
"mas aku mau pulang,"ucap Mikaila,, entah mengapa ia sangat merindukan kamarnya saat ini.
"iya,,,besok kita pulang ya,,"ucap Bram mengecup kepala Mikaila yang bersandar di bahu nya,,,sambil mengusap punggung Gavin yang tertidur di dadanya nya ....
Arya dan Kelvin ikut pulang dengan neneknya, Mikaila dan Gavin masih memerlukan perawatan di rumah sakit....
"tidurlah"ucap Bram...
Bram ikut tidur bersama mereka,,,ia tidur dengan posisi bersandar di sandaran tempat tidur dengan Mikaila yang bersandar di bahunya dan Gavin yang tidur di dadanya....
,
,
Pagi hari 🌄
Mikaila terbangun dan tak mendapati Bram di samping mereka.
"mas,"panggil Mikaila.
"mas di kamar mandi,"jawab Bram.
Gavin masih tertidur pulas.
"ada apa sayang?"tanya Bram yang baru keluar dari kamar mandi...
"aku juga mau ke kamar mandi,"ucap Mikaila.
Bram mengangkat Mikaila ke kamar mandi,,,
Gavin terbangun dan mendapati dirinya sendiri.
"bundaaaa,"tangis Gavin...
Bram meninggalkan Mikaila yang sedang buang air kecil.
"bunda lagi pipis,,Ade mau pipis juga?"tanya Bram.
"papa sakit,"ucap Gavin menunjuk lukanya.
"sabar ya,,,nanti juga pasti sembuh.Gagin kan anak kuat ga boleh cengeng,"bujuk Bram agar Gavin berhenti menangis.
"mas,"panggil Mikaila.
"bentar ya,papa ambil bunda dulu,"ucap Bram.
Gavin hanya mengangguk mengiyakan sambil mengusap air matanya.
Bram membaringkan Mikaila didekat Gavin,Gavin langsung memeluk bundanya.
Untuk Kamar rawat mereka di ruangan khusus jadi sangat nyaman bak di hotel mewah.
"mas aku mau makan pangsit,"ucap Mikaila.
"Gavin juga,"tambah Gavin cepat.
"baiklah,papa beliin.apa masih ada lagi?"tanya Bram.
"eeeeeem,"Mikaila berfikir apa yang ia inginkan.
"eskrim,coklat,cake rasa stroberi yang banyak parutan kejunya,dan buah anggur."ucap Gavin menyebutkan nama makanan sambil menghitungnya dengan jarinya...
Bram melihat Mikaila bertanya lewat pandangannya.
Mikaila mengangguk mengiyakan permintaan Gavin.
"tunggu di sini ya,,papa cariin dulu pesanan kalian."ucap Bram.
"jangan lama-lama ya mas,"ucap Mikaila tersenyum semanis mungkin.
Gavin yang kali ini mengangguk mengiyakan ucapan bundanya...
"oke,"jawab Bram mengacak rambut anak gembul nya..
Bram bergegas mencari apa yang di minta anak dan istrinya,,,dan tak butuh lama ia sudah kembali dengan membawa semua pesanan mereka.
"yeee papa datang,"ucap Gavin senang melihat papanya atau makanan yang datang,,entahlah hanya Gavin yang tau.
"mas suapin,"ucap Mikaila manja...
Bram menyuapi Mikaila dan Gavin bergantian.
__ADS_1
Mikaila makan dengan lahap tak seperti biasanya,,,Bram hanya menurut saja apa yang mereka minta.Sesekali ia menyuapi dirinya sendiri yang juga merasa lapar.
"mas sudah makan kita pulang ya,"rengek Mikaila.
"iya,nanti mas bicara dengan dokter dulu."ucap Bram masih terus menyuapi mereka.
Beberapa saat kemudian Anindita datang melihat kondisi mereka.
Mikaila kembali tertidur setelah makan.
"pagi anak ganteng,"sapa Anin pada Gavin yang sedang menonton dari ponsel papanya.
"pagi ibu,"ucap gavin, anak-anak Bram memanggil ayah dan ibu pada Anin dan suaminya.
"bagaimana lukanya,masih sakit.,"tanya Anin lagi.
"iya,,ini ini ini ini sakit Semua,"ucap Gavin mulai berkaca-kaca.
"Uhh sayang,,, nanti ibu obatin ya,Gavin sudah besar jadi ga boleh nangis lagi."ucap Anin sambil terus memeriksa kondisi Gavin.
"bagaimana Mikaila,apa ada keluhan pada lukanya?"tanya Anin pada Bram melihat Mikaila sedang tertidur pulas.
"ga ada sih,ia hanya mau pulang,"jawab Bram.
"siang ini kalian sudah boleh pulang,,,nanti mba kerumah kalian untuk mengontrolnya.kamu sendiri apa ada yang sakit?"tanya Anin.
"nggak ada mba,,hanya kurang tidur aja,"ucap Bram merebahkan tubuhnya di sofa...
"ya udah, istirahat lah.mba mau ke ruangan lain."
"hmm,"Bram sudah memejamkan matanya....
"ibu keluar dulu ya,,,nanti ibu kesini lagi"ucap Anin mengecup sayang ponakannya itu.
Baru saja Bram tertidur Mikaila sudah bangun.
"Gavin papa mana,"tanya Mikaila pada Gavin yang sedang asyik menonton film kartun favorit.
"itu bunda,"tunjuk Gavin pada Bram yang tertidur di sofa.
"mas,,mas,"panggil Mikaila.
"ada apa,"tanya Bram menghampiri Mikaila sambil memijat tengkuk nya.
"mas,,aku mau makan rujak,,,buahnya mangga dan nanas aja,bumbu kacang nya yang banyak dan jangan pedas."ucap Mikaila menelan liurnya membayangkan rasa rujak pesanannya.
Bram hanya mengangguk dan berjalan keluar sambil terus memijat tengkuk nya sesekali ia masih menguap menahan kantuknya.
Saat Bram pergi, Mikaila teringat anak-anaknya dan menelfon Arabela.
"pagi mba,,,gimana sudah mendingan?"tanya Arabela menjawab telfon dari Mikaila.
"iya,, Alhamdulillah, Anak-anak bagaimana?"tanya Mikaila langsung.
"Mereka lagi main sama ayah,,tenang aja mba mereka aman di sini "jawab Arabela.
"ya udah,,,titip anak-anak ya,"ucap Mikaila.
"iya mba,pasti..mba kapan pulangnya?"tanya bela lagi..
"maunya sih sekarang, belum tau kapan boleh pulang,"jawab Mikaila.
"nanti siang bunda,"ucap Gavin.
"nanti siang dek,"tanya Mikaila kembali pada Gavin.
"iya, ibu bilang tadi nanti siang boleh pulang."ucap Gavin mengingat ucapan Anin saat memeriksanya.
"kata Gavin kita pulangnya entar siang,"ucap Mikaila pada Arabela yang masih tersambung.
"telfon aja mba kalau udah sampai di rumah,,,nanti aku anterin anak-anak."ucap Arabela.
Bram datang,,
"udah ya,,nanti di telfon lagi."ucap Mikaila mematikan ponselnya.
"siapa?"tanya Bram.
"Bela,"jawab Mikaila singkat,ia sudah tidak sabar mencicipi rujaknya.
"oww,"ucap Bram.
__ADS_1
Bram meyimpan rujak dan membawanya pada Mikaila.
"suapin,"ucap Mikaila manja...
Bram duduk dan menyuapi Mikaila,,,melihat rujak itu Bram tiba-tiba ngiler dan ikut memakannya...dan justru Bram yang makan paling banyak.
"enak juga,"batin Bram terus memakan rujak istrinya....
,
,
Siang hari Anin kembali datang dan memeriksa kondisi mereka,,,dan mengizinkan mereka pulang.
Mikaila sangat senang mendengar kata pulang.
Entah mengapa sejak semalam ia sangat merindukan suasana kamarnya.
,
,
Sesampainya di rumah Mikaila langsung merebahkan diri di kasur empuk nya,
"papa aku mau tidur dekat bunda,"ucap Gavin saat Bram menggendong ke kamarnya.
"iya ,kita tidur di kamar sama bunda,"ucap Bram.
Bram membawa Gavin ke kamarnya dan melihat Mikaila sudah tertidur pulas,ia terlebih dulu mengangkat Mikaila ke kamar kemudian kembali mengambil Gavin.
Bram menggeleng melihat istrinya,tak biasanya Mikaila seperti ini...
Dirumah sakit Mikaila juga tidur terus....
Bram membaringkan Gavin di samping bundanya,
"papa mau nonton,"ucap Gavin.
Bram memberikan ponselnya,ia sudah sangat mengantuk.
Bram berbaring dan menutup matanya namun bayangan buah jeruk terus terbayang di pikirannya.
Rasa asam jeruk membuat air liurnya sudah memenuhi mulut nya.
Bram kembali bangun dan keluar kamar,berharap bi Yanti mempunyai buah jeruk di kulkas mereka ...
Dengan tak sabar Bram sedikit berlari menuruni tangga dan menghampiri kulkas.
Bram menghela nafas saat membukanya kulkas dan melihat di meja makan,,ada banyak buah,namun tak satupun buah jeruk yang di inginkan nya ada di antara buah-buahan itu.
"Cari apa tuan?"tanya bi Yanti.
"bi buah jeruk ga ada,?"tanya Bram menjawab pertanyaan bi Yanti dengan pertanyaan lain.
"ga ada tuan,,bibi ga pernah beli buah jeruk.
Gavin ingin jeruk?"tanya bi Yanti.
"bukan bi,,aku yang ingin makan jeruk,"ucap Bram berjalan keluar ingin mencari buah jeruk.
"buah jeruk,"gumam bi Yanti.
Setahunya majikannya itu tidak suka buah jeruk.
Bi Yanti tau betul apa yang di suka dan tidak di suka oleh Bram,bi Yanti lah yang merawatnya sejak Bram masih bayi hingga sekarang.
Bi Yanti dan pak slamat sudah terbiasa memanggil Bram dengan sebutan tuan muda,,,sedangkan penghuni lain memanggil Bram dan Mikaila dengan sebutan bapak dan ibu.
Bram tak pernah mempermasalahkan panggilan untuknya..
,
,
Bram menepikan mobilnya saat melihat pedagang buah di jalan dan terlihat banyak buah jeruk disana.
Dengan segera Bram membeli banyak jeruk dan saking tak sabarnya ingin mencicipi buah jeruk itu ia bahkan memakannya sambil mengemudi.
🙏🙏🙏🙏🙏💖🙏🙏🙏🙏
terimakasih
__ADS_1