
Arya menunggu Raina di parkiran sekolah, sesekali Ia terus menatap ke arah gerbang berharap Raina segera datang, namun tak lama kemudian ia melihat Natali datang sendiri tanpa Raina, ia berjalan kaki.
Arya menghampiri Natali
"Raina mana? tanya Arya pada Natali yang berjalan melewatinya ,
"Enggak tahu kak, Maaf ya aku lagi buru-buru,"ucapan Natali mencoba menghindari pertanyaan Arya.
Arya terus mengikuti Natali hingga masuk ke gedung sekolah,
"Kenapa bisa kamu nggak tau, kalian kan satu kos-kosan,?tanya Arya,
"Enggak tau Kak, aku perginya sendiri naik bus.Raina itu cuma teman aku, ia sudah besar dan aku tak harus mengawasinya setiap saat kan,"tegas Natali.Ia tak suka Arya menyebut nama Raina.
"Aku nanya kamu karena tumben aja kalian tidak pergi berboncengan, biasanya kan kalian naik motor bersama!"ujar Arya,
"Kak Arya, Aku nggak tau, aku bener nggak tau.Aku sedang sibuk, Aku ada kelas,"ucap Natali berlari menjauhi Arya,
"Natali tunggu," teriak Arya, mengejar Natali.Arya mencemaskan Raina, pasalnya dari semalam Raina tak membalas pesannya.
Anes mengepal tangannya melihat apa yang baru saja ia lihat, pagi-pagi Iya sudah disuguhkan pemandangan yang merusak mood-nya.Tak biasanya Arya bersikap seperti itu kepada murid perempuan di sekolah ini. termasuk pada dirinya.
Saat jam istirahat Anes kembali mendatangi Natali,
"Natali, nyali kamu yang besar ya, ini peringatan terakhir aku. Jangan dekat-dekat kak Arya lagi, jangan cari perhatian kamu sama dia.
Awas ya, sekali lagi aku ngelihat kamu, aku nggak akan segan-segan nyakitin kamu," ancam Anes.
Kelvin datang, Anes dan teman-temannya pergi meninggalkan Natali begitu saja.
Natali mengepal tangannya "Kamu pikir aku takut sama kamu, kak Arya itu akan menjadi milikku.."batin Natali.
"Sebaiknya jangan cari masalah dengan Anes,"Kelvin memperingatkan Natali saat berjalan melewatinya.
Besok adalah perayaan hari ulang tahun sekolah, Gavin mengajak natali untuk tampil di acara ulang tahun tersebut awalnya Natali menolak namun setelah ia tahu jika Gavin adalah adik dari seorang Arya Wiguna Ia pun menerima tawaran tersebut.
"Bukannya tadi kamu nggak mau duet sama aku?" tanya Gavin.
"Kamu mau enggak, kalau enggak mau ya udah enggak usah," kesal Natali.
__ADS_1
"Ya udah kamu nyanyi ya, biar aku yang main pianonya, sepulang sekolah kita latihan di ruang musik,"ucap Gavin.
"Iya, nggak masalah, kita latihan di mana aja."ucap Natali..
Sepulang sekolah Gavin dan Natali menuju ke ruang musik untuk berlatih, mereka rencananya akan berlatih hingga sore.
Arya bersandar di depan mobil sport nya, membuat semua yang melewatinya semakin kagum dengan ketampanannya. Sesekali ia melihat jam di tangannya,
"Ini sudah jam pulang sekolah, ngapa Raina tak juga datang menjemput Natali,"gumam Arya
Arya sedari tadi menunggu Raina di parkiran, iya mengira Raina akan datang untuk menjemput Natali seperti biasanya, karena lelah menunggu Raina tak kunjung datang, Natali juga sepertinya ada kegiatan lain. Arya memutuskan untuk pergi ke sekolah Raina.
Saat Arya tiba di sekolah Raina juga tak ada, sekolahnya sudah kosong. Arya melihat di parkiran motor ini juga tidak melihat motor yang biasa di pakai oleh Raina.
"Apa Raina sudah pergi ke toko bunga ya," batin Arya, Ia pun melajukan mobilnya ke toko bunga namun tetap saja Raina juga tak ada disana. Toko bunga ibu Sari masih tertutup.
