
Arya sangat marah mendengar Kelvin kembali menenggak minuman beralkohol, padahal Ia sudah mewanti-wanti adiknya itu sebelum kembali ke luar negeri agar tak lagi menyentuh minuman haram itu.
Arya bahkan sering menelpon Kelvin hanya untuk memperingatkan agar berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun, Kelvin sepertinya tidak mendengarkan larangan, menghiraukan semua nasehatnya.
"Apa yang kau lakukan?!" bentak Arya
Kelvin hanya diam, mulutnya terasa kaku untuk mengatakan apa kesalahannya.
Arya berdiri, berjalan mondar-mandir mengepalkan tangannya. Sesekali ia memijat tengkuknya mengusap wajahnya dengan kasar. Ingin rasanya ia menghajar adiknya itu.
Arya berdiri menghadap Kelvin, bertolak pinggang dan menatap ke atas langit menghembuskan nafasnya, mengatur emosinya. "Katakan apa kau berkelahi? Apa kau menggunakan obat-obatan?" tanya Arya menatap tajam pada Kelvin yang terus saja menunduk.
"Aku …." Kelvin tak bisa meneruskan kata-katanya, lidahnya benar-benar kaku, ia bahkan dengan susah menelan air ludahnya, tenggorokannya terasa kering.
Kelvin tak tahu harus memulai dari mana mengatakan apa kesalahannya, ia sendiri sangat malu mengakui apa yang telah diperbuatnya akibat dikendalikan alkohol.
Arya yang tak mendapat jawaban dari Kelvin, langsung menendang kursi tempat Kelvin duduk, membuat Kelvin sedikit bergeser karena kaget.
"Katakan! Apa kesalahan yang sudah kamu lakukan, jangan bilang kalau kau … itu tidak mungkin 'kan Kelvin?" Arya tak berani mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya.
Kelvin menggigit bibir bawahnya. Menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia benar-benar malu dengan apa yang telah ia lakukan.
"Jangan bilang kau melakukannya dengan seorang wanita?" tanya Arya menduga-duga. Arya sangat berharap itu tak terjadi. Namun, dugaannya salah, Kelvin mengangguk.
Arya langsung terduduk merapatkan di atas rumput yang ada di taman itu, menatap penuh kecewa kepada adiknya. Arya duduk dan menatap Kelvin yang terus menunduk, dengan tatapan sangat marah dan kecewa.
Kelvin tak berani melihat Arya.
"Jangan bilang kau ingin membawa wanita penghibur ke dalam keluarga kita. Jangan katakan kau melakukannya dengan wanita penghibur di luar sana?" tanya Arya masih terus menatap Kelvin dengan penuh kemarahan.
"Diandra" hanya satu kata itu yang bisa Kelvin katakan.
"Apa! Diandra?! anak dari ibu Sulastri, orang yang bekerja di rumahmu?" tanya Arya.
Kelvin kembali mengangguk.
"Apa kau sudah gila. Diandra, kau melecehkan anak itu?!" geram Arya.
"Aku benar-benar tidak sadar, Kak. Alkohol menguasai ku dan sepertinya malam itu Diandra yang mendatangiku saat aku sedang mabuk," ucap Kelvin.
"Diandra bekerja disana, tentu saja ke Apartemen mu,"
"Sepertinya Diandra datang ke Apartemenku malam itu bukan untuk bekerja, tapi sepertinya ia ingin meminta bantuan ku," ucap Kelvin.
"Apa maksudmu jika ia membutuhkan bantuan mu? Ada apa dengannya?" tanya Arya mengerutkan keningnya.
"Ibu Sulastri meninggal, sehari sebelum aku … Seperti ia mendatangi ku Karena ingin mengabarkan hal itu."
"Kau benar-benar menghancurkan kehidupan seorang gadis Kelvin, Di saat dia sedang berduka karena kehilangan ibunya kau juga menambah luka karena melecehkannya. Kamu sadar ga sih! Kamu ... Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan."
__ADS_1
"Tapi Kak …," Kelvin menatap memelas pada Arya.
"Jangan bilang kau meninggalkannya setelah melakukan semua itu padanya, Kelvin kau ingin lari dari tanggung jawab?!" bentak Arya.
