Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Kehangatan keluarga


__ADS_3

Kabar pertunangan Gavin dan Diandra dengan cepat menyebar di kalangan keluarga Wijaya, semua bertanya-tanya mengapa Gavin tiba-tiba ingin menikahi Diandra. 


Mereka semua mengenal Diandra, Diandra adalah orang yang mereka temui di Apartemen Kelvin waktu itu.


Semua menanyakan hal tersebut termasuk mertua Mikaila. Namun, semua sepakat untuk merahasiakan masalah Kelvin dan Diandra. Mereka tak ingin menambah masalah dalam keluarga besar mereka. Diandra sudah memaafkan Kelvin dan Gavin mau menikahi Diandra atas dasar cinta.


Mereka hanya menjawab jika Gavin dan Diandra saling mencintai dan Diandra tak punya siapa-siapa lagi. Itulah mengapa mereka ingin mengikat Diandra dalam sebuah pertunangan sampai ia benar-benar siap menjadi menantu keluarga Wijaya dan menjadi istri dari Gavin.


Hari terus berganti, Diandra sudah lebih nyaman tinggal di kediaman Abraham Wijaya, semua memperlakukannya dengan sangat baik. Menganggap mereka bagian dari keluarga.


Diandra dan Clara bisa merasakan kehangatan keluarga. Khususnya pada Nenek(ibu Mikaila) juga sangat ramah padanya. Diandra sangat dekat dengannya, almarhum ibu Sulastri seumur dengan ibu Mikaila, membuat Diandra dan Clara merasa nyaman berada di sekitar Nenek.


Clara juga terlihat sangat bahagia, ia sudah masuk ke sekolah yang sama dengan Arsy. Arsy juga tak kalah senangnya dengan kedatangan Clara, ia bahkan sudah jarang mengganggu Ayra ponakannya.


Baik disekolah dan dirumah mereka selalu bersama-sama. Bermain bersama bahkan tidur di kamar yang sama.


Semenjak ada Clara, Arsy tak pernah lagi tidur di kamar utama, tak pernah lagi mengganggu Bunda dan papanya.


Gavin selalu menghibur Diandra di saat ia kembali merasa terpuruk. Dengan ulah konyol Gavin bisa membuat Diandra melupakan malam kelamnya, dengan bantuan psikolog teman Anin Diandra mulai keluar dari traumanya.


Bertambah anggota keluarga di kediaman Abraham Wijaya membuat rumah itu terasa sangat hangat. Keceriaan terus menghiasi rumah itu. Keributan Arsy dan Clara yang saling kejar-kejaran dan suara tangis Ayra yang memekakkan telinga.


Saat semua merasa bahagia, Kelvin justru merasa sangat sedih, kesepian di Apartemen. Kelvin memilih keluar dari rumah itu, ia mengerti jika Diandra masih trauma dengan nya, dia juga sadar jika tindakannya itu memang sangat keterlaluan.


Kelvin memilih pindah ke Apartemen tinggal bersama dengan Dika yang sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya.


Dika juga tak tahu tentang masalah yang dihadapi oleh keluarga Wijaya, sudah sebulan kini Kelvin  tinggal bersama Dika.


Dika juga tak mempertanyakannya mengapa ia tak tinggal dan tak pernah pulang ke rumah nya.


Kelvin merasa terabaikan dari keluarganya sendiri, semenjak ia pindah ke rumah Dika, Bundanya sekalipun tak pernah menanyakan kabarnya. Berbeda saat ia tinggal di luar negeri. Setiap hari Bundanya menelponnya, walau hanya sekedar menanyakan apakah dia sudah makan atau belum. Kelvin benar-benar merasa mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang telah lakukan, ia merasa kesepian.


Beruntung Natali selalu ada disampingnya, memberinya semangat sehingga ia masih bisa berdiri di kakinya, menapaki hidupnya dan terus bekerja di kantor.


