datang jadi lupa sama kita,"


"Bu,nek Kaila pulang dulu ya,udah sore."


"iya, hati-hati di jalan ya sayang.kalau kamu bosan di rumah kamu ke sini aja ya!,"


"iya Bu.Mikaila pamit pulang".


Mikaila sedang duduk di meja riasnya sedangkan Bram bersandar di sandaran tempat tidur.


"mas, kata ibu minggu depan kita di suruh kerumah ibu,"melihat Bram dari balik cermin.


Bram berjalan mendekati Mikaila dan duduk di meja rias menatap wajah cantik istri nya.


"sayang kamu ko kelihatan beda sih"kata Bram memperhatikan tubuh Mikaila.


"masa sih mas,biasa aja ko,"


"ia sayang kamu makin berisi,"


"maksudnya aku gendut gitu,"cemberut.


Ia berdiri dan melihat tubuhnya di cermin,dibalik lingerie yang ia gunakan.Berputar kekiri kekana memastikan apakan memang ia terlihat gemuk.


"biasa aja ko mas,"katanya menghadap Bram.


"apalagi yang ini,makin montok,"memegang kedua gunung kembar di hadapannya.


"mas,ih geli tau,"menjauhkan dadanya.


"beneran deh,coba mas ukur dulu,"


"ga mau,mas jauh-jauh sana,"berjalan menjauhi Bram.


Bram yang merasa gemes dengan tingkah istri itu terus menggodanya,mengikuti kemanapun Mikaila pergi dan berusaha memegang apa yang di sembunyikan Mikaila dengan kedua tangan nya.


Saat sarapan Mikaila hanya mengaduk-aduk nasi goreng nya,


"kenapa ga di makan sayang,?"tanya Bram melihat Mikaila.


"lagi ga pingin nasi goreng.Mas aku boleh minta rotinya?"menunjuk roti yang Bram pegang.


"yang ini?"memperlihatkan roti yang tinggal setengah.


Mikaila mengangguk.


Walau merasa aneh namun Bram memberikan apa yang di minta Mikaila dan mengambil roti yang lainnya.


Mikaila memakannya dengan lahap dan meminta kembali roti yang sedang di makan Bram.


Mikaila juga melakukan hal yang sama,saat makan siang dan makan malam.Entah mengapa ia merasa rasa makanan yang telah di makan Bram sangat enak, sedangkan makanannya sendiri tidak enak. Ia akan merasa mual saat memakannya, sangat tak nyaman saat makanan tersebut masuk ke mulutnya.


Begitu juga dengan minuman ia hanya mau meminum sisa Bram.


Bram hanya menuruti saja apa yang di inginkan istrinya.


Sudah satu Minggu ini Mikaila selalu meminta bi Yanti buatkan berbagai jenis makanan.


Sebelum ia memakannya Bram lah yang mencicipinya terlebih dahulu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2