"Aku sudah mencarinya, tapi tak ketemu, Kak! Sudah beberapa hari ini om Alex juga ikut mencari Diandra, tapi tetap saja tak ada kabar darinya. Diandra dan Clara meninggalkan Apartemen mereka," jelas Kelvin.
"Apa maksudmu Alex ... apa papa sudah tahu tentang Diandra?" tanya Arya.
"Papa hanya tahu jika Diandra menghilang setelah ibunya meninggal, Papa tidak tahu kalau aku telah … itu sebab papa meminta om Alex untuk mencarinya."
"Kelvin! Tak bisakah kau belajar dari apa yang telah papa lakukan dimasa lalu, kalau papa tanpa sengaja melakukannya tetap saja itu bisa menghancurkan keluarga kita, apa lagi kau melakukannya dengan sengaja dan itu semua kesalahanmu," gerem Arya.
"Aku benar-benar tidak sengaja, Kak. Aku menyesal melakukan itu semua pada Diandra," ucap Kalvin frustasi.
"Menyesal, kamu bilang menyesal. Apa kau tak menyesal sudah meminum alkohol?! Apa dengan kau menyesal kau bisa mengembalikan apa yang telah renggut darinya?! Kelvin kau sudah melakukan kesalahan besar!. Merenggut kehormatan seorang wanita itu bukan sesuatu yang bisa kau sesali, kau hanya bisa memperbaiki kesalahan mu dengan bertanggung jawab atas apa yang telah kau perbuat," Arya menatap tak percaya pada adiknya, Arya sama sekali tak parcaya jika sosok Kelvin adiknya melakukan semua itu.
Kelvin menatap dengan penuh penyesalan, "Kak, aku sangat mencintai Natali," ucapnya.
"Kau mencintai Natali, tapi kamu melecehkan wanita lain. Apa kau ingin lari dari tanggung jawab?! Bagaimana jika Diandra mengandung benihmu," ucap Arya yang mulai mengatur nada bicaranya, lebih lembut dari sebelumnya.
Kelvin membatu, saat mendengar apa yang baru saja di katakan Arya, tak pernah terpikir olehnya jika Diandra bisa saja mengandung benihnya.
"Kelvin, Bunda sudah merasakan rasa sakit karena adanya kelahiran dari wanita lain, Apa kau juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Bunda alami pada Natali" lanjut Arya.
"Kak, aku benar-benar mencintai Natali, Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahanku. Aku mohon, Kak. Aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa, aku hanya berharap pada kakaknya," Kelvin ikut duduk di atas rerumputan dimana Arya juga duduk, memohon bantuan layaknya anak kecil.
"Tak ada jalan lain, Dek! Carilah Diandra dan nikahi dia, kau harus bertanggung jawab, jangan jadi laki-laki yang pengecut."
Arya hanya diam, ia tak tau harus berbuat apa untuk membantu adiknya keluar dari masalah ini.
Kelvin mengusap wajahnya, senyuman Natali terus terbayang di benaknya, akankah dia mampu menyakiti hati gadis yang sangat dicintainya.
"Bicaralah pada Natali, katakan apa yang telah kulakukan pada Diandra. Kita mencari jalan keluarnya setelah mendengar pendapatnya. Jangan pernah merahasiakan sesuatu darinya jika kau ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu."
"Bagaimana jika Natali tak terima apa yang telah aku lakukan?"lirih Kelvin.
Arya berpikir sejanak, "Sebaiknya kita menunggu sampai Diandra ditemukan dalu barulah kita bahas apa yang seharusnya kita lakukan. Tetap merahasiakan ini semua dari siapapun, khusus bunda dan papa, kau tau 'kan jika papa memiliki penyakit jantung. Perbuatan mu ini bisa merenggut nyawa papa dalam sekejap, Bicara lah pada Natali terlebih dahulu, terima apapun keputusan nya" kesal Arya berdiri dan meninggalkan Kelvin yang masih terduduk di rumput.
Kelvin menyesali semua perbuatannya, "Andai aku bisa memutar waktu, aku tak akan menyentuh alkohol walau hanya seteguk." Kelvin berbaring di atas rumput menatap bintang di langit. "Mengapa malam itu aku harus kembali meminumnya."