Gavin bahkan terlihat menjaga jarak dengannya, entah ia masih marah karena telah mendapat pukulan darinya atau Gavin marah karena tanpa sengaja ia pernah melecehkan orang yang dicintainya.


Kelvin mengerti, jika semua keluarga membencinya.


Kelvin menyesali semua yang telah terjadi, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.


Setiap malam ia hanya bisa melihat wajah keluarga nya di galeri ponsel nya, ada banyak foto dan Video yang direkam asal oleh Arsy.


Kelvin melihat foto kecilnya dengan Gavin, mereka saling merangkul dan tersenyum bahagian. Sedari kecil mereka memang sering cekcok, ada saja yang tak sepaham dengan mereka. Tak butuh waktu lama mereka akan akur kembali seakan tak terjadi apa-apa. Namun, kali mereka benar-benar marahan, membuat Kelvin merindukan sosok saudara kembar nya itu.

__ADS_1


Siang ini Bram ada jadwal pertemuan dengan rekan bisnisnya, akan diadakan rapat tahunan dimana semua petinggi yang bekerja sama dengan perusahaan Wijaya group diharuskan menghadiri rapat.


Mikaila juga datang, seperti biasanya, Mikaila hanya akan menunggunya di ruangan Bram yang sudah menjadi ruangan Arya sekarang.


Bram dan Mikaila datang lebih awal, rapat akan dilaksanakan 2 jam lagi. 


Bram ke ruang kerja Arya, memeriksa beberapa laporan perusahaan tahun ini.


"Bunda," panggil Kelvin langsung menghampiri bundanya yang sedang duduk di sofa saat ini.


Mikaila mendongak menatap wajah putranya yang terlihat tak terawat.


Kelvin ragu untuk mendatangi Bundanya, ia takut juga Bunda masih marah padanya.


"Bunda," panggil Kelvin lagi melihat bundanya dengan tatapan meminta maaf.


Mikaila merentangkan tangannya ingin memeluk putranya itu, Kelvin sangat senang, langsung berjalan cepat berlutut memeluk bundanya yang sedang duduk di sofa. Kelvin bahkan meneteskan air mata, Ia berpikir jika bundanya akan terus mendiamkannya.


Kelvin sangat menyayangi bundanya, bunda adalah segalanya buat Kelvin.


"Bunda maafin Kelvin," ucap kelvin dengan suara bergetar.


"Kamu sehat 'kan? Nggak pernah lupa makan 'kan?" tanya Mikaila masih memeluk anaknya ...


"Iya, Bunda Kelvin sangat merindukan Bunda," ucap Kalvin jujur dan isakan kecil keluar dari mulutnya. Beruntung mereka masih berada dalam ruangan Arya sehingga tak ada siapapun yang melihat  seorang Kelvin yang biasanya terlihat cuek, elegan kini menangis dan berlutut memeluk bundanya.


"Maaf jika selama ini Bunda tak pernah menemui mu, tak pernah menanyakan kabarmu. Bunda hanya ingin kau menyadari kesalahan dan mencoba untuk lebih baik lagi." Mikaila mengusap rambut putranya.


"Iya, Bunda Aku tak akan menyentuh alkohol lagi," ucapnya. Kelvin benar-benar menyesal tak mendengarkan nasehat Bunda, dan Kakak.


Lama Kelvin memeluk Bundanya, Arya hanya berdiri menyaksikan adiknya itu yang terlihat begitu rapuh, selama ini Ia juga tak pernah menanyakan kabar atau menegur adiknya itu. Arya juga merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Kelvin. Mereka semua hanya ingin memberikan Kelvin hukuman, jika mengabaikan nasehat orang tua bisa berakibat buruk dalam kehidupan nantinya.


Setiap orang tua selalu menasehati, menegur dan mendoakan anak-anaknya agar selalu bahagia.


Kelvin melepas pelukannya saat ia sudah merasa lebih baik. Mikaila mengusap air mata putranya, walau kini putranya lebih tinggi darinya. Kasih sayangnya tak pernah berkurang, baginya Ia tetaplah anak-anak yang membutuhkan kasih sayangnya.