"Kemana dia,"lirih Arya, ia kembali menghubungi Raina tapi nomornya juga tak aktif. Sejak semalam Raina tidak bisa dihubungi, pesannya juga tidak dibalas walau ia sudah membacanya.
Rina duduk di sebuah taman, ia memandang lurus ke depan,
"Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus menghindari Arya dan memperbaiki hubungan ku dengan Natali atau justru bertemu dengan Arya dan malah merusak hubunganku dan Natali. Aku ingin hubungan kami seperti dulu lagi, tapi aku juga sangat merindukan kak Arya."lirik Raina terus memikirkan apa yang harus dia lakukan, ia benar-benar bingung harus memilih yang mana, di satu sisi ia sangat merindukan sosok Arya teman masa kecilnya di sisi lain Ia juga sangat menyayangi Natali.
Natali selalu ada untuknya mereka sudah bersama sejak kecil melewati berbagai macam kesusahan hidup terlunta-lunta kesana kemari.
"Pesan kak Arya banyak sekali," lirik Raina membaca satu persatu pesan tersebut, semua menanyakan di mana keberadaannya.
Tak lama kemudian panggilan Arya masuk di ponselnya, Ia hanya membiarkannya saja hingga panggilan itu mati.Tak hanya sekali dua kali Arya terus memanggil nomor Raina hingga nomor Raina tak aktif lagi.
Arya mendatangi rumah kost kosan Raina, namun ia juga tak ada di sana.Lama Arya menunggu di sana namun Raina tak juga pulang, bahkan hingga sore hari,Arya menunggu di luar kost kosan mereka.
Natali kembali dan melihat Arya di depan rumah kos-kosan nya,,,
"Apa Raina tak pulang bersamamu?"tanya Arya begitu melihat Natali datang.
"Maaf kak,,,aku ga pergi sama Raina, aku habis latihan dengan Gavin di sekolah."jawab Natali, ia benar-benar tak menyangkan Arya sampai seperti ini mencari Raina.
"Aku pulang dulu ya, jika Raina kembali tolong beritahu dia kalau aku mencarinya,"ucap Arya .
"Iya kak,"jawab Natali.
__ADS_1
Arya meninggalkan kos-kosan itu.
"Kemana Raina, apa ia benar-benar menghindari Arya karena aku,"gumam Natali tersenyum bahagia dan masuk kedalam kos-kosan nya.
Arya pulang dan langsung masuk ke kamarnya, Bram dan Mikaila hanya saling pandang melihat sikap putranya itu,,,
"Sayang Arya kenapa?"tanya Bram.
"Enggak tau, mungkin lagi ada masalah,"jawab Mikaila.
"Mungkin Kakak masih marah sama Arsy,"ucap Arsy memegang liontin nya.
"Makanya, liontin nya buat kakak ya,"bujuk Mikaila.
Arsy menggeleng dan memegang liontin nya.
"Inikan bukan punya Ade,nanti papa belikan yang baru, yang lebih bagus ya,"rayu Bram.
"Enggak mau Papa, ini punya aku,"ucap Arsy.
Tak lama kemudian Arya turun dan ikut bergabung dengan mereka,Arsy langsung naik ke pangkuan Papanya.Memegang erat kalungnya.
Arya mencandai Arsy, berpura-pura ingin merebutnya, ia mengangkat adiknya itu berpindah ke pangkuan nya,,
"Papa,,,papa,,,papa"ucap Arsy yang sudah berada di pangkuan Arya, Arya berpura-pura ingin mengambil kalung nya.
"Kamu kenapa?, ada masalah?"tanya bundanya.
"Dari semalam Raina ga bisa di hubungi, aku sudah ke toko dan juga kos-kosan nya ia juga tak ada di sana."ucap Arya.
"Kok bisa ?"tanya Mikaila.
"Ga tau bunda, aku jadi khawatir,"ucap Arya.
Arya terus berusaha menghubungi Raina namun hasilnya tetap sama.
🙏💖💖💖💖🙏💖💖💖💖🙏
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya.agar karya ini lebih baik lagi.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya terbaru ku yang berjudul My Papa My Boss, ditunggu ya 🙏
Salam dariku Author m anha ❤️❤️