Tanpa mereka sadari sejak tadi Gavin mendengar pembicaraan mereka dan tetap diam di tempatnya. Gavin tak menyangka jika Kelvin bisa melakukan itu semua. Gavin bisa melihat kesedihan dan penyesalan saudara kembar nya itu.
Arya yang masih merasa emosi memilih untuk ke ruang kerjanya, merenungi apa yang baru saja terjadi, memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk menyelesaikan masalah Kelvin.
Arya mengambil ponselnya dan menelepon Alex.
"Halo Om! Bagaimana? Aku dengar papa menyuruh Om mencari Diandra"
"Iya, sampai sekarang Om masih belum menemukannya. Sepertinya Diandra pergi ke suatu tempat yang sangat terpencil dan tak ada akses internet yang ia gunakan," jawab Alex.
__ADS_1
"Apa sama sekali tidak ada cara untuk menemukannya?" tanya Arya penuh harapan.
"Kami sedang memeriksa beberapa CCTV yang ada di sekitaran tempat tinggalnya, semoga saja kami bisa mendapatkan sesuatu dari sana."
"Jika mendapatkan informasi tentang Diandra, tolong berikan kepada Arya ya Om, jangan beritahukan informasi apapun kepada papa. Biar Arya periksa dulu sebelum menyampaikan pada papa!" pinta Arya.
"Tapi, kenapa? apa yang kalian sembunyikan?" tanya Alex mulai curiga.
"Aku akan menceritakannya nanti, yang jelas untuk kesehatan papa sebaiknya jangan memberitahukan apa-apa kepada papa, biar Arya yang akan menjelaskannya setelah masalahnya selesai," sahut Arya.
"Baiklah aku akan menghubungimu lagi, Aku akan berusaha mencari."
"Terima kasih ya, Om. Aku benar-benar membutuhkan bantuan Om saat ini," ucap Arya.
"Kau, tenang saja. Ini adalah tugasku," ucap Alex mengakhiri panggilan mereka.
"Semoga saja Diandra cepat ketemu dan masalah ini cepat selesai," batin Arya menatap layar ponselnya.
"Tapi, bagaimana jika Diandra hamil," Arya memijat lehernya, "Setuju atau tidak setuju Kelvin harus tetap menikahinya," Arya terus bergumam pada dirinya sendiri.
Raina yang sejak tadi menunggu Arya, menghampirinya di ruang kerja sambil membawa secangkir kopi untuk menemani suaminya bekerja, Raina berpikir Arya pasti sedang mengerjakan pekerjaan kantor.
Raina mengetuk pintu ruang kerjanya Arya dan membukanya, ia melihat Arya sedang duduk di meja kerjanya.
"Ini, aku bawain kopi buat nemenin Kakak kerja! Pekerjaan kakak pasti numpuk ya karena selama ini menjaga aku dan bayi Kita?" tanya Raina naik ke pangkuan Arya.
"Nggak, kok!" Arya memeluk erat istrinya tercintanya itu. "Tidak, Pekerjaan kantor tak begitu banyak, semua sudah di urus oleh Kelvin dan Gavin."
"Apa ada masalah dengan pekerjaan kakak?" tanya Raina yang tau jika suaminya itu pasti sedang memikirkan sesuatu.
"Bukan masalah pekerjaan, ada masalah lain yang tak bisa Kakak beritahu padamu," ucap Arya mengecup bibir menggoda Raina.
"Kalau kakak mau cerita Raina siap menjadi pendengar setia." Raina tak mau memaksa Arya bercerita jika memang suaminya itu tak mau bercerita padanya. "Sudah ya, Kak. Bayi kita sendirian di kamar, takutnya nanti dia bangun."
"Kakak juga sudah selesai, sebaiknya kita tidur ini sudah malam,"
Raina dan bayinya sudah tertidur pulas. Namun tidak dengan Arya, Ia terus memikirkan cara agar tak ada yang meresa tersakiti, agar Natali dan Diandra tak merasa bersedih karena ulah Kelvin.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Terus beri dukungan kalian dengan memberi like, vote, dan komennya 🙏
Salam dariku 🤗
Author m anha ❤️
love you all 💕💕💕
__ADS_1
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