Mikaila menarik kelvin untuk duduk di sofa.


"Bagaimana kehidupanmu di Apartemen, Apa kau ingin membeli Apartemen baru untukmu sendiri?" tanya Mikaila yang tahu jika selama ini anaknya menumpang di Apartemen Dika.


Bram menghampiri mereka dengan memberikan tissue.


Mikaila tak bisa menahan air matanya melihat kondisi putranya yang begitu terpuruk. Sangat jelas terlihat dari penampilan nya, Kelvin juga membiarkan brewok nya menghiasi wajahnya.

__ADS_1


"Tak usah Bunda, aku senang tinggal dengan Kak Dika. Aku merasa aku tinggal bersama seorang kakak yang selalu memperhatikanku," ucap Kelvin tertawa samar menyinggung Arya.


"Bunda apa tidak ada solusi agar Diandra mau maafkan Kelvin seutuhnya?" tanya Arya berjalan menghampiri mereka.


"Hanya waktu yang bisa menyembuhkan hati Diandra, kita berdoa saja semoga dengan kehadiran Gavin di sisi-nya ia bisa melupakan segalanya, benar-benar melupakan kejadian malam itu. Dan mau memaafkan mu dengan setulus hatinya," ucap Mikaila mengusap lengan Kelvin.


Mereka terus berbincang-bincang di dalam ruangan hingga beberapa saat kemudian Gavin masuk dan melihat mereka Semua.


Gavin hanya meletakkan berkas yang harus ditandatangani kakaknya kemudian kembali ke ruangannya, semua yang ada di sana hanya melihat apa yang Gavin lakukan.


Bunda, papa, dan Arya yang sedang duduk di sofa. Gavin hanya melirik Kelvin yang menunduk menyembunyikan wajah sembabnya dari Gavin.


"Bunda lihat sendiri kan, Gavin bahkan tak mau menegurku," ucap Kelvin.


"Sudahlah, mungkin adikmu itu masih marah, nanti dia juga akan luluh."


Malam hari sepulang dari kantor Gavin mengajak Diandra untuk berjalan-jalan, mereka menikmati kota X yang selama ini belum pernah Diandra kunjungi. Selama ini Diandra hanya terus berada di rumah, di kamar dan hanya di dapur. Ia bahkan tidak pernah keluar dari gerbang walau hanya sekali pun semenjak ia datang ke negara ini.


Kota dan negara itu benar-benar masih baru dengannya, tak ada satupun tempat  yang Diandra ketahui.


Mereka menghabiskan malam bersama, Diandra benar-benar bahagia bersama dengan Gavin, Gavin membawa Diandra ke tempat-tempat yang sangat romantis dan menyenangkan. Makan es krim, berbelanja beberapa kebutuhannya. Diandra membeli beberapa jepitan, gelang gelang yang unik, gantungan ponsel couple. Semua ini membuat Diandra bahagia.


Gavin juga mengajak Diandra untuk menonton di bioskop, mereka memilih film yang romantis sambil memakan popcorn dan minuman boba.


Saat akan pulang Diandra melihat toko kosmetik, ia mengajak Gavin. Dengan setia Gavin menemani calon tunangannya itu.


Berburu makeup hal yang paling menyenangkan buat Diandra, Diandra sangat senang menghias wajahnya sendiri dan menikmati hasil riasannya sendiri. 


Biasanya Diandra akan merias wajah dikamar dan saat akan keluar kamar ia akan langsung membersihkan nya.


Sepasang kekasih yang saling bergandengan tangan menyaksikan kebahagiaan Gavin dan Diandra dari kejauhan. Mereka adalah Kelvin dan Natali. Mereka hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan Gavin dan Diandra.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa ya Kak beri like, vote, dan komennya 🙏


Bisa mampir ke karya ku yang lainnya ya Kak 😉🤗



Salam dariku Author m anha ❤️

__ADS_1


love you all 💕🤗🤗


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2