
Jessica berhasil meloloskan diri dari cengkraman orang suruhan pamannya, namun nasib sial menimpanya. Ia kembali mendapat masalah dengan seseorang di klub malam dan mengharuskannya bekerja di sana seumur hidup nya, bekerja sebagai bartender di sebuah klub malam.
Jessica yang merasa frustasi saat kehilangan Natali dan Raina pergi ke sebuah klub malam, ia menghabiskan banyak minuman beralkohol. Ia merasa kecewa dengan diri sendiri yang tak bisa menjaga adik satu-satunya.
Saat sedang mabuk, Jessica tak sengaja melukai seseorang dan orang tersebut adalah pemilik klub malam itu, lukanya cukup serius dan Jessica dipaksa untuk mengganti rugi.
Karena saat itu Jessica tak punya uang sedikitpun pemilik Klub tersebut mengajukan sebuah penawaran.
Jessica bisa terbebas dari hutang itu jika ia menikah dengannya atau bekerja di klubnya untuk selama-lamanya, Jessica lebih memilih bekerja seumur hidupnya di klub itu daripada harus menghabiskan waktu seumur hidupnya bersama pria tua itu.
Semenjak saat itu Jessica bekerja di sana, sesekali ia mencari informasi di mana adiknya berada.
Alex yang mendapat informasi jika Jessica bekerja di sana langsung mendatangi klub malam tersebut, ia memesan minum kepada Jessica,
"Apakah kau yang bernama Jessica ?" tanya Alex,
"Iya, namaku Jessica. Apa kau mengenalku?" tanya Jessica, selama ini ia memperkenalkan dirinya sebagai Jezy.
"Halo, aku adalah orang suruhan Bram, namaku Alex,"
"Siapa Bram?" tanya Jessica acuh, awalnya Jessica tak terlalu meladeni obrolan dengan Alex namun saat Alex menyebut nama Natali, Jessica langsung menghentikan pekerjaannya dan duduk di dekat Alex.
"Apa kau tahu sesuatu tentang Natali?" tanya Jessica,
Bram adalah bosku, ia mempunyai hubungan dengan Raina teman adikmu itu. Selama ini kami tugaskan untuk mencari Raina dan kami berhasil menemukannya. Kami menemukan Raina dan juga adikmu.
"Mereka sekarang sudah bersama Bram, Mereka sudah aman bersamanya," ucap Alex.
"Benarkah, syukurlah aku sangat bahagia mendengar kabar itu. Selama ini aku tak tenang , Aku selalu memikirkan mereka, bisakah mereka hidup bahagia,"
"Apa kau ingin bertemu dengan Natali?" tanya Alex .
"Jessica menatap Alex dalam, tentu saja aku sangat merindukan mereka. Tapi aku tidak bisa meninggalkan klub ini," lirih Jessica,
"Kenapa ? kau bisa mengundurkan diri kan ?!" tanya Alex.
"Alex aku Sudah menandatangani sebuah kontrak yang menyatakan aku akan bekerja disini seumur hidupku," jawab Jessica.
"Kenapa kau harus melakukan hal bodoh itu ?" tanya Alex menatap tak percaya apa yang baru saja didengarnya, ia bisa melihat jika Jessica bukanlah wanita yang bodoh yang mau menandatangani surat perjanjian kontrak seperti itu tanpa sebab.
"Aku tak sengaja melukai nya, dan ia meminta ganti rugi. Saat itu aku tak punya uang sedikit pun, aku tak ada pilihan lain selai kerja di sini, dari pada menikah dengan orang tua seperti dia," geram Jessica mengingat wajah pria tua pemilik klub malam tersebut.
__ADS_1
"Iya sudah memiliki banyak istri, namun tetap saja ingin menambah lagi," lanjut Jessica.
"Aku akan coba bicara dengannya," ucap Alex.
"Aku mohon, selamatkan aku dari sini aku ingin bertemu dengan adikku," ucap Jessica menggenggam tangan Alex, Alex langsung menarik tangannya.
"Aku akan mengusahakannya, berikan nomor ponselmu," Alex memberi ponselnya pada Jessica, mereka pun saling tukar nomor.
"Aku akan menghubungimu, sekarang aku ada pekerjaan lain aku permisi dulu," ucap Alex akan beranjak dari tempatnya, namun Jessica langsung memeluknya,
"Terima kasih ya, aku pikir tak ada orang yang akan menyelamatkanku dari sini, aku pikir aku tak akan bertemu dengan adikku lagi. Terima kasih, aku janji akan membalas semua kebaikanmu," ucap Jessica,
Alek yang merasa canggung langsung melepas pelukan Jessica,
"Ini sudah tugasku, jika ingin berterima kasih berterimakasihlah kepada Abraham Wijaya," ucap Alex berlalu cepat dari klub malam itu.
Iya akui Jessica memang sangat cantik, tubuhnya sangat sempurna dan dibalut dengan pakaian seksi sudah membuat sesuatu yang menegang dibawa sana saat Jessica memeluknya. Alex sangat kaku, dia tidak pernah dekat dengan wanita Ia hanya selalu fokus pada pekerjaannya..
Alex menemui pemilik klub malam itu, namun dugaannya salah. Ia tak semudah itu bisa melepaskan Jessica dari genggaman nya .
"Berapa yang harus aku bayar untuk mengeluarkan Jessica dari klub malam ini?" tanya Alex menemui pemilik klub malam itu bersama kedua temannya,
Alex menyerahkan sebuah koper yang berisi uang yang sangat banyak, pria itu tersenyum.
"Uang itu tak akan membuatku goyah, sudah berapa pria yang menawarnya dengan uang berkali lipat dari itu, namun aku tetap mempertahankannya, dia merupakan aset berharga bagi klub malam ku," ucapnya.
Alex kembali menambah 2 koper lagi dan menatap pria pemilik klub malam itu.
Pria tua itu terdiam, ia ragu untuk menolak tawaran Alex. Alex menawarkannya begitu banyak uang.
"Apa aku boleh tahu mengapa kau sampai mengeluarkan uang sebanyak ini hanya untuk wanita malam sepertinya ?" tanya pria tua itu,
"Itu bukan urusanmu, silahkan ambil uang ini dan berikan Jessica pada kami, kami tidak ingin membuat masalah," tegas Alex.
Pemilik klub malam itu tertawa,
"Apa Kau pikir aku takut denganmu," ucap pria tua itu, ia dikelilingi oleh beberapa anak buahnya.
"Aku sudah bilang aku tidak ingin mencari masalah denganmu ambil uang ini dan berikan Jessica kepada kami," tawar Alex masih bersikap tenang.
"Bagaimana jika aku tidak mau," tantang pria pemilik klub malam itu.
__ADS_1
Alex mengirim pesan kepada seseorang dan Tak lama kemudian sekitar 10 orang masuk ke ruangan itu, pria bertubuh besar dan berjas hitam. Pria tua itu terkejut melihat mereka, penampilan mereka seperti mafia yang ada di film-film yang sering ditonton nya.
"Siapa kalian," ucap pria itu mulai ketakutan.
Alex mengambil senjata yang ada di pinggangnya dan meletakkannya di meja,
"Ini tawaran terakhir ku, ambil uang ini dan berikan Jessica padaku atau," Alex menepuk-nepuk senjatanya yang ada di meja.
Pemilik klub malam itu langsung menyuruh anak buahnya mengambil tas yang ada di depannya,
"Baiklah kamu boleh membawa wanita itu,
Setelah mendengar ucapan pria tua pemilik klub malam itu Alex langsung berdiri dari duduknya dan tanpa kata mereka semua keluar dari ruangan itu.
Alex mengirim pesan kepada Jessica untuk menunggunya di depan klub malam, saat mendapat pesan tersebut Jessica sangat bahagia, ia langsung meninggalkan meja bartender dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan, mengambil beberapa barangnya.
Selama ini Jessica bahkan tinggal di klub malam itu. Jessica berdiri diluar klub, memandang dengan gelisah di mana Alex.
Tak lama kemudian sebuah mobil hitam terparkir di depan klub malam membunyikan klakson dan menurunkan kacanya, Jessica melihat jika pemilik mobil tersebut adalah Alex Jessica segera berlari meninggalkan klub malam itu dan naik ke mobil Alex.
"Bagaimana?" tanya Jessica saat sudah berada di dalam mobil, memang sabuk pengaman.
"Aku sudah membebaskanmu, sekarang kita ke hotel terlebih dahulu, besok kita menemui Bram." ucap Alex melajukan mobilnya meninggalkan klub malam itu
"hotel?" batin Jessica mulai berpikir negatif pada Alex.
ππππππππππππππ
Terima kasih sudah membaca jangan lupa berikan
π LIKE
π VOTE
π KOMENNYA πππ
mampir juga ke My Papa My Boss oke π
Author m anha β€οΈ
ππππππβΊοΈπππππππ
__ADS